Thursday, October 19, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Papua » Grasberg Mine, Papua…. once in a life time
DSC_0085

Grasberg Mine, Papua…. once in a life time

IMG_0528eGrasberg Mine, 4.285 mdpl. Tulisan besar berwarna merah di dinding bangunan beton serupa Hanoi itu seolah menyambut saya saat turun dari kendaraan sejenis Jeep Land Cruiser yang disediakan P.T. Freeport Indonesia. Di depan saya terbentang pemandangan yang menakjubkan. Lubang raksasa dengan diameter kurang lebih empat kilometer berlatar belakang Pegunungan Jayawijaya dengan Puncak  Cartenz yang sebagian masih tertutupi salju itu sungguh membuat saya tercengang. Di antara hilir mudik Haul Truck yang membawa bongkahan batuan hasil penambangan diatas jalan yang tertutup debu tebal ini, saya seolah melihat gambaran nyata  bagaimana manusia mencoba menaklukan alam. Di tempat yang jaraknya 3.388 kilometer dari tempat saya tinggal di Jakarta, saya kini berada di area penambangan emas terbesar di dunia, Bunaken Overlook, demikian nama tempat saya berdiriUdara dingin bertemperatur sekitar 5 derajat Celcius seketika menyergap meski tubuh sudah dibalut jaket tebal. Kadar oksigen yang tipis dan safety equipments yang saya pakai membuat saya mau tak mau membatasi gerak tubuh dan harus turun dengan hati-hati dari mobil sambil mengatur nafas dan menahan diri dari kegembiraan yang memuncak. Bagai Neil Amstrong yang menjejakkan kaki pertama kali di bulan, begitulah secara berlebihan saya menggambarkan suasana pada saat itu, . 

P4270600

Grasberg Mine merupakan bagian dari perjalanan dinas saya. Menjelang akhir April tahun 2008, saya dan tiga orang teman lainya ditugaskan selama empat hari ke bagian Barat Papua atas undangan mahasiswa kami yang bekerja di P.T. Freeport Indonesia (PTFI) sekaligus mempromosikan Program Kelas Karyawan yang diselenggarakan institusi kami. Dua diantara kami bertugas di Timika yang berjarak 78 mil dari Grasberg Mine, sementara saya dan seorang lainnya bertugas di kawasan Highland yaitu Tembagapura yang terletak di mil 68, tak jauh dari check point 66 miles. Mendarat dengan mulus di Bandar Udara Mozes Kilangin dengan pesawat udara setelah terbang dari Jakarta selama kurang lebih 5 jam dan transit selama 30 menit di Makassar, perjalanan menuju Tembagapura akan lebih dekat dari sini sehingga kami tak perlu ke Timika bersama dua rekan lainnya. Dengan perijinan yang ketat, perjalanan menuju Tembagapura bisa dilakukan dengan dua cara yaitu jalur darat dan udara menggunakan helikopter. Tidak sembarangan orang bisa masuk wilayah PTFI, bila kita melewati jalur darat di beberapa check point akan dilakukan pemeriksaan yang tak kalah ketat dengan perijinannya dilengkapi peralatan yang canggih, membuat saya teringat dengan adegan di film-flm aksi produksi luar negeri. Dag dig dug menanti "access granted" tertulis dilayar. Wah…merasa keren

IMG_0540

Untuk mencapai Grasberg Mine, bisa dilakukan dengan menggunakan sejenis Cable Car yang disebut Tram dari mil 74. Konon tram ini merupakan tram yang mempunyai jalur skyway terpanjang di dunia dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Saya bisa membayangkan betapa sensasionalnya naik tram ini. Lha cuma naik Cable Car ke Genting Highland saja jantung saya sudah berdetak sangat cepat. Namun sayang saya tak sempat merasakan sensasi tersebut karena dari Hidden Valley, tempat saya menginap dan merupakan perumahan tempat karyawan PTFI bertempat tinggal, kami menggunakan menggunakan mobil jip khusus milik PTFI melalui jalan yang disebut HEAT Road (Heavy Equipment Access Trail). Sepanjang jalan saya harus menggunakan sabuk pengaman meski duduk  di kursi penumpang bagian belakang, bukan hanya untuk alasan keselamatan namun sabuk ini sangat membantu saya untuk stabil tetap berada diatas bangku tempat duduk saya bila tak ingin terguncang-guncang karena jalan yang berkelok, berbatu dan naik turun. Sesekali kami bertemu dengan bus anti peluru yang mengangkut karyawan atau kendaraan berat, tapi selebihnya kami menjumpai banyak sekali pemandangan indah. Jalan besar yang kami lalui melintas lekukan-lekukan permukaan bumi di dataran  tinggi Tanah Papua.Sejauh mata memandang yang terlihat adalah puncak-puncak pegunungan yang seolah berbaris berjajar dengan vegetasi khas negara tropis. Terkadang melewati lembah, tebing bahkan jurang yang sangat dalam, hingga membuat saya merasa kecil sekali di alam ciptaan Tuhan ini. Satu dua air terjun terlihat dari kejauhan melengkapi semua keindahan lainnya. 

gb

Kami juga melewati sebuah terowongan sepanjang 900 meter bernama Terowongan Zaagkam. Untuk melintasi terowongan ini kendaraan hanya diperkenankan satu arah atau satu jalur saja sehingga harus dilakukan secara bergantian. Sungguh saya sempat ngeri membayangkan terowongan panjang ini berada diperut gunung dan saya berada didalamnya. Sebisa mungkin saya menepis pikiran buruk membayangkan apabila terowongan ini runtuh saat saya melintas. Dari tempat ini, Grasberg sudah dekat, perjalanan mulai berselimut kabut, jarak pandang pun terbatas. Haul Trucks hilir mudik di kawasan sekitar Grasberg Mine saat kami menelusuri kawasan ini untuk melihat dari luar peralatan proses pengolahan batuan tambang menjadi konsentrat logam mulia. Alat-alat besar berada disekitar saya, semua bergerak dinamis bagai mesin uang yang menyulap batu menjadi emas. Sungguh sebuah kekuatan besar dibalik selimut bumi. Menurut George A Maley, tempat ini memiliki deposit emas terbesar nomer tiga di dunia namun dengan biaya produksi paling murah. Saya bergidik membayangkan kekayaan alam ini dengan berbagai kontradiksi yang tiba-tiba berkecamuk di kepala saya. 

IMG_0508

Apa yang salah dengan negeri ini sehingga kekayaan alamnya harus mengalir melalui pipa sepanjang 115 km dari tempat ini berton-ton setiap harinya langsung ke laut tempat kapal-kapal yang bersandar dan siap membawanya ke luar negeri. Benarkan negeriku ini negeri yang kaya namun salah urus?

kita semua sebenarnya tahu jawabnya….

P4270625

*Thanks Novriadi Visco, for the featured image 

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

7 comments

  1. Setiapkali membaca tentang ini, hanya bisa berdoa saja Mak

    Sedih banget rasanya 🙁

  2. Indonesia kaya akan sumber daya alam, kita hanya menikmati secuil dari apa yang diambil pihak asing.Tak ada yang bisa menghentikan mereka karena sebelumnya mereka melalui prosedur dengan pemerintahan. Kita hanya bisa menyaksikan dan berharap semoga masih ada yang tersisa.

     

  3. We will always have mixed feelings when it comes to Papua….tapi memang Papua luar biasa indahnya…once in a lifetime experience banget ya mbaa….saam kenal :D>..

  4. mantap..jalan jalannya di timika papua
    salam kenal ya..aku dari blogger papua di kota jayapura _papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge