Thursday, December 14, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Jakarta » Capturing Moment at Karnaval Beach, Ancol…
6

Capturing Moment at Karnaval Beach, Ancol…

5Aroma udara pantai yang khas memenuhi rongga paru saat kami berlima berjalan perlahan diatas darmaga kayu yang membentuk setengah lingkaran di Pantai Karnaval Ancol sore itu. Angin menerpa tubuh dan wajah kami, terasa lembut meski rambut dan ujung kerudung pun melambai-lambai karenanya. Dari tempat kami berdiri terlihat bola merah perlahan turun mendekati horison dan menghilang dibalik gedung bertingkat di ujung sanaLangit Jakarta tak terlalu cerah kala itu, namun semburat jingga diantara awan dan sedikit kabut cukup membawa kami ke suasana yang tidak biasa, kami larut didalamnya dan entah apa yang ada di benak kami masing-masing seolah menjadi rahasia hati.

Teringat beberapa waktu di masa silam, kala istilah “nyore” yang artinya jalan-jalan sore, buat Donna kecil bukan sesuatu yang asing, pantai adalah tempat yang paling sering didatangi untuk melewati sore bersama orangtua kami. Beruntung kami sempat tinggal di beberapa daerah di Indonesia yang jarak dari tempat tinggal kami ke pantai cukup dekat dan banyak pilihan. Kebiasaan itu terbawa aku hingga aku remaja dan dewasa. Saat seragam masih berwarna putih abu-abu, pantai juga tempat aku melewatkan sore sepulang dari kegiatan sekolah. Mengendarai sepeda motor roda dua, duduk ngobrol bercanda bersama teman hingga kini masih terasa manis bila dikenang. Tak heran bila saat memiliki kesempatan untuk berkunjung kembali ke tempat dimana masa putih abu-abu itu di selesaikan, yang aku lakukan waktu itu adalah “nyore ke pantai yuuk” untuk napak tilas.

Menjadi penduduk Kota Metropolitan Jakarta, aku tak punya banyak pilihan untuk “nyore” kecuali di Ancol. Tadinya buatku tak ada yang menarik di pantai ini dibanding pantai-pantai yang pernah aku kunjungi hingga cukup lama aku menghilangkan momen melewati sore di pinggir pantai dimasa aku menyelesaikan masa kuliah. Tapi setelah menikah dan punya anak, aku mulai menemukan sudut pandang baru tentang sore di pantai. Semangat ke pantai seolah berevolusi, pantai yang dahulu menjadi tempat bermain air dan pasir saat kecil, perlahan berubah menjadi tempat yang romantis saat remaja kini bermuara menjadi tempat “recharge” jiwa. Beberapa kali saat pulang kerja, tercetus begitu saja ide saat mesin mobil mulai menyala, keinginan untuk melewatkan sore di pantai muncul begitu saja, lalu  tanpa berusaha membendung lalu city car merah pun mengarah ke gerbang tol Cibubur, meluncur di atas tol JagorawiTanjung Priok menuju Ancol.

Entah kenapa ada yang istimewa pada aroma pantai, saat terhirup masuk ke dalam paru-paru, kaki tanpa alas kaki berjalan diatas pasir lembut, menelusuri pantai atau dermaga kayu. Sambil berbincang tentang banyak hal, aku menikmati perubahan warna langit yang dramatis saat bola merah turun lalu menghilang di batas cakrawala. Terasa indah di jiwa, dengan debur ombak bagai irama lagu. Tak peduli dengan siapa aku berada saat itu, karena bisa saja aku hanya berdua suami, berempat dengan anak-anakku, dengan sahabat-sahabat atau dengan mahasiswi-mahasiswiku seperti sore ini. Aku tetap merasakan jiwa terisi dan tak jarang membuncah terbawa suasana pergantian dari siang ke malam itu.

Aku sering mengatakan bahwa, perjalanan bisa membawa jiwa kita ke tempat-tempat yang istimewa, namun di tempat biasa pun kita akan tetap bisa merasakan istimewa. Kata kuncinya adalah melihatlah dengan hati, rasakan atmosfernya menyentuh ujung-ujung syaraf. Lepaskan beban agar tersedia ruang bagi jiwa untuk momen yang hadir dengan istimewa pula.

Melihat cinta dimata pasangan, kegembiraan dimata anak-anak, ketulusan di mata sahabat dan impian di mata mahasiswi-mahasiswiku, itu adalah keindahan yang luar biasa yang  bisa aku rasakan di jiwa.

Menutup tulisan ini,  menyitir sebuah kalimat dari seorang filsuf, yang mengatakan bahwa

Ketika kamu sampai pada inti kehidupan, kamu akan menemukan keindahan di dalam segala hal, bahkan didalam mata yang buta akan keindahan

Kahlil Gibran

4

Karnaval Beach, 27 Agustus 2013

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

4 comments

  1. Salam kenal Mba Donna, membaca tulisannya terasa seperti sedang berada di pinggir pantai 🙂 nice

  2. Bisa nggak ya, kalo nulis jangan bagus-bagus, huh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge