Tuesday, October 24, 2017
Home » Review and Event » [Review] Morrissey Hotel Residence via Lensa Smart Phone Video Class
IMG20161203121800

[Review] Morrissey Hotel Residence via Lensa Smart Phone Video Class

Mengisi akhir pekan dengan belajar itu nggak pernah membosankan, bahkan untuk hal yang sudah pernah kita pelajari sebelumnya. Ini bukan yang pertama kali saya mengikuti workshop pembuatan short travel video dengan menggunakan smart phone. Meski sudah berhasi membuat beberapa video setelah workshop tersebut, namun tetap saja merasa ada yang kurang karena waktu itu masih menggunakan smartphone yang masih belum mumpuni untuk membuat video.

Sebenarnya materi workshop ini tak jauh dengan workshop yang saya ikuti dulu dan tulisan mengenai workshop ini sudah saya tulis dan bisa dibaca di sini. Namun tentu saja sebagamana sebuah proses belajar, selalu ada hal yang baru yang bisa kita pelajari meski mengusung tema yang sama. Tempat dan atmosfer belajar yang beda serta teman-teman workshop yang berbeda pula memberikan suasana baru dan ide-ide segar yang menarik. Apalagi selama workshop yang tidak berbiaya ini peserta disuguhi berbagai hidangan yang enak-enak. Hmmm… yummi!

Nah, jelas dong saya semangat sekali ketika ada kesempatan mendaftar lagi workshop dengan guru yang sama –Teguh Sudarisman– untuk belajar kembali cara membuat short travel video dengan smart phone.  Bedanya, kalau waktu itu dilakukan di Perkampungan Betawi Setu Babakan yang sarat nuansa tradisional, nah kali ini acaranya dilaksanakan di sebuah hotel dengan ambience modern, vintage yang keren dan setiap sudutnya instagramable banget. Makin semangat dong saya ikutan meski harus berangkat pagi-pagi dari Cimanggis.

Sebagaimana namanya yaitu Morrissey Hotel Residence, kamar-kamar di sini dibuat lebih seperti sebuah hunian atau residence dibanding sebuah kamar hotel. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas setrika dan meja setrika serta dapur mungil lengkap dengan peralatan masak dan makan, seperti kompor, microwave, ketel elektrik, toaster hingga piring, gelas dan pisau. Praktis khan, tamu tak perlu repot keluar kamar untuk makan atau menikmati hidangan dan bisa menyiapkan sendiri layaknya di rumah.

Ruangan dan fasilitas didesain sedemikian rupa agar tamu yang menginap betah dan terakomodir kebutuhannya, baik dalam perjalanan wisata maupun perjalanan bisnisnya. Bila ingin olahraga, tamu tinggal melangkah ke swimming pool di area rooftop atau nge-gym di fitness corner. Koneksi internet nirkabel alias wifi tersedia di banyak tempat di hotel ini, bahkan untuk menjamin pakaian bersih tamunya, hotel menyediakan ruang laundry yang sangat nyaman dan buka 24 jam sehingga tamu kapan saja bisa mencuci pakaiannya dengan mesin cuci modern tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Seru khan!

Namun untuk menikmati hidangan dan suasana agar tak bosan di dalam kamar, Morrissey Hotel juga menyediakan dua restoran yang juga bisa dinikmati bagi tamu yang tidak menginap yaitu Ocha & Bella Restaurant & Bar serta HOME Grilled Cheese and Cup Noodles. Walaupun namanya cup noodles namun ternyata makanan yang disajikan lezat dan sehat, cocok dengan saya yang diet kolesterol dan memilih makanan yang lebih kaya serat dan vitamin dan rendah lemak. Sedangkan di Ocha & Bella, konsep ruang ditata dengan sistem dapur terbuka, kita bisa lihat saat makanan disiapkan sambil menikmati atraksi langsung pembuatan pizza bakar.

Dalam acara  workshop tersebut, kami juga berkesempatan untuk  melihat-lihat lebih jauh fasilitas hotel, bukan hanya di area publik namun juga hingga ke dalam kamar. Ada dua kamar yang kami kunjungi hari itu yaitu The Loft dan Studio Luxe. Fasilitas kedua kamar relatif sama seperti televisi layar data 32 inch dengan saluran kabel internasional, CD/DVD player, koneksi internet  dan perbedaan lebih terlihat pada penataan ruang dan atau layout ruangan.

Studio Luxe

Ruangan bergaya studio ini memiliki luas 36 meter persegi dengan jendela kaca berukuran lebar di salah satu dinding, lengkap dengan mini pantry, steam iron, televisi, ruang duduk, serta meja kerja cantik dan tentu saja tempat tidur dan toilet. Warna ruang didominasi warna putih dengan dinding bata ekspos tanpa plester berwana putih. Terasa cantik dan elegan, pas dengan meja kerja cantik yang menempel di dinding serta sofa yang diberi warna yang lebih cerah dan lantai kayu berwarna coklat untuk mengimbangi warna putih polosnya. Berada di situ membuat saya tiba-tiba merasakan aura perempuan modern, smart dan elegan, aiihhh…

The Loft

Berbeda dengan tipe Studio and Studio Luxe yang seluruh area baik tempat tidur maupun ruang makan dan living room ada dalam satu ruang dan terasa lebih bebas dan terbuka , tata ruang di The Loft justru memberikan suasana yang lebih pribadi. Ruangan dengan total luas 48 meter persegi dan memiliki tinggi 7 meter ini terdiri dari dua bagian terpisah yaitu bagian atas dan bagian bawah. Toilet ada di kedua area bagian atas dan bawah, sedangkan tempat tidur berukuran queen berada di mezzanin bagian atas. Ruangan bagian bawah diperuntukkan sebagai area makan, ruang duduk serta pantry. Nah, tak masalah bila tamu yang menginap ingin menikmati suasana privat saat beristirahat di kamar atas atau kebersamaan di saat-saat bersantai dengan teman atau sahabat di bagian bawah.

Meski ruangan didesain dengan gaya arsitektur jaman kolonial Belanda namun sentuhan modern tetap terasa di sini. Jendela lebar di salah satu bagian ruang tak ubah bagai dinding kaca setinggi 7 meter. Langit-langit kamar dibiarkan hanya berlapis plester semen sedangkan dinding dibuat dengan menggunakan batu bata ekspos tanpa plester berlapis cat berwarna putih dengan furnitur  seperti meja makan, karpet dan lantai yang bernuansa warna coklat. Unik bukan, terasa alami dan bikin betah mata serta badan.

Nah… jadi pengen khan staycation di sini. Lokasinya strategis, konsep huniannya unik, banyak spot kece untuk foto-foto cantik, makanannya enak, dan tentu saja kamar yang nyaman dan bikin betah. Semoga bisa terwujud dalam waktu dekat ya, pelesiran di Jakarta jadi asik kalau menginap di Morrissey Hotel Residence.

Ayo, kita pelesiran!

MORRISSEY

Jl. KH. Wahid Hasyim 70 | 021-2993 3333 | Jakarta 10340

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

The Passport @donnaimelda

The Passport – Tempat Hangout Favorit di Gading Serpong

Bukan sekali ini saya mampir ke The Passport, tempat hangout favorit saya di Gading Serpong. ...

10 comments

  1. Pasti mahal ya harga sewanya mbak dengan fasilitas dan interior yang ada.

  2. Deuh, ikut workshop 2 kali, nagih yaaaa!? Mudah-mudahan skill ngesyut & editnya juga 2x lebih pinter dari yang lain. ??

  3. Hotelnya instagram-able…ajak2 donk Bunda kalo ada workshop lagi, sekalian staycationnya..hehehe (ngarep.com)

  4. Ada dapurnya cocok tengah malam kek gini masak miedog. Ga harus ke tukang nasi goreng. Hihihi…

  5. Sering lewat sini, tampilan luarnya aja udah mewah. Ternyata bener, di dalam roomnya lengkap banget fasilitasnya. Jadi mupeng kepengen staycation disini deh :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge