Sunday, December 17, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » #AboutKL : Cara Asik Menikmati Destinasi Wisata Wajib di Kuala Lumpur
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

#AboutKL : Cara Asik Menikmati Destinasi Wisata Wajib di Kuala Lumpur

Tak cukup sekali, itu mungkin kalimat yang tepat untuk menggambarkan betapa banyaknya destinasi wisata di Kuala Lumpur. Meski telah beberapa kali ke Malaysia, namun selalu ada hal yang baru di setiap kunjungan. Begitu juga kali ini, kedatangan saya kembali ke Kuala Lumpur ini adalah dalam rangka memenuhi undangan Tourism Malaysia Kuala Lumpur dalam event yang digagas oleh anak-anak muda keren dari Gaya Travel Magazine yang diberi nama #AboutKL.

#AboutKl adalah suatu program hasil kolaborasi antara Tourism Malaysia Kuala Lumpur dengan Gaya Travel Magazine yang bertujuan untuk mempromosikan Kuala Lumpur sebagai obyek wisata dengan melibatkan beberapa social media influencers. Tercatat ada 22 orang social media influencers yang diundang dalam acara ini, bukan hanya dari Malaysia namun juga 5 orang dari Indonesia dan 2 orang dari Singapore sebagai negara terdekat Malaysia, untuk membagikan pengalaman mereka selama tiga hari di Kuala Lumpur.

Beragam tujuan wisata kota dan pengalaman menarik dihadirkan dalam kunjungan tersebut. Sesuai dengan tema yang diusung dalam event ini yaitu, “Things to Know About Kuala Lumpur” maka kami pun diajak menikmati berbagai pengalaman menakjubkan secara lengkap dari wisata alam, heritage, makanan, dan lain-lain yang bisa ditelusuri melalui tagar #AboutKL #KLNature, #KLHeritage, #KLCulture, #KLFood, #KLStay, #KLEntertainment, #KLLandmark, #KLNightLife, #KLPlay dan lain-lain.

Opening #AboutKL with 22 Social Media Influencers, Tourisme Malaysia KL, Gaya Travel at MATIC Pict: Tourisme Malaysia KL
Opening #AboutKL with 22 Social Media Influencers, Tourisme Malaysia KL, Gaya Travel at MATIC
Pict: Tourisme Malaysia KL

Begitu banyak tempat yang kami datangi dan berbagai pengalaman menarik yang kami rasakan. Tak heran bila acara yang berlangsung dari tanggal 21-23 September 2016 ini memberikan pengalaman yang mengesankan hingga kini. Segala yang ingin diketahui tentang wisata Kuala Lumpur seolah terwakilkan selama tiga hari kunjungan. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi pejalan yang ingin melawat ke Malaysia dan ingin tahu tempat-tempat mana saja yang menarik untuk didatangi.

Sebagai negara yang menempati urutan ke-9 dari 100 negara yang mendapat kunjungan paling banyak di dunia, Kuala Lumpur memang selalu memiliki daya tarik untuk didatangi. Meski tak mungkin mendatangi semua obyek wisata dalam tiga hari, namun setidaknya yang kami kunjungi dalam event #AboutKL cukup mewakili. Saya akan menuangkannya secara keseluruhan perjalanan kami selama tiga hari dalam tulisan ini, namun secara detail di beberapa destinasi akan saya tuliskan secara terpisah.

Day 1
Kuala Lumpur cerah pagi itu saat saya dan teman-teman lain memulai hari di Swiss Garden Hotel and esidence Kuala Lumpur. Kebetulan saya memang tak sendirian menginap di hotel ini. Selain saya ada Ahmad, Evi Indrawanto, Haryadi Yansyah, dan Salman yang berasal dari Indonesia dan dua orang blogger Singapore lainnya. Sesuai dengan itinerary yang sudah disampaikan sebelumnya, hari ini seluruh peserta #AboutKL yang berjumlah 22 orang akan berkumpul di Malaysia Tourism Centre – MATIC di Jalan Ampang sebelum berkeliling Kuala Lumpur.

Acara yang berlangsung di dalam mini auditorium Matic itulah acara #AboutKl secara resmi dibuka. Kami pun diperkenalkan tentang program #AboutKl dan sekilas tentang Kuala Lumpur oleh Mr. Mohd. Akbal Setia yang merupakan Director of Tourism Malaysia Kuala Lumpur dan Mr. Shamsul Baharin dari Gaya Travel Magazine. Acara yang singkat namun cukup membuka mata, bahwa bagaimanapun untuk membawa wisata sebuah negara ke panggung dunia tak pernah lepas dari bagaimana kita mengemas, menyediakan fasilitas dan mempromosikannya.

Hop on Hop off Bus Pict: Tourisme Malaysia KL
Hop on Hop off Bus
Pict: Tourisme Malaysia KL
  • KL Hop On Hop Off ini misalnya. Dengan motto “One Ticket to See it All”, Bus Double Decker ini sangat membantu para pejalan untuk menikmati banyak tempat di Kuala Lumpur dengan cara yang menyenangkan, free and easy!. Tinggal pilih tiket yang berlaku untuk 24 atau yang 48 jam, maka kita bisa menikmati lebih dari 70 atraksi wisata di Kuala Lumpur secara hop on hop off selama jam operasional bus yaitu pukul 9.00 am – 8.00 pm.

Untuk tiket yang berlaku selama 24 jam, pelancong dikenakan harga normal RM 45.00 untuk dewasa dan RM 24.00 untuk anak-anak. Sedangkan tiket yang berlaku untuk 48 jam, pelancong dikenakan biaya normal RM 79.00 untuk dewasa dan RM 43.00 untuk anak-anak. Sedangkan untuk anak-anak yang belum berusia 5 tahun tidak dikenakan biaya alias gratis.

Ini adalah cara favorit saya menikmati wisata kota di Kuala Lumpur dan ini adalah untuk kali ketiga saya menggunakan sarana HOHO bus untuk berkeliling kota. Mengapa begitu menyenangkan, karena pelancong bebas memilih di titik mana akan berhenti dan menikmati atraksi-atraksi wisata di dalamnya. Setelah itu pejalan dapat melanjutkan perjalannya dan menikmati atraksi di titik yang lain dengan menggunakan bis Hop On Hop Off berikutnya tanpa harus susah payah mencari sarana transportasi lain.

Total ada 23 titik wisata untuk menikmati 70 atraksi di dalamnya. Praktis bukan? Tak perlu menyewa kendaraan atau menggunakan taksi dan membuang waktu untuk mencari-cari tempat wisata yang akan dikunjungi. Tinggal duduk manis dan turun di tempat-tempat yang disukai lalu menunggu kedatangan bis berikutnya dengan interval waktu sekitar 20-30 menit antar bus. Nah, info dan keterangan lebih lanjut tentang ini bisa kunjungi laman resminya di www.myhoponhopoff.com.

Bagian atas Double Decker Pict By Mizz Ella
Bagian atas Double Decker
Pict By Mizz Ella

Dalam perjalanan #KLTour menggunakan Bus Hop On Hop Off, kami berkeliling hampir ke sebagian besar titik stop. Lumayan banget bisa melihat-lihat berbagai tempat yang menjadi landmark kota seperti KL Tower, Bukit Bintang, China Town, National Museum dan lain-lain. Kami juga sempat turun di setopan nomer 13 yaitu Istana Negara dan mengambil beberapa gambar di sana. Perjalanan dengan menggunakan bus ini berakhir di setopan nomer 17 yaitu Dataran Merdeka yang menjadi landmark utama Kuala Lumpur. Belum sah rasanya ke Kuala Lumpur kalau belum menginjakkan kaki di Dataran Merdeka.

Ada tiga tempat yang akan kami kunjungi di sekitar Dataran Merdeka yaitu Coliseum Cafe’, MUDKL dan KL City Gallery. Letaknya tak terlalu jauh satu sama lain sehingga peserta #AboutKL dapat berjalan kaki menuju ketiga tempat ini. Cuaca memang cukup terik saat itu, namun berjalan kaki di seputaran daerah ini sangat menyenangkan buat saya. Pedestrian lebar dan bersih nyaman buat mata dan kaki. Tak ada kaki lima yang berdagang di trotoar dan asap kendaraan yang membuat sesak. Pepohonan besar pun menaungi para pejalan kaki dan kita masih bisa melihat sekawanan burung gagak yang hilir mudik di atas pohon dengan pekiknya yang khas.

  • Coliseum Cafe’ menjadi obyek #KLFood kami siang itu. Cafe’ ini menjadi istimewa bukan hanya karena makanannya yang lezat namun juga keberadaannya di sebuah bangunan yang hampir berusia ratusan tahun. Bahkan kafe yang sudah berdiri sejak tahun 1921 ini adalah salah satu bangunan tertua yang ada di Malaysia dan menjadi aikon heritage terbaik peninggalan kolonial di Malaysia. Dulunya tempat ini menjadi tempat pilihan penjajah British untuk bersantai sambil minum kopi, menonton wayang bahkan sampai bermalam di hotel yang terletak di lantai dua bangunan tersebut.

Makan di tempat ini seolah memasuki ruang waktu sejarah di masa dahulu. Suasana vintage dan ciri-ciri kolonial masih terlihat jelas di berbagai sudut ruang, bahkan hingga ke barang-barang yang ada di dalamnya seperti pintu masuk kayu yang masih kokoh berdiri, lantai marmer dengan motif jaman baheula, kipas angin hingga meja dan kursinya. Terletak di Jalan Tuanku Abdul Rahman, tempat ini bisa dikunjungi dari pukul 10.00 am hingga 10.00 pm untuk menikmati makanan barat maupun makanan lokal. Hainanese Chicken Chop, Baked Crabmeat, Ox-Tail Soup dan berbagai variasi Sizzling Steak dan Chops adalah contoh beberapa signature menu yang rekomen untuk dicicipi.

Setelah kenyang menikmati menu-menu spesial di Coliseum Cafe’, kami beranjak menuju Panggung Bandaraya yang juga merupakan salah satu aikon heritage penanda Kota Kuala Lumpur yang dibangun sekitar abad ke-21. Lokasinya masih di sekitaran Dataran Merdeka dan nama atraksinya adalah MUD KL, sebuah pertunjukan teatrikal ala broadway yang dikemas dalam gerak tari musikal. Melalui pertunjukan ini, sejarah Kuala Lumpur disajikan di atas panggung dengan sedemikian menarik dan megah dua kali dalam satu hari yaitu pada pukul 3.00 pm dan 8.30 pm selama satu jam nonstop.

  • MUD KL membuat benak saya tergelitik saat menonton, begitu pandai Tourism Malaysia Kuala Lumpur mengemas dan menunjukkan kemegahan sejarah dan kulturnya pada dunia melalui mata pelaku wisata sehingga tiket seharga RM 84,40 pun bersedia digelontorkan untuk menonton pertunjukan ini. Menikmati sejarah dan perkembangan peradaban suatu negeri kini tak lagi sebuah kegiatan yang membosankan dan tak melulu melihatnya di dalam museum, ada cara yang lebih mengasikkan yaitu di MUDKL. Cek deh website mereka di www.mudkl.com.

Pertunjukan ini menarik dengan hadirnya tiga sosok yang menjadi tokoh sentral dalam cerita yang bermula pada tahun 1857 yaitu Mamat, Meng dan Muthiah, tiga sahabat yang berkelana mencari penghidupan baru. Keberadaan mereka seolah mewakili kemajemukan etnis yang ada di Kuala Lumpur, dan perjalanan mereka yang penuh warna inilah yang menjadi penghantar kisah sejarah Kota Kuala Lumpur. Dengan karakter khas yang dicipta khusus untuk sang tokoh dan kepiawaian mereka menari dan menyanyi, pertunjukan ini menjadi sangat menarik untuk dinikmati.

Dalam pertunjukan diceritakan bagaimana pertemuan Meng dan Muthiah dengan kawan lama Mamat, dilanjutkan dengan perjalanan hidup ketiganya dalam mengejar impian sampai ke Kuala Lumpur, hingga kebakaran besar menimpa Kuala Lumpur di tahun 1881 yang diikuti dengan banjir bandang akibat hujan yang berkepanjangan pasca kebakaran besar tersebut. Namun mereka tak putus asa, tetap semangat bersama-sama dengan seluruh penduduk memperbaiki dan membangun Kuala Lumpur hingga menjadi yang bisa kita lihat seperti sekarang ini.

Puas menikmati #KLTour, #KLFood dan #KLBroadway, perjalanan peserta #AboutKL masih belum usai hari ini. Matahari belum lagi tergelincir turun dan sore baru baru saja menjelang. Kami masih berada di seputaran Dataran Merdeka dan melanjutkan langkah kami beberapa ratus meter ke depan menuju salah satu spot #KLHeritage di KL City Gallery. Menempati salah satu heritage building yang dibangun pada tahun 1898, tempat ini merupakan salah satu tempat yang harus para pejalan kunjungi, sesuai jargon mereka yaitu “make it your 1st step in KL!”

  • KL City Gallery sebagai pusat informasi turisme atau Tourist Information Centre and Travel Services,  seolah menjadi gerbang masuk atau menara pandang yang menyajikan Kuala Lumpur dari segala sudut pandang di 360° , baik Kuala Lumpur di masa lalu, saat ini maupun di masa yang akan datang. Tiket masuknya benar-benar murah, hanya RM 5.00 per orang di atas umur 3 tahun. Di sini kita bisa melihat Old Kuala Lumpur melalui diorama atau poster-poster yang dipajang di ruang pamer atau melihat pameran-pameran tematik yang berganti. Saat saya datang yang dipamerkan adalah karya seni pakaian dari kertas dan Batik Malaysia. Di lain kesempatan akan ditampilkan juga jenis karya yang berbeda.

Di KL City Gallery, selain terdapat miniatur Dataran Merdeka dan Chinatown, terdapat juga ARCH Gift Soft Souvenir yang menyediakan berbagai macam souvenir yang proses pembuatannya bisa kita saksikan langsung. Menarik sekali menyaksikan para pengrajin dengan begitu telaten membuat berbagai souvenir terutama beberapa karya seni bagi para kolektor yang terbuat dari kayu dengan ukuran yang sangat kecil. Satu persatu dibentuk, direkatkan hingga menghasilkan souvenir yang bisa kita nikmati keindahannya dan bernilai seni tinggi. Tak hanya itu, di sini kita juga bisa menemukan bayak berbagai produk fashion, makanan seperti coklat yang bisa kita pilih sebagai souvenir atau oleh-oleh.

Bagi saya, selain hal-hal menarik seperti yang disebutkan di atas, masih ada dua hal lagi yang sangat berkesan di tempat yang mendapat kunjungan wisatawan hingga 2500 orang per harinya ini yaitu Durian Cake di ARCH Cafe’ dan pertunjukan The Spectacular City Model Show. Tak berlebihan rasanya saya menyebutkan bahwa ini bagian terbaik di KL City Gallery. Jadi kalau anda melancong ke sini, jangan sampai tak melihat The Spectacular City Model Show yang memadukan kekayaan sejarah, kejayaan suatu negeri dalam sentuhan seni, arsitektur dan teknologi, tata suara dan musik serta sinar laser.

Dalam ruangan besar yang sengaja digelapkan, kita seolah berjalan dalam mesin waktu, melihat Kuala Lumpur dari masa ke masa dan bagaimana kira-kira masa depan yang telah dirancang untuk masa depan disajikan begitu memesona dan modern. Dan jangan lewatkan juga ya untuk mampir ke ARCH Cafe’ Finest Malaysian Food, di sana ada Durian Cake terbaik dengan daging durian asli pilihan yang selangit rasanya itu, dijamin gak pengen berhenti deh pokoknya. Kalian harus mencobanya sebelum pulang dan berfoto di famous I Love KL photo spot. Info lengkapnya bisa cek di www.klcitygallery.com

#ABoutKL

  • Gourmet Safari Kuala Lumpur
    Pasti sudah biasa banget khan dengar istilah Shop Till Drop, nah mirip-mirip begini, saya dan teman-teman #AboutKL malam itu eat till drop alias makan sampe gempor. Gimana nggak, dalam rentang sekitar 4 jam kami safari berpindah dari satu outlet ke outlet lainnya sebanyak enam (6) buah F&B Outlets untuk mencicipi menu-menu andalan dan istimewa mereka. Gourmet Safari KL ini terletak di 45C, Changkat Bukit Bintang Kuala Lumpur. Dari Swiss Garden Residence tempat kami menginap kami hanya perlu berjalan kaki beberapa menit saja.

Dipandu oleh Samantha dari Gourmet Safari Kuala Lumpur, kami memulai tur kuliner malam kami di OPIUM Resto untuk menikmati hidangan pembuka. Menu yang kami nikmati malam itu di Opium adalah minuman Mango Asam Boi, yang rasanya asam segar dan bikin fresh. Untuk makanan pembuka kami dihidangkan menu Emperor’s Fare Play yang terdiri dari Cajun Prawn with Mango Salsa serta Sauteed Black Pepper Dumpling.

Acara inti kami malam itu sebenarnya adalah menikmati makan malam spesial yang sangat kekinian di KL yaitu Dining in The Dark. Yup… seru khan membayangkan bagaimana makan dalam suasana yang gelap. Bukan remang-remang lho, tapi gelap gulita. Benar-benar gelap gulita, situasi di mana tak ada bedanya bagi kita apakah mata kita terbuka atau terpejam, tak ada apapun yang terlihat. Ah, saya jadi termenung sejenak, mungkin beginilah rasanya saudara-saudar kita yang matanya tak dapat meilhat.

Ada empat menu yang disajikan dalam Dining in The Dark yang semuanya disajikan diatas sebuah pinggan yang di atasnya terdapat piring-piring kecil tempat makanan tersebut disajikan. Kami makan dalam gelap sambil menerka-nerka kira-kira terbuat dari bahan apakah makanan yang kami makan malam itu. Setelah makan, baru kemudian di luar ruangan kami diperlihatkan makanan apa yang tadi kami santap. Ternyata tebakan saya sebagian besar benar. Sensasional, sebuah pengalaman makan yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya.

Magic Liquid
Magic Liquid

Belum cukup sampai di situ, acara makan malam kami masih dilanjutkan dengan menikmati Delightful Pairing di The SteakHouse Resto dengan menu Beef Medallion on Garlic Mashed and Black Pepper Sauce dan dilanjutkan dengan hidangan penutup di The Whisky Bar. Tentu saja saya tidak minum whisky di tempat ini, melainkan menikmati a happy ending tur kuliner kami malam itu dengan bersantai menikmati menu Magic Liquid.

Magic Liquid itu sendiri adalah larutan nitrogen untuk membekukan coklat leleh. Menyenangkan sekali saat meramu sendiri pisang, strawberry, marshmallow, dan camembert cheese untuk dibalut dengan lelehan coklat dan kemudian dicelupkan ke dalam nitrogen cair untuk membuatnya membeku. Saya asik mencoba berbagai variasi isian coklatnya dan berbagai tingkat kekerasan. Kadang saya celupkan cukup lama untuk membuat lapisan coklatnya cukup keras, kadang sebentar saja dan saya sangat menikmati saat-saat asap mengepul ketika coklat dicelupkan ke dalam nitrogen cair, seruuuu!!.

Perjalanan makan malam kami malam itu berakhir dengan menikmati live music di Forbidden City. Nah bagi kalian yang ingin merasakan pengalaman tur safari kuliner seperti yang saya rasakan dan menikmati sensasi makan dalam gelap di Dining in The Dark, kalian bisa datang langsung ke alamat yang tertera di atau bisa intip-intip lebih dahulu di website Gourmet Safari Kuala Lumpur di www.gourmetsafariKL.com. Dijamin deh kalian akan merasakan pengalaman makan yang berbeda.

  • Puas keliling Kuala Lumpur seharian, malam itu seluruh peserta #AboutKL menginap di Swiss Garden Hotel and Residences KL yang terletak di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Lokasinya sangat strategis, yaitu berada di sudut jalan antara Jalan Pudu dan Jalan Galloway. Untuk menikmati jantung kota Kuala Lumpur kami cukup berjalan kaki karena dekat sekali dengan Jalan Bukit Bintang yang menjadi pusat pelancongan.
Swiss Garden Room
Swiss Garden Room

Selain hotel, Swiss Garden menyediakan Residences Accomodation yang letak gedungnya persis di bagian belakang hotel. Ada empat tipe kamar di sini yaitu Residence Suite, Premier Suite, 2-Bedroom Suite, dan Penthouse. Saya dan travelmate saya Evi Indrawanto menginap di Residence Suite yang dilengkapi dengan pantry, ruang makan, ruang kerja dan living room, persis seperti sebuah rumah atau apartemen. Menginap di sini sungguh bagai tinggal di rumah sendiri.

Perasaan lega sangat terasa saat menghuni kamar ini karena luasan kamar yang mencapai 50 sd 70 meter persegi. Apalagi kamar yang kami tempati memiliki pemandangan yang indah, pada malam hari kami bisa menikmati kelap-kelip lampu kota dan Kuala Lumpur Tower dari kejauhan. Sedangkan dari kamar mandi yang dindingnya terbuat dari kaca saya bisa menikmati pemandangan kota sambil berlama-lama membasuh tubuh hehehe. Nantikan review khusus tentang tempat ini ya, saya akan menuliskannya untuk sahabat Ayo Pelesiran.

  • Day #2
    Terbangun dari tidur yang nyenyak saya tak berlama-lama bersantai di dalam kamar Swiss Garden Hotel and Residence. Karena hari ini sejumlah tempat telah dirancang untuk kami datangi seharian ini. Maka pagi hari setelah sarapan yang lezat di Swiss Garden, kami pun memulai perjalanan hari ini menuju kawasan KL Tower. Ada tiga tempat yang akan kami kunjungi di sini sebelum kami seseruan main perang-perangan di Berjaya Times Square sorenya.

Tempat yang pertama kami kunjungi di kawasan Kuala Lumpur Tower adalah KL Forest Ecopark Bukit Nenas. Tempat ini sangat menarik bagi pelancong karena memiliki jembatan gantung sepanjang 280 meter di dalam hutan buatan. Istimewanya karena hutan ini karena letaknya di pusat kota, bukankah sudah jarang kita temukan ada hutan di pusat kota yang masih terjaga keasriannya? Dan itu bisa kita temukan di sini. Cek deh di www.forestry.gov.my

Waktu berkunjung yang pas ke tempat ini menurut saya adalah pagi hari saat udara masih sejuk dan matahari belum terlalu tinggi. Pagi itu saya menikmati sekali langkah demi langkah di Canopy Walk sambil menikmati suasana sekitar. Kamera tak henti-hentinya mengambil gambar di berbagai sudut, takjub saja rasanya berada di tengah-tengah hutan ditemani cericit dan teriakan burung-burung dengan puncak-puncak gedung yang menyembul di balik pepohonan. Ah.. saya langsung merasa romantis, ingin bersama-sama mereka yang ditinggal di Jakarta. Kangen…

  • Meninggalkan Canopy Walk – Ecopark Bukit Nanas kami melanjutkan langkah di sudut lain kawasan ini juga yaitu KL Tower Mini Zoo. Namanya juga Mini Zoo, ukurannya memang kecil, namun yang menarik dari tempat ini adalah koleksi binatangnya yang unik-unik dan sebagian besar bisa dipegang. Lokasinya berada di tepi hutan kecil yang membuat pengunjung merasa sangat rileks dalam suasana asri dan nyaman Tak heran bila tagline tempat ini adalah “Feel, Touch and Relaxing”, begitulah yang saya rasakan saat berada di dalam Mini Zoo.
At Mini Zoo KL Tower
At Mini Zoo KL Tower

Di area Mini Jungle, kura-kura besar terlihat tak takut hilir mudik di antara kaki-kaki pengunjung sementara itu burung-burung Kakak Tua berwarna-warni menurut saja diajak berfoto, begitu juga dengan Marmoset yang manja serta Wallaby yang mirip dengan Kangoroo berukuran kecil. Semua bisa disentuh dan diajak berfoto. Bahkan di area lain, Alpaca yang bulunya halus dan tebal itu begitu kooperatif untuk diajak berpose. Ah, aku kayaknya kalau dilepas di sini bisa betah berjam-jam deh.
Datang deh, Mini Zoo yang beroperasi sejak tahun 2015 ini dibuka untuk umum setiap hari pukul sepuluh pagi hingga jam 9 malam waktu setempat. Tiket masuknya RM. 32.00 untuk dewasa dan RM 27.00 untuk anak-anak.

  • Masih ada satu tempat lagi yang kami kunjungi di Kawasan KL Tower ini, namanya Upside Down House. Letaknya tak jauh dari Mini Zoo dan Rimba Bukit Nanas, cukup berjalan kaki saja untuk bisa sampai di sana. Seperti pucuk dicinta ulam pun tiba menjejak kaki di sini. Sudah penasaran sih sebelumnya dengan konsep serupa yang ada di Indonesia, pengen merasakan bagaimana dunia jadi terbalik-balik begitu, eh ternyata baru kesampaian di Kuala Lumpur.

Ternyata tempat ini juga merupakan KL 1st Upside-Down House yang ada di Malaysia dan sekaligus rumah terbalik tertinggi karena memliki dua lantai dan dibuat sangat mirip dengan ukuran dan kondisi rumah yang sesungguhnya. Jadi puas deh mau mengambil gambar di berbagai ruangan hingga ke lantai atas. Seru lho, saya aja hampir-hampir lupa kalau saya bisa pusing kepala kalau berpose terbalik-balik begitu saking happy-nya.

Puas menjelajah kawasan KL Tower kami pun beranjak menuju Berjaya Times Square untuk main perang-perangan hehehe. Supaya lincah bergeraknya kami singgah di Oasia Suites Kuala Lumpur untuk makan siang dan hotel tour melihat-lihat kamar dan fasilitas di Oasis. Tempatnya rekomen banget untuk tempat tinggal atau menginap selama di Kuala Lumpur, cek di sini ya untuk lebih lengkapnya www.stayfareast.com/en/hotels/oasia-suites-kuala-lumpur.

Oasia Suites KL
Oasia Suites KL
  • Laser Battle Kuala Lumpur ini adalah #KLPlay yang rekomen banget lho untuk bersenang-senang. Secara berkelompok, kita akan bertanding melawan kelompok lain layaknya perang betulan. Kita juga akan dilengkapi dengan ropi khusus dan senjata yang mengeluarkan sinar laser untuk menyerang lawan. Seru deh melihat mereka bertanding dari layar televisi yang ada di ruangan, lari ke sana lari ke sini, bersembunyi sambil terus berusaha menyerang lawan dengan senjata laser di tangan. Heroik banget lah.

Pertandingan dilakukan beberapa babak hingga untuk menentukan kelompok mana yang berhak menerima medali emas, perak dan perunggu. Kebayang ya serunya, belum lagi yel-yel yang dimainkan setiap kelompok menambah gempita suasana pertandingan. Saya yang nggak ikutan saja tetap merasakan adrenalin yang berpacu, gimana mereka yang di dalam ya? Rasain sendiri deh ya kalau ke Kuala Lumpur. Ini website mereka www.lasserbattle.com.my

Laser Battle Soldier hehehe
Laser Battle Soldier hehehe

Nah… itulah beberapa tempat yang kami kunjungi selama kegiatan #AboutKL di Kuala Lumpur. Sebenarnya ada acara makan malam istimewa dengan menu-menu spesial yang disiapkan untuk kami di malam kedua serta jamuan makan siang di hari ketiga dalam rangka penutupan event #AboutKL. Namun karena kedua kegiatan tersebut bertempat di Swiss Garden Hotel and Residence, maka tulisannya akan saya jadikan satu dalam review mengenai Swiss Garden. Tunggu ya tulisan saya berikutnya.

Jadi, nggak bingung lagi khan kalau mau melancong ke Kuala Lumpur.
Ayo… Kita pelesiran ke Kuala Lumpur!

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

10 comments

  1. Uwooo komplet 😀

    Aku pas lihat foto laser battle itu langsung nyengir. Kebayang jerit2an saat di dalam, seru banget hahaha. Keluar-keluar baju basah 😀

    Semoga nanti bisa jalan lagi ya sama mbak Donna, mbak Evi, Salman, Ahmad, dan semua. Teman yang cocok saat datang galau eyaaaaaa
    Haryadi Yansyah | Omnduut.com recently posted…Mencecap Kesyahduan Tempat Paling Suci Bagi Kaum Sikh : Golden TempleMy Profile

  2. wuihhhh, tujuan wisatanya banyak mbak, noted kl nanti aku jelong2 kesana yah, hehe..ditunggu edisi bedah beberapa destinasinya lbh detail 🙂

  3. Whoaaa ini bagian2 dari KL yg belum saya jelajahi. Thank you for sharing. Dicatet, kalau kesana perlu rekomendasi ini.

    Terus aku belum pernah naik Hop on Hop Off bus iru

  4. Wah serunyaaa, aku belum pernah ke KL, nguberk ubek Semarang aja, ndeso ya kak hihihi

  5. Seruuu, kebayang amazingnya,. Aku masih bermimpi keliling Indonesia dulu, hahaha

  6. di bookmark dulu aaah… ini yang keren ya jalan2 keliling kotanya hehe

  7. Baru tahu kalo di tengah kota KL ada Canopy Walk Bukit Nanas.. Next harus cobain main kesini ah 🙂
    Dee – @HEYDEERAHMA recently posted…Lebih Sehat Mana, AC atau Kipas Angin?My Profile

  8. Whoaa, beberapa hari yang lalu baru saja dari Malaysia, dan tempat-tempat di tulisan ini belum kudatangi kemarin. Kereeeenn…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge