Thursday, October 19, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Kalimantan » Loksado Bamboo Rafting, Sensasi Mengarungi Sungai Amandit
PC120766

Loksado Bamboo Rafting, Sensasi Mengarungi Sungai Amandit

donnaimelda.com – Loksado Bamboo Rafting, Sensasi Mengarungi Sungai Amandit | Lanting Paring namanya. Berupa buluh-buluh bambu disusun berbaris yang diikat menjadi satu membentuk sebuah rakit. Berdiri di ujung depan, seorang lelaki memegang sebilah rotan panjang, siap membawa kami bertualang. Lalu rakit pun melaju, membawa kami menikmati sensasi adrenalin yang berpacu, di jeram-jeram Sungai Amandit.

Desa Loksado, demikian nama tempat yang terdengar hingga mancanegara dengan wisata Bamboo Rafting ini. Tempat yang menjadi salah satu tujuan utama kami berempat mengunjungi Kalimantan Selatan. Tak sulit untuk mencapai tempat ini. Hanya perlu satu jam perjalanan melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat untuk sampai di Desa Loksado dari Kandangan, Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Atau sekitar empat jam bila anda bertolak dari Bandar Udara Syamsudin Noor, Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

Dalam perjalanan kami berempat mengunjungi Kalimantan Selatan, saya, Indra Pradya, Evi Indrawanto dan Halim Santoso terjadwal untuk menginap semalam di Kandangan sebelum berangkat ke Loksado esok hari, 12 Desember 2014. Satu hari sebelum ke Loksado, kami sempatkan berkeliling ke beberapa tempat dan menikmati suasana Kandangan yang hangat dan bersahabat. Cerita menarik hasil keliling di Kandangan akan saya ulas di tulisan berikutnya. Ditunggu ya.

PC120770

Ditemani dua pemuda Duta Wisata Kalimantan Selatan, Wahyu dan Nadi, kami berangkat menuju Loksado. Oleh Indra yang memegang kemudi, kendaraan yang kami tumpangi berenam melaju tanpa hambatan di atas jalan beraspal yang sangat mulus. Sepanjang perjalanan yang berkelok-kelok, mendaki dan menurun tersebut, kami disuguhi pemandangan yang luar biasa. Aliran sungai dan airnya yang jernih terlihat dari kejauhan. Bukit-bukit bagai berbaris diantara puncak-puncak pegunungan. Lembah, hutan basah dan vegetasi diatasnya menjelma bagai hamparan permadani di kiri dan kanan jalan.

Sesampainya di Loksado, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi pemukiman Suku Dayak Loksado yang bermukim di kaki Perbukitan Meratus terlebih dahulu. Setelah makan siang, barulah kami mulai bergerak menuju tepian sungai untuk memulai petualangan kami menyusuri Sungai Amandit. Di sana sudah tersedia tiga buah rakit yang akan membawa kami berenam. Itu artinya tim akan terpecah menjadi tiga dan masing-masing rakit akan membawa dua orang dan satu juru kemudi.

Penduduk setempat menyebut rakit-rakit bambu ini dengan nama Lanting Paring, berupa buluh-buluh bambu yang disusun berbaris dan diikat menjadi satu membentuk sebuah rakit. Dahulu sering digunakan penduduk sebagai sarana transportasi sungai dan juga digunakan untuk membawa atau menjual hasil bumi ke tempat lain. Berdiri di ujung depan, seorang lelaki memegang sebilah rotan panjang yang bertindak sebagai juru kemudi untuk mengendalikan laju Lanting.

IMG_3215

Saya bersama Halim berada di atas rakit yang sama dan balanting/balabuh (berakit) di antara dua lanting (rakit) lainnya. Kami duduk di atas bambu-bambu yang dipotong pendek dan disusun di atas rakit menyerupai tempat duduk. Meski letaknya lebih tinggi, saya telah bersiap diri kebasahan diterpa air sungai saat Balanting Paring nanti. Dalam tas ransel, alat komunikasi dan kamera telah saya amankan dalam bungkusan yang kedap air. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan bila sewaktu-waktu air menerpa kami hingga batas pinggang atau dada saat bertemu jeram atau terhadap hujan yang bisa turun setiap saat.

Di awal perjalanan, saya memilih untuk duduk di belakang Halim, tentu saja itu disebabkan rasa khawatir saya bila bertemu dengan jeram yang curam dan berair deras. Namun ternyata ketakutan saya berlebihan. Curah hujan yang belum begitu tinggi membuat arus sungai tidak sederas yang saya bayangkan. Itulah sebabnya Dinas Pariwisata Kabupatan Hulu Sungai Selatan mengundurkan acara Loksado Bamboo Rafting Festival ke tanggal 27 dan 28 Desember 2014 agar debit air sungai cukup deras untuk Bamboo Rafting.

IMG_3429

Namun begitu, kami sangat menikmati sensasi aktivitas bamboo rafting ini. Di arus yang tenang, kami sibuk berfoto dan mengabadikan momen di setiap titik. Bahkan ikut mencoba bagaimana rasanya mengemudikan lanting yang panjang itu hanya dengan sepotong rotan panjang. Ah, ternyata tak mudah. Di arus yang tenang saja, rakit yang saya tumpangi malah mengarah ke tepian saat juru mudi memberikan kesempatan saya memegang tongkat kemudi. Saya jadi tersenyum sendiri mengingat hal itu, Maklumlah, motivasi utamanya bukan untuk belajar mengemudikan rakit namun untuk memenuhi hasrat narsis untuk diabadikan lewat kamera.

Di perjalanan kami juga menyempatkan waktu berhenti sejenak. Rakit di parkir di dataran yang terbentuk di tengah sungai dan kami pun menyeburkan diri ke sungai. Sementara bapak-bapak juru kemudi mengencangkan kembali ikatan-ikatan paring (bambu), kami sibuk bersuka ria dan berfoto sambil menikmati dinginnya air sungai. Saya, Mbak Evi dan Halim sih sebenarnya hanya menyeburkan diri sampai batas pinggang saja. Alasannya sih, karena perjalanan masih panjang, masih sekitar dua jam lagi. Takut masuk angin mengarungi sungai dengan pakaian basah masih melekat di tubuh.

PC120642

IMG_3425

Saat rakit bertemu dengan jeram dan arus sungai yang deras, kami berteriak-teriak kegirangan sambil merasakan gabungan sensasi suara debur air yang bergemuruh di telinga dan semburan air yang menerpa tubuh. Kekaguman pada juru kemudi terlihat pada momen ini. Terlihat bagaimana kepiawaian mereka mengendalikan rakit agar tak terbawa arus sungai. Mereka juga sangat ahli mengendalikan arah rakit agar tak terhempas dan menabrak batu-batu besar yang banyak sekali tersebar di sepanjang aliran sungai. Belum lagi mengendalikan rakit yang panjang ini saat menuruni jeram. Sungguh hal yang memacu adrenalin saya.

Cukup lama kami menikmati sensasi ini berganti-ganti. Sesekali menikmati arus tenang, lalu berganti arus deras dan bertemu jeram. Sesekali berada di perairan dangkal dan bening hingga dasar sungainya yang cantik terlihat, namun sesekali kami berada di perairan dalam yang dasarnya gelap dan menghadirkan perasaan mencekam. Di suatu titik kami menikmati alam yang terbuka dengan pohon dan ladang yang menghijau di kiri kanannya, namun di lain titik kami berada dalam rimbunan pepohonan yang gelap dan sunyi hingga hanya suara-suara makhluk hutan yang terdengar. Terkadang kami bertemu penduduk setempat yang sedang beraktivitas di pinggiran sungai, namun tak jarang kami hanya tak melihat aktvitas apapun. Sensasional…

IMG_3272

PC120766

Namun ternyata, Tuhan penguasa alam tak hanya memberi itu saja. Kami diberi bonus berupa hujan yang turun dengan pertanda yang tak sempat kami baca. Sambil terlanjur terkena curahan hujan dari langit, saya bergegas mengeluarkan jas hujan yang memang telah saya persiapkan. Saya juga harus memastikan kamera dan alat komunikasi saya aman, lalu segera mengenakan ponco anti air untuk melindungi tubuh. Halim yang duduk di depan saya pasrah berhujan-hujanan sambil terus asik memotret dengan kamera anti air miliknya. Niat tidak mandi di sungai agar tak kebasahan, gagal total terguyur hujan. Seru.

Inilah pengalaman puncak saya balanting paring di Sungai Amandit. Merasakan melaju di atas air dalam keadaan basah, dingin, dan hujan yang menghunjam tubuh bagai totokan air bertubi-tubi. Sensasi yang luar biasa. Untung saja hujan turun menjelang kami tiba di Desa Niih, tempat bamboo rafting ini berakhir. Kalau tidak pasti kami akan mersaakan sensasi yang lebih dahsyat lagi sepanjang perjalanan mengarungi sungai selama tiga jam. Skenario Tuhan memang selalu yang terbaik.

Dan kami pun tertawa-tawa kegirangan saat berkumpul lagi di titik akhir. Bagai enggan mengakhiri petualangan, kami masih saja terus bercanda di atas rakit sambil mengabadikan momen tersebut sebelum benar-benar naik ke daratan.

IMG_3582

Saat saya menulis cerita perjalanan ini, saya masih bisa merasakan sensasinya hadir. Ingin rasanya mengulang kembali balanting paring di Loksado. Buat teman-teman yang ingin merasakan sensasi seperti kami, anda harus datang ke Loksado. Tapi kerennya, kalau teman-teman datang pada tanggal 27-28 Desember 2014 ini, tidak hanya balanting paring yang akan dapatkan, ada banyak peristiwa budaya di sana karena bertepatan dengan kegiatan tahunan Loksado Bamboo Rafting Festival 2014, yaitu sebuah kegiatan pariwisata yang mengangkat kearifan budaya lokal Dayak Loksado yang menghuni Perbukitan Meratus di hulu banyu Sungai Amandit, Kandangan, Kalimantan Selatan.

Dari sumber resmi Dinas Pariwisata Hulu Sungai Selatan, kegiatan ini diadakan selama 2 hari yakni 27 dan 28 Des 2014. Pusat kegiatan terfokus di Desa Loksado yg merupakan desa wisata yang masuk dalam KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Acara tahun ini bukan hanya menyajikan bamboo rafting (balabuh lanting) tapi juga lebih mengangkat kebudayaan asli masyarakat Loksado yang merupakan trah Dayak Meratus.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, buruan deh, silakan kontak di nomer telepon ini: 082250507575/081349496147

PC120772

Yuuuk, ke Loksado…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

28 comments

  1. Pas ketemu bambu yang melintang itu seru ya..Pakai acara nunduk-nunduk hehehe…
    Evi recently posted…Wisata Loksado nan EksotisMy Profile

  2. waduh mba, kalo saya agak takut kecebur kalo arusnya deras…ga bisa berenang 😛

  3. Seru banget Mak *mupeng*

    Ajak-ajak dong mak hihihi…
    Indri Noor recently posted…[Review] cipika.co.id : Belanja Oleh-oleh dengan ‘Klik-klik’My Profile

  4. Uhhh gigitannya sadis mbak keren” cerita travelnya…
    angki recently posted…Hati Ibu Seluas Samudera “Kado Istimewa Untuk Bunda ” Terima kasih Bunda ^-^My Profile

  5. Aduh ini postingan semua liburan 🙁
    Mahadewi Sugiastuti Shaleh CH recently posted…Right is Not WrongMy Profile

  6. seruuuu! saya pengen ke sana deh jadinya, mba. waduuuw pengen pengen pengennnnn!
    ulu recently posted…Tukang Ikan, Let’s Do This!My Profile

  7. Mau ke Loksadoooo ….
    dey recently posted…Yuk Bahagia, Gratis lho … !My Profile

  8. Ikut merasakan lonjakan adrenalinnya……eksotiknya Loksado…
    Apresiasi kepada Mbak Donna dan Uni Evi, duo emak keren berbagi bamboo rafting
    prih recently posted…Sayuran Daun FenomenalMy Profile

  9. Nah kan untung sempat pindah ke posisi depan, jadi bisa pelototin punggung pak joki lebih leluasa hehehe
    Halim recently posted…Bamboo Rafting in LoksadoMy Profile

  10. keren banget foto-fotonya Kak!
    irai recently posted…Si Kasur Butut Masih Menemani Kami (Serial Kasur Butut #5)My Profile

  11. Lokasi petualangan yang seru sungai amandit
    Indra Kusuma Sejati recently posted…Wisata Kerajinan Tenun Tradisional, Janti, KlatenMy Profile

  12. waaah kereen kereen fotonya, baca ceritanya berasa ikutan seru dan tegangnya bamboo rafting hhi
    Ranii recently posted…Suguhan Seni Budaya Sunda Di Kasepuhan Sinar ResmiMy Profile

  13. Wah seru banget nih! Pastinya celana basah ya kl naik ini haha! Kayaknya seru kl divideoin pas ada arus deras dan jeramnya nih 😉
    Timothy W Pawiro recently posted…Menjajal masakan dan kopi lokal di Kedai Locale Kelapa GadingMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge