Wednesday, October 18, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » Menyalakan Mimpi ke India lewat Kerala Blog Express 2
KERALA
KERALA

Menyalakan Mimpi ke India lewat Kerala Blog Express 2

Tulisan Menyalakan mimpi ke India lewat Kerala Blog Express 2 ini mungkin tak akan pernah ditulis andai saya tidak memiliki orang-orang hebat disekeliling saya, orang-orang yang tulus dan mau direpotkan untuk memberikan suaranya buat saya. Itu yang terpikir saat saya mulai menulis malam ini, Senin 17 Februari 2015. Perjalanan panjang selama 17 hari ke Kerala, India Bagian Selatan bersama 25 travel blogger, penulis dan fotografer hasil kompetisi dunia yang diselenggarakan oleh Department of Tourism, Government of Kerala melalui program Kerala Blog Express 2 mungkin tak akan pernah menjadi bagian sejarah hidup saya andai saja saya tidak memiliki mereka.

India bukanlah negara impian saya sebenarnya, setidaknya hingga menjelang akhir tahun 2014, negara yang terkenal dengan Taj Mahal tersebut belum masuk dalam daftar negara yang ingin saya ingin kunjungi. Pikiran saya masih terpusat untuk sebanyak mungkin mendatangi anak-anak Indonesia di pelosok negeri bersama Kelas Inspirasi dan Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau, serta rencana besar untuk melakukan perjalanan panjang ke Timur Indonesia di kuartal ke empat tahun 2015.

Bermula dari status beberapa teman yang meminta dukungan dalam bentuk vote sebagai partisipan di Kerala Blog Express 2. Kata-kata “Mewakili Indonesia” yang ditulis menelusup tajam ke dalam relung dan memenuhi sebagian benak saya. Entah kenapa, saya sensitif sekali dengan semua yang berhubungan dengan kata Indonesia. Ada rasa yang tak bisa saya definisikan bila saya melakukan sesuatu atas nama negeri ini, meski itu hanya sekedar menulis tagar #Indonesia dalam setiap foto perjalanan yang saya sebarkan melalui sosial media.

Saya tahu diri, saya bukan orang hebat, bukan pula kalangan public figure apalagi kaum selebritis. Jangankan yang di dunia nyata, di dunia maya saja saya bukan siapa-siapa. Jadi ketika ada peluang untuk mewakili Indonesia dengan modal yang saya punya, bukan uang dan bukan pula nama besar tapi bermodal kebiasaan saya berbagi informasi dan cerita melalui website pribadi dan beberapa akun sosial media yang saya miliki, saya pun ringan hati mendaftarkan diri. Itu pun saat dinyatakan diterima seminggu kemudian, saya masih malu meminta vote dari teman-teman, apalagi sampai mencantumkan kata-kata “Mewakili Indonesia”. Saya memulai meminta vote hanya dari orang-orang di lingkaran terdalam saja.

Namun ternyata rencana di atas menjadi lebih berwarna ketika partisipasi saya di Kerala Blog Express yang tahun 2015 ini diselenggarakan untuk kedua kalinya mulai menunjukkan hasil. Satu persatu vote bertambah, saya mulai menikmati dinamikanya. Menyenangkan melihat perubahan angka vote itu waktu demi waktu. Dan lebih gembira lagi kalau ternyata, di balik nama setiap partisipan, tak lepas dari nama negaranya sebagai asal peserta. Ada kesenangan tersendiri saat meng-klik kata Indonesia dan ada foto saya di dalamnya. Saya makin bersemangat untuk lolos sebagai salah satu dari 25 partisipan yang akan di pilih kelak.

Mulai saat itu, saya pun punya pekerjaan baru di setiap waktu luang saya, mengetuk satu persatu pintu teman-teman di dunia maya yang terdaftar dalam friendlist. Meminta perkenan mereka untuk memberikan suaranya untuk saya. Ada pembelajaran yang luar biasa dalam proses ini –belajar untuk meminta– hal yang sungguh tak mudah bagi saya. Ada perasaan sungkan akan merepotkan orang, ada perasaan gengsi, bahkan merasa kok gue jadi repot banget ya dengan urusan ini. Namun seorang sahabat baik saya mengatakan bahwa, terkadang kita harus melakukan sesuatu yang tak mudah bagi kita, untuk memperoleh sesuatu yang nilainya yang jauh lebih besar dari reward yang akan kita dapatkan dari sebuah kompetisi. Mungkin bukan hanya buat kita, tapi buat orang-orang di sekitar kita.

Hasilnya lumayan, pertama masuk kompetisi saya berada di urutan 643, kemudian saya bisa menduduki peringkat lima besar hingga menjelang akhir periode pertama dengan perolehan suara sekitar 600 suara. Namun ketika periode voting diperpanjang hingga sepuluh hari ke depan, yang harusnya berakhir pada tanggal 31 Januari 2014, saya sudah tak mungkin membagi waktu saya segesit sebelumnya. Apalagi dalam episode tersebut, diselingi juga dengan perjalanan di luar Jakarta dimana waktu dan sinyal lebih banyak tak bersahabat untuk mengumpulkan vote dan pekerjaan di kampus yang harus saya tunaikan pun menuntut untuk diselesaikan. Saya hanya bisa memperhatikan dengan pasrah, peringkat saya turun hampir setiap hari hingga berada di 15 besar di akhir periode 10 Januari 2015.

Saya tahu bahwa, berada di 25 besar perolehan vote, bukan berarti otomatis lolos sebagai partisipan. Ada seleksi lain oleh para juri di belakang sana dengan berbagai kriteria yang saya tak tahu pasti. Bisa jadi kualitas blog, kualitas tulisan, banyaknya followers di sosial media atau totalitas dalam memenuhi apa yang pihak penyelenggara inginkan, seperti membuat tulisan dan video singkat tentang Kerala dan kompetisi ini. Saya tak berambisi besar, karena saya yakin rezeki tak akan tertukar, setiap perjalanan punya takdirnya masing-masing. Tugas saya hanyalah berusaha, lalu menyerahkan hasilnya pada Sang Pemilik.

Berhari-hari setelah penutupan, saya hanya bisa melihat tulisan besar “winners will be announced soon” di laman resmi Kerala Blog Express, membuat saya bertanya-tanya, apakah saya salah satu pemenangnya. Dua minggu tak ada kabar, dan tampilan website pun masih kekeuh dengan tulisan yang sama, membuat saya mengambil kesimpulan sendiri, bahwa saya tidak lolos seleksi. Padahal ternyata itu kesimpulan yang terlalu dini karena proses seleksi ternyata masih berlangsung di pihak penyelenggara.

Ada nada kesedihan saat-saat awal. Namun kesedihan saya pun tak lama, sehari dua hari saja, sisanya saya sudah tak terganggu lagi dengan pikiran tentang kompetisi itu. Anggap saja lottere kata salah seorang teman perjalanan saya. Jangan sedih, nanti kita jalan-jalan bertiga ya, kata sahabat baik saya. Saya benar-benar terhibur.

Ternyata jalan ceritanya tak berakhir sampai di situ. Bagai sebuah kado ulang tahun, pada tanggal 19 Januari 2014 –satu hari setelah ulangtahun– saya menerima email pemberitahuan dari penyelenggara bahwa saya dinyatakan memiliki peluang mengikuti tahap selanjutnya untuk menjadi satu diantara partisipan dalam Kerala Blog Express 2. Pemenang resmi tetap belum diumumkan karena seleksi berikutnya masih ada empat langkah berkaitan dengan dokumen yang harus disiapkan. Setelah melengkapi empat tahapan tersebut barulah dinyatakan lolos secara resmi.

Pikiran saya mulai diwarnai kekhawatiran. Tujuh belas hari bukan perjalanan singkat, sendirian dari Indonesia juga bukan hal yang menyenangkan. Saya belum pernah melakukan solo trip ke luar negeri, apalagi negara yang belum pernah saya kunjungi. Passport yang sudah hampir habis masa berlakunya, saldo rekening yang minim untuk membuktikan bahwa saya layak mendapat visa dari Kedutaan India, perjalanan yang memakan waktu belasan jam, kemampuan berbahasa Inggris yang pas-pasan dan berbagai hal lain memenuhi ruang kekhawatiran saya.

Namun lagi-lagi, sahabat selalu menguatkan. Mereka yang menyemangat saya untuk melanjutkan prosesnya dan bersedia direpotkan dengan urusan saya, dari membalas email, mencarikan informasi, memberi saran hingga mendengarkan segala curhatan tak penting. Makasih ya…

Satu per satu deadline pengurusan dokumen terpenuhi. Segala hal yang gedumbrangan selama pengurusan satu persatu terlewati. Bolak-balik imigrasi, salah pakai warna kerudung saat bikin passport, subuh-subuh ber-commuterline, ngakalin jumlah rekening bank, harap-harap cemas di depan petugas embassy gara-gara gak bawa flight booking, hingga ribetnya milih rute penerbangan yang sesuai dengan “selera” saya. Semua tahapan itu saya jalani dengan sikap mental, “just do it, Na…face you fear”. Do the best, and let’s God do the rest. Bismillah…

Makasih ya semuaaaa….. 647 voters, Mbak Dina dan Mas Gio serta garda terdepan saya, Adofani Family, Netty, Tie, Nyokap, Bokap, dan Tim Horee tercintah. Lope deh sama kalian…. muaaachhh.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

26 comments

  1. Kemenangan itu adalah hak mereka yang berusaha. Dan aku tahu banget gimana usaha Mbak Donna agar terpilih mewakili Indonesia. Sesuatu yang tidak akan dapat aku lakukan, mengetuk satu persatu pintu jaringan. Saya terlalu rendah diri untuk sanggup menelan ego sendiri. Selamat ya Mbak Don, success is your right 🙂
    Evi recently posted…Sepatu Sport Untuk TravelingMy Profile

  2. alhamdulillah… selamat teh Donna… layak menang memang… 🙂

  3. Mb Donna kereeeennn…. semangat ber-Kerala ya mba, ditunggu oleh2 ceritanya plus kartu pos dari kerala hahaha… *ujung2nya malak 😀

  4. Congrats, mbak Donna! Turut senang!

    Biar gak nervous, coba baca postingan blog terbaru saya, it’s about KBE trip last year 😉
    Badai recently posted…14 Hal Seru Jalan-Jalan Bareng Traveler DuniaMy Profile

  5. Wow, vote saya berguna. Selamat ya mbak….

  6. Tante Donna, aaah selamat yaaah.
    aku ikut bahagia 🙂
    Sampaikan salam buat semua blogger yang berpartisipasi disana nanti yahhh.
    Semangat dan Selamat sekali lagi sudah membawa nama Indonesia dikalangan internasional .

    mmuacchh.

  7. Selamat Mak. Daku salah satu diantara 647 voter itu. Bangga dan senang akhirnya yang kita unggulkan benar-benar berhasil sebagai pemenang.

  8. aih keren banget mak donna…sukses terus ya

  9. selamat bu…
    enci harmoni recently posted…KidalMy Profile

  10. Selamat, Mak. Dirimu pantas mewakili kami-kami dan juga Indonesia 🙂

  11. Selamaaat ya mbak Donna…
    ini sudah rezekimu ^^
    Melly Feyadin recently posted…Bogor Dengan Potensi Desa WisataMy Profile

  12. Keren, selamat mbak Donna, semoga lancar tripnya dan pulang membawa banyak cerita seru 🙂
    Adie Riyanto recently posted…Babak Baru BaluranMy Profile

  13. memang harus pakai warna kerudung apa mbak don? good luck ya semoga lancar semua
    Lidya recently posted…Bermain Gasing BersamaMy Profile

  14. finally…perjuangannya berbuah manis. Selamat mbaakk
    Nunung Yuni A recently posted…Lomba Blog Pegi-Pegi : Mempromosikan Blitar Sebagai Kota WisataMy Profile

  15. Alhamdulillah, selamat ya Maaaak! :))) Ditunggu oleh2 foto2nya di sini. Juga kuisnya di grup WA yah 😀

  16. alhamdulillah..selamat ya mak.. selamat jalan2 juga..ditunggu ceritanya yaa 🙂

  17. What a moment! Congratulation mbak 🙂

  18. Selamat ya mba Donna.
    Saya yakin kesuksesan itu buat mereka yang berusaha maksimal dan hasilnya diserahkan sama Allah Swt dengan permohonan doa. Ditunggu ceritanya. Selamat.

  19. Subhanallah, senengnya 🙂

    Selamat ya, Mbak.
    Saya sempat tahu lomba ini, jelang dua hari sebelum ditutup2, hihihi.

    Akhirnya saya putuskan mundur teratur.

    Mudahan tahun depan saya bisa ikutan, colek saya ya, Mbak 😀

  20. Semoga impian saya pun bisa terwujud, sangat menginspirasi saya Mba 🙂
    Salman Faris recently posted…Grand New Menu IPPUDO Pacific Place JakartaMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge