Tuesday, October 24, 2017
Home » Review and Event » [Review] Cita Rasa Otentik Kuliner Pekalongan di Bumbu Pekalongan Gading Serpong
IMG_0105

[Review] Cita Rasa Otentik Kuliner Pekalongan di Bumbu Pekalongan Gading Serpong

Kerinduan akan suatu kota acapkali terobati dengan menikmati kuliner khasnya. Begitu juga dengan saya, kerinduan akan Kota Pekalongan, tempat-tempat wisata dan kulinernya kadang cukup terobati dengan menyambangi sebuah restoran untuk menikmati Tauto, Sego Megono, Sotong, Mie Usek atau bahkan sekedar menikmati gorengan di sana. Bumbu Pekalongan namanya, terletak di Boulevard Golf Gading Serpong Tangerang, tempat ini menjadi obat kangen saya terhadap kota di mana dulu saya pernah tinggal. 

Sebagai orang yang pernah tinggal sekitar 4 tahun lamanya, tentu lidah saya sudah sangat mengenali cita rasa asli makanan Pekalongan, termasuk Soto Pekalongan atau yang lebih akrab disebut dengan Tauto. Tak jarang saya menikmati menu ini di berbagai tempat dan kesempatan, namun sejauh ini, baru Bumbu Pekalongan yang mampu menghadirkan cita rasa yang serupa dengan tempat makan favorit saya di Pekalongan. Tak heran meski letaknya jauh dari tempat tinggal saya di Cimanggis, saya masih menyempatkan diri di berbagai kesempatan mendatangi tempat ini untuk menikmati kulinernya.

Dari obrolan dengan pemiliknya –Evi Arianto– ternyata beliau mendatangkan sebagian besar bahan bakunya dari Pekalongan, bahkan tak hanya bumbu-bumbunya. Tapi juga daging, ayam, cumi-cumi dan cecek (cacahan nangka muda), sampai kerupuk khas Pekalongan kegemaran saya, Mie Usek. Jadi selain karena kepiawaian beliau meracik bumbu-bumbunya secara turun temurun, bahan-baku juga ternyata menjadi salah satu faktor cita rasa otentik masakan di Bumbu Pekalongan.

 

Orang-orang sering menafsirkan bahwa kata Tauto berasal dari kata Tauco dan Soto, mungkin karena tauco merupakan bumbu dasar makanan ini. Namun dari buku yang berjudul “PEKALONGAN yang (tak) terlupakan, Sebuah Katalog Warisan Budaya Pekalongan karya M. Dirhamsyah, Kata Tauto tak lepas dari sejarah keberadaan Tauto itu sendiri yang pada awalnya tak ubah adalah soto yang dijual orang Tionghoa yang berkucir (Tauchang) dengan cara dipikul keluar masuk kampung oleh pembantunya.

Tauto Pekalongan itu sendiri merupakan perpaduan antara kuliner dan budaya dua etnis yang telah ada sejak jaman lampau di Pekalongan yaitu China dan India. Tauco yang digunakan terlebih dahulu dimasak seperti sambal goreng dengan bumbu-bumbu tertentu. Daging yang digunakan aslinya adalah daging Kerbau, namun saat ini, apalagi di luar Kota Pekalongan, Tauto yang disajikan sudah lazim menggunakan daging Sapi atau bahkan daging Ayam

Saya tersenyum saat menulis tiga kata ini. Bagaimana tidak, sego yang berarti nasi, dengan lauk Megono (cacahan nangka muda dimasak dengan bumbu semacam urap) dan tempe goreng adalah sarapan saya hampir setiap pagi yang disediakan oleh ibu kost. Jaman itu masih SMA . Menu sarapan saya itu identik dengan menu sarapan rakyat kebanyakan. Bahkan tak jarang jadi bahan olok-olokan sebagaimana tempe yang sering dikonotasikan sebagai makanan rakyat dan murahan.

Tapi sekarang sudah lain ceritanya.Saya sering kangen dengan Sego Megono Tempe yang disajikan panas-panas. Untuk menikmatinya di Pekalongan tentu jauh sekali. Sego Megono pun kini bermetamorfosa, di Bumbu Pekalongan menu ini dikemas cantik dalam pincuk daun Pisang dan disajikan rapi di atas pinggan putih. Sedangkan tempe gorengnya disajikan terpisah dan diambil sendiri sesuai keinginan pembeli. Selain tempe, ada beberapa jenis gorengan lain yang tersedia seperti tahu, tahu isi dan pisang goreng.

Terkadang saya menikmati Tauto dengan potongan lontong, namun tak jarang juga Tauto menjadi lauk makan bersama Sego Megono selain bersama cumi hitam atau sotong kesukaan saya. Namun jangan khawatir, meski nama restonya Bumbu Pekalongan, tersedia juga menu-menu lain di luar menu khas Pekalongan. Ada Pecak Ikan Cucut Panggang, Sriping, Gado-Gado, Rujak Uleg, Rawon, Ayam Goreng, dan menu khusus di wantu tertentu seperti Lontong Cap Go Meh, dan Sego Megono Gurih, Nasi Kuning, Nasi Campur Sari bahkan menu spesial Gudeg Jogja.

Bagaimana dengan minumannya, kalau ke sini harus nyobain Es Markisa Jelly favorit tamu-tamu Bumbu Pekalongan. Selain itu ada juga Es Pala, Es Jeruk Limau, bahkan teh Bandulan, tehnya orang Pekalongan atau Teh Poci yang disajikan menggunakan teko tanah liat. Pokoknya dijamin banyak pilihan deh, dari minuman panas sampai minuman dingin, dari yang tawar hingga minuman segar sebagai penutup sajian.

Nggak seru ya kalau diceritain semua, datang sendiri aja ya ke Bumbu Pekalongan. Tempatnya enak kok, luas dan ada dua lantai dengan dinding berhias bata dan lukisan-lukisan retro Pekalongan jaman baheula. Kalau pas jam ramai, wah… dua lantai ini akan terisi penuh tamu yang ingin makan. Tapi jangan khawatir, resto ini buka sampai jam delapan malam kok. Ini alamatnya, Jalan Gading Golf Boulevard, Ruko Crystal 1 No. 11-12 Gading Serpong, Tangerang. Kalau mau reservasi atau ada pesanan khusus bisa telepon ke 021-54202353.

Selamat menikmati.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

The Passport @donnaimelda

The Passport – Tempat Hangout Favorit di Gading Serpong

Bukan sekali ini saya mampir ke The Passport, tempat hangout favorit saya di Gading Serpong. ...

6 comments

  1. Waaa ini di Gading Serpong? Deket rumaaah. Aku tergoda cumi-cuminya nih mbak.
    Anne Adzkia recently posted…Popolamama, Kuliner Halal Aeon MallMy Profile

  2. Dulu pertama kali makan nasi megono heran, kok aneh. Hahaha. Sekarang kalau disuruh milih tempat dines yang dituju pekalongan 😀

    Selain dekat, modusnya sih makan nasi megono 😀
    Lestarie recently posted…Kamera Ponsel, Sahabat Pedekate Saya Kepada Anak-anakMy Profile

  3. Rujaknya itu mbak… bikin kepengen aja 🙂

  4. wah Sego Megono, paling manteb tuh buat sarapan ditambah tempe gorengnya yang masih anget 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge