Thursday, September 21, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Jakarta » Antara Jakarta dan Kupang
Lion Air JT 696 CGK-KOE
Lion Air JT 696 CGK-KOE

Antara Jakarta dan Kupang

Langit Cimanggis sangat bersahabat hari ini, tak cerah juga tak mendung, namun aku resah. Duduk gelisah di ruang tamu rumah ditemani anakku yang kecil Rani, aku menanti taksi pesananku yang tak kunjung tiba. Lalu ku hubungi lagi layanan pemesanan taksi untuk yang ke empat kali dalam rentang waktu 45 menit terakhir hanya sekedar memastikan bahwa perusahaan itu telah mengirimkan armada dan sopirnya tidak mengalami kesulitan untuk menemukan rumahku, suatu kerisauan yang tak perlu sebenarnya mengingat aku sering menggunakan fasilitas ini dan pusat layanan perusahaan taksi ini sudah menyimpan data nomer telepon dan alamat rumah sehingga setiap aku menghubungi mereka sudah menyapa terlebih dahulu namaku bahkan sebelum aku menyebut nama dan menyampaikan tujuanku.

Penerbangan dan kemacetan Jakarta selalu jadi momok setiap aku akan berpergian menggunakan pesawat terbang. Arus lalu lintas yang tidak dapat diprediksi membuat aku selalu menyediakan waktu ekstra untuk menempuh perjalanan dari rumah ke bandara untuk mengantisipasi apabila terjadi kemacetan yang luar biasa. Aku rela berjam-jam lebih awal berada di bandara dibanding aku stress dengan kemungkinan tertinggal pesawat selama diperjalanan.

Lewat lima menit dari pukul dua belas siang, terdengar suara seorang lelaki mendekati rumah sambil bertanya pada tetangga yang kebetulan sedang diluar rumah. Mendengar namaku di sebut aku segera membuka pintu dan mengiyakan bahwa akulah orang yang dimaksud. Sopir taksi yang kemudian aku ketahui bernama Supriyanto ini terlihat gusar karena merasa dipersulit penjaga keamanan saat mencari alamat rumah. Wah, aku jadi merasa tak enak hati. Kuserahkan satu travel bag berisi keperluanku selama enam hari di NTT untuk pak Yanto letakkan di bagasi mobil dan aku masuk ke dalam kabin taksi diikuti Pak Yanto di belakang kemudi. Ku sapa ramah beliau untuk meredakan gusar beliau. Bagaimana pun beliaulah yang akan membawa aku ke bandara siang ini dan keselamatan diriku ada pada nya sebagai pengemudi, aku tak mau beliau mengendarai kendaraan dengan perasaan gusar. Kita ke Bandara ya pak, pelan-pelan saja, kita masih punya waktu banyak untuk sampai disana” begitu aku mengawali pembicaraanku dengan beliau.

Aku menawarkan diri untuk menegur petugas keamanan yang telah membuat beliau gusar sebagai penawarnya dan terbukti itu ampuh. Beliau mulai menurunkan nada suaranya sambil menceritakan kronologis peristiwa barusan. Meski akhirnya aku tak sempat menegur satpam tersebut karena yang bersangkutan kebetulan tak terlihat di pos keamanan, Pak Yanto mulai bercerita tentang hal lain dengan lebih santai dan aku juga bisa nyaman menikmati perjalanan. Perjalanan menuju Kupang merupakan perjalanan yang cukup panjang buatku, total penerbangan kurang lebih 4 jam disertai transit di Surabaya selama 20 menit sungguh membuat aku bosan. Buku Gong Traveling yang aku bawa lumayan membantu melewati waktu namun toh akhirnya mataku lelah juga membaca dan akhirnya sasaran terakhir aku mengambil notebook dari kantung ranselku dan aku mulai menulis sambil tak lupa memasang earplug ditelingaku untuk mendengarkan lagu. Entah apa yang sebenarnya hendak aku tulis, yang penting aku bisa mengalihkan perasaan tak nyaman.

Penerbangan selalu merupakan bagian yang membosankan dalam setiap perjalanan, apalagi dengan penerbangan komersial dengan standar pelayanan minimal, kaki ku yang panjang ini selalu menjadii bagian yang terlebih dahulu tersiksa karena harus terlipat berjam-jam diatas pesawat. Sesekali kuluruskan ke arah depan, tak membantu banyak. Kulirik dua pria teman seperjalananku, sudah tertidur pulas sambil kepalanya terangguk-angguk karena begitu nyenyak, aku jadi tersenyum kecil. Ah… perjalanan ini terlalu serius buatku. Tak sabar rasanya untuk segera mendarat di Kupang dan beristirahat. Jadi bila kelak tulisan ini dibaca dan tak merasakan “isi” nya, bisa dimaklumi karena tulisan ini ditulis untuk sekedar mengalihkan rasa bosan karena membaca tak berhasil membuatku mengantuk.

Malam hari dalam kabin Lion Air JT 696 CGK-KOE 24 Juli 2013

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge