Tuesday, November 21, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » Jejak Lawatan di Istana Alam Shah- Royal Palace of Selangor
_DSC9098e

Jejak Lawatan di Istana Alam Shah- Royal Palace of Selangor

Hari terakhir kegiatan Eat Travel Write 5.0 merupakan puncak dari keseruan kami selama empat hari. Sejak semalam peserta sudah mulai heboh menyiapkan pakaian yang akan digunakan besok. Notifikasi di grup WhatsApp terdengar riuh oleh pesera yang sibuk antri setrika yang berpindah dari satu kamar ke kamar lainnya. Ya, kami memang dipesankan untuk menggunakan pakaian yang sedikit lebih resmi, karena tujuan kami berikutnya adalah Istana Alam Shah, Royal Palace of Selangor.

18486434_10155278198434437_9102120263743076696_n (1)

Saya tentu juga sangat bersemangat, sejak di Jakarta saya telah menyiapkan satu set pakaian berupa blus hitam yang akan saya padankan dengan kain Batik khas Lampung pemberian travelmate saya Indra Pradya. Nama kainnya Bidak Gala Napu yang artinya motif hewan atau tumbuhan darat. Kain ini memang cantik dan mengundang pujian dari teman-teman di Malaysia. Warnanya yang dipilihkan Indra pun sangat pas dengan warna kesukaan saya yaitu merah, yang terlihat kontras dan cerah saat digunakan.

Saya ingin tampil istimewa di tempat yang istimewa pula sebagai bentuk penghargaan kepada UPEN Selangor, Tourism Malaysia, Tourism Selangor, dan Gaya Travel Magazine yang telah mengundang saya hingga bisa masuk ke dalam Istana Alam Shah. Jarang-jarang khan kita bisa masuk ke dalam istana di negara orang. Bahkan beberapa istana yang pernah saya sambangi di negeri lain atau di Indonesia, sebagian sudah berupa museum. Kalau pun masih digunakan, biasanya sangat dibatasi aksesnya, baik untuk dilihat maupun sekedar diambil gambarnya.

Berbeda dengan kunjungan biasa, rombongan Eat Travel Write dan Gaya Travel disambut dengan sarapan pagi. Saya menyebutnya dengan Royal Breakfast hehehe. Gaya khan, sarapan ala istana. Pagi itu kami dijamu dengan beberapa panganan kecil, Mee Jawa dan Teh Tarik khas Negeri Jiran. Menunya memang biasa namun menjadi tidak biasa karena selain rasanya enak, sarapan kami disajikan di atas pinggan dan cangkir keramik berlogo kerajaan.

Sarapan di ruangan besar berlangit-langit tinggi yang disebut dengan Balai Tengah. Ruangan ini dikelilingi deretan jendela kaca di bagian atas yang seolah menjadi dindingnya. Sementara di lantai bawah berjajar foto-foto Sultan dan keluarga kerajaan menyatu pada dinding. Di tempat ini juga kami mendapat sambutan dan pengarahan oleh dua orang perwakilan istana yang selama kunjungan berlangsung siang hari itu menemani kami. Beliau berdua yaitu Y.A.D Dato’ Setia Diraja, Dato’ Abdul Ghani bin Pate dan En. Abdul Kadir Safuan.

Namanya juga istana, pasti banyak hal yang mengagumkan di sana. Istana Alam Shah yang yang menjadi istana resmi kesultanan Selangor ini dibangun pada tahun 1903 pada masa pemerintahan Sultan Selangor kelima, yaitu Sultan Sir Alauddin Sulaiman Shah. Beliau tinggal di istana ini selama 35 tahun hingga beliau mangkat di tahun 1938. Istana yang memiliki lima belas ruangan ini sempat direnovasi saat pemerintahan Sultan Selangor ketujuh, Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah pada tahun 2000.

Seluruh bagian istana yang kami boleh lewati membuat saya kagum. Baik yang di bagian lur maupun yang di bagian dalam. Interior istana yang letaknya di sebelah selatan Klang ini didominasi warna-warna kejayaan seperti merah, kuning dan emas. Sebagian besar menggunakan material dari dari marmer dan kayu yang kokoh, membuat setiap sudutnya terlihat megah dan elegan. Tak henti saya berdecak kagum melihat keindahannya, termasuk memperhatikan detail barang-barang yang ada di dalamnya.

Begitu juga di bagian luar, Istana Alam Shah memiliki taman-taman yang luas dan indah lengkap dengan air mancur dan pilar-pilar yang tinggi dengan arsitektur menawan. Berada di sini seolah membawa saya ke cerita-cerita dongeng dari negeri seribu satu malam. Dan itu belum termasuk keberadaan beberapa gallery serta replika Tanjong Pagar Railway Station lengkap dengan kereta api kerajaan jaman baheula yang memukau. Keren deh pokoknya.

Balai Santapan DiRaja

_DSC9244

Selesai sarapan dan pengarahan, tur keliling istana pun dimulai. Ruang yang pertama kami datangi adalah Balai Santapan. Tempat ini adalah sebuah ruang tertutup yang berfungsi sebagai tempat perjamuan untuk Sultan dan keluarga atau tamu kerajaan.  Ukurannya lebih luas dari Balai Tengah dan didominasi dengan warna merah dan warna emas. Dinding bagian kiri dan kanan Balai Santapan DiRaja terdiri dari pintu-pintu yang diselingi dengan dinding yang disemat dengan foto-foto Sultan dan anggota keluarga kerajaan dari masa ke masa dalam ukuran besar.

Di salah satu meja di ruangan ini terdapat peranti jamuan yang biasa digunakan saat perjamuan yang sengaja diperlihatkan kepada pengunjung. Alat makan yang terlindung dalam kotak kaca di atas meja ini terbuat dari keramik dan logam berwarna emas dan perak. Sayang saya lupa menanyakan apa memang benda-benda ini terbuat dari emas dan perak betulan. Namun apapun itu,  yang jelas semua alat makan tersebut terlihat  sangat mewah di mata saya.

Di bagian paling depan Balai Santapan DiRaja terdapat podium lebar berlatar warna merah dan pinggiran emas dengan logo kerajaan Selangor di tengah-tengah. Di atas podium tersebut terdapat barisan meja dan kursi yang membentuk letter U yang diperuntukkan untuk Sultan dan keluarganya atau tamu-tamu pentingnya duduk menikmati jamuan. Ah saya jadi berandai-andai bila saya bisa menikmati jamuan makan malam di ruangan ini hehehe.

Balai Tetamu

IMG20170518112625

Beranjak ke ruangan lain, dari Balai Santapan DiRaja kami bergerak menuju Balai Tetamu. Ruang ini tidaklah luas dan lebih berfungsi sebagai ruang tunggu atau ruang penghubung bagi tamu untuk bertemu dengan Sultan. Yang menarik dari ruangan ini adalah sebuah tangga besar yang megah yang bercabang di kedua sisinya. Tangga ini menghubungan antara ruang pribadi Sultan dengan Balai Tetamu. Terbayang ya gagah dan anggunnya saat Sultan dan permaisurinya turun melalui tangga ini menemui tamunya.

Balai Menghadap

Dekat holding room atau Balai Tetamu terdapat ruangan berkarpet tebal berwarna merah maroon dengan motif sulur berwarna emas. Atmosfernya terasa beda, terasa lebih privat, hanya tamu kehormatan, pemimpin negara luar, pejabat negara dan duta besar yang diterima di ruangan ini. Kursi yang ada di ruangan ini pun jumlahnya tak banyak, namun berukuran besar dan sofanya tebal, disangga kayu kokoh berukir warna keemasan. Pengunjung tidak diperbolehkan duduk di kursi Sultan dan dan kursi di samping kiri kanannya, namun diperbolehkan duduk di kursi yang diperuntukkan untuk tamu yang ada di kiri dan kanan ruangan. Ketika saya mencoba duduk, mendadak saya merasa jadi tamu penting xixixi.

Balairung Seri

Tempat ini adalah tempat di mana kami berada paling lama saat kunjungan, En. Kadir Saufan menjelaskan banyak hal tentang ruangan yang dianggap sangat penting, bersejarah dan sakral ini. Bahkan kami dianjurkan untuk mengucapkan salam sebagai bentuk respek kami terhadap para tetua dan keluarga sultan, mendoakan mereka baik yang masih ada maupun yang sudah tidak ada. Bagaimana tidak, ruangan ini menjadi tempat berbagai peristiwa penting dan bersejarah kerajaan Selangor berabad lamanya. Kami pun tidak diperkenankan untuk mengambil gambar di tempat ini. Dan saya sangat bisa memahami hal tersebut.

Bilik Sultan, Balai Pengampunan dan Balai Dewan

Ketiga tempat ini letaknya berdekatan dan saling bersebelahan. Mungkin karena dua ruangan ini merupakan ruang penting dengan lingkaran terbatas sehingga letaknya sengaja dekat dengan Bilik Sultan yang biasa digunakan beliau untuk bekerja dan mengurusi urusan-urusan kerajaan atau kenegaraan. Bilik Pengampunan adalah semacam ruang pengadilan yang biasa digunakan untuk Sultan bersidang memutuskan perkara-perkara penting, sedangan Balai Dewan adalah tempat Sultan rapat bersama council atau anggota dewan.

Ruangan-ruangan yang saya ceritakan di atas kesemuanya berada di dalam gedung istana, namun tak hanya itu ternyata yang boleh kami kunjungi. Kami juga diajak melihat beberapa tempat yang berada di luar ruangan namun masih berada di sekitar areal Istana Alam Shah, yaitu Football Gallery, Royal Automotif Gallery, Replika Tanjong Pagar Station serta Masjid Istana DiRaja.

IMG20170518131421

Footbal Gallery

IMG20170518131051

Di Football Gallery, kita bisa melihat sejarah perjalanan persepakbolaan Malaysia dari masa ke masa hingga kini. Dalam ruangan yang tidak terlalu luas, namun sejuk dan nyaman, semua berita, pakaian sepakbola, bola, dan segala perlengkapan dan benda-benda yang berhubungan dengan sepakbola di Malaysia dan Selangor pada khususnya, tersimpan rapi dan tertata apik. Penikmat sepakbola pasti betah berada di ruangan ini, saya saja yang tidak terlalu suka dengan olahraga ini, sangat menikmati sajian gallery ini.

Royal Automotive Gallery

18839142_10154834831446359_2086164644963645065_n (1)

Lain football lain automotif, kegemaran lain Sultan adalah mengkoleksi barang-barang otomotif termasuk motor, mobil dan aksesorisnya. Bahkan beliau juga menyimpan peralatan stasiun pompa bahan bakar yang biasa kita lihat di SPBU. Beberapa koleksi beliau adalah benda atau kendaraan yang terkait dengan tugas-tugas kerajaan dan sebagian lagi memang benda atau kendaraan kegemaran beliau yang sengaja dibeli, digunakan, dirawat dan masih dalam keadaan baik dan bisa dioperasikan hingga kini.

Masjid Istana DiRaja

18557519_10154781632531359_8690489547925625183_n

Nah, tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum meninggalkan istana adalah Masjid Istana DiRaja.  Letaknya di bagian belakang istana. Berbeda dengan warna-warna merah dan emas yang mendominasi bagian dalam atau interior istana, warna bagian dalam masjid lebih didominasi dengan warna biru dan putih dengan kubah bagian dalam yang tinggi dan dihiasi dengan kaca patri berornamen dan juga didominasi dengan warna biru. Membuat tempat ini terasa syahdu dan sejuk. Suasananya juga tenang dan sangat mendukung untuk beribadah secara khusuk.

Ah, rasanya sih masih ingin mengeksplore lebih banyak di tempat ini, namun waktu juga yang membatasi, sehingga setelah kunjungan kami ke Masjid Istana DiRaja, maka berakhir pula waktu kami untuk berada di sana. Kami pun pulang dengan kesan masing-masing dalam benak. Saya merasa hangat dalam kunjungan ini, meski terkait protokoler, bahagia bisa melihat lebih dekat kehidupan istana dan kunjungan pun berlangsung dengan sangat santai, tidak kaku, bahkan pihak istana pun menerima kami dengan sangat bersahabat.

18519447_10155278198474437_9142856199156884060_n

Penutup

Ah, terimakasih tak terhingga saya sampaikan pada Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor), Ministry of Tourism and Culture Malaysia, Tourism Malaysia, Tourism Selangor, Majlis Daerah Klang, dan Gaya Travel Magazine karena untuk kesekian kalinya saya diikutsertakan di beberapa lawatan di Malaysia, termasuk program Eat Travel Write (ETW) yang kelima ini. Sungguh empat hari yang luar biasa, pengalaman bersama sejak tanggal 15-18 Mei 2017 ini pasti akan jadi kenangan manis di Jakarta.

Salam Pelesiran….

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

5 comments

  1. asik kalilah ya sarapan di istana

  2. Aaaaaakkk keren banget, mbak Donna! Seumur-umur aku belum pernah masuk ke dalam istana seperti itu. Membaca kisahmu dan mengamati foto-fotomu, rasanya seperti terhisap masuk ke dalam negeri dongeng. Kesannya anggun dan agung…

    Dan mbak Donna juga keren banget bisa diundang oleh Gaya Travel hehehe

  3. kebanggaan banget nih mbak Donna bisa main ke istana. Aku pangling lihat cangkir teh yang lagi kamu minum. hehe..

  4. Weeh keren banget mba bisa lawatan ke Istana di Malaysia. Bagi tipsnya biar bisa begitu. Sukses selalu mba. Oh iya ini acaranya keren banget ya.

  5. Deskripsi interior Istana detail sekali, Mba Donna. Tamu kehormatan banget, nih. Semoga aku bisa ngikutin gaya deksripsi seperti ini, jelas, ringkas, dan lugas. Btw itu tangga di Balai Tetamu gitu kayak rumah-rumah di kebanyakan Telenovela zaman dulu, ya. *anaknya generasi telenovela, bukan generasi india serial* 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge