Saturday, December 15, 2018
Home » Traveling » Kereta Api dan Romantisme Perjalanan
224281_10150181599486359_689284_n

Kereta Api dan Romantisme Perjalanan

Kereta Api dan Romantisme Perjalanan – Bagiku, tak ada yang lebih romantis dibanding perjalanan dengan menggunakan kereta api. Terdengar terlalu berlebihan memang, tapi begitulah yang saya rasakan. Bahkan saya sering berseloroh, bila dalam perjalanan ada pilihan menggunakan kereta api dan waktu yang saya miliki memungkinkan untuk menggunakan moda transportasi tersebut, pasti saya akan memilih kereta api dan menikmati keunikan dan kekhasan  stasiun di tiap kota yang saya singgahi.

  • Romansa Kereta Api

Sampai saat ini saya menyimpan satu impian untuk menelusuri kota-kota di Pulau Jawa dengan menggunakan kereta api. Dari Bandung hingga Banyuwangi, dari bagian barat di pulau Jawa hingga ke timur. Saya membayangkan betapa banyak yang saya bisa gali sambil menikmati romantisnya kereta api. Satu per satu kota dan tempat wisata Indonesia disinggahi, belajar tentang kearifan lokal, jejak sejarah, budaya setempat dan kuliner khas mereka lalu mendokumentasikannya dalam sebuah buku.

Tapi karena sulitnya mengatur waktu untuk mendatangi kota-kota tersebut dalam satu perjalanan, maka saat ini saya mengakalinya dengan melakukannya sepotong demi sepotong. Dalam satu kesempatan saya ambil rute Jakarta-Bandung misalnya, lalu di kesempatan lain Jakarta-Cirebon atau Jakarta-Surabaya. Tapi pernah juga saya ambil rute panjang dari Jakarta-Surabaya-Probolinggo atau Jakarta-Pekalongan-Semarang-Yogya-Solo. Lumayan butuh waktu berhari-hari sambil singgah dan eksplore kota.

Paling banyak memang di Jawa Tengah karena kebetulan saya pernah sekolah di Pekalongan saat orangtua saya bertugas di Jakarta. Jadi pulang pergi Jakarta-Pekalongan adalah hal yang biasa buat saya. Terlebih kemudian teman-teman saya tersebar ke beberapa kota selepas SMA, seperti Semarang, Yogya atau Solo sehingga saya sering sowan ke kota mereka. Tapi saya udah bertekad nih, di kesempatan yang akan datang saya akan melanjutkan rute ini hingga ke ujung timur, Jakarta-Surabaya-Malang hingga ke Banyuwangi.

  • Metamorfosa Romansa

Beberapa teman berkata, “tapi khan kalau naik kereta itu lama, harga tiketnya juga kadang gak jauh berbeda dengan tiket pesawat.” Teman itu tak salah, itulah mengapa saya masih menggunakan pesawat sebagai alternatif bila waktu saya terbatas terutama bila pergi untuk keperluan pekerjaan. Namun ada yang tak bisa saya dapatkan bila menggunakan pesawat, hal yang saya sebut dengan romansa. Hal yang tak mungkin saya rasakan dalam kabin bertekanan tinggi, dengan tubuh yang terikat sabuk pengaman, plus turbulensi  di ketinggian puluhan ribu kaki di atas bumi yang selalu membuat saya cemas setiap ia hadir.

Perjalanan bagi saya memang sejatinya tak hanya perjalanan raga, namun juga perjalanan jiwa. Di dalam gerbong kereta api yang panjang, saya justru menikmati waktu yang mungkin orang lain rasakan begitu lama. Melalui jendela lebarnya saya menikmati kehidupan di banyak tempat yang kami lewati. Pegunungan, sawah, kampung, kebun, pasar tradisional, hingga interaksi antar penduduk lokal. Pada setiap hal yang saya lihat dan saya rasakan, tak jarang ini menjadi sebuah renungan panjang yang bermuara pada sebuah kesadaran untuk lebih banyak berbenah dan bersyukur.

Seiring perjalanan waktu, romansa kereta memang berbeda-beda, itulah mengapa saya menyebutnya metamorfosa romansa. Zaman masih berseragam putih abu-abu, pulang pergi Pekalongan-Jakarta itu romansanya kangen orangtua dan masakan mama. Zaman kuliah di Jakarta, bolak balik Jakarta-Semarang itu karena kangen pacar hahaha. Zaman udah menikah dan punya anak romansanya gak kalah seru, menikmati sekali setiap detik kebersamaan bersama keluarga itu priceless banget.

Dan…,kesini-sini sih zaman udah suka nulis dan jadi travel blogger romansanya beda lagi, suka banget membiarkan pikiran berkelana sepanjang perjalanan sambil tak melepas pandangan ke arah luar jendela kereta yang lebar itu. Lalu lahirlah sebuah tulisan, atau sesekali fiksi dan berpuisi. Romantis saja rasanya, bisa melahirkan tulisan saat perjalanan, apalagi kalau tulisan itu lahir dari kenangan-kenangan yang hilir mudik saat perjalanan. Kapan lagi menikmati kenangan tanpa ada yang menginterupsi atau mendistraksi.

  • Romantisme Kota

Kalau naik kereta api Argo Parahyangan dari atau ke Bandung, best momentnya itu ketika melewati Jembatan Cikubang. Jembatan ini cukup fenomenal mengingat jembatan yang panjangnya 300 meter dan merupakan jembatan kereta api terpanjang di Indonesia. Tingginya yang berada 80 meter di atas sungai Cikubang membuat ada sedikit ngeri saat melewatinya. Ada pula terowongan Sasaksaat yang membelah perbukitan Cidepong di kampung Sasaksaat jalur Padalarang-Purwakarta sepanjang 949 meter.

Melalui jalur ini pula kita bisa memandangi sawah-sawah bertingkat di sisi kiri dan kanan jalur kereta. Terasa menyejukkan mata ketika tanaman-tanaman Padi di sawah tadi sedang hijau-hijaunya. Mirip dengan sawah terasering yang ada di Ubud. Di jalur ini juga kita bisa memandang jauh ke arah tol Cipularang sambil merasakan kehebatan negeri ini membangun infrastruktur untuk transportasi meski di saat tertentu terutama weekend masih tak mampu mengatasi kemacetan arus kendaraan.

 

Apalagi kalau pake hujan gerimis begini... makin romantis
Apalagi kalau pake hujan gerimis begini… makin romantis

Ada lagi jalur kereta api yang unik yaitu kereta api lokal yang menghubungkan kota Pekalongan dan Semarang yaitu Kaligung. Selain kita bisa menikmati hutan-hutan Jati, kita akan melewati suatu daerah yang sisi kanan dan kiri kereta memberikan pemandangan yang kontras berbeda. Di ruas antara Pekalongan Batang penumpang kereta akan disuguhi pemandangan tepi pantai laut Jawa sedangkan di sebelahnya lagi adalah hutan Jati. Sungguh sebuah perpaduan pemandangan yang unik. Dan konon, ini adalah jalur kereta api di Indonesia yang relnya paling dekat dengan garis pantai.

Nah kalau kalian naik kereta api lokal Prambanan Ekspres yang menghubungkan antara Yogyakarta dan Solo, salah satu pemandangan indahnya ketika melewati Jembatan Progo yang cukup panjang. Jadi kebayang khan begitu banyak yang keindahan dan keunikan yang bisa kita lihat dengan menggunakan kereta api. Itu belum termasuk cerita-cerita bagaimana keunikan, kekhasan serta interaksi dengan penduduk lokal yang di setiap kota yang kita singgahi.

  • Menuntaskan Satu Impian

Doakan ya, supaya perjalanan romantis dengan kereta api sepanjang Pulau Jawa ini segera tergenapi dan saya bisa menuangkannya dalam satu buku khusus. Saya sudah ngecek-ngecek nih berapa biaya yang harus saya siapkan untuk transportasi dengan menggunakan kereta api ke beberapa kota lain selain di kita yang pernah saya singgahi di bagian tengah hingga ke ujung pulau Jawa bagian  timur. Insyaa Allah tahun 2019 harus genap.

Dengan menggunakan aplikasi pegipegi.com saya merasa sangat terbantu untuk membuat rencana perjalanan dan mencari tiket yang sesuai dengan rute kota, jadwal dan harga tiket. Menunya dibuat user friendly banget, saya tinggal menuju alamat situsnya, lalu klik kereta api dan memasukkan data sesuai dengan rencana perjalanan saya.

Untuk kota misalnya, dengan klik kota asal dan tujuan, layar akan menampilkan beberapa kota yang popular lengkap dengan stasiun-stasiun yang ada di kota tersebut. Hal ini membantu banget khan karena mungkin saja kita tidak hapal stasiun apa saja yang ada di sebuah kota yang paling dekat dengan daerah yang kita tuju. Untuk kota-kota yang tidak ada di daftar kota tujuan popular bisa ketik langsung nama kota yang dituju di kolom asal dan tujuan, maka sistem akan menyajikan data stasiun-stasiun di kota tersebut.

Nah setelah kita masukkan data stasiun asal dan stasiun tujuan, lalu memasukkan data tanggal keberangkatan atau juga kepulangan dan jumlah penumpang, kemudian tinggal klik “Cari Tiket” deh, maka akan muncul hasil pencarian berupa nama kereta, jam keberangkatan dan kedatangan, durasi perjalanan dan harga tiket. Oh ya di bagian bawah nama kereta akan muncul informasi apakah masih tersedia tiket untuk kereta tersebut atau tidak.

Bila tiket tidak tersedia di tanggal yang kita inginkan dan ingin mencari tiket di hari lain kita tidak perlu repot kembali ke menu pencarian semula, karena di bagian atas hasil pencarian kita bisa mencari ketersediaan tiket di jadwal terdekat dengan  menggeser menu jadwal di bagian atas hasil pencarian. Nah bila tersedia dan harganya cocok maka proses bisa dilanjutkan dengan meng-klik menu pesan tiket. Gampang khan? Itulah mengapa saya menggunakan pegepegi.com untuk mencari tiket kereta. Mudah!

Setelah data pesanan keluar dan kita sudah pastikan data tersebut benar, maka selanjutnya adalah masukkan data kontak (data pemesan) dan data penumpang. Setelah itu kita diberi waktu untuk menyelesaikan pembayaran sesuai harga yang telah dikonfirmasi paling lambat 30 menit setelah pemesanan. Oh ya, di tahap ini kita bisa lho melakukan pemilihan nomor kursi, kalau aku sih paling senang di kursi dekat jendela, lebih leluasa romantisnya hahaha.

Proses terakhir adalah membayar sesuai dengan pilihan metode pembayaran, apakah dengan metode transfer bank, di atm, melalui virtual acoount, pakai kartu kredit, klik bca atau melakukan pembayaran di swalayan terdekat. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi maka proses pemesanan tiket selesai deh, tinggal tunggu eticket dikirim via email dan siap melakukan perjalanan.

Yuk, pelesiran romantis dengan kereta api.

 

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_0674

Tempat Makan dan Wisata Sejarah di Labuan

Rekomendasi tempat makan dan wisata sejarah di Labuan itu sebenarnya banyak sekali. Tadinya saya pikir, ...

10 comments

  1. Aahh andai saja Batam punya kereta api juga seperti Jakarta dan pulau Jawa, pasti aku gak ndeso gini, kalo liat orang bisa menikmati transportasi bebas macet ini…

  2. Duh jadi kangen travelling naik kereta api. Dulu pertama kali naik kereta api itu aku jurusan Jakarta – Bandung pas pulak dapat kursi yang dekat jendela dan dapat pemandangan yang wah bener melewati jurang, hutan dan gunung. Sejak saat itu jatuh cinta naik kereta api aku mba hehehe. Wah belinya di pegipegi.com nih samaan dong kita aku sejak beberapa hari lalu lagi hunting tiket pesawat di pegipegi yang setengah harga itu loh mba hehe, asek.

  3. Aku juga pilihnya kereta mba Donna, no stres, santai hahaha..
    Dedew recently posted…Ngos-Ngosan Piknik di Helipad Desa Wisata SepakungMy Profile

  4. Aku kangen keretaan ke kota kota kecil di pulau Jawa. tentu menarik emang jika bisa singgah singgah di kota kota kecil yang tidak ebgitu populer tapi pasti ada hal menarik dan menemukan hal baru yang belum tentu di ketahui orang lain… selalu suka hal hal tak terduga dengan naik kereta.hehehe

  5. Sudah lama tidak traveling naik kereta, baca tulisan ini jadi pengen buru-buru beli tiket kereta..Kangen Berat!

  6. Aku belum pernah naik kereta api yang jarak jauh nih, Mbak. Membaca cerita di sini, menjadi motifasi untukku buat nyobain perjalanan jauh pakai kereta api. Hihi.. Apalagi melihat gambar yang gerimis itu, duh syahdu sekalee..

  7. Ide bagus mbak, ku kok jadi pingin jalan2 pakai kereta dari ujung barat ke ujung Timur, sodorin proposal ke Pak suami ah

  8. Saya kalau perjalanan masih di Pulau Jawa pasti lebih pilih perjalanan dengan kereta api … bahkan lebih rela PP Bandung ke tempat tujuan dengan kereta …

  9. Toss dulu..saya juga sukaaaa dg kereta api. Mbak, aku ikutan dong jalan2 pake KA keliling Jawa.. Dibuat buku? Duuuh..ide brilian iniih…

  10. Aku pun mikir untuk melakukan perjalanan dengan kereta api dan berhenti di tiap-tiap kota, mengeksplorasi kota tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge