Tuesday, October 24, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Jawa » Jawa Barat » Bogor Culinary Day, Jalan Kaki Asik di Kala Macet
ayopelesiran.com

Bogor Culinary Day, Jalan Kaki Asik di Kala Macet

Walking is the great adventure, the first meditation, a practice of heartiness and soul primary to humankind. Walking is the exact balance between spirit and humility. -Gary Snyder

Bogor adalah kota terdekat dengan Jakarta yang paling sering saya kunjungi untuk berbagai tujuan sejak dulu. Dari sekedar cari angin sehabis ngajar malam, ingin berganti suasana atau mengisi hari libur bersama keluarga atau sahabat. Bahkan ke Bogor pernah menjadi menu wajib saya setiap hari selama kurang lebih dua tahun saat menempuh pendidikan lanjut, terkadang menyetir mobil sendiri atau naik Kereta Api Listrik (KRL) Jabotabek yang sekarang berganti nama menjadi Commuterline.

Jangan tanya soal macet, persoalan ini bukan hanya milik Kota Jakarta saja tetapi juga milik kota yang dijuluki Kota Hujan ini. Saya bukan tipe yang mudah mengeluh, dan macet bukan kata yang asing buat saya, tapi berlama-lama dalam kemacetan bahkan hingga stuck juga bukan kondisi yang menyenangkan. Sejauh bisa menghindari macet, pasti saya akan lakukan itu. Biasanya saya rela mengambil jalan berputar yang lebih jauh demi tak terjebak dalam kemacetan atau menitipkan mobil di stasiun atau di parkiran tertentu, lalu melanjutkan naik kereta atau kendaraan umum.

bahkan untuk parkir pun susah
bahkan untuk parkir pun susah

Namun adakalanya kemacetan di Bogor memang tak terhindarkan. Tak tahan bosan dan merasa pengap dalam kendaraan umum seringkali akhirnya membuat berjalan kaki menjadi solusi menyelesaikan perjalanan terutama bila saya memang berniat untuk jalan-jalan di Bogor, sekedar sight seeing, atau kulineran dengan sesama pejalan. Berjalan kaki jauh lebih nyaman rasanya dibanding duduk manyun di dalam kendaraan menanti kendaraan bergerak semeter demi semeter.

Coba deh, berjalan kaki menelusuri tempat-tempat di Bogor ini sangat menyenangkan, berasa turis di negeri sendiri. Lagipula Bogor sangat mudah dijangkau, hanya perlu menempuh 45-60 menit saja berkereta dari Jakarta. Saya sudah beberapa kali melakukannya dan sangat menikmati moment hangout bersama sahabat sambil berjalan kaki di Kota Bogor. Namun jangan lupa ya untuk menggunakan sepatu yang nyaman dan kuat supaya aktivitas ini menjadi menyenangkan.

Salah satu tempat cuci mata yang asik
Salah satu tempat cuci mata yang asik

Selain factory outlet, salah satu daya tarik Bogor adalah melimpahnya tempat wisata kuliner. Sementara kekuatan perut untuk melahap makanan sangat terbatas. Tak heran bila saya tak bosan-bosannya ke Bogor dan selalu punya alasan untuk kembali, yaitu mendatangi tempat-tempat makan yang belum sempat kami datangi atau memenuhi kantong belanja dengan berbagai jajanan untuk dibawa pulang ke Jakarta.

Akhir pekan kemarin, 14 Juni 2015,  giliran seputar Taman Kencana dan Jalan Pajajaran yang saya dan sahabat saya jelajahi. Sebenarnya salah satu tujuan kami adalah makan siang di Rumah makan M11 di sebelah kampus IPB Baranangsiang yang Nasi Timbel-nya terkenal itu. Kalau anda punya keterbatasan waktu di Bogor, dengan hanya mendatangi wilayah ini, anda bisa menikmati banyak kuliner lain tradisonal lain seperti Es Potong, Tahu Gejrot, Cincau Hijau, atau Rujak Bebek yang sering mangkal di wilayah yang menjadi tempat favorit keluarga kami ini.

Nasi Timbel Komplit Ala M.11. Dijamin nikmatnya... ah ngileeeer
Nasi Timbel Komplit Ala M.11. Dijamin nikmatnya… ah ngileeeer

Namun kondisi yang macet total membuat kami turun lebih cepat sebelum sampai ke tujuan. Dari stasiun kereta api, kami naik angkutan kota bernomor 03 dan turun persis di depan Taman Kencana. Terlihat antrian panjang kendaraan sebelum lampu merah Jalan Pajajaran, kami pun memutuskan untuk berjalan kaki saja. Siang itu Bogor tidak terlalu terik, dan pohon-pohon besar di pinggir jalan melindungi kami dari sengatan matahari.

Perhentian pertama kami adalah tempat makan Macaroni Panggang MP yang terletak di sudut jalan Salak dan Jalan Sanggabuana. Dari Taman Kencana kami tinggal menyeberang saja. Tempat ini bersebelahan dengan tempat yang menjual Lasagna Gulung sehingga kami memutuskan untuk memesan kedua menu tersebut dan memilih beranda MP untuk menikmatinya sambil berbincang. Tak perlu hingga kenyang karena untuk penawarnya kami ingin menikmati Sop Buah Pak Ewok yang terletak di Jalan Bukit Tunggu.

Macaroni Panggang yang kondang itu
Macaroni Panggang yang kondang itu

Sambil menurunkan isi perut, kami berjalan kaki Sop Buah Pak Ewok. Pusat aneka jajanan mirip foodcourt ini menyediakan banyak sekali pilihan, dan rasanya semua ingin kami pesan. Namun toh akhirnya ternyata saya hanya mampu menghabiskan satu porsi Sop Buah yang disajikan dalam cetakan puding kecil dari plastik dan –setengah terpaksa—menghabiskan sepiring batagor. Gak baik menyisakan makanan, di luar sana masih banyak yang kekurangan makanan.

Isi sop buahnya lengkap
Isi sop buahnya lengkap

Oh ya, ada satu lagi pusat jajanan serupa yang cukup ramai di sekitar sini yang pernah saya singgahi yaitu Warung Gumbira di Jalan Pangrango, letaknya masih di seputar Taman Kencana. Konsepnya mirip dan ramai dikunjungi, meski menunya tak ada yang sangat istimewa untuk membuat saya kembali. Sambil terus berjalan kaki menelusuri Pangrango, kami menyempatkan mampir membeli Pia Apple dan hanya melewati Kedai Kita yang antrian panjangnya membuat kami urung singgah.

Dari Pangrango kami menuju arah Jalan Pajajaran, kali ini misinya adalah window shooping sambil mengisitirahatkan perut ke factory-factory outlet yang banyak bertebaran di sepanjang Jalan Pajajaran. Ada Raja F.O, Bogor Boutique Outlet, Blossom dan banyak lagi. Akhirnya sih, kami hanya mampir ke tempat yang kami lewati saja –sebelum berbelok ke Lodaya untuk menikmati Es Duren–  yaitu ke Raja Factory Outlet dan belanja sepatu di Donatello.

Sop Duren bertabur keju, enak bangeeet
Sop Duren bertabur keju, enak bangeeet

Es Duren Lodaya menjadi penutup perjalanan kami seharian di Bogor hari itu. Namun bila anda masih ingin berlama-lama di Bogor, saya rekomendasikan Sate Madura Haji Ismail di Jalan Ceremai. Sate dan sop kambing di rumah makan yang melegenda di kota Bogor ini dan telah ada sejak puluhan tahun lalu. Rasanya tak perlu diragukan, tercermin dari ramainya pembeli yang datang dan terkadang harus antri.

Kebayang ya nikmatnya sate telur muda ini
Kebayang ya nikmatnya sate telur muda ini
Model dadakan yang sukarela banget di foto travel writer wannabe
Model dadakan yang sukarela banget di foto travel writer wannabe

Masih banyak yang belum kami datangi dan tak harus semua kami datangi. Namun kami tahu, saat kami ingin bersantai menikmati hari dengan sahabat, kami tahu kemana harus beranjak dari Jakarta. Macet? Tak masalah, di lokasi yang berdekatan, anda punya banyak pilihan. Karena Bogor, selalu punya magnet untuk menjadi pilihan bertandang. Tertarik? Aja-ajak saya ya…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

26 comments

  1. Waah, kereen, aku tinggal di Bogor tapi belum icip banyak kulinernya. Kulinernya rata-rata full kalori ya mba?

  2. Kalo jaraknya ngga terlalu jauh lebih enak jalan kaki atau sepedaan ya mbaa

  3. Wah saya malah belum pernah kulineran di M11 sama sate madura H. Ismail. Musti coba next time! 🙂 #tekad

  4. Udah lama banget nggak ke Bogor. Dulu aku nginep di kawasan villa, daerah apa itu ya? Trus turun pakai angkot smp Ekalokasari. Smp sana dijemput teman muter2 pake sepeda motor, jadi anti macet heheee

  5. Bogor memang menyimpan sejuta kuliner yang siap buat disantap. Terima kasih sekali buat rekomendasinya Mbak, saya sudah mencatat daerah-daerah dan warung apa yang harus saya kunjungi saat ke Bogor nanti. Sumpah, gambar-gambar di sini diambil dengan sangat baik sampai saya jadi ngiler :haha. Tentunya rasanya pada maknyuss, ya… :hehe.

  6. Keren mba, pernah dibawain oleh-oleh macaroni panggang…jadi pengen coba makan langsung ditempatnya.

  7. itu sambel di M.11 bikin ngiler yaaaaa 🙂

  8. Makanannya bikin melek mata nih hehehehe

  9. waktu itu saya mau ke pak ewok, eh tapi salah soalnya dateng pas hari jumat, di situ tulisannya tutup kalo pas jumatan, kapan2 mau kesana lagi apalagi sudah direkomendasikan di sini

  10. Ajakin aku ke Bogor, belom pernah ke sono. Hahaha. Makanannya enaaaaaakkkk

  11. Yuhuuu, Kota Bogor adalah kota impian saya kak, selain kota yang penuh dengan jutaan keindahan akan wisata kulinernya, juga kota Bogor adalah kota yang paling bersejarah. Subhanalloh, ketika mata ini melihat setiap foto dan membaca setiap untaian katanya membuat diri ini ingin segera menikmati kembali serunya kota Bogor, jujur kak , dikota ini banyak menyimpan cerita indah yang bisa saya dapatkan, terutama disaat bersama Almarhumah Ibunda tercinta, indahnya kota bogor merajut jutaan sejarah yang bermakna. Terima kasih kak Dona atas update cerita tentang kuliner Bogor beserta cerita yang menginspirasi lainnya…

    Salam Bahagia
    _Ipan Setiawan

  12. emang enak banget sih mbak kulineran di Bogor, tapi macet bangeeetttt T_T

  13. boleh juga dicoba idenya, nih. Menyusuri Bogor dengan berjalan kaki 🙂
    Keke Naima recently posted…Kuliner Malam di Pasar Hias Rias Cikini, Pindah Kemana?My Profile

  14. Kayaknya boleh jg dicoba idenya. Menyusuri bogor dengan jalan kaki 🙂
    Keke Naima recently posted…Kuliner Malam di Pasar Hias Rias Cikini, Pindah Kemana?My Profile

  15. Masalahnya aku sering nyasar kalo jalan sendirian mak. Hayu ah temenin aku hehhee

  16. Mbak Doooon, jadi kepengen jalan kaki kulineran di Bogor deeeh
    Orin recently posted…[Cerpen] Déjà vuMy Profile

  17. Membaca postingan Donna ini jadi menginspirasi Bunda untuk membuat postingan tentang kuliner, tapi koq ya idenya susah banget muncul, huhuhuuu…padahal Bunda baru-baru ini ke Bogor, menyantap sop buntut yang wuenak, tapi koq ya gak dicatet sih ya dimana and bikin foto-fotonya buat postingan. #dasarbukanbloggerkuliner, hiks… Baru sekali berkunjung ke blog Donna yang tampilannya bikin Bunda bingung karena canggihnya.

  18. hihi iyaaa kalau lagi macet, bogor lebih cepat jalan kakiii….

  19. huaaaa salah deh pagi2 liat iniiiii, bikin lapeeeer 🙁 apalagi nasi timbelnya ituuuu
    Dita recently posted…Makan Sehat ala Yunani di Gyros AlleyMy Profile

  20. Kemarin pas ke Bogor cuma ke kebun raya, terus ke IPB untuk ikut pelatihan selama dua hari, pas makannya cuma disekitar aja.Jadi belum bisa merasakan kuliner khas Bogor atau lainnya. Namun yang jelas saya telah masuk ke kebun Raya Bogor 🙂
    Sandi Iswahyudi recently posted…Bubur Kacang Hijau Ketan Hitam Kota Batu: Harga Rp 3.000 Rasa WalikotaMy Profile

  21. mbak donna hobinya emang bikin pengen mulu nih -_-

  22. seger mbak esnya, apalagi pas menjelang buka puasa. tambah seger pasti 😀

  23. seger banget mbak, apalagi pas menjelang buka puasa 😀

  24. enak banget makanannya. sesekali ke bogor hunting makanan ah.

  25. bogor memang bikin mulut susah berhenti ngunyah deh, mba donna. hahahaha. ngomong-ngomong tentang jalan kaki di bogor, aku pernah nyoba, trus kehujanan aja dong. deres banget. duh. hihihihi .. 😀
    noerazhka recently posted…Lima Alasan Harus Bermalam di Five Stones Hostel, Singapura ..My Profile

  26. Wah 😀 kuliner yang seger pas macet pasti enak banget ya :3 ngiler nih
    Berjelajah recently posted… Jangan Lewatkan Tempat Wisata Alam di Bandung IniMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge