Thursday, September 21, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » Duo di Universal Studios Singapore
IMG_3586

Duo di Universal Studios Singapore

Panas di kepala panas di hati, pake acara terpisah dan bonus berantem. Masih hari kedua di Singapura, 24 Agustus 2010. Begini kalo duo batu travelling bareng. *wink

viewfrom monorail stationSelesai menikmati sensasi berayun-ayun di ketinggian Sentosa Luge and Skyride, bermain-main di Universal Studios Singapore (USS) adalah tujuan aku dan Netty selanjutnya. USS juga berada di dalam kawasan Resort World Sentosa, sehingga kami dapat kesana dari Beach Station menuju Water Front Station dengan menggunakan kereta monorail. Dari Imbiah Lookout kami berjalan kaki menuju Beach Station sambil melihat-lihat pantai dari kejauhan. Cuaca yang terik di Pulau Sentosa menghilangkan seleraku untuk bermain ke pantai, namun kunikmati juga keindahan sepanjang jalan sambil mengabadikan beberapa tempat melalui kamera.

Aku dan Netty berjalan dengan irama yang berbeda. Aku berjalan pelan, terik matahari seakan telah menyerap sebagian energiku untuk berjalan cepat, telapak kakiku pun terasa panas terpapar aspal sementara Netty berjalan jauh di depan. Hal ini menyebabkan kami terpisah saat menemukan jalan yang bercabang, Netty mengambil cabang yang kanan dan aku cabang sebelah kiri. Lama menungguku di Beach Station, membuat Netty memutuskan untuk kembali menyusulku, sementara aku yang telah sampai di stasiun menunggunya disana. Jelas saja tak berjumpa. Terbayang panasnya jalan yang Netty lalui bolak balik, sehingga bisa dipahami jika kesalnya tertumpah dengan wajah merah padam, perpaduan antara kepanasan dan kesal saat kami kembali bertemu. Aku pundung. 

kereta sentsaKereta monorail membawa kami menuju Water Front Stasion beberapa menit saja. Tak jauh dari tempat kami turun, sebuah bola dunia raksasa berwarna biru menyambut kami. Takjub melihatnya hingga lupa sejenak kekesalan barusan. Di bawahnya menyemprot air mancur ke arah miniatur bumi yang terus berputar itu, salah satu sisinya terdapat tulisan berwarna putih pinggir keemasan bertuliskan, UNIVERSAL STUDIOS. Bola dunia raksasa ini menjadi icon Universal Studios di seluruh dunia, letaknya yang berada di sebelah luar gerbang masuk USS membuat tempat ini menjadi tempat favorit untuk berfoto sedangkan gerbang masuk USS terletak satu garis lurus di depannya. 

Kami yang telah mengantongi e-ticket seharga S$ 66.00 sejak dari Jakarta langsung menuju melewati check point untuk masuk dan menikmati berbagai wahana di yang baru dibuka empat bulan lalu pada bulan April 2010. Bila kita datang pada hari libur harga tiket yang dikenakan adalah S$ 72.00 per orang. Bila  merasa kurang dengan satu hari kunjungan di tempat yang buka sejak pukul 09.00 – 18.00 ini, kita bisa membeli tiket terusan untuk dua hari seharga S$ 118.00 per orang. Tidak mau antri? Gunakan express card dengan tambahan biaya agar anda melewati jalur khusus dan tak perlu mengantri. Lumayan.

icon

Ada tujuh Zona yang disediakan yaitu Madagascar, Istana Far Far Away dari dunia Shrek, The Lost World dunia Dinosaurus dan Waterworld, Ancient Egypt yang penuh mumi, kota masa depan Sci-Fi, serta Zona Hollywood dan New York. Semuanya menarik, namun kami harus memilih wahana akan kami masuki. Keterbatasan waktu menjadi alasan utama untuk memilih, apalagi melihat antrian yang panjang di beberapa wahana yang menjadi favorit. Namun berada di dalam USS bagai berada di negeri dongeng. Dunia di dalam dunia dengan atmosfer yang benar-benar berbeda. Berbagai karakter yang selama ini aku lihat hanya lewat gambar atau film, kini bersliweran di sekitar aku. Mereka menebar senyum, berakting, menari dan menyediakan diri untuk berpose bersama. Aku menikmati sekali aktivitas ini, menonton atraksi dan mengejar-ngejar karakter untuk berfoto.

IMG_0966e

IMG_0996e

Di Zona Madagascar aku menikmati pinguin-pinguin bernyanyi dan menari bersama karakter-karakter di Film Madagaskar: Alex, Marty, Melman dan Gloria. Berfoto bersama mereka dan King Julien dengan gaya yang dia inginkan. Aku juga bertemu Donkey dalam Petualang Shrek dari layar empat dimensi si Zona Far-Far a Way. Ah, Putri Fiona itu cantik sekali saat menjadi manusia. Aku sampai terpesona dan mengatakan “You are so beautiful, Fiona” saat berfoto dengannya. Mengalami ini semua , aku berkali ingat anak-anak di Jakarta. Tak sabar rasanya membawa mereka kembali kesini. Aku mewujudkannya di Januari 2011.  

IMG_0980e

Di Zona The Lost Word, kami memilih atraksi yang luar biasa. Sebuah pertunjukkan yang menampilkan potongan cerita dari film WaterWorld dengan desain lokasi persis seperti aslinya. Dilengkapi dengan spesial efek yang keren seperti percikan api, kepulan asap, tembakan dan ledakan hingga pesawat terbang yang masuk ke dalam arena. Stuntman-stuntmannya sangat interaktif, melibatkan pengunjung dengan cara yang kocak dan seru, saran saya jangan duduk di depan bila tak mau basah.

IMG_0943

IMG_0940

Ada satu kejadian yang tak terlupakan di tempat ini. Berbeda dengan Netty, aku menghindari wahana yang akan membuat adrenalinku melaju kencang. Aku memang bukan petualang yang menyukai tantangan atau permainan yang mendebarkan. Apalagi permainan sejenis yang ada di Dunia Fantasi Jakarta, “ngapain jauh-jauh kesini untuk sesuatu yang gak gue banget”. Sudah jelas aku ingin menikmati sesuatu yang berbeda.

Ancient Egypt adalah salah satu zona yang menarik. Kawasan yang didesain seperti zaman mesir kuno dengan berbagai artefak lengkap dengan mummi dan patung-patung wanita cantik serupa Nefertiti. Atraksi dibuat di dalam gedung dan dinikmati di atas roller coaster yang hanya bergerak naik lalu mundur turun. Bayanganku sesederhana seperti duduk di atas kereta menikmati Istana Boneka di Dunia Fantasi, berbeda dengan Battlestar Galactica, roller coaster terdahsyat di Zona Sci-Fi City yang terdiri dari dua jalur yang berlawanan, tinggi menjulang dan berputar 360 derajat hingga saat dua jalur itu bertemu akan membuat penumpangnya serasa akan bertabrakan.

“Hayuklah.” kataku pada Netty.

IMG_3503

Lalu apa yang terjadi ternyata di dalam wahana Revenge of The Mummy ini sungguh di luar dugaan. Mummy-mummy buatan yang gentayangan di antara api yang menyembur dan menimbulkan hawa panas di sepanjang lorong tak menimbulkan rasa takut sama sekali. Kereta yang melaju kencang naik dan turun pun masih bisa aku atasi. Namun aku benar-benar kaget, tak menduga kejadian saat kereta melaju naik dengan kecepatan kencang sampai tinggi itu tiba-tiba berhenti dan turun dalam keadaan mundur dengan kecepatan yang sangat kencang. Aku tidak siap dan tidak menduga seperti itu kejadiannya. Rasanya darahku berhenti mengalir, jantungku berhenti berdenyut, isi perutku mendesak keluar, wajahku pucat pasi dan turun dari kereta bagai orang yang lupa ingatan.

Shocked.

Netty Cuma tertawa sambil bilang “sorry ya”, lalu lanjut ketawa lagi. Sialan, umpatku. Sandwich isi tuna yang aku makan di salah satu restoran di Imbiah Lookout tadi pagi ludes keluar di toilet.

Sudah dulu ya cerita perjalanan dua batu ini, masih ada cerita seru di tulisan yang akan datang.

Stay Tune…

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

4 comments

  1. Wwkwkkwk…..gw nggak tau tuh isi tuna keluar semua…..mangap ya….kebales lah kesel gw bola balik nyari loe..*ketawagulinggulingampeatitpeyut…..

  2. belum pernah ke Universal, pengen, tp lebih pengen sih ke Rinjani 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge