Tuesday, August 22, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Jawa » Dieng Plateau Theatre, Nilai Tambah Sebuah Objek Wisata
P8140646

Dieng Plateau Theatre, Nilai Tambah Sebuah Objek Wisata

setiap perjalanan adalah bagian dari sekolah kehidupan. Ada nilai edukasi yang harus bisa diambil di setiap tempat yang kami kunjungi, baik yang didapat saat perjalanan maupun di tempat yang dituju 

Dieng Plateau Theatre, 14 Agustus 2013

Dieng Plateau Theatre Tampak Samping
Dieng Plateau Theatre Tampak Samping

“Setelah ini kita nonton dulu ya dek, gak lama kok cuma setengah jam”. Demikian Oom Amiem, pemandu wisata kami berkata pada kedua anakku Diba dan Rani siang itu setelah kami turun dari Batu Ratapan. Terbersit di benakku apa gerangan tontonan yang akan disuguhkan pengelola tempat yang diberi nama Dieng Plateau Theatre ini. Gedung dengan atap warna coklat ini dihiasi ornamen pilar putih tinggi sampai ke atap mengelilingi gedung. Mencolok diantara hijaunya perbukitan. Suasana terlihat sangat ramai, bukan hanya karena banyaknya pengunjung seperti kami yang datang, namun juga dipenuhi oleh para pedagang yang menjajakan berbagai hal khas tempat ini, dari kentang goreng, jamur krispi, berbagai minuman ringan pelepas dahaga sampai sarung tangan dan kupluk pengusir udara dingin dataran tinggi ini.

Sambil menunggu penonton di dalam gedung menyelesaikan tontonan berdurasi dua puluh tiga menit tersebut, kami menikmati suasana sekitar dari depan gedung. Letak bangunan yang berada di atas Bukit Sikendil menyajikan pemandangan yang indah di hadapan kami. Mataku berkeliling, di salah satu sisi di kejauhan terlihat instalasi pembangkit listrik yang memanfaatkan energi geothermal atau panas bumi, di sisi lain terhampar barisan lahan pertanian di atas tanah yang berkontur dengan jalan raya yang melengkung sebagai bingkainya. Negeri ini memang luar biasa kaya dan indah, Dieng menjelma bagai etalase semua keindahan dan kekayaannya.

P8140645

P8140642

Tak lama kemudian, giliran kami memasuki theatre yang diresmikan tahun 2006 ini. Beberapa baris kursi berlapis jok terlihat rapi berjajar, siap menampung kurang lebih seratus orang sekali tayang. Suasana pergantian penonton yang cukup hiruk pikuk tak lama singgah di kepalaku, berganti dengan tayangan dari layar berukuran 2×3 berjudul Dieng Negeri Kahyangan. Aku menyimak dengan baik tayangan tersebut , begitu pun kedua anakku Diba dan Rani. Keberadaan bioskop mini dan tayangan film dokumenter ini menurutku sangat menarik dan menjadi nilai tambah tersendiri bagi pariwisata di Dataran Tinggi Dieng. Bagaimana tidak, meski berdurasi singkat, film ini menayangkan semua hal tentang Dieng Plateau dari berbagai pendekatan seperti seni budaya, geografi dan sosiologis sampai sejarah. Bagi kami sekeluarga, setiap perjalanan adalah bagian dari sekolah kehidupan. Ada nilai edukasi yang harus bisa diambil di setiap tempat yang kami kunjungi, baik yang didapat saat perjalanan maupun di tempat yang dituju. Tak cukup hanya sekedar pernah datang dan berfoto dengan latar belakang pemandangan indah, Dieng Plateau Theatre memfasiltasi hal tersebut.

P8140662

Film tersebut tidak hanya menayangkan objek-objek wisata indah dan menarik yang ada di daerah ini. Film tersebut menyajikan informasi lebih hingga anak-anakku jadi tahu bagaimana Dataran Tinggi Dieng dan kawah-kawah disana terbentuk secara ilmiah, tahu bahwa gas beracun seperti apa yang menyembur dari setiap kawah termasuk peristiwa bencana alam akibat gas beracun yang keluar dari Kawah Sinila yang telah merenggut ratusan warga Dieng di tahun 1979. Mereka juga mengenal apa itu embun Upas, belajar bagaimana panas bumi yang dimiliki daerah ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi yang potensial. Kesenian dan budaya ditayangkan dengan sangat apik diantara wajah-wajah khas masyarakat Dieng. Peristiwa budaya seperti Upacara Potong Rambut bagi anak-anak berambut Gimbal dan kisah-kisah unik di balik peristiwa tersebut menjadi tontonan yang menarik buat anak-anak. Sungguh suatu upaya pengenalan dan pelestarian yang harus diapresiasi.

Menutup tulisan ini, saya ingin menitipkan pesan buat para orangtua yang kerap melakukan perjalanan bersama anak-anak, bahwa proses belajar tak hanya berlangsung di dalam kelas. Jadikan proses belajar tak ubahnya sebagai kegiatan bermain, dimana ruang kelas ada di setiap sudut di belahan bumi ini. Jangan malas lakukan riset kecil sebelum berangkat sebagai bekal pengetahuan tentang tempat yang akan dituju. Saya malah beberapa kali membuat booklet untuk anak-anak. Maksimalkan fasilitas informasi yang ada termasuk menggunakan pemandu wisata, karena dari pengalaman kami, mereka inilah yang sering memberikan informasi-informasi lebih yang mungkin tidak didapatkan di buku atau di internet. Minimalkan penggunaan gadget untuk bersosialisasi dalam perjalanan, sayang sekali melewatkan momen yang tak setiap hari terjadi hanya untuk eksis di sosial media. Yang terakhir, ajak anak-anak diskusi setelah berkunjung ke suatu tempat dan menulis catatan perjalanan mereka.

Yuuuk….beri nilai tambah pada setiap perjalanan.

 P8140647

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

6 comments

  1. dari jalan2lah kita semakin kaya ya mbk, ^^

  2. seperti biasa…TFS Mba Donna….bermanfaat sekali untuk memperluas wawasan 🙂

  3. Boleh dicoba kalo ke dieng lagi nih
    Dhita recently posted…Diet PaleoMy Profile

  4. Jadi pengen ke Dieng… aku belum pernah ke sanaaaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge