Thursday, October 19, 2017
Home » Adofani's Trip » Curug 7 Cilember

Curug 7 Cilember

Senyum dibarani dibalik pintu, seperti oase sang musafir. Kamis malam kmrn aku sdh kehabisan tenaga sebenarnya saat pulang kerumah, mengajar 3 kelas hari ini sejak pagi membuat aku baru bisa sampai di rumah sekitar setengah sepuluh malam dalam keadaan teler berat. Namun, rumah, tempat tidur dan 3 jiwa didalamnya memang obat yg ampuh tuk penawar penat. Mereka mengingatkan aku “besok kita jadi hiking sama karyawan2 bunda ke curug khan?”. Aku tersenyum, bukan hanya karena mereka sll menyebut bbrp karyawan2 kelas sabtu minggu di Jayabaya sbg “karyawan2 bunda” (dan aku sdh merasa mereka adl anak2ku) tp jg karena mereka ternyata sudah “packing” sendiri untuk keperluan besok. Bukan hanya menyusun pakaian ganti di ransel masing2 tp memilih dan menyetrika sendiri semuanya krn bundanya gak sempat setrika (hiks). Bagaimana mungkin aku tak tersenyum dan memeluk mereka sambil mengatakan “oh pasti nak, insyaallah kita berangkat sepagi mungkin besok. Beberapa om dan tante itu akan bermotor dan bbrp lagi bergabung bersama kita berangkat dari Nirmala.

 

So…bismillahirrohmanirrohiim, sekitar pukul setengah tujuh pagi, kami berangkat dari rumah menuju Curug 7 Cilember mll Tol Jagorawi. Perjalanan lancar meski arus lalu lintas ke arah puncak yang menjadi ciri khan Jakarta-Bopuncur setiap weekend sangat ramai, apalagi longweekend seperti ini sdh dipastikan siang nanti akan lebih ramai.

 

Cabin mobil berisi 7 setengah orang (yang satu soalnya lagi hamil xixixixi) melaju stabil di tangan driver anteng my yangku tinto ditingkahi sesekali obrolan kami dan tentu saja celoteh dibarani yang nada suaranya kadang tinggi kadang rendah, kadang teriak kadang diem dua2nya alias berantem (dan membuat tante dan om di jok belakang geleng2 kepala). Sesekali juga bila 89,6 FM radio memutar lagu favorit kami, bersamalah kami bersenandung…ah serasa rekaman di jalan hehehehe. Suasana yg terbangun sejak rencana ini kami susun membuat kami bisa menikmati antrian di gerbang tol Ciawi dan duduk manis di simpang gadog menunggu jalur menuju Puncak. Kami tau resiko ke puncak saat longweekend, meski kami juga sdh rencanakan berangkat sepagi mungkin spy gak bete ntarnya. Dibarani juga sangat kooperatif dan Krucil2 itu di jok belakang gantian tertidur karenanya. Good Job gurls…

 

Akhirnya setelah jalur ke atas dibuka, tak lama kami bergabung dengan rombongan bermotor yang berangkat dari Nirwana dan sudah sempat ngupi2 kali ya nungguin kita yang kena buka tutup, beriringan menuju Cilember. Jalanan kecil dan rapat dengan rumah penduduk yg rapat dikiri kanan jalan menyuguhkan atmosfer yang berbeda, tanjakan dan turunan serta sawah dikiri kanan melengkapinya. Bahkan diba bolak balik menyampaikan impian serunya “bun..buat rumah yang didepan rumah kita ada sawahnya dong, sepetak juga gak pa apa” hahahahaha. Lha diba…dimana bisa bikin gitu di Jakarta. Ntar deh kalo kita jadi pindah ke  Ubud (lha emang nya makin ngimpi).

 

Sekitar jam sembilan pagi akhirnya kami sampai di Lokawisata Curug 7 Cilember. Disebut Curug 7 karena memang ada 7 tingkat air terjun, dimana curug yang terbawah adalah curug 7, sehingga makin keatas barulah kita bisa ketemu satu persatu curug2 tersebut. Lokawisata ini dikelola dengan baik, dengan jalur setapak berbatu ditata rapi dan tepian aliran air dari atas mengiringi langkah kami ke atas. Dengan membayar Rp 12.000 perorang, sepuluh orang dewasa dan dua anak-anak ini masuk ke lokasi, sambil ngobrol, sambil bercanda dan tentu saja sambil narsis, jepret sana jepret sini. Menikmati  pemandangan sekitar dan memanjakan paru-paru dengan udara bersih yang ketika kita bernafas sejuknya kerasa banget dirongga dada. Diba rani yang dengan semangat selalu jalan paling depan sudah teriak2 berulang kali…”ayooo bunda, cepetaaaan, kita mau naik ke curug 5 terus kita khan mau mandi” teriak mereka tak sabar sementara emaknya  pengennya foto2 mulu. maklum lah, perjalanan kami kali ini sengaja membawa misi mo photo keren wkwkwkwk. Colek om bradda ahhh. Makasih photo2 kerennya ya oom.

 

Lalu…aktivitas disana pun dimulai. Ada Kang dedi yang ngintilin om bradda terus supaya di foto mulu (piss ah a’), ada bumil yang cool duduk bersantai, om bradda yg sibuk hunting dng DSLR nya, dan anak2 muda yg sdh dipanggil tante dan om oleh dibarani tante uis, tante mila, tante mae dan om endro ngobrol2, liat2, poto2. Lalu ibu donna ngapain? memastikan bedaknya gak luntur hahahahaha, sambil ngeliatin dibarani dan tinto mrk main air.

 

teruuuusss…..acara puncaknya adalah menepati janji dibarani tuk membolehkan mereka hiking ke curug 5, (gak mau nekad ke curug 2 seperti permintaan mereka). Bukan tanpa alasan mereka kami bawa kesini, selain tuk refreshing kami juga ingin mereka punya ikatan sedekat mungkin dengan alam sejak dini. Meski kami bukan kelompok para penjelajah alam atau petualang tapi kami ingin mereka belajar dari setiap kegiatan di alam terbuka dan mendapat pengalaman positif didalamnya. Dan tugas kami lah orangtua mereka untuk memfasilitasinya. Alam dan manusia adl tempat kita belajar…weekend tanpa mall…itu semboyannya. 

 

Tadinya seluruh peserta akan naik ke curug 5, tinto mengalah krn barang2 kami gak ada yg jaga di bawah. Namun om bradda, seorang suami yang sangat baik dan sayang istrinya yg sedang hamil anak pertama itu, terpaksa merayu sang istri untuk mengurungkan niatnya terus keatas di bbrp meter pertama, pake acara down on knees ya om hehehehe. Karena ternyata meski gak jauh2 amat, tapi naik keatas cukup curam dan licin, jalan setapaknya pun tak semuanya berbatu, ada yg tanah cukup licin sehingga resiko buat orang hamil. Lalu tinto yang gantian ikut naik ke atas.

 

Salut buat dibarani yang ada di garda terdepan dan sangat semangat naik. Dengan penjagaan om endro didepan dan bunda dibelakang, tante mae, kang dedi dan tinto berbaris berjarak bersama terus mendaki. Kami lumayan ngos2an ngikutin mereka bergerak cepat, terutama diba, Si kurus panjang kaki itu ternyata kuat ya…(emaknya sempat underestimate hehehehe). Rani juga semangat meski sisi femininnya masih ada dan masih tertinggal langkah kakaknya. Pokoknya tante uis ama tante mila kalah deh…lha mereka khan setiap satu meter istirahat hahahaha. Ah…aku dah terbayang aja nih besok pagi pasti paha dan betis bakal pegal2. Tapi malu sama anak tetap pasang muka semangat mendaki sambil diskusi dengan mereka sepanjang pendakian.

 

Diba bilang ke Rani, “hayuk ran…kita hiking, kita ikuti jalan setapak” (berasa si bolang kali ya dia)

Rani bilang “serem juga ya kak, licin dan tinggi”…

“gak pa pa, Ran…namanya juga petualangan” (aiiihhh…)

“iya ya kak, belum tentu semua anak bisa, temen2 ku aja belum ada nih yang berani begini” (pe de abis)

“makanya Ran, sekali ambil keputusan naik, jangan ragu dong, biar jauh dan cape, maju terus pantang mundur” (weits….anak donna tuh yang ngomong).

 

Diba rani juga belajar dari pengalaman salah satu om b’doel nya, yang sotoy sengaja masuk ke jalur larangan, walhasil gak liat apa2 selain kebeset2 ranting dan duri serta ditempelin banyak pacet. Bikin kita khawatir karena dia menghilang dari barisan dan gak balik2 sampe siang.

mereka bilang, ‘lagian sih…namanya larangan tuh dibikin pasti ada maksudnya, mungkin aja bahaya, eh malah dilanggar”..hahahaha emang enak dinasehatin ponakan.

 

Finnaly, after curug 5, poto2, dan bbrp nyemplung ke bawah air terjun, kami sdh lapar dan krn td juga ganti rencana gak pake beli nasi bungkus dulu dan gak bawa bekal makanan berat, kami pun turun. Di areal tersebut banyak jual makanan, tapi biasalah…kami tidak tertarik. Karena biasanya belum tentu enak dan harganya diatas standard. Mampir sebentar demi krucil 2 itu yg kabita jagung bakar, kami akhiri perjalanan kami hari ini diwarung padang hehehehehe.

 

So….besok hari pertama semester genap 2011/2012 dimulai…sebagian besar gerombolan si berat pelakon weekend class jayabaya sudah fresh oleh udara cilember. Siap Start Engine tuk mengawal semester ini dengan baik.

 

Karena kami berkarya…bukan bekerja.

akuur ???Image

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

3 comments

  1. hihihi… hoolllaaaa bunda…
    apa kabare… iseng2 dikantor lagi petualang ria di dunia maya eh tiba2 mampir deh ke web nya bunda donna..
    aduhh… kangen bgt abis baca tulisa bunda donna.. apalagi pas baca curug 7 cilember.. hayaaaahh…
    makin terlarut kedalam nostalgia..

    salam hangat selalu bunda, dari kami.
    bradda, ell & izzy.

    • donna imelda

      hai bradddaaaa, surprise nemuin komentarmu disini. Thanks ya. Kangen ya jalan-jalan lagi. Insyaallah kapan2 kita set ya jalan barengnya. Sun sayang buat Izzy dan bunda Ell ya….

  2. dikawasan Bantul, DIYogyakarta juga banyak sekali curug. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge