Saturday, November 17, 2018
Home » Review and Event » Kyriad Muraya dan Setangkup Kenangan
41680120_2195003504044720_8666307391219826688_n

Kyriad Muraya dan Setangkup Kenangan

Kyriad Muraya Hotel jadi pilihan menginap kali ini setelah bolak balik ke Banda Aceh selama dua tahun terakhir. Maklumlah, meski bagai minum obat sehingga bisa tiga kali dalam setahun menjejakkan kaki di Nanggroe Aceh Darussalam, saya tak selalu memiliki kesempatan untuk memilih hotel terbaik yang dimiliki oleh kota yang dikenal dengan nama Serambi Mekah ini.

Y905967012

Ada saja sebab yang membuat saya urung menginap meski hotel ini sudah membuat saya jatuh hati sejak baru saja beroperasi tahun 2017 lalu, entah itu karena memenuhi tawaran menginap di rumah teman, karena urusan pekerjaan sehingga akomodasi sudah disediakan, atau karena bepergian dengan teman-teman sehingga harus menyesuaikan hotel sesuai dengan keputusan bersama.

Kesempatan datang pada bulan September 2018 yang lalu. Acara reuni akbar bersama teman-teman SMP membuat saya datang lagi ke Banda Aceh untuk melepas rindu. Terbayang bagimana serunya bertemu  dengan teman-teman yang telah berpisah selama 30 tahun. Apalagi saya mendapat kabar bahwa teman sebangku saya juga akan hadir untuk acara ini, ya udah deh, sekalian  aja merayakan persahabatan kami yang telah terpisah selama tiga dekade.

41736270_2195003837378020_2926906000453664768_n

Seminggu sebelum berangkat saya masih sempat cari-cari pilihan hotel untuk menginap berdua dengan sahabat dan membandingkan yang mana yang paling oke menurut saya. Niatnya memang ingin cari hotel yang bagus dan nyaman serta terjangkau untuk dinikmati berdua dengan sahabat saya. Asik aja membayangkan menghabiskan hari di kamar dan menikmati fasilitas hotel sambil nostalgia dan menghadirkan berbagai kenangan zaman kami masih berseragam putih biru.

Oh ya, urusan cari-cari hotel begini sekarang sih bukan urusan yang ribet dan menyita waktu, saya terbiasa mencarinya lewat beberapa Online Travel Agent  (OTA), salah satunya adalah pegipegi.com. Dengan membuka alamat situsnya, lalu memasukan data kota yang dituju serta tanggal akan menginap, sejumlah hotel dan informasi tentang hotel tersebut akan tertera di layar computer atau gawai anda. Mudah banget khan.

Oh ya supaya gak kebanjiran informasi, biasanya saya menggunakan fitur filter untuk memperkecil ruang jelajah pencarian. Filter yang biasa saya gunakan adalah tarif kamar, area hotel, dan jumlah bintang. Kalau di pegipegi.com nih, menu tersebut ada di sebelah kiri layar. Nah kemudian saya akan mengurutkan hasil pencarian melalui menu yang ada di sebelah kanan, bisa diurutkan berdasarkan rekomendasi pegipegi atau berdasarkan urutan harga atau tarif kamar. Jadi mudah khan memilih kalau pilihannya sudah masuk kriteria yang kita inginkan.

Oh ya, saya juga suka tuh melihat-lihat berapa diskon untuk tarif kamar hotel, coba deh perhatikan, seru lho kadang nemu yang diskonnya hampir 50%. Lumayan banget khan bisa dapat hotel bagus dengan harga hamper separuhnya. Jangan lupa untuk memperhatikan skor hotel berdasarkan ulasan dari tamu karena bagi saya ini sangat membantu memberi gambaran hotel yang sesungguhnya berdasarkan pengalaman langsung dari para tamu yang menginap.

Dari hasil pencarian saya merasa cocok dengan Hotel Kyriad Muraya dan memutuskan untuk menginap di sana selama saya di Banda Aceh. Keputusan saya tak salah, ternyata ulasan tamu yang pernah menginap sesuai dengan kenyataan, ekpekstasi saya terhadap hotel yang baru berdiri tahun lalu ini benar-benar terpenuhi. Harga yang harus saya bayarkan untuk hotel ini pun sangat sepadan dengan kenyamanan yang kami dapatkan.

41654954_2195003824044688_834976186764361728_n

  1. Luas dan Berkelas

Kesan lega langsung menyapa ketika kami membuka pintu dan memasuki kamar deluxe premium nomer 816 yang berada di lantai delapan. Sejenak kami berdua mengamati bagian dalam kamar yang akan kami tempati ini. Dengan luas 26 meter persegi kamar ini tetap terasa lega meski  memuat satu buah ranjang berukuran king size yang berada di tengah ruangan, satu set kursi santai, satu set meja kerja, televisi datar 32 inch, lemari, brankas dan refrigerator serta dua kamar kecil.

Interior kamar di Kyriad Muraya Hotel didesain dengan begitu cantik dengan lantai yang dilapisi dengan kayu. Terasa elegan namun tetap hangat dengan warna coklat susu dan abu-abu mendominasi ruang. Tiga buah lukisan berpola digantung berbaris di atas tempat tidur dengan warna senada membuat kamar ini tak terasa monoton. Sebuah sofa berlapis kain motif kotak-kotak menjadi pemanis di sudut ruang.

Selain luas, kami juga menangkap keunikan di sisi sebelah kanan pintu masuk. Kamar di Kyriad Muraya Hotel memiliki kelebihan yaitu menyediakan dua bilik yang berbeda untuk membersihkan diri. Satu bilik khusus untuk kamar mandi dan satu bilik lainnya untuk toilet. Sedangkan washtafel dan kaca rias ada di luar kamar kecil. Dengan penempatan toilet, shower dan washtafel berada di tempat yang terpisah maka ruangan pun makin terasa lega.

Kesan lega lainnya kami dapat dari dinding kaca besar selebar ruangan yang menyajikan pemandangan Kuta Raja dari ketinggian. Tak heran bila sudut ini menjadi sudut favorit kami selama menginap. Sengaja saya membuka penuh tirai agar tak ada yang menghalangi mata menikmati pemandangan kota yang lekat dalam hidup kami tiga dekade yang lalu sambil berbincang berdua, bernostalgia tentang pernah banyak hal kala usia kami masih belia.

Meski tidak langsung dapat menikmati turun atau naiknya sang mentari, namun dari dinding kaca ini juga kami bisa menikmati semburat jingga mentari yang membuat langit kota terasa hangat hingga ke jiwa. Bagaimana tidak, suasana ini membawa ingatan saya ke masa dulu saat hampir setiap sore papa membawa kami menikmati sore dengan berkeliling kota, singgah di pantai atau di pasar untuk membeli lemang tapai dan air tebu untuk berbuka puasa kala Ramadhan.

41353185_10156124384776359_743626892417957888_n

  1. Nyaman dan Ramah

Hotel bagi saya harus nyaman dan ramah. Nyaman bukan hanya karena fasilitasnya saja namun nyaman karena dilayani dengan ramah dan sepenuh hati. Di Kyriad Muraya Hotel saya merasakan keduanya. Nyaman karena dilayani dengan ramah, sejak turun dari mobil sudah disambut dengan salam dan sapa. Proses check in dan check out juga dilayani dengan cepat dan sigap oleh petugas di bagian resepsionis.

Nyaman karena fasilitas hotel yang baik, yang membuat semua kegiatan saya menyenangkan. Kamar bersih dan rapi, sprei dan sarung bantal serta handuk semua bersih, putih, lembut dan beraorma segar. Sedemikian nyaman sehingga saya betah berlama-lama di dalam kamar dan tidur malam dengan nyenyak. Urusan mandi juga bikin betah dengan aliran air hangat yang mengalir deras dari shower dan membuat badan saya  terasa dipijat saat mandi dan segar setelahnya.

  1. Menu Sarapan yang Beragam

Salah satu momen yang saya nikmati saat menginap adalah momen sarapan pagi. Seperti pagi itu, saya dan sahabat saya berlama-lama menikmatinya, dimulai dari menikmati secangkir teh panas sebagai pembuka, dilanjutkan dengan menikmati menu pembuka –saya memilih menyantap buah dan salad— baru kemudian menyicipi satu per satu menu yang disediakan dengan jumlah yang tak terlalu banyak.

Biasanya yang saya pilih adalah yang unik atau yang jarang saya temui, terutama makanan lokal. Dengan kebiasaan menikmati tiap detik momen sarapan pagi, terbayang khan kalau menu sarapannya tak banyak pilihan, apalagi plus cita rasanya tak sedap, pasti tak nikmat rasanya. Beruntung Kyriad Muraya Hotel memberikan kami banyak pilihan menu dengan cita rasa yang pas di lidah.

41839000_2195003770711360_8897046941465051136_n (1)

  1. Lokasi Strategis

Kelebihan utama yang dimiliki oleh Kyriad Muraya Hotel adalah lokasinya yang berada di jantung kota Banda Aceh. Saya dengan sahabat saya memang ingin lebih banyak menikmati waktu bersama di hotel. Kalaupun kami harus ke luar untuk makan atau sight seeing, kami hanya ingin menempuhnya  dengan berjalan kaki saja. Terasa romantik dan penuh nostalgia. Dengan lokasi yang strategis, kami bisa mendatangi banyak tempat hanya dalam waktu singkat.

Aceh dengan keindahan alam dan kekayaan budaya dan sejarah serta kuliner menjadikan kota ini sebagai salah satu tempat yang sering jadi tujuan wisata Indonesia. Beberapa tempat wisata yang sudah dikenal seperti di Kota Banda Aceh misalnya Museum Tsunami, Masjid Raya Baiturrahman, Museum Aceh, Taman Sari, Gunongan dan lain-lain letaknya tak jauh dari hotel Kyriad. Bahkan beberapa di antaranya bisa kami capai hanya dengan berjalan kaki.

Kami sempat menikmati wisata kota di malam hari dengan berjalan kaki sambil mencari tempat makan yang khas, nah di sekitar hotel ada Warung Mie Aceh Razali yang kemudian kami pilih untuk tempat makan malam kami. Paginya bisa menikmati Nasi Gurih Bang Rasyid dan siangnya bisa mencicipi makanan di resto Gunung Salju yang melegenda di kota Banda Aceh. Mudah khan mencari tempat makan karena lokasi hotel yang strategis.

Setelah sarapan, saat matahari belum terlalu tinggi, saya berdua sahabat sengaja lagi-lagi berjalan kaki napak tilas melewati jalan-jalan yang dulu sering kami lewati saat masih sekolah di sini. Menyusuri kota ke arah Masjd Raya Baiturrahman sambil mengingat-ingat bagaimana saat kecil sholat tarawih di sini seraya tak lupa mengambil beberapa foto masjid yang kini sudah semakin cantik dengan payung-payung raksasa seperti di Mekkah.

Perjalanan napak tilas kemudian dilanjutkan dengan mencari souvenir dan oleh-oleh di Pasar Aceh. Gak seru khan kalau sudah jauh-jauh ke Banda Aceh tak membawa buah tangan. Kali ini saya membeli beberapa bungkus kopi, baju Koko dengan sulam khas Aceh serta tas tangan pesanan kerabat di Jakarta. Dan yang terakhir sebagai penutup saya sengaja kembali ke hotel dengan menggunakan becak motor yang dulu sih kami sebut dengan becak dayung.

Banda Aceh memang menyimpan banyak kenangan. Bisa hadir kembali ke kota ini dan menikmati romansa kenangan bersama seorang sahabat yang telah terpisah selama 30 tahun buat saya adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Buat saya, kota ini bukan sekedar tempat singgah namun kota tempat saya menitipkan setangkup kenangan yang ingin saya nikmati di waktu-waktu mendatang. Dan Kyriad Muraya Hotel adalah tempat yang tepat untuk menikmatinya.

Ayo pelesiran ke Aceh!

41641385_10156134823426359_7700552916330872832_n

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170511100804

Makin Jatuh Cinta Karena Wastra Nusantara

Apa yang tak boleh kamu lewatkan dalam sebuah perjalanan? Kalau saya sih tak ada yang ...

24 comments

  1. Aeehh, foto terakhir keren pisan euy!
    Ratna recently posted…Kreasi Baru Talubi Bika Bogor; Brownies Kukus Ketan Hitam TalasMy Profile

  2. Kapan ku bisa ke Aceh ya :), serambi Mekah Indonesia 🙂
    Vita Pusvitasari recently posted…KELUARGAKU SEGALANYA UNTUKKUMy Profile

  3. Belum sampai juga ke Aceh sampai sekarang. Mudah-mudahan suatu saat dan tak lama lagi. Hotel ini bisa dijadikan rekomendasi. Tampak menarik, tidak kelihatan murahan

  4. Wah baru tahu klo mba Don kecilnya di Aceh.
    Selama ke Aceh saya belum pernah menginap di hotel nih, selalu di hostel gitu modelnya.

    Semoga kalau ada kesempatan plesiran ke Aceh lagi, saya bisa coba hotel Kyriad Muraya ini.

  5. Aku kalau staycation di hotel biasanya asyik menikmati suasananya. Jadi lebih bisa bermalas-malasan ahhahahah

  6. Kalau sampai Aceh, aku rasanya ga mau ke mana-mana selain warkop. Seru pindah-pindah ngopi dari pagi sampai malam. Kopinya enak, camilan enak, makanan berat enak.
    Rindu Aceh.

  7. Bener cari hotel yang lokasinya strategis biar mudah jalannya

  8. Waktu ke aceh enggak sempat nginep di hotel, singkat pulak waktu kunjungan waktu itu, pingin ke aceh lagi, staycation sambil keliling wilayah aceh

  9. Seru ya nginep brg sahabat di hotel yg nyaman 🙂

  10. Mbak Donna, SMP-nya di Aceh? Pasti banyak banget kenangan tentang kota ini, ya 🙂

  11. Duuhh keliatan nyaman bgt hotelnya, untuk urusan akomodasi perhalanan Saya juga suka cari pilihannya by pegipegi, banyak diskon dan harganya cukup bersaing utk hotel

  12. duh pengen banget main ke Aceh dan lama masuk list. By the way keceh nih Hotel bolehlah jadi rekomendasi kalo main ke Aceh nginep sini

  13. Wah kapan ya bisa menjejakkan kaki ke Aceh
    Kalau lihat foto2 pantai Aceh, rasany bikin pengen nyebur deh. Apalagi kalau ditambah dengan nginep di hotel sekece ini, bakalan betaaaaah

  14. Sayangnya pas ke Aceh nggak sempat mampir ke hotel kece seperti ini. bakalan betah banget nih intuk nginap bersama keluarga ya mba.

    Oh ya mba Aduh aku pun suka sekali cari cari diskonan sehingga sapa tahu bisa dapat diskonan hingga 50 persen

  15. Aku belum pernah sampai ke Aceh, ada mimpi pengin keliling Indonesia, semoga kesampaian.
    Kebayang betapa Indonesia ini memang kaya budayanya

  16. Gak nyangka ya ternyata di Banda Aceh punya hotel mewah kaya gitu. Belum pernah juga ke Aceh sih hehe, semoga suatu hari bisa ke sana.

  17. Selalu suka sama ulasan dari Mba Donna deh, lengkap dan informatif. Buat aku yang belum pernah ke Aceh, tulisan ini bisa jadi referensiku ketika nanti kesana, hotelnya, aplikasi OTA yang dipakai, dll.

    Btw pasti happy banget ya mba reunian bisa melepas kangen dengan kawan-kawan lama.

  18. aihhhhh.. bagus banget hotelnya, noted lah kalau mau halan – halan ke Aceh jadi ada guidennya. mamaciww ya maak~

  19. Wah asik banget mbak Donna bersilaturahmi sama teman SMP. Ga kebayang 3 dekade ga bersua hehehe 🙂 Ke Aceh? Aku belum pernah hhmm… hotelnya tampak menyenangkan hati ya. Fasilitasnya bagus dan bikin betah para tamu yang menginap. Cocok kalo gitu mbak Donna sekamar dengan sahabat lama bisa sesruan cerita..kamarnya hangat gitu, keren!

  20. Aceh ini salah satu wishlist travel goal, pingin ke 0 Km-nya Indonesia dan makan mie Aceh asli di daerah asalnya. Tandai dulu, sudah dapat rekomendasi hotel dan tempat yang oke..

  21. Baru mulai beroperasi di tahun 2017? Berarti termasuk hotel baru ya mbak. Kelihatan dari foto-fotonya kalau hotel ini berkelas dan terbilang mewah. Duh jadi kepingin ke Negeri Serambi Mekah ini deeh.

  22. Huhuhuhuhu aku klo ke Banda blm pernah nginep di hotel. Jd pngn ngerasain hotel Banda. Satu yg paling kurindukan saat mendengar Banda adalah mie rajali dan ayam tangkap. Ya Lord jd kangen Jida

  23. Hehe msh awet ya mbak silaturahminya sama teman sebangku saat SMP? Jd keinget tmn sebangku SMPku jg msh berhubungan, soalnya sama2 pindah ke Jkt😁
    Wah hotelnya bagus, fasilitas lengkap ya, apalagi lokasi strategis. Bisa nih jd salah satu hotel buat referensi menginap andai suatu hari ada rejeki ke Aceh 😁

  24. alhamdulillah udah pernah nginep di sini.
    memang nyaman kamarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge