Friday, June 23, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Jakarta » Antara Cipir, Onrust, Kelor dan Untung Jawa. #EnjoyKepulauanSeribu
Kecantikan Pulau Kelor yang membius
Kecantikan Pulau Kelor yang membius

Antara Cipir, Onrust, Kelor dan Untung Jawa. #EnjoyKepulauanSeribu

Adalah Pulau Cipir, Pulau Onrust dan Pulau Kelor, ketiganya memiliki beberapa persamaan. Selain sama-sama sebagai pulau wisata mereka juga sama-sama memiliki nuansa sejarah yang kental sehingga dinobatkan menjadi pulau sejarah atau pulau arkeolog. Kira-kira sejarah seperti apa yang menarik di ketiga pulau ini. Aku mencoba menuangkannya dalam tulisan bagian kedua #EnjoyKepulauanSeribu bersama Indonesia Corners dan Suku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Administrasi Kepulauan Seribu.

Masih ingat tulisanku tentang Pulau Bidadari di sini? Pulau tersebut pun sebenarnya merupakan pulau arkeolog sebagaimana Pulau Cipir, Onrust dan Kelor. Hal ini terlihat dari keberadaan Benteng Mortello seperti yang terdapat di Pulau Kelor dan Pulau Onrust. Namun sejak tempat ini berubah menjadi resor dan dinamakan Pulau Bidadari maka pulau ini pun lebih identik dengan pulau wisata atau pulau resor. Nah, di bagian kedua akan diceritakan mengenai empat buah pulau yang menjadi rangkaian kunjungan hopping island selain Pulau Bidadari.

Bagi penikmat sejarah, ketiga tempat ini adalah tempat yang sangat digemari, ada rangkaian sejarah yang tarkait satu dengan yang lainnya. Mengelilingi pulau sambil mendengarkan sejarah Indonesia sejak jaman Belanda, Jepang hingga menjelang masa kemerdekaan pasti sangat menyenangkan. Berbagai perasaan campur aduk saat saya mengunjungi pulau-pulau ini. Meski ini sudah untuk yang kedua kalinya, tetap saja ada rasa yang tak biasa saat mengagumi keindahan Pulau Kelor, atau saat menyimak tentang kasih tak sampai Maria di Pulau Onrust, serta strategi isolasi berselimut karantina haji di Pulau Cipir dan cerita-cerita lainnya.

  • Pulau Cipir

Nama asli pulau ini adalah Pulau Kuyper, namun sebagian besar lainnya menyebut dengan Pulau Cipir dan atau Pulau Kahyangan. Seperti di Pulau Onrust dan Pulau Bidadari, di tempat ini juga terdapat berbagai reruntuhan bangunan peninggalan sejarah. Keberadaan tempat ini memang tak lepas dari kegiatan di Pulau Onrust. Dahulu Pulau Cipir digunakan sebagai gudang tempat penyimpanan barang-barang dari Pulau Onrust dan sempat dijadikan sebagai stasiun pengamat cuaca. Setelah itu baru kemudian sejak tahun 1900-an, pulau ini dijadikan sebagai pusat karantina haji dan rumah sakit.

Bila kita berjalan ke arah Pulau Onrust, maka kini kita masih bisa menemukan sisa jembatan yang menghubungkan antara Pulau Onrust dan Pulau Cipir yang dahulu digunakan untuk memindahkan manusia atau barang. Orang yang sakit atau meninggal dipindahkan melalui jembatan ini, begitu juga barang-barang yang akan disimpan, Pulau Cipir tak ubahnya seperti gudang besar di atas pulau. Sayang sekali jembatan tersebut kini hampir musnah karena letusan Gunung Krakatau dan dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit tergerus abrasi pantai.

Suasana magis tak terelakkan saat berada di sini. Beberapa cerita kelam mengalir di antara dinding-dinding reruntuhan dan rimbunnya pohon-pohon besar. Semua jemaah haji yang berangkat dan pulang harus diperiksa kesehatannya dan dikarantina di sini. Tak sedikit jemaah haji yang meninggal di sini, bahkan konon kabarnya ada yang dengan sengaja disuntik mati atau dieksekusi mati oleh Belanda. Ditempat ini mereka diperlakukan bagai tawanan dalam bangunan yang dipagari dengan kawat berduri.

Hal ini adalah bentuk kekhawatiran Belanda terhadap perlawanan yang mungkin dilakukan akibat pengaruh gerakan Islam di Arab Saudi sepulang dari ibadah haji. Dari cerita di sini juga saya baru tahu bahwa istilah haji bermula di pulau ini, yaitu gelar yang diberikan oleh Belanda bagi orang-orang Indonesia yang telah menunaikan ibadah haji dan dikarantina sepulang dari Arab Saudi.

Tak hanya itu, di jaman orde baru, tempat ini pernah juga dijadikan sebagai tempat karantina mereka yang menderita penyakit TBC dan lepra. Mereka diangkut ke pulau ini dengan alasan untuk disembuhkan, namun pada kenyataannya mereka diasingkan atau diisolasi agar tidak menulari penyakitnya pada orang lain. Tempat ini pernah dijarah habis-habisan sehingga tak heran saat ini kita tak dapat lagi menemukan barang-barang peninggalan masa itu selain reruntuhan bangunannya.

  • Onrust, Kisah Kelam Pulau yang Selalu Sibuk

Dulunya pulau ini adalah pulau yang paling sibuk, siang maupun malam. Maklumlah, pulau ini menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal penjelajah maupun penjajah di jaman Belanda. Tempat ini juga merupakan tempat Belanda menjalankan sebagian aktivitas pemerintahan dan pertahanan di masanya, itulah mengapa nama pulau ini diberi nama pulau Onrust yang berasal dari kata “un rest” yang berarti tidak pernah beristrahat alias selalu sibuk. Benteng-benteng dibangun di beberapa sudut sebagai sarana pertahanan. Sisa-sisa meriam pun banyak tersebar di pulau ini, sebagai bukti bahwa tempat ini pernah manjadi rebutan antara Belanda dan Inggris.

Melihat maket yang ada di museum di Pulau Onrust terlihat bahwa tempat ini dahulunya memang sangat berperan di masa penjajahan Belanda, dan bangunan-bangunan yang ada memperlihatkan kemegahannya. Berkali-kali Belanda di serang oleh Inggris di tempat ini danperang menghancurkan bangunan-bangunannya, namun Belanda berkali-kali pula mampu membangun kembali pulau ini bahkan lebih hebat dan lebih lengkap dan menjadi pulau pelabuhan yang menjadi pelabuhan transit yang sangat ramai dari dan ke Eropa untuk mengangkut rempah-rempah dari Batavia.

Bangunan-bangunan fasilitas pemerintahan Belanda kala itu di Batavia berdiri dengan megahnya di pulau seluas 12 hektar ini. Namun semua itu kini nyaris tak bersisa, selain karena faktor alam, letusan Gunung Krakatau dan penjarahan oleh manusia. Pulau yang dinobatkan sebagai Pulau Arkeolog ini sekarang hanya menyisakan reruntuhan dan sebuah bangunan utuh bekas kediaman seorang dokter yang dijadikan Museum Pulau Onrust.

Pulau ini selalu membuat saya merinding di dalamnya. Entah karena terlalu terpengaruh dengan kisah-kisahnya atau memang kekuatan magis masih kental di sini. Di salah satu sudut Pulau Onrust terdapat bangunan yang saat jaman Jepang menjajah Indonesia dijadikan tempat adu manusia. Sungguh tidak berperikemanusiaan. Bayangkan, di dalam lingkaran yang diameternya kurang lebih 4 meter, manusia yang menjadi tawanan diadu satu sama lain hingga mati!. Di tempat ini juga konon terdapat makam pemberontak DI/TII yang dieksekusi mati pemerintah Indonesia. Makamnya hingga kini masih sering dikunjungi peziarah dan diperlakukan khusus.

Di pulau ini saya mencoba menghadirkan suasana saat itu. 35 barak penampungan karantina haji berjajar rapi di kiri dan kanan jalan atau gang. Miris memang, mereka yang tinggal di pulau ini rata-rata memiki umur yang pendek, bangunan arsitektur yang diadaptasi dari Belanda konon tak cocok dengan iklim tropis pulau sehingga terasa sumpek dan pengap karena sirkulasi yang tak sesuai dengan iklim tropis, menjadi sebab banyaknya masalah kesehatan di pulau ini selain masalah sanitasi karena masalah air bersih dan penyakit malaria.

Ada legenda yang terkenal dari Pulau Onrust yaitu tentang Maria Van De Velde. Jasadnya bersemayan di kompleks pemakaman Belanda bersama orang-orang Belanda lainnya di pulau ini. Namun konon, arwah anak petinggi galangan kapal Belanda yang meninggal muda ini dikisahkan sering menampakkan diri dengan menggunakan pakaian pengantin. Kisah yang beredar adalah ia meninggal dalam keadaan patah hati menanti kekasihnya yang tak kunjung kembali. Padahal kekasihnya pun sudah terlebih dahulu meninggal dunia. Namun kisah lain mengatakan bahwa Maria meninggal karena serangan Malaria. Mana kisah yang benar, wallahu alam bi shawab.

  • Terbius keindahan Pulau Kelor

Pulau Kelor adalah pulau yang menjadi favorit saya. Meski tidak luas, pantai ini adalah pantai paling cantik di gugusan Kepulauan Seribu versi saya, Paduan gradasi hijau tosca, pasir putih dan merah bata Benteng Martello adalah paduan yang sempurna di mata saya. Dari kejauhan sebelum perahu kami merapat, pemandangan tersebut selalu menyita perhatian saya, pandangan mata tak lepas seiring semakin dekatnya kapal merapat ke dermaga. Itu belum termasuk airnya yang jernih, pantainya yang landai dan ombaknya yang tenang. Berlama-lama di pulau ini pasti betah, apalagi sambil bermain air di pantainya.

Padahal tahukah kamu bahwa Pulau Kelor dulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof atau kuburan. Dahulu tempat ini memang digunakan sebagai tempat menguburkan para pemberontak atau kaum pribumi yang sakit. Di banding ketiga pulau lain yang berdekatan, Pulau Kelor memiliki reruntuhan Benteng Mortello yang relatif lebih utuh, meski lapisan luar dari benteng yang memiliki dua lapisan ini sudah tak bersisa termakan abrasi.

Di pulau ini juga terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan kuburan awak kapal Kapal Tujuh atau Sevent Provincien sekaligus awak kapalnya. Awak kapal tersebut adalah bangsa Indonesia yang dijadikan budak-budak Belanda yang kemudian melakukan perlawanan dan akhirnya gugur dalam pertempuran melawan Belanda.

  • Untung Jawa, Mangrove dan Kelezatan Kuliner Kepulauan

Untung Jawa adalah salah satu pulau yang berlum pernah saya kunjungi, padahal pulau ini adalah pulau pertama yang dibangun pemprov DKI sebagai pulau wisata di Kep. Seribu dan menjadi pulau wisata percontohan untuk pulau-pulau wisata lainnya di Kepulauan Seribu. Dan rasanya itu tak berlebihan melihat kondisi di lapangan. Tempat ini dilengkapi dengan sarana water sport, jalan-jalan dan pedestrian di pulau ini lebar-lebar dan bersih, homestay dengan berbagai pilihan pun tersedia.

Perut yang lapar karena jam makan siang telah sampai membuat kami antusias sekali menyerbu hidangan yang disediakan. Saking antusiasnya saya bahkan tak sempat mengambil gambar makanan-makanan tersebut. Tak ada satu pun dari kami yang tak setuju bahwa makanan yang disediakan untuk kami luar biasa nikmatnya. Bayangkan, udang besar-besar asam manis, cumi-cumi goreng, ikan bakar, ayam goreng, sop ikan, lengkap dengan lalapan dan sambal khas penduduk lokal menjadi menu makan siang kami. Itu belum termasuk es kelapa muda yang luar biasa segarnya.

Tak heran bila setiap dari kami seolah kalap mengambil makanan dan menyendok ke atas piring masing-masing hingga menggunung. Alhasil setelah makan kami kekenyangan dan mager alias malas bergerak. Ajakan Bu Neneng untuk menelusuri hutan bakau alias hutan mangrove baru dipenuhi setelah berkali-kali disampaikan hahaha. Nah faktor kekenyangan ini pula yang mungkin akhirnya membuat perut berulah, saat seluruh lagi serius diam mematung untuk mengambil video mannequin challenge, eh terdengar bunyi angin yang keras dari bagian belakang tubuh Mas Onno, broooooot! Gubraaaaak, sontak kesunyian buyar, berubah menjadi gelak tawa tak habisnya memecah kesunyian seantero hutan mangrove.

Kehebohan tak berhenti di situ, pengambilan gambar pun diulang, semua peserta kembali serius mematung, kesunyian pun hadir. Namun lagi-lagi gagal! Apa pasal? Kali perut Indra Pradya yang bikin ulah, bunyi broooot tak kalah kuat dengan bunyi sebelumnya pun memecah kesunyian. Tak ayal membuat kami kembali tertawa gelak hingga mulas. Ya ampun, keseruan grup ini seolah tak habis-habisnya sejak berangkat.

Pulau Untung Jawa menjadi penutup hopping island kami hari ini. Mengingat hari juga sudah menjelang sore dan badan pun sudah terasa lelah, pelayaran kami hari ini pun berlabuh di Pulau Harapan. Di pulau ini kami akan menginap selama satu malam dan pada malam hari akan diadakan acara ramah tamah berupa makan malam, sharing session, dan barbeque, Asik khaaaan. Eh lupa ada organ tunggalnya juga, sayang kami lebih tertarik makan ikan bakar yang enak rupawan itu dibanding ikutan nyanyi. Tarik maaaaang….

Dalam sesi sharing, saya mewakili Indonesia Corners tentu saja menyampaikan terimakasih telah diundang untuk berkunjung ke Kepulauan Seribu selama dua hari. Sebagaimana salah satu misi Indonesia Corners yang ingin turut serta memajukan pariwisata Indonesia, maka kami yang terdiri dari blogger, vlogger and social media influencers sangat antusias ikut dalam kegiatan ini dan akan turut berperan aktif memberitakan dan mempromosikan Kepulauan Seribu baik lewat tulisan, video, maupun sosial media seperti Facebook, Twitter dan Instagram yang bisa ditelusuri dengan hestek #EnjoyKepulauanSeribu.

Love at first sight
Love at first sight

Nah, itu pengalaman kami selama satu hari penuh di Kepulauan Seribu. Masih ada satu hari lagi yang tak kalah seru yang ingin saya ceritakan. Stay tune ya, saya akan ceritakan keseruan hari kedua Indonesia Corners pelesiran ke Kepulauan Seribu di tulisan berikutnya. Kasur di homestay sudah memanggil-mamggil kami untuk segera rebah dan bermimpi. Sampai jumpa besok yaaaa.

Yuk kita pelesiran ke Kepulauan Seribu.

[donnaimelda]

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

pulau ketam donna imelda

Pulau Lumpur Nan Unik itu Bernama Pulau Ketam

Deretan rumah panggung yang unik dengan tiang-tiang kayu penyangga serta barisan perahu yang tertambat itu masih ...

6 comments

  1. Ada foto guweh!
    *udah itu aja* heheheh

  2. klo saya lebih suka pulau kelor,, cakep banget pulaunya, jadi kangen pengen kesana lagi 🙂
    Velli Marwan recently posted…Tempat Wisata Menarik di Sekitar Kawasan Gunung BromoMy Profile

  3. Yang ada bentengnya itu bukannya Pulau Onrust ya mbak?

  4. Sejak dimention soal Pulau Onrust di twitter, lalu baca tulisan ini dan nemu kata “museum” maka wajib rasanya berkunjung di sana 😉

    Menyisir sejarah lewat museum sekaligus merasakan kembali suasana pulau ketika jaman penjajahan. Aakkk maoookkk ke pulau bersejarah ini!

  5. Mungkin kalau aku di onrust jg pasti merinding jg mbk, ceritanya kelam gt, buat adu manusia, macama gladiator, hiks,
    Kepulauan seribu mmg cakeppp bgd,

  6. di antara tiga pulau tersebut pernah menjadi tempat bersandar kapal-kapal nusantara dalam penyebaran rempah-rempah ke Eropa ^-^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge