Tuesday, August 22, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » Hop On Hop Off Bus…alternatif transportasi wisata
IMG_9607

Hop On Hop Off Bus…alternatif transportasi wisata

Hap hap hap….

sekumpulan anak yang aku panggil The Kiddos berjumlah lima orang terlihat semangat sekali, mereka melompat-lompat bagai anak-anak kelinci naik dan turun double decker berwarna terang seharian ini. Seakan tanpa lelah mereka masih menunjukkan wajah riang meski telah singgah dari satu tempat ke banyak tempat lainnya mengelilingi tempat-tempat wisata di Kuala Lumpur hampir satu hari penuh. Berangkat pagi-pagi sekali dari Kawasan Bukit Bintang dan kembali saat malam sudah menjelang.

IMG_9637

Gambaran diatas masih melekat di benak saya meski perjalanan itu sudah beberapa tahun berlalu. Senang mengingat kenangan saat berlibur bersama keluarga besar ke suatu negara. Perjalanan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari itu berjalan sebagaimana yang kami rencanakan. Salah satu urusan penting yang harus dipikirkan saat kita merancang perjalanan ke suatu kota atau negara adalah alat transportasi. Banyak moda transportasi yang bisa dipilih disuatu kota atau negara dengan berbagai alasan, begitu pun kami yang berjumlah dua belas ini saat melakukan perjalanan wisata ke Kuala Lumpur. Dengan pertimbangan kepraktisan mengingat jumlah rombongan yang besar dengan rentang usia yang cukup jauh serta kenyamanan saat berwisata kota kami memilih bus dengan sebutan Hop On Hop Off untuk berkeliling Kuala Lumpur. 

Didalam rombongan terdapat kedua orangtua kami yang sudah memasuki usia senja, lima orang anak-anak serta lima orang dewasa. Tak harus jumlah rombongan yang besar sebagai alasan menggunakan bus ini . Alasan lain yang menyertai biasanya adalah mengoptimalkan kunjungan saat kedatangan yang pertama kali atau memanfaatkan waktu yang sempit di suatu negara yang dikunjungi. Meski alasan praktis dan nyaman masih mendominasi sebagai alasan utama, toh saya juga pernah juga menggunakan Hop On Hop Off bus meski hanya berdua dengan teman saya saat kami melakukan perjalanan ke Singapura. Dengan waktu kunjungan yang singkat dan keinginan untuk menikmati perjalanan dengan nyaman, maka kami mengoptimalkan waktu dengan menghilangkan kemungkinan tersesat, terlalu banyak bertanya atau terlalu lama diperjalanan dengan menggunakan bis ini. Dengan rute dan alokasi waktu yang telah ditentukan nyaris tanpa perubahan di tahun-tahun berikutnya maka kedatangan kedua kali dan seterusnya menjadi tidak menarik bila menggunakan moda transportasi ini.

hohocombine

IMG_9613

Dengan armada khas Double Decker bus, Kuala Lumpur Hop On Hop Off yang mendapat The Best Malaysia Awards untuk katagori Travel Awards 2009 ini di desain ramah untuk penyandang disabel, beroperasi dari jam setengah sembilan pagi sampai dengan jam setengah sembilan malam, dilengkapi dengan multi lingual commentary, wifi, sky view dan open deck. Dengan pilihan jenis tiket yaitu 24 atau 48 jam, bis ini akan melewati sekitar 40 tempat yang menarik di 23 pemberhentian. Kebetulan saat itu kami sekeluarga menginap di kawasan Bukit Bintang, dari apartemen tempat kami menginap kami hanya perlu waktu sekitar lima menit untuk tiba di pemberhentian nomer 6. Kami memilih tiket untuk digunakan selama 24 jam berkeliling, saat tulisan ini saya buat harga yang harus kami bayarkan sebesar RM45.00 untuk dewasa dan RM24.00 untuk anak-anak.

IMG_9695

Sedikit berbeda dengan Hop On Hop Off di Kuala Lumpur, dengan standar kenyamanan yang kurang lebih sama, di Singapura armada yang tersedia lebih beragam, bus yang tersedia ada yang bertingkat dengan deck terbuka di bagian atas namun ada pula yang hanya satu tingkat saja. Rute wisata pun tersedia dalam berbagai paket, seperti City Tour, Heritage Tour dan Sentosa Island Tour dan ada pula yang disebut dengan Duck Tour dimana salah satu rute dan atraksinya menggunakan bus amfibi yang bisa berjalan di darat maupun di air saat melintasi sungai yang membelah kota Singapura dengan River Cruise Tour. Waktu itu saya dan teman seperjalanan saya mengambil tiket Hippo Tour untuk 48 jam dengan biaya sekitar $33.00  terdiri dari City Tour, Heritage Tour dan Sentosa Island Tour, termasuk river cruise meski tidak menggunakan mobil amfibi sehingga kami harus berpindah ke kapal yang telah disediakan saat di Clark Quay. Ada dua rute yang bisa dilalui yaitu jalur kuning dan jalur merah, kita bisa memilih jalur mana yang akan kita lalui terlebih dahulu lalu berpindah ke armada lain yang melewati  jalur lainnya.  

Perjalanan menggunakan cara ini praktis dan menghemat waktu meski tentu saja biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding naik turun MRT atau LRT. Pilihan ada ditangan anda. Untuk anda yang pertama kali datang, dengan waktu yang terbatas bersama keluarga, saya menyarankan menggunakan cara ini. 

hohoc1

mapbig

Selamat berwisata kota.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

4 comments

  1. kalau hanya untuk 2 orang, kesana budgetnya berapa yah… jd pengen banget…

    • donna imelda

      pagi Om Fikri….. wah kemana nih? KL atau Singapore? kalo soal budget tergantung banyak hal. Dari yang gaya backpacker, low budget atau turis berbeda satu sama lain. Murah meriah gak sengsara juga bisa kok

      • wah ini nih yang penasaran, murah meriah gak sengsara tapi bisa dinikmati sama keluarga tapi gak ngegembel backpacker

        klo transportasi dan akomodasi penginapan di KL dan Singapore sepadan gak tuh mbak dengan kenyamanan dan efektivitas waktu yang ditempuh ? 😀

        • donna imelda

          Alvie….kadang2 traveling gak bisa egois. Pergi bersama ortu dan anak2 tentu interestnya bukan mencari “petualangan” melainkan merekam momen2  yang tak terlupakan. 

          Berdasarkan pengalaman kami, untuk liburan keluarga dengan jumlah besar kami memilih sewa apartemen tepat di jantung kota. Misal di Orchard Road Singapore atau kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Yang jelas sewa aparteman akan lebih murah daripada menginap di hotel tapi jauh lebih nyaman daripada menginap di hostel. Apartemen dilengkapi dengan living room untuk berinteraksi dan pantry sehingga kami masih sempat sarapan bersama bahkan makan malam sepulang dari keliling. Kami membawa makanan matang dan makanan/minuman instan dari Indonesia.  Selain itu menginap ditengah kota seperti itu pasti juga dekat dengan stasiun MRT atau LRT, kemana2 gampang tinggal jalan kaki ke stasiun, bisa window shooping dan menikmati night market tanpa harus khawatir kemalaman. Saat anak2 main di apartemen menjelang tidur ayah ibunya bisa mesra2an ngeluyur xixixi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge