Saturday, December 16, 2017
Home » Review and Event » The Passport – Tempat Hangout Favorit di Gading Serpong
The Passport @donnaimelda

The Passport – Tempat Hangout Favorit di Gading Serpong

Bukan sekali ini saya mampir ke The Passport, tempat hangout favorit saya di Gading Serpong. Kafe satu ini memang lebih dari sekedar tempat makan dan minum buat saya, namun juga tempat yang asik buat ngobrol seru dengan teman-teman, tempat bersantai yang nyaman bersama keluarga dan tempat yang tenang untuk menikmati me time.

The Passport @donnaimelda

Perkembangan peradaban manusia modern saat ini membuat urusan makan di luar bukan hanya sekedar untuk menuntaskan rasa lapar tapi juga merupakan sebuah cara untuk menikmati waktu yang berkualitas. Waktu makan kini bisa dijadikan satu dengan kegiatan lain di luar urusan perut seperti arisan, ngumpul atau sekedar ngobrol bareng. Berlama-lama berbincang atau mengerjakan sesuatu bersama sahabat atau keluarga di sebuah kafe menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu.

Tak heran bila melihat fenomena tersebut, maka pemilihan tempat hangout pun menjadi sesuatu yang penting. Beberapa kriteria tempat hangout yang asik pun tak lagi hanya soal makanan yang enak dan murah, karena kebutuhannya tak lagi seputar perut namun juga kebutuhan akan ruang yang nyaman bahkan untuk mengerjakan hal-hal yang bisa kita kerjakan di luar kantor secara mobile termasuk pertemuan bisnis dengan klien.

Banyak kriteria yang mungkin bisa dijadikan alasan untuk menentukan suatu tempat itu menarik atau tidak sebagai tempat hangout. Namun bagi saya setidaknya kafe tersebut haruslah berada di lokasi yang strategis sehingga mudah diakses. Males khan kalau mencari lokasinya saja sudah susah atau tempatnya nyempil di pojokan jalan. Selain itu tempatnya harus adem dan nyaman alias ada bangku empuknya, maklumlah badan saya yang langsing ini tulangnya butuh sandaran yang empuk.

Hal lain yang saya suka dari sebuah tempat hangout adalah suasananya. Saya butuh tempat yang tenang, karena pekerjaan saya yang bisa saya kerjakan di luar rumah atau kantor biasanya tak jauh dari seputar diskusi dengan klien atau menulis konten blog dan atau travel website yang saya kelola, tempat yang tenang pasti dibutuhkan agar tidak mengganggu kosentrasi saya. Nah yang tak kalah penting adalah, makanannya harus enak dan harganya harus terjangkau. Gak lucu khan duduk berjam-jam cuma minum es teh manis doang demi irit atau makanannya gak enak.

Dari pengalaman saya beberapa kali menyambangi The Passport, rasanya tak berlebihan bila saya mengatakan bahwa The Passport adalah tempat yang asik untuk hangout.  Kafe yang baru launching bulan Februari 2017 yang lalu ini berada di lokasi yang strategis. Tak sulit menemukan tempatnya, arahkan saja kendaraan anda ke lokasi The Passport di Ruko Beryl Jalan Pakulonan Barat No. 36 di kawasan Gading Serpong, maka anda akan menemukan tempat dengan jargon “Your Favorit Hangout Destination

Begitu sampai anda akan disambut dengan ruang dalam yang didominasi warna coklat terakota dengan dinding yang sebagian hanya di lapis oleh semen aci dan mozaik batu-bata sehingga terkesan natural. Lantai satu kafe ini didesain mirip sebuah bar dengan meja dan kursi tinggi menghadap meja kerja chef yang menyiapkan hidangan buat pengnjung kafe. Dari tempat duduknya, pengunjung bisa menyaksikan langsung bagaimana makanan dan minuman yang mereka pesan diracik. Ternyata menarik ya menyaksikan bagaimana keahlian para chef The Passport beraksi dengan cekatan menyiapkan pesanan.

Wow, ternyata ada cara-cara tertentu yang membuat racikan makanan dan minuman ini enak namun penampilannya tetap menarik. Saya jadi tahu bagaimana cara kerja mesin yang menghasilkan kopi espresso itu dan cara membuat pola unik di atas permukaannya. Atau bagaimana menyajikan makanan di atas pinggan dan membuatnya terlihat menggugah selera. Kuliner ternyata bukan sekedar makan enak dan kenyang namun juga memiliki sebuah seni penyajian tersendiri bagi penikmatnya.

Berbeda dengan di lantai bawah, lantai dua The Passport seluruhnya digunakan untuk tempat makan. Kapasitasnya cukup besar bisa memuat hingga 30-40 tamu. Di sisi kiri tangga terdapat ruangan yang lebih privat berkapasitas sekitar 8-13 orang yang didesain sangat homey dengan warna putih lebih mendominasi. Sedangkan di sisi kanan tangga naik terdapat ruang yang lebih besar berkapasitas hingga 20-25 orang yang kental dengan nuansa hitam, putih dan warna-warna kayu.

Lantai dua kafe ini adalah ruang favorit saya. Di sisi kanan ruangan di lantai dua terdapat sofa panjang yang menjadi tempat duduk favorit saya untuk ngobrol dengan teman-teman atau keluarga. Sedangkan sisi lainnya yang terdiri dari satu set meja kursi kayu adalah tempat yang asik untuk saya menulis. So, tak masalah apakah kita akan memilih duduk di lantai bawah atau di lantai atas, tinggal memilih sesuai seinginan kita.

Lokasi The Passport cukup tenang, pendingin udara yang disediakan membuat ruangan terasa nyaman dan sejuk. Saya ingat sekali, saking nyamannya saya dan teman-teman sampai malam betah gak pulang-pulang ngobrol meski urusan makan sudah kelar sejak beberapa jam lalu. Di lain waktu saya betah nulis berjam-jam ditemani rinai sisa gerimis sore itu hingga lahir satu tulisan karenanya. Kalau lapar dan haus, tinggal pesan makanan dan minuman deh.

Pelesiran lewat makanan, itu mungkin istilah yang tepat saat menikmati menu-menu makanan yang ada di The Passport. Menu makanan yang disediakan memang terinspirasi dari perjalanan owner-nya yang hobi traveling ini pelesiran baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa menu memang terdengar asing buat saya, namun saya bisa menanyakan pada pelayan mengenai menu tersebut sehingga tak segan menyicipinya. Tapi bagi yang ingin tetap menikmati selera lokal, jangan khawatir, menu lokal tetap tersedia mendampingi menu-menu yang berasal dari luar Indonesia. Asik khan.

Untuk menu yang lebih berat dan serius juga banyak pilihannya. Saya memesan beberapa menu baru di sana, namun dasar perut orang Indonesia ya, biarpun sudah diisi dengan Mixed Garden Salad dan Ramp Wagyu Steak, tetap saja beberapa jam kemudian saya memesan menu Kampong Fried Rice yang enak dan porsinya pas banget. Oh ya, saya menemukan menu favorit saya  di sini yaitu Lamb Chop Au Gratin yang aroma dan rasanya selalu menggugah selera. Inget banget pengalaman saat mengambil fotonya, saya harus menelan ludah menahan diri karena lidah yang sudah tak sabar menagih.

Untuk minuman saya memang lebih memilih yang ringan seperti Mojito, Juice atau Lychee Ice Tea favorit saya. Di lain kesempatan, saat hujan menemani saya di The Passport, saya memilih secangkir Mint Tea Panas atau Ginger Tea sebagai teman camilan menikmati Fried Cassava Chesse dan Sweet Potatoes Fries. Bisa juga memilih makanan yang ringan lainnya seperti Nachos, atau roti bakar dengan berbagai variasi seperti chesse, nutella, coklat, atau selai. Harganya juga bervariasi dari 15 ribu hingga 20 ribu rupiah tergantung jenis menu minuman dan makanan yang kita pesan. Untuk variasi minuman coffe, chocolate, and milk shake, harganya berkisar hingga 25 ribu atau 30 ribu rupiah.

Yang seru, saat mampir ke sini ramai-ramai bersama teman-teman, kami saling mencicip makanan yang kami pesan satu sama lain. Jadilah kami memiliki banyak ingatan rasa tentang menu-menu di The Passport. Sejauh ini saya tak menemukan yang tak enak, semua enak dan menggugah selera, yang gak tahan tuh cuma urusan perut yang gak kuat menampung kalau semua mau dimakan. Itulah mengapa setiap kali datang lagi saya memesan menu yang lain lagi. Coba yang lain lagi, mencicipi yang lain lagi.

Nah, penasaran dengan tempat ini? Kalian harus buktikan sendiri.

Yuk, pelesiran ke The Passport, Your Favorit Hangout Destination!

thepassport3

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515174902

Aliya Hotel Klang – Hotel Nyaman di Jantung Bandar Diraja

Senja itu kubah Masjid Diraja Klang Utara terlihat indah dari kejauhan. Syahdu disinari cahaya lampu ...

3 comments

  1. Pernah baca tentang cafe ini di blog mbak evi. Kayanya seru ngopi2 disini berada kelilig dunia

  2. Pilihan menunya gak kayak kafe, tapi ke resto. Beragam bnget

  3. waw, pengusaha tempat makan sekarang benar2 mesti bikin tempat yg comfy buat pengunjung dan pastinya instagramable ya mbak… Tentunya jg makanan dan minuman jg mesti berkesan supaya kita2 pasti balik lagi balik lagi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge