Thursday, September 21, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Sumatra » Lampung » Air Terjun Way Lalaan: Singgah ke Masa Kanak-Kanak
Way Lalaan

Air Terjun Way Lalaan: Singgah ke Masa Kanak-Kanak

Donnaimelda.com – Air Terjun Way Lalaan | Tak ada masa yang paling menyenangkan di banding masa kanak-kanak, lengkap dengan semua kenangan di dalamnya. Perlahan menuruni jalan setapak, menikmati sensasi langkah tanpa alas. Hijau rumput dan pepohonan menggiring benak, pulang ke masa kanak-kanak, di Air Terjun Way Lalaan.

Saat itu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Lebih dari tiga dekade yang lampau mengunjungi tempat wisata yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini. Tak semua potongan-potongan kenangan itu hadir utuh dalam ingatan, namun kegembiraan masa kanak-kanak semakin lama terasa semakin jelas seiring langkah yang makin dekat ke air terjun. Kegembiraan yang membuatku segera menyusun serangkaian kata untuk dikirim ke ayahanda di Jakarta, menyampaikan kabar bahwa aku sedang berada di sebuah tempat di mana kenangan masa kecil tertoreh manis.

Jalan Setapak Menuju Air Terjun
Jalan Setapak Menuju Air Terjun

Tentu saja kondisi saat dulu tidak seperti saat aku datang kembali hari ini, Jumat, 31 Oktber 2014. Bila waktu itu aku datang bersama ayah ibu dan saudara-saudara kandungku, kini aku datang bersama teman-teman rombongan Tour D Semaka yang termasuk rangkaian kegiatan Festival Teluk Semaka 7.  Bagian yang lekat dalam ingatan adalah jalan setapak menuju air terjun yang licin dan harus waspada terhadap pacet yang seolah mengintai kaki-kaki kecilku. Tapi kini sudah jauh berbeda, jalan setapak menuju air terjun sudah rapih disusun berjenjang berlapis batu alam dan berpagar beton buatan menyerupai batang pohon.

Bila dulu hanya ada satu air terjun yang bisa dikunjungi, kini ada Air Terjun Way Lalaan 2 yang juga bisa dikunjungi. Namun kondisi jalan menuju kedua air terjun tersebut sangat berbeda. Way Lalaan 2 hanya bisa dicapai dengan menempuh jalan setapak yang licin, berbatu dan terjal. Namun memiliki tantangan tersendiri yang seru. Bagi yang staminanya bagus dan menyukai trekking di antara belukar dan curamnya tanjakan dan turunan, jalur ini layak ditempuh. Mengingat bahwa kaki saya sudah bekerja berat hari ini mendaki lereng Gunung Tanggamus hingga ke Basecamp Sonokeling  dan medan yang berat menuju Way Lalaan 2, maka saya memutuskan tetap di Way Lalaan satu saja.

Sementara sebagian teman-teman lain bergerak menuju Way Lalaan 2, saya  dan sebagian lain yang tinggal mulai menikmati kegiatannya masing-masing di sekitar air terjun. Tempat ini terasa sepi, mungkin karena tak banyak pengunjung yang datang di hari kerja. Beberapa teman mandi ke dalam kolam yang terbentuk secara alami di bawah air terjun. Pasti segar sekali rasanya, terlebih dengan tubuh yang penat dan lekat oleh keringat seusai trekking. Namun dengan berbagai pertimbangan, saya lebih tertarik menikmati aliran sungai di bawah sambil menikmati tampias air terjun yang terbawa hembusan angin menerpa wajah saya. Ah… begitu menyenangkan.

Senyum Anak Indonesia
Senyum Anak Indonesia

Tiga orang anak kecil yang sedang bermain di sungai menarik perhatian saya dan —my travelmate— Mbak Evi Indrawanto. Sambil mengambil beberapa foto air terjun dan obyek menarik lensa lainnya, kami dengan sengaja mengambil tempat di pinggir sungai dan memperhatikan anak-anak ini bercengkrama dengan alam. Ingatan saya terbawa ke masa kecil, saat itu saya juga seperti mereka, merasakan asiknya berendam sambil bermain di sungai ini. Tak peduli telapak tangan yang keriput karena terlalu lama terendam air dan tubuh yang menggigil menahan dingin.

Yang menakjubkan saya adalah, anak-anak ini mengenal dengan baik tempat mereka bermain. Tanpa ragu mereka melangkah, melompat, berjalan bahkan berlari saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa ragu dan takut jatuh. Saya yang hanya melihat dari pinggir justru yang merasa was-was. Bahkan saya sempat berteriak kaget saat mereka melompat salto ke belakang dari sebuah batu besar ke dalam sungai. Saya khawatir kepala mereka terbentur batu-batu besar yang banyak bertebaran di sepanjang aliran sungai. Tapi ternyata lagi-lagi perkiraan saya salah, mereka tahu betul bagian mana yang tak berbatu dan cukup dalam untuk melompat. Ah, saya terkecoh.

Menghadirkan Kegembiraan Masa Kanak-Kanak
Menghadirkan Kegembiraan Masa Kanak-Kanak

Anak-anak ini pasti tinggal di sekitar air terjun. Terlihat dari cara mereka berinteraksi karib dengan alam yang begitu luwes. Tiga anak lelaki itu bolak balik naik turun tebing di pinggiran sungai untuk melompat dan menyatu dengan aliran sungai. Lalu mereka berenang, timbul dan tenggelam sambil meluncur di dalam air bagai ikan di habitatnya. Bila mereka lelah, sejenak mereka beristirahat di pinggiran sungai, menggali batuan seolah sedang membuat kolam kecil sambil bersenda gurau. Mereka juga terlihat asik memilih bebatuan temuan yang mereka anggap unik untuk disimpan sambil menggali.

Salah satu anak yang bertubuh paling mungil punya kebiasaan unik, ia terlihat beberapa kali mengulum batu yang ia temukan ke dalam mulutnya. Saya bertanya dari seberang sungai, mengapa ia melakukan hal yang menurut saya tak lazim itu. Namun ia hanya tertawa sebagai jawaban atas ekspresi wajah keheranan saya saat bertanya dan terus asik melanjutkan kegiatannya. Saya sih kemudian menganalogikan kegiatan itu bagai mengulum es batu, ada dingin sejuk yang menjalar dalam rongga mulut. Sensasi yang kemudian saya maklumi sebagai hal yang menyenangkan untuk dinikmati seorang anak kecil. Saya pun seolah larut dalam kegiatan mereka dan baru berhenti saat anak-anak ini selesai mandi.

Sahabat Alam
Sahabat Alam

Rasanya sih masih ingin berlama-lama, namun saya sudah cukup lama berada di sini dan harus segera bergabung dengan rombongan lain yang berangsur kembali dari Way Lalaan 2. Ada kejutan yang sudah dipersiapkan panitia Festival Teluk Semaka di atas sana. Buah durian berpuluh-puluh jumlahnya siap disantap rombongan yang kalap akan buah yang saya sebut buah surga ini. Sebuah kemewahan yang tak saya temukan di Jakarta. Bukan hanya karena saya bisa makan sesuka hati, tinggal tunjuk buah Durian yang mana yang saya pilih dan memilih yang lain bila masih ingin sampai puas, tapi juga suasana yang hangat  puluhan anggota tim yang tak henti berkelakar. Ada saja ulah dari kami –terutama Indra Pradnya— yang membuat kami terkadang sampai sakit perut tertawa.

PA310534

Ah, rasanya saya harus haturkan ribuan terimakasih buat Mas Elvan dan kru Festival Teluk Semaka, yang tanggap sekali dengan keinginan peserta. Kehangatan sebuah keluarga baru tercipta tanpa rekayasa bagai sebuah kemewahan yang tak mungkin saya beli dengan uang. Semburat jingga mentari yang jatuh di sela-sela Pohon Nyiur mengiringi kami kembali ke basecamp senja itu. Tuhan memang sutradara terbaik dan aku jatuh cinta dengan semua ini. Terimakasih Allah…

Way Lalaan

Way Lalaan

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

5 comments

  1. Air terjunnya baguus banget. JAdi pengin ngajak anak-anak main ke air terjun
    Nunung YUni Anggraeni recently posted…Cheria Travel Agen Travel Umroh Dan Wisata Muslim TerpercayaMy Profile

  2. Huaaaaa….. saya kangen ama durian, 🙁
    sudah lama gak makan tu Buah kaya nya..
    Tapi, pemandangan daerah sana cukup indah juga ya mbak.
    Faris recently posted…Lagi Suka Sama..My Profile

  3. Tempat yang belum komersiil gini selalu menarik buat dikunjungi dan ditulis reviewnya 🙂

  4. Meluncur kemari dari rumah Uni Evi, salam kenal mbak Donna
    Foto ekspresi sahabat alam yang menawan
    May Lalaan yang alami.
    prih recently posted…Coretan dari Kayugiyang di Pinggang Gunung SindoroMy Profile

  5. Haduuh .. sungainya jernih bangeett! 🙂
    mutia recently posted…Selamat Hari IbuMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge