Sunday, September 23, 2018
Home » Traveling » Around The Globe » Island Hopping di Labuan
Perahu Larai yang aikonik. Harus coba!!!
Perahu Larai yang aikonik. Harus coba!!!

Island Hopping di Labuan

Island Hopping di Labuan – Hai, Sahabat Ayo Pelesiran! Masih ingat perkenalan kita dengan Wilayah Persekutuan Labuan, Malaysia di artikel terdahulu? Seperti yang saya ceritakan bahwa Labuan adalah sebuah pulau kecil yang berada dekat dengan Pulau Borneo atau Kalimantan. Sebagai wilayah yang berbentuk pulau dan memiliki beberapa pulau kecil di sekitarnya, maka wisata keliling pulau dan bermain air adalah salah satu jenis wisata yang diunggulkan oleh Labuan selain wisata sejarah dan wisata kuliner.

Cukup banyak pulau dan pantai yang kami datangi dalam event Explore Labuan bersama Gaya Travel dan Labuan Corporation selama satu pekan di bulan April 2018 kemarin. Hampir setiap hari kami island hopping, mendatangi satu per satu pantai dan pulau yang diunggulkan sebagai wisata pelancongan. Jadi bila Sahabat Ayo Pelesiran melancong ke Labuan, pastikan bawa baju untuk basah-basahan dalam jumlah yang cukup ya, karena rugi kalau gak ikutan mainan air bila sudah berada di sini. Yuk kita lihat beberapa pulau yang ada di labuan yang sempat kami datangi.

  • Pulau Layang-Layangan

Island Hopping kami yang pertama adalah ke Pulau Layang-Layangan. Penduduk setempat memang lebih akrab dengan nama Pulau Ular. Dinamakan demikian karena sering dijumpai ular laut di celah-celah bebatuan di pulau karang tersebut. Namun jangan khawatir untuk datang karena ular -ular tersebut hanya muncul pada saat gelap atau malam tiba. Adapun nama Layang-Layangan dikarenakan di wilayah tersebut banyak sekali terdapat Burung Layang-Layang, apalagi di bulan-bulan tertentu terutama pada musim migrasi burung yaitu pada bulan Agustus.

Untuk mencapai Pulau Layang-Layangan kami menyeberang dengan perahu motor dari Pantai Layang-Layangan dengan waktu tempuh sekitar 5 menit saja. Meski jarak ke pulau tidaklah jauh dan hanya butuh  waktu menyeberang yang singkat, keselamatan manusia adalah yang utama dan berlaku ketat di sini, Apalagi perairan di sekitar Labuan sebagian besar adalah perairan dalam, semua penumpang harus menggunakan life jacket, mendengarkan pengarahan dan safety induction, baru diperbolehkan menaiki perahu dan menyeberang.

Pulau Layang-Layangan tidaklah besar hanya sekitar 50 meter persegi saja namun cukup banyak yang bisa dilakukan di sana. Pulau ini unik, bentuknya memanjang dengan salah satu bagian bebatuan yang menonjol tinggi. Dari tempat yang tinggi inilah pengunjung akan menguji keberanian dengan melompat terjun. Struktur permukaan pulau ini seperti bebatuan karang yang terdapat bagian-bagian pipih yang memanjang dan tajam sehingga kita harus berhati-hati berjalan di atasnya.

Selain itu, permukaan pulau ini juga banyak memiliki lubang-lubang beragam ukuran. Nah konon, ular-ular di pulau ini bersembunyi di lubang-lubang ini pada siang hari sehingga selama kita beraktivitas pada siang hari, kita tidak akan terganggu oleh keberadaan ular-ular tersebut. Cukup banyak aktivtas yang bisa kita lakukan di sini selain menikmati keindahannya. Penduduk setempat sering ke tempat ini untuk memancing. Sedangkan pelancong seperti kami lebih memilih untuk berfoto, snorkeling dan menguji adrenalin dengan terjun dari puncak pulau.

Puas menikmati Pulau Layang-Layangan, kami menuntaskan keseruan acara island hopping di tempat ini dengan menikmati air kelapa, sate serta hidangan laut lainnya seperti ikan dan cumi bakar serta jagung bakar. Pengelola pantai Layang-Layangan memang menyediakan bangunan yang terdiri dari kios-kios makan yang menjual hidangan untuk bersantap. Nah, di tempat inilah kami mengisi perut yang mulai terasa lapar setelah beraktivitas di pulau. Jangan tanya rasanya, luar biasa!

  • Pulau Rusukan Besar

Island Hopping di Labuan selanjutnya adalah ke Pulau Rusukan Besar yang merupakan salah satu dari tiga pulau yang berada di kawasan Taman laut Labuan yang letaknya di sebelah selatan Wilayah Persekutuan Labuan. Dibutuhkan waktu tempuh sekitar 20-30 menit dari Labuan Marine dengan menggunakan kapal cepat. Kawasan Taman Laut Labuan yang ditetapkan pada tahun 1994 ini terdiri dari tiga buah pulau yaitu Pulau Kuraman, Pulau Rusukan Besar dan Pulau Rusukan Kecil dengan luas keseluruhan  158,15 m2

Di antara ketiga pulau tersebut, Pulau Rusukan Besar adalah salah satu pulau yang kami kunjungi. Waktu tempuhnya singkat saja sekitar 20 menit dari Labuan Marine dengan menggunakan kapal cepat. Pulau Rusukan Besar ini dikelola secara privat oleh pihak swasta dengan sangat baik. Pulaunya bersih dan tenang, cocok untuk pejalan yang ingin memberi jarak dengan kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Dengan paket seharga RM150, pengunjung bisa menikmati fasilitas di pulau  termasuk transportasi pergi pulang dan makan siang.

Tak perlu membawa sendiri perlengkapan kecuali peralatan pribadi untuk bermain-main air  di sini.  Fasilitas di pulau ini sangat mumpuni, ada toilet bersih, minimart, perahu kayak, peralatan snorkeling dan diving. Tak hanya itu, tempat ini juga dilengkapi dengan bangunan untuk mini exhibition seputar Taman Laut Labuan, lengkap dengan koleksi infografis, gambar, foto serta binatang dan tumbuhan laut yang sudah mati. Jadi pengunjung yang datang akan memiliki tambahan informasi tentang apa yang dapat mereka lihat di bawah laut.

Bagi pejalan yang hanya ingin bersantai, tersedia banyak hammock yang dikaitkan di batang-batang pohon yang berjajar di tepi pantai, pejalan bisa berayun-ayun dengan rileks hingga tertidur.Bangunan terbuka berukuran besar pun tersedia, jadi pejalan tak khawatir akan terpapar sinar dan panas matahari. Selain sejumlah meja bundar dan kursi yang mengelilingi meja, terdapat pula beberapa kursi-kursi santai untuk bermalas-malasan menikmati musik ombak dan angin sepoi-sepoi. Jangan tanya rasanya, sungguh saya betah berjam-jam menikmati suasana sambil menulis dan berbincang dengan beberapa teman.

Nah, bagi pejalan yang tak ingin buru-buru pulang dan ingin menikmati Pulau Rusukan Besar lebih lama, bolehlah menginap di sini. Ada kamar-kamar berupa bangunan kecil berbentuk segitiga yang bisa disewa untuk menginap. Setiap kamar dilengkapi dengan dua tempat tidur dan satu kamar kecil untuk mandi dan buang air, meski simpel namun kamar-kamar ini cukup nyaman sebagai tempat bermalam.

  • Pulau Papan

Sebagaimana sebuah pulau, wisata di Labuan didominasi dengan wisata pulau atau island hopping dan wisata air. Apalagi di dalam Wilayah Persekutuan Labuan terdapat beberapa pulau kecil yang cantik. Bila beberapa hari yang lalu kami sempat mengunjungi dua di antaranya yaitu Pulau Layang-Layangan dan Pulau Rusukan Besar, maka hari ini kami berkunjung ke salah satu pulau lainnya yaitu Pulau Papan yang berjarak tempuh hanya sekitar 10 menit saja dari Labuan Marine dengan menggunakan speed boat.

Jarak yang dekat dan waktu tempuh yang sebentar memungkinkan kita untuk menikmati perjalanan island hopping dari atas speed boat. Kali ini saya sengaja tidak duduk di kursi penumpang di dalam kabin, namun memilih menantang angin dari atap kapal. Rasakan deh sensasi diterpa angin dan berayun-ayun di atas gelombang di antara kapal-kapal besar yang sedang parkir di perairan dalam Labuan. Itulah kelebihan sekaligus keunikan yang dimiliki oleh Labuan.

Memiliki perairan dalam tak jauh dari daratan dengan biaya parkir kapal yang murah dibanding perairan lain di sekitarnya seperti Malaysia dan Singapura membuat Labuan menjadi tempat pilihan kapal-kapal besar untuk parkir. Tak heran bila di perairan Labuan terlihat pemandangan khas banyaknya kapal besar tersebut. Saat berlayar menuju Pulau Papan pun, seolah saya sedang membelah barisan kapal-kapal besar yang sedang parkir. Sensasional rasanya.

Bicara tentang perairan dalam, satu hal yang saya patut ajukan jempol adalah concern mereka soal keselamatan, kenyamanan dan kebersihan. Setiap boat wajib melengkapi penumpangnya dengan life jacket yang tahan menahan tubuh manusia di atas air hingga 6 jam lamanya dan semua penumpang diwajibkan menggunakan life jacket tersebut. Life jacket baru boleh dilepas saat boat sudah merapat di dermaga.

Begitu juga saat berlayar dengan menggunakan Perahu Larai atau bermain-main dengan Banana Boat atau Sofa Boat. Life jacket yang digunakan haruslah tahan menahan tubuh manusia minimal 3 jam lamanya dan  dalam kondisi baik. Tali pengikat masih berfungsi baik dan bukan hanya yang melingkari bagian dada dan pinggang tapi juga melintang mengikat bagian tubuh dari paha hingga ke dada. Sebelum memulai kegiatan, petugas memeriksa satu per satu alat tersebut untuk memastikan semua sudah terpasang dan berfungsi dengan baik di tubuh kami.

Berenang di pantai pun ada aturan keselamatan tersendiri. Setiap perenang yang sudah mahir berenang diperkenankan tidak menggunakan life jacket tapi harus mengikatkan semacam balloon berrwarna orange yang berfungsi sebagai penanda dari kejauhan bahwa ada perenang yang sedang berenang di titik tersebut. Dengan demikian pengawasan terhadap perenang lebih mudah dilakukan dan hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Untuk menikmati island hopping dan wisata air di Papan Island, pejalan bisa mengambil paket wisata senilai RM 80 dengan fasilitas transportasi pergi dan pulang serta makan siang. Sedangkan untuk menikmati aktivitas air seperti Perahu Larai Ride, Banana Boat atau Sofa Boat, pejalan bisa mengambil secara terpisah dengan harga antara RM 15-20. Namun bila pejalan ingin menikmati paket lengkap termasuk transport, makan, minum dan permainan air, maka pejalan hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar RM 110 saja.

Harga ini relatif murah menurut saya, karena dengan harga tersebut pejalan sudah bisa menikmati perjalanan dengan kapal yang aman dan nyaman, makan siang yang lezat dan minuman dingin, permainan air serta fasilitas pulau yang sangat mumpuni. Semua fasilitas sangat terawat dan bersih. Saya sama sekali tidak menemukan sampah di pulau ini. Selain karena tempat sampah tersedia di mana-mana, kesadaran para pejalan yang datang pun sudah terbentuk. Rasanya akan malu sendiri bila kita tak berlaku tertib.

Begitu juga dengan toiletnya. Di pulau seluas 10,52 m2  ini toilet tersedia dalam jumlah yang mencukupi. Kondisinya bersih, rapi dan kering, lengkap dengan tissue yang tak pernah kehabisan. Tak ada bau pesing yang menguar dari dalam bilik dan air tawar untuk membilas tubuh berlimpah. Jadi buat saya yang agak-agak rewel dengan urusan kebersihan, kondisi seperti sangat membantu saya menikmati kenyamanan wisata air. Jarang-jarang saya mau basah-basahan di tempat wisata umum, tapi di tempat ini saya memutuskan untuk menikmatinya sambil basah-basahan. Seruuuuu!

  • Ramsey Point dan Perahu Larai

Destinasi terakhir dalam tulisan tentang island hopping di Labuan ini adalah tentang Ramsey Point, yaitu sebuah kawasan beach street yang ada di pusat kota Labuan. tempat ini menjadi tempat berkumpul warga kota untuk bersantai bersama keluarga atau teman-teman terutama pada sore hari terutama di akhir pekan,. Pria, wanita, tua, muda, semua berkumpul di sini. Ada yang duduk bersantai sambil menikmati camilan, ada yang berolah raga di pinggir pantai, ada yang menemani anak-anaknya bermain, ada pula yang bersepeda dan beragam aktivitas lainnya.

Sore itu kami pun demikian, setelah seharian keliling Labuan, kami pun bersantai di Ramsey Point untuk menikmati sore ala penduduk lokal, berbincang dan menikmati kudapan yang dibeli dari penjual setempat. Beberapa dari kami bergerak menuju pantai untuk menikmati atraksi Perahu Larai Ride. Atraksi ini memberikan pengalaman duduk di atas sayap Perahu Larai selama kurang lebih dua puluh menit sambil berlayar di atas lautan. Biayanya tak mahal, hanya RM 15 saja.

Awalnya saya tak ingin ikutan, karena saya pikir ngeri juga bila harus duduk di atas balok kayu panjang penyeimbang kapal di atas laut yang gelombang. Meski menggunakan life jacket, tetap saja rasa takut terjatuh di laut dalam itu ada, apalagi saya tak bisa berenang. Namun ternyata tidak demikian, penumpang duduk di atas jala yang dijalin di antara dua balok panjang sehingga sangat aman dan nyaman selama berlayar. Lagipula Perahu Larai melaju dengan kecepatan sedang sehingga aman bagi penumpang dan  tidak menimbulkan rasa takut namun tetap asik.

Mengetahui hal itu, dan seolah tak ingin kehilangan kesempatan lagi setelah melewatkan kesempatan yang pertama, segera saya lari ke bibir pantai dan menaiki perahu. Suasana sudah mulai gelap sebenarnya dan angin bertiup lebih kencang dari sebelumnya. Namun saat itu bulan hampir purnama dan semburat jingga begitu cantic menghias angkasa jelang senja tiba sehingga alih-alih menimbulkan rasa takut, malah pelayaran itu terasa demikian syahdu dan romantis.

Angin bertiup cukup kuat senja itu sehingga Perahu Larai yang kami tumpangi dapat melaju hanya dengan  mengandalkan kecepatan angin. Sesekali awak perahu mengarahkan layar yang terkembang agar perahu tetap melaju ke arah yang kami tuju.  Sesekali mata saya terpejam menikmati dalam-dalam hembusan angin yang membelai lembut wajah saya, sesekali saya berteriak kegirangan saat gelombang menerpa telapak kaki berulang kali seiring naik turunnya perahu di atas punggung gelombang.

Baru kali ini saya berperahu dan merasa begitu dekat dengan laut. Tubuh seolah bebas lepas tanpa batas menyatu dengan semesta. Tangan merentang lebar menantang angin sambil membayangkan para penjelajah samudera mengarungi lautan di masa jayanya. Ah, pokoknya sensasional, hanya itu kata yang bisa menggambarkan kegembiraan saya. Kalian harus coba dan merasakan apa yang saya rasakan.

Ayo, kita pelesiran ke Labuan dan island hopping di sana!

Salam Pelesiran

~donna~

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

donna_bajo (8)

Live on Board Menikmati Eksotisme Labuan Bajo

Sewa kapal untuk Live on Board (LOB) adalah cara asik menikmati eksotisme wisata di Labuan Bajo ...

14 comments

  1. MasyaAllah indahnya island hopping labuan ini, pulau layang layangan aku pengen kesana, kalau pulau ular mah gak mau karena ku takut ma ular heuheu
    Vita Pusvitasari recently posted…Cinta Terencana dengan Menikah di Usia yang TepatMy Profile

  2. Kangen Mba Donnaa..pengen ikut tripnya Gaya Travel deh ke Malaysia hihi, cakeep..

  3. Ular laut sama bahayanya dengan ular daratan gak sih mbak?
    Btw pulau layang2 itu mungkin dulunya daratan yang luas jg kali ya, trus air laut makin tinggi jd makin kerendem #sokteu
    Btw seneng ya kjalau penyedia trip-nya perhatiin betul keselamatan pesertanya TFS

  4. Wuiih .. pulau Papan dilihat sekilas mirip bentuk hati lope-lopean ya,kak …
    Cakep banget.

    Btw,aku pernah waktu snorkling di pulau Tidung juga ketemu ular laut … untungnya temenku penduduk asli sana sigap menyingkirkan pakai kayu yg kebetulan mengapung didekatnya.

  5. Banyak banget pulau indah yang sayang jika tak dikunjungi saat ke Labuan Malaysia ya mba. Aku belum berkesempatan ke sana sih tapi pengen juga suatu saat ke sana

  6. Bagus2 banget pulaunya, kudu nabung lagi buat ke malaysia

  7. Yang jadi concern saya itu safety procedure di sini. Bagus banget menurut saya. Mereka menetapkan beberapa standar dan melakukannya. Kerenlah itu buat saya.

    🙂

  8. Iri ih sama mb donna bisa ke tempat-tempat surga dunia karunia Allah

  9. Jadi inget Pulau Seribu, rada mirip ya mba Donna.. Kaget aku pas baca ada ularnya, tapi ternyata munculnya.cuma malam ya mba.. Itu gemes banget yang di Pulau Rusukan Besar warna pink gitu tempat nginapnya.. 😀 Aku baru denger tentang Labuan ini.. TFS Mba Donna.. 🙂

  10. siapkan paspor dulu nih sepertinya seru kalau bareng keluarga bisa main dan refreshing bareng semuanya

  11. Beneran kepengen banget bisa keliling pulau dan lokasi lokasi indah di nusantara seperti Mba Donna. Duh semoga mimpiku menjelajah nusantara tercapai Amiin wkwkwk. Labuan ini kupikir sama dg labuan bajo ternyata beda ya?Masuknya Malaysia ya Mba Don?

  12. Ini modelnya kayak kepulauan seribu di jakarta ya, mba? Itu naik perahu motor ke pulau layang2 gimana rasanya mba? Saya kebayang seperti naik speedy boat dr merak ke lampung.

  13. Duh ngebayangin ular laut keluar bikin ku geli sendiri mbak hehe

    Tapi bagus2 yah pulaunya. Hidden gem nih~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge