Tuesday, November 21, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor
_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, Tourism Malaysia, Tourism Selangor, Majlis Daerah Klang, dan Gaya Travel Magazine untuk kelima kalinya mempersembahkan program Eat Travel Write (ETW). Bertajuk Selangor International Culinary Adventure, program ini dilaksanakan di Klang, Selangor, Malaysia pada tanggal 15-18 Mei 2017.

etw51

Ya, ini adalah kali ke-5 Eat Travel Write dilaksanakan, dan merupakan kelanjutan dari suksesnya penyelenggaraan Eat Travel Write 1.0 sampai dengan 4.0 sebelumnya. Program ini telah memasuki tahun ketiga setelah pertama kali dimulai pada tahun 2015 dan kemudian dilaksanakan secara berturut-turut pada bulan Juni dan November tahun 2015 dan pada bulan April dan Agustus di tahun 2016 di Kuala Selangor, Hulu Langat, Hulu Selangor, dan Kuala Langat.

Klang menjadi pilihan pelaksanaan Eat Travel Write 5.0 kali ini bukanlah tanpa alasan. Klang atau Kelang atau secara resmi disebut Royal Town of Klang, merupakan ibukota kerajaan Klang. Berjarak 32 km di barat Kuala Lumpur, Klang dahulu pernah menjadi ibukota Selangor sebelum dipindahkan ke Kuala Lumpur dan Shah Alam. Port Klang yang merupakan pelabuhan bisnis antar negara di dunia memang tak dapat dinafikan keberadaannya.

IMG20170517094949

Nilai strategis ini terlihat dari keberadaan Pelabuhan Klang yang tercatat di urutan ke-13 sebagai pelabuhan kapal pengangkut tersibuk di dunia dan urutan ke-16 sebagai terminal peti kemas tersibuk di dunia. Melihat posisi strategis Klang di dunia ini, pemerintah Selangor benar-benar serius untuk mempromosikan Klang sebagai tujuan wisata dunia, salah satunya dengan program Eat Travel Write – Selangor International Culinary Adventure.

Eat Travel Write yang ke-5 ini dilaksanakan selama 4 hari 3 malam, diikuti oleh berbagai social media influencers, blogger dan media, baik media cetak, televisi dan media online, lokal maupun luar negeri, termasuk didalamnya 7 orang dari Indonesia. Kami melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Klang untuk mengeksplor keindahannya, menelusuri jejak sejarah dan keunikannya serta yang paling utama adalah merasakan ragam masakan unik, otentik dan menarik yang dapat dijadikan referensi bagi wisatawan baik lokal maupun internasional yang datang ke Selangor.

IMG20170518150730

Selangor memang terkenal bukan hanya karena keindahan alam dan pemandangannya saja namun juga menawarkan keragaman kulinernya dan keramahtamahan penduduknya, tak heran bila negeri ini mendapat julukan Dahrul Ehsan, –Abode of Sincerity—sebuah ketulusan. Lokasi Selangor yang strategis di antara Lembah Klang dan Putrajaya memiliki banyak keunikan warisan budaya, keindahan alam dan berbagai masakan lezat yang berasal dari berbagai etnis yang ada di Selangor.

Ragam kuliner ini berasal dari banyak bangsa, bukan hanya berasal dari Malaysia itu sendiri namun juga dari etnis Chinese, Indian, Javanese, Minang, Bugis, Mandailing, hingga Thailand dan Western. Pejalan dan penikmat kuliner bisa menikmati menikmati ragam rasa otentik ini di berbagai night market, roadside stalls, restaurants dan cafe. Untuk itulah tujuan Eat Travel Write Selangor International Culinary Adventure diadakan. Salah satunya adalah untuk menjadikan Selangor sebagai salah satu tujuan wisata kuliner.

IMG20170515103943

Tak hanya itu, tujuan lain penyelenggaraan Eat Travel Write 5.0 adalah memperkenalkan keunikan gastronomy di pantai barat selangor, mendorong kesadaran publik baik domestik maupun internasional tentang keberadaan makanan dan masakan Selangor, serta memperkuat kolaborasi antara UPEN, pelaku wisata baik media maupun pelaku industri wisata, baik lokal maupun luar negeri, dalam hal ini di ASEAN. Wow!

Banyak pengalaman menarik selama mengikuti Eat Travel Write 5.0Selangor International Culinary Adventure. Beberapa cerita selama perjalanan tersebut akan saya tuangkan dalam beberapa tulisan secara terpisah. Semoga pembaca cukup sabar menanti tulisan-tulisan tersebut tayang ya. Namun jangan khawatir, perjalanan menarik tersebut akan tetap saya bagikan dalam tulisan ini secara global. Berbagai publikasi di media sosial bisa dilacak melalui tagar #EatTravelWrite dan #ETW5.

Day #1

Welcome to Royal Town of Klang

Royal Klang Heritage Walk

IMG20170515103449

_DSC9129e

Bermula di Sultan Abdul Aziz Gallery yang letaknya tak jauh dari Stasiun Komuter (KTM) Klang, Royal Klang Heritage Walk menjadi kegiatan pembuka seluruh rangkaian Eat Travel Write 5.0 Selangor International Culinary Adventure. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan sejarah yang ada di Bandar Diraja Klang. Dalam kegiatan ini, ada sebelas tempat bersejarah yang disinggahi, diantaranya Alam Shah Palace, Tengku Kelana Street, Indian Muslim Mosque, Kelab Diraja Klang, Bangunan Chartered Bank, Kuil Sri Nagara Thendayuthapani.

Sejak abad ke-15, Klang memang sudah terkenal sebagai penghasil timah dunia. Sebagai kota tua yang berada di Negara Bagian Selangor, Klang memang memiliki keunikan tersendiri. Bangunan-bangunan tua nyaris mendominasi berbagai sudut kota yang sarat dengan kekayaan sejarah dan tradisi. Perjalanan kami kemarin seolah menembus lorong waktu, menelusuri satu per satu sejarah Klang sejak jaman kerajaan dan menjadi koloni Inggris melalui bangunan-bangunan dan peninggalan benda-benda bersejarah.

IMG20170515103635

selangor

Dipandu oleh seorang pemandu yang sudah hapal di luar kepala cerita di balik tempat-tempat yang kami singgahi, 2.5 jam bersama Royal Klang Heritage Walk memang terasa singkat. Namun kegiatan ini sangat menarik untuk dilewatkan. Karena selain melihat jejak sejarah, dalam kegiatan ini kita juga bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Klang yang multi etnis. Untuk umum, kegiatan ini dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu, dari pukul 9.15 – 11.45 am. Atau bisa juga dengan menghubungi terlebih dahulu di +603-5513-2000.

When Danish Harraz Cooks

Salah satu yang membuat Eat Travel Write ini istimewa adalah kehadiran seorang koki cilik bernama Danish Harraz. Di hari pertama kami berkumpul, Danish mendemokan cara memasak —Bread Pudding Nutella— spesialnya untuk kami di Aliya Hotel, tempat kami menginap. Danish baru berumur sepuluh tahun, namun sejak usia tujuh tahun Danish sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia memasak. Dibawah pengawasan orangtuanya, Danish sudah mulai masuk dapur dan meracik resep modifikasi sendiri hanya dengan belajar dari internet.

IMG20170515165529

IMG20170515170010

Seiring dengan perkembangan usianya, kini Danish sering menjadi bintang tamu di banyak acara memasak di televisi, di berbagai acara demo memasak serta mengisi berbagai rubrik profil di berbagai media, baik cetak maupun online. Kegemarannya tersebut membuat ia saat ini menjadikan kegiatan memasak bukan hanya sekedar hobi namun juga dilakukan secara profesional dengan mengembangkan bisnis di bidang cooking and baking dengan nama Danish’s Red Kitchen.

Danish memang spesial, meski masih kecil ia memiliki kepedulian yang besar pada mereka yang kurang beruntung. Little Chef ini merupakan anggota dari Need to Feed the Need, sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial memberikan donasi atau bantuan untuk mereka yang membutuhkan. Sebagai wujud rasa syukurnya, kini Danish mendirikan Danish’s Love & Suport Crew pada tahun 2016. Salah satu kegiatannya adalah mengunjungi anak-anak penderita kanker di rumah sakit, menghibur, membawakan makanan dan memberi bantuan untuk orangtuanya. Ah, Danish… meleleh saya.

IMG20170515171144

Day #2

Perut yang Tak Sempat Kosong

Hari kedua Eat Travel Write 5.0 ini merupakan hari yang paling padat kegiatannya. Sesuai dengan tema program yaitu mencicipi ragam kuliner unik dan otentik Selangor, maka kegiatan  kami para peserta adalah makan, makan lagi dan lagi-lagi makan. Berpindah dari satu tempat makan ke tempat makan lainnya sejak pagi hingga malam hari. Terbayang khan dalam satu hari kami bisa mampir ke 6 tempat makan dengan berbagai pilihan, membuat saya merasa bahwa  hari ini adalah hari dimana perut saya tak sempat kosong dan merasa lapar.

Lontong Klang

Banyak orang menyebutnya Lontong Klang Pasar Jawa karena letaknya yang berada di seberang Pasar Jawa. Warungnya sederhana saja, hanya sebuah kios kecil yang dijaga oleh seorang untuk melayani pembeli. Di sekitarnya banyak kios-kios makanan lain yang pada pagi hari itu belum banyak yang buka. Namun jangan tanya animo pengunjung Lontong Klang ini, satu demi satu pembeli dilayani seolah tiada berhenti. Itulah mengapa bila ingin menikmati Lontong Klang ini datanglah pagi hari sebelum pukul sepuluh, karena bila datang lepas pukul tersebut, bisa-bisa kehabisan lho.

IMG20170516092350

Konon kabarnya Lontong Klang ini sudah ada sejak tahun 1979 dan sudah membuka 3 cabang termasuk yang di Klang. Sepiring Lontong Klang terdiri dari potongan lontong, tempe, pergedel, telur rebus dan bila suka bisa ditambahkan ayam goreng atau sotong (optional). Lalu isian ini disiram dengan kuah santan yang berisi sedikit sayuran seperti kol dan ditaburi serundeng kelapa. Rasanya manis, gurih khas santan dan sedikit pedas. Nah saya mencoba sepiring Lontong Klang tanpa ayam goreng seharga RM4 saja. Murah dan enak, porsinya juga tidak terlalu banyak, pas lah untuk perut saya di pagi hari.

Roti Goyang Chong Kok

Masih di suasana pagi, dari Pasar Jawa kami bergerak menuju Chong Kok Kopitiam, tempat ngopi yang terkenal di Klang. Hal ini terlihat dari ramainya pengunjung saat kami tiba, di jam ramai seperti pagi itu kami agak sulit mendapatkan meja, agak harus sedikit sabar menanti yang selesai makan. Untunglah pelayan-pelayan di kedai kopi ini bekerja cekatan sehingga pembeli tak terlalu lama menunggu pesanannya datang.

IMG20170516102933

Kedai Kopi yang letaknya tak jauh dari Stasiun Komuter (KTM) Klang ini memang terkenal dengan kopinya yang mantap yang dinikmati bersama telur setengah matang dan atau Roti Goyang. Ya, salah satu menu makan  yang jadi favorit pembeli adalah Roti Goyang yang sebenarnya adalah roti bakar yang bagian atasnya diberi telur ceplok setengah matang. Kondisi telur yang setengah matang tersebut menyebabkan telur akan bergoyang-goyang di atas roti saat diantar atau bila digerakkan. Nah itulah yang menyebabkan roti bakar tersebut disebut dengan Roti Goyang.

Claypot Asam Pedas Andak

Setelah pagi hari kami berburu sarapan di Lontong Klang Pasar Jawa dan Chong Kok Kopitiam, petualangan rasa kami berlanjut menjelang makan siang. Kali ini kami pergi bersama-sama menggunakan bis menuju Kampung Kuantan. Di sana ada kedai makan yang sangat terkenal dengan Telur Berlada dan Asam Pedas yang disajikan dalam claypot, namanya Claypot Asam Pedas Andak a.k.a Nasi Telur Berlada Kg Kuantan.

IMG20170516132206

Ya, nama di atas seolah mewakili menu andalan yang menjadi favorit pengunjung. Claypot Asam Pedas Andak memiliki cita rasa yang sangat kuat dibanding berbagai asam pedas yang pernah saya coba. Asam dan pedasnya lebih terasa. Ada dua varian isian yaitu Asam Pedas Ikan (biasanya Ikan Pari atau Ikan Sembilang) dan Asam Pedas Daging Tetel. Saya mencoba keduanya, sama enaknya. Tapi yang membuat jadi lebih enak itu karena penyajiannya saat masih mendidih di dalam claypot. Makanan seperti ini memang lebih mantap dinikmati saat panas. Pilihan menyajikannya dalam claypot adalah pilihan yang tepat mengingat clay dapat menyimpan panas lebih lama.

Selain Asam Pedas, masih banyak pilihan menu lain di sini, ada makanan pendamping lain dan berbagai minuman segar. Namun, pastikan juga anda mencicipi Nasi Telur Berlada atau Nasi Goreng Telur Berlada Meletup. Belum sah rasanya bila tak mencicipi menu yang satu ini. Lucu ya memang namanya. Sebenarnya ini sejenis nasi goreng yang pedas atau mereka sebut dengan berlada. Nah yang meletup itu karena porsinya besar dengan campuran yang lengkap seperti telur, ayam dan atau daging. Kebayang khan serunya makan Nasi Goreng Telur Berlada sampai meletup. Siapkan lambung anda atau makan sepiring berdua, karena porsinya yang disajikan cukup besar untuk dinikmati sendirian.

IMG20170516130331
Warung Pak Din

Petualangan kuliner kami belum berhenti sampai di Asam Pedas Andak. Meski perut rasanya masih penuh berisi, seluruh peserta kembali menyambangi tempat makan lainnya untuk jajan sore. Kali ini ke Warung Pak Din yang terkenal dengan berbagai jajan pasar dan kue-kue. Rasanya segala jenis kue ada di sini. Saya sampai bingung mau makan yang mana karena begitu banyaknya pilihan. Kue-kue di sini Rata-rata dijual dengan harga kurang lebih 60-70 cent atau kurang dari RM1.

IMG20170516170644

Kue yang paling terkenal di tempat ini adalah Karipap, yang merupakan menu asli dan otentik buatan Pak Din. Menu lainnya yang sering dicari pengunjung adalah Pulut Panggang dan Cheese Karipap Sardin yang bikin saya ketagihan menikmatinya. Pak Din dan istrinya telah berjualan hampir tiga puluh tahun, dan kini anak-anaknya pun ikut membantu berjualan sehingga menu yang disajikan di sini pun tak melulu kue namun juga ada makanan berat seperti Laksa, Sop Tulang,  juga minuman segar yang fenomenal yaitu Es Tembikai.

 Satay Famili Wak Sidek

Sudah berasa kenyang membacanya? Eits nanti dulu. Masih ada satu lagi yang akan saya ceritakan sebagai menu penutup hari kedua Eat Travel Write edisi perut yang tak sempat kosong ini hehehe. Seolah mengerti bahwa perut kami butuh istirahat sejenak, maka sebelum makan malam kami seluruh peserta diajak menikmati senja nan cantik di Pantai Tanjung Harapan, dekat Pelabuhan Klang. Meski matahari sesekali tertutup awan menjelang terbenamnya, namun gelap yang berpadu dengan semburat kuning keemasan yang memantul di permukaan laut tetap indah untuk dipandang dan membuat ingin berlama-lama.

IMG20170516190736
Puas menikmati senja di Tanjung Harapan, perjalanan dilanjutkan menuju setopan terakhir petualangan kuliner hari kedua yaitu Satay Famili Wak Sidek. Tempat ini memang terkenal, tek sulit menemukan tempat ini, letaknya di sudut jalan Meranti Putih, Klang membuatnya mudah ditemukan. Malam itu pengunjungnya ramai, dan memang pas pula waktunya untuk makan malam. Perut saya yang mulai keroncongan sudah membayangkan kelezatannya.

Menu utama di sini tentu saja adalah sate, sesuai dengan nama tempatnya. Namun tersedia juga menu tambahan lain seperti Nasi Lemak, Nasi Goreng, atau Mee Goreng.  Untuk sate, mereka menyediakan Sate Ayam, Sate Daging, Sate Kambing dan Sate Jeroan atau yang mereka sebut dengan Sate Perut. Kita bisa memesannya secara terpisah atau memesannya dalam satu paket Sate Rojak Family yang terdiri dari dua macam satu lengkap dengan lontong, potongan timun dan bawang seharga RM6-8. Sedangkan sate per tusuk bisa dibeli dengan harga RM0.80 untuk sate ayam dan daging, dan RM1.2 untuk Sate Kambing dan Sate Perut.

IMG20170516205303

Keistimewaan Sate Famili Wak Sidek terletak pada potongannya yang besar, dagingnya empuk sehingga nyaman saat dikunyah dan cita rasa rempah wangi di tiap potongan daging. Lidah saya segera dapat mengidentifikasi ketumbar yang digunakan dan mengingatkan saya pada Sate Maranggi di Purwakarta atau Dendeng Aceh favorit saya. Rasanya dominan manis dengan sentuhan khas rempah membuat saya lebih suka menikmatinya tanpa bumbu kacang yang memang disediakan sebagai saosnya.

Day #3

Blusukan di Pulau Ketam

Dari namanya saja, saya sudah bisa menduga tentang pulau ini, pasti ada hubungannya dengan Ketam. Ketam adalah nama lain dari kepiting atau sejenis kepiting. Berjarak 12 mil dari Port Klang, Pulau Ketam bisa dicapai dengan waktu tempuh sekitar 40 menit dengan menggunakan kapal cepat dengan tarif RM8-10 sekali jalan tergantung jenis kapal yang digunakan. Jadwal penyeberangan cukup banyak, bisa enam kali dalam sehari pada weekday dan dua belas kali dalam sehari pada saat weekend atau hari libur.

IMG20170517122049

Konon disebut Pulau Ketam karena banyaknya Ketam yang ada di pulau ini dan dahulunya menjadi andalan para penghuni awal pulau bertahan hidup dengan menjual Ketam. Itulah juga mengapa yang paling menarik dari Pulau Ketam buat saya adalah menikmati seafood dan kepiting serta merasakan atmosfer yang unik masyarakat Pulau Ketam. Berkeliling Pulau Ketam, berinteraksi dan melihat langsung kehidupan di pulau yang sebagian besar adalah etnis Tionghoa merupakan sesuatu yang menarik yang tak mungkin saya temui di tempat lain.

Berkeliling pulau bisa dilakukan dengan berjalan kaki, menyewa dan mengendarai sepeda atau motor listrik atau hopping island menggunakan kapal. Menarik sekali melihat perahu yang hilir mudik, deretan rumah penduduk yang warna-warni, bangunan lama yang bernuansa vintage serta kehidupan masayarakat pulau yang terlihat tenang dan santai. Sungguh berbeda dengan kehidupan saya di Jakarta yang serba sibuk, terburu-buru dan stress karena macet.

pulau ketam donna imelda

Day #4

Istana Alam Shah

 Hari terakhir kegiatan Eat Travel Write 5.0 merupakan puncak dari keseruan kami. Pagi-pagi kami sudah heboh menggunakan pakaian yang sedikit lebih resmi lalu  bergegas meninggalkan Pulau Ketam untuk kembali ke Klang. Begitu istimewa karena tujuan kami adalah Istana Alam Shah, istananya Sultan Selangor. Wow… saya begitu bersemangat. Kapan lagi bisa masuk istana, kalau tidak dalam kesempatan seperti ini.

Namanya juga istana, pasti banyak hal yang mengagumkan di sana. Seluruh bagian istana yang kami boleh lewati membuat saya kagum. Istana yang didominasi warna-warna kejayaan seperti merah, kuning dan emas membuat setiap sudut terlihat megah dan elegan. Tak henti saya berdecak kagum melihat keindahannya, termasuk memperhatikan detail barang-barang yang ada di dalamnya.

18486434_10155278198434437_9102120263743076696_n

Begitu juga bagian luar istana, taman-taman yang luas dan indah lengkap dengan air mancur, pilar-pilar tinggi dengan arsitektur menawan seolah membawa saya ke cerita dongeng dari negeri seribu satu malam. Dan itu belum termasuk Football Gallery, Royal Automobile Gallery dan replika dari Tanjong Pagar Railway Station lengkap dengan kereta apinya yang memukau.  Keren deh pokoknya.

Nah, demikian cerita singkat perjalanan saya bersama Eat Travel Write (ETW) Selangor International Culinary Adventure selama empat hari. Bagaimana? Menarik? Sudah tahu khan tempat jalan dan jajan apa bila anda pelesiran ke Klang, Selangor? Beberapa cerita perjalanan yang lebih detail akan saya ceritakan setelah tulisan ini tayang.

18519447_10155278198474437_9142856199156884060_n

Nah tunggu apa lagi, ayo kita pelesiran ke Royal Town of Klang, Negerinya Kerajaan Selangor.

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

One comment

  1. Mau ikutan event ini, kakak. Enyak dan seru pisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge