Saturday, December 16, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » Cara Membuat Visa India Dengan Mudah dan Cepat
KERALA
KERALA

Cara Membuat Visa India Dengan Mudah dan Cepat

Cara Membuat Visa India Dengan Mudah dan Cepat –  Pagi masih dini di Cimanggis pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Pukul setengah enam pagi saya sudah meninggalkan rumah menuju Kantor Kedutaan India di jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan Jakarta. Tujuannya tak lain, mengurus pembuatan visa kunjungan saya ke India bersama Kerala Blog Express 2, tanggal 1 Maret 2015 yang akan datang.

Sejenak saya memperlambat langkah, sambil mengingat kembali cara dan syarat-syarat pembuatan visa dan dokumen pendukung yang diminta oleh  pihak Kedutaan India agar bisa membuat visa India dengan mudah dan cepat. Hmm… checked. Saya pun melanjutkan langkah.

Cara menuju Kantor Kedutaan India di Jakarta adalah anda harus mengambil arah ke daerah Kuningan, tak jauh dari perempatan Mampang, Jakarta Selatan. Kalau dari arah Warung Buncit, maka kantor kedutaan India letaknya di sebelah kiri jalan, persis di pojokan Jalan Besakih. Bila anda menggunakan transportasi umum, anda bisa menggunakan Bis Kopaja P.20 Jurusan Lebak Bulus – Tanah Abang atau dengan menggunakan Bis Trans Jakarta yang melewati Jalan H.R. Rasuna Said dan turun di Halte Kuningan Timur. Dari situ anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki beberapa blok saja menuju Jalan Besakih dan sampai di Kedutaan India yang letaknya berseberangan dengan Kedutaan Belanda.

Pemohon hanya bisa memasukkan berkas pada hari kerja, pukul 09.00 sd 12.00 wib setiap harinya. Namun pastikan bahwa anda telah melakukan registrasi atau pengisian formulir permohonan secara online dan membawa hasilnya dalam bentuk cetak bersama dengan dokumen dan syarat-syarat yang diminta. Tanpa itu, maka anda akan ditolak mentah-mentah tanpa negosiasi. Saat itu,  saya sudah tiba sejak pukul delapan pagi dan sudah ada tiga orang yang mengantri. Salah satunya membawa setumpuk dokumen yang belakangan kemudian saya tahu bahwa ada dua belas aplikasi yang akan di urus. Banyak juga ya, dan kemudian antrian pun terus memanjang hingga pukul 08.30 wib, satu persatu pemohon atau yang memiliki keperluan diperkenankan melewati gerbang dan melapor.

Di gerbang, saya menyampaikan maksud kedatangan saya, menunjukkan Kartu Tanda Pengenal, mengisi buku tamu dan meninggalkan seluruh bawaan saya di pos penjagaan. Mereka hanya memperkenankan pemohon membawa dokumen, dompet dan alat tulis saja. Bahkan alat komunikasi pun harus ditinggal. Setelah diberi tanda pengenal, saya pun menuju tempat yang ditunjuk untuk mengurus visa, mengambil nomer antrian, dan duduk manis menanti giliran.

Suasana kaku sebagaimana beberapa tempat pengurusan dokumen dan pemerintahan terasa kental di sini. Saya yang memiliki hobi senyum dan sapa ini pun kehilangan selera untuk berbincang. Tenggelam dalam keresahan karena diantara dokumen yang saya bawa, flight booking belum ada di dalamnya. Benar saja, setelah dia menanyakan untuk urusan apa saya ke India dan mengapa mengurusnya sekarang, padahal berangkatnya masih bulan Maret yang akan datang, petugas itu pun menanyakan flight booking saya. Dengan harap-harap cemas saya menjelaskan bahwa memang saya belum melakukan pemesanan tiket sesuai dengan panduan dari Kerala Tourism bahwa tiket dipesan setelah permohonan visa dikabulkan. Saya pun menunjukkan cover letter yang dibuat oleh Department of Tourisme, Goverment of Kerala. Petugas itu membaca dengan kening yang berkerut dan sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ah, saya berdoa dalam hati semoga gelengan itu bukan berarti permohonan saya ditolak.

Entah karena penjelasan saya bisa diterima ataukah karena cover letter itu punya cukup kesaktian, saya tak tahu pasti. Mengingat dari obrolan dengan Mbak Dina @duaransel ada saja cerita unik soal pembuatan visa ini. Ada travel blogger dari negara lain yang justru  enggan menyertakan cover letter ini, khawatir malah nanti ribet disuruh bikin visa jurnalis dan ujung-ujungnya malah ditolak seperti kejadian yang pernah terjadi. Tapi alhamdulillah, masih sambil menggeleng-gelengkan kepala khas India, selesai membaca cover letter tersebut, dokumen saya pun diterima. KTP saya dikembalikan dan saya dipersilahkan menunggu untuk pengambilan foto biometrik dan sidik jari. Yeaaayyy…

Tapi kasus di atas jangan ditiru ya, pastikan semua dokumen sudah lengkap saat akan submit ke kedutaan. Biasakan well prepared. Dokumen untuk pembuatan visa India itu gak ribet kok, seperti berikut:
1. Formulir pendaftaran online yang dicetak, sudah ditempeli pas foto dan ditandatangani.
2. Pas foto ukuran 5×5, berlatar belakang putih atau terang sebanyak dua lembar. Satu ditempel di formulir, satu di jepit di bagian atas dokumen. Bagi yang berkerudung, pastikan dahi dan alis terlihat keseluruhan. Telinga dan leher boleh tertutup kerudung berwarna gelap.
3. Paspor yang masih berlaku, setidaknya untuk enam bulan ke depan.
4. Fotocopy KTP
5. Fotocopy paspor
6. Bukti pemesanan tiket pesawat
7. Bukti pemesanan hotel atau Surat keterangan dari sponsor apabila anda dibiayai, dan atau ditanggung akomodasi selama di sana.
8. Itinerary selama perjalanan? Tidak harus detail, setidaknya mencantumkan tanggal dan tempat-tempat yang akan anda kunjungi.
9. Copy buku tabungan atau rekening koran selama 3 bulan terakhir.
10. Membayar biaya sebesar 492.000 rupiah untuk diambil dua hari k4emudian, atau yang express sebesar 944.000 rupiah dan bisa diambil sore di hari yang sama.

Nah, mudah khan. Yang penting lengkap dan sediakan waktu untuk mengurusnya. Saya hanya butuh waktu sekitar satu jam saja untuk mengikuti prosedur pembuatan visa. Lusa, saya bisa ambil dan siap-siap berburu tiket ke Trivandrum.

Kerala…. I’m comiiiing

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

6 comments

  1. Wah jadi mbak yang terpilih di Kerala Blog 2 ya? selamat mbaaak 🙂 *berdoa kali-kali tahun depan aku hihihi amiiin*

    Makasih info tentang visa-nya. Untung sekarang sudah bisa apply via web, gak perlu ke Jakarta 😀
    Haryadi Yansyah recently posted…Tahun Ini Mau Jalan Ke Mana?My Profile

    • donna imelda

      Belum diumumkan secara resmi sih, mas. Menanti semua dokumen siap. Aku doain deh tahun depan mas yang ikut ya, Aku pasti vote deh. Iya, malah sekarang bisa apply Visa on Arrival di Indonesia via online, gak repot2 ke embassy. Semua di urus online di Indonesia, di sana tinggal di tukar dengan visa di bandara.

  2. Masih belum bisa membayangkan seberapa panjang jalan yang dilalui, tapi dengan membaca tulisan ini, rasanya semuanya dapat teraih, aku terharu bacanya Mba
    Salman Faris recently posted…Kejutan 10 Ribu Mister AladinMy Profile

  3. Pengennya sih kemarin ikutan Kerala itu kak, tapi diterima jadi peserta pun enggak. Hiks nasib memang. Jadi kudu jalan sendiri ke India hehehe.
    Bobby Ertanto recently posted…Traveling Ke India, Bikin Visanya GampangMy Profile

  4. document pribadi kita harus melampirkan sponsor PT tidak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge