Wednesday, October 18, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Jakarta » Pelabuhan Sunda Kelapa Dari Masa ke Masa
izzy_0054

Pelabuhan Sunda Kelapa Dari Masa ke Masa

Sesuai dengan rencana kami terdahulu, pasca launching Jakarta Corners kami akan mengadakan perjalanan satu hari ke beberapa tempat di Jakarta dan Tengerang. Perjalanan ini disiapkan sebagai hadiah tambahan bagi para pemenang live tweet saat Launching Jakarta Corners di Grand Zuri kemarin dan juga bagi para pemenang lomba penulisan blog yang bertema Feels Like Home dari Grand Zuri BSD Hotel. Perjalanan tersebut kami lakukan pada hari Sabtu, tanggal 14 November 2015 kemarin dengan beberapa destinasi yang berada di wilayah Jakarta dan Tangerang.

Pagi masih dini hari itu, saat tim Jakarta Corners dan Grand Zuri BSD telah bergerak menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Sengaja kami memilih waktu sepagi mungkin agar bisa menikmati lebih banyak tempat dengan santai. Pada saat yang hampir bersamaan, saya dan beberapa teman yang tinggal di wilayah Bogor juga telah bergerak menuju Stasiun Jakarta Kota untuk kemudian bersama-sama menuju Pelabuhan Sunda Kelapa dan bergabung dengan tim Jakarta Corners dan Grand Zuri yang telah lebih dahulu berada di sana.

Pelabuhan Sunda Kelapa ini adalah tempat ini seharusnya menjadi destinasi pertama kami. Sayang sekali, saya dan beberapa peserta, urung singgah dan berkumpul dengan peserta yang lain yang telah lebih dahulu tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa karena kereta Commuterline yang kami tumpangi tertahan beberapa kali sebelum sampai di Stasiun Kota sehingga menyebabkan keterlambatan. Meski tempat ini sudah beberapa kali saya datangi, namun selalu memberikan suasana yang berbeda bila didatangi dengan orang yang berbeda di kesempatan yang berbeda pula.

Tempat ini selalu menarik di mata saya, terutama saat direkam dengan lensa kamera. Di suatu masa saya bisa merasa romantis berada di tempat ini, berpose di anjungan dengan pasangan menjelang sore. Di lain waktu saya asik menikmati pikiran saya sendiri sambil berperahu mengitari kolam pelabuhan dan melihat-lihat aktivitas manusia di sana. Sesekali hati saya merasa tersentuh melihat kehidupan mereka yang jauh dari standar nyaman yang saya miliki, namun mereka terlihat happy. Saya belajar tentang arti bersyukur dari mereka.

Di sisi lain unsur sejarah pelabuhan ini sangat kental. Meski peninggalan jejak sejarah nyaris tak dapat kita lihat lagi di area ini, namun sejarah mencatat bahwa Pelabuhan Sunda Kelapa adalah pelabuhan tertua di negeri ini, bahkan kehidupan peradaban kota Jakarta yang dulu awalnya bernama Sunda Kelapa dimulai di tempat ini. Bayangkan, pelabuhan ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, sejak masa Kerajaan Tarumanegara di abad ke-5. Pelabuhan ini kemudian besar dan terkenal saat menjadi pelabuhan Kerajaan Pajajaran di abad ke-12 dan menjadi pelabuhan dagang dan persinggahan kapal-kapal dunia.

Hal itu berlangsung berabad-abad lamanya melintasi masa Hindu-Budha hingga ke masa kolonial Belanda dan penjajahan Jepang. Sayangnya di sekitar tahun 1859 Pelabuhan Sunda Kelapa tak lagi seramai sebelumnya karena mengalami pendangkalan yang menyebabkan kapal-kapal besar tak dapat lagi bersandar. Padahal saat itu, Jakarta yang masih bernama Batavia sedang mengalami percepatan pembangunan dan modernisasi akibat dibukanya Terusan Suez dan meningkatnya penggunaan kapal uap. Untuk itulah, maka pada tahun 1873 dibangun Pelabuhan Tanjung Priok. (Wikipedia)

Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa yang luasnya daratannya mencapai 760 hektar serta luas perairan kolam 16.470 hektar masih beroperasi hingga saat ini meski hanya diperuntukkan untuk kapal-kapal kecil atau kapal-kapal barang antar pulau di Indonesia. Namun sejarahnya yang panjang dan suasananya yang unik membuat tempat ini dijadikan salah satu destinasi wisata di Kawasan Kota Tua Jakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tak heran dalam tur sehari bersama Grand Zuri dan Jakarta Corners ini kami memasukkannya ke dalam salah satu destinasi yang akan dikunjungi.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa adalah pagi-pagi sekali saat matahari belum tinggi sambil melihat aktivitas bongkar muat, atau sekalian sore hari sambil menikmati senja dan mengabadikan detik-detik mentari tenggelam. Siang hari adalah waktu yang tidak dianjurkan untuk mengunjungi kawasan ini terutama saat kemarau atau musim panas, karena cuaca yang sangat panas dan sinar matahari terlalu terik. Jangan lupa membawa topi, kacamata hitam dan air minum yang cukup ya, bila datang pada siang hari.

Untuk mencapai pelabuhan dengan menggunakan transportasi umum, tempat ini mudah dicapai dengan menggunakan Kereta Commuterline atau bus Trans Jakarta. Dari situ perjalanan menuju pelabuhan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum M15 berwarna merah. Bila ingin menggunakan taksi, anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar 15 ribu saja, dan bila anda ingin bersantai, anda bisa menyewa sepeda di sekitar kawasan Museum Fatahillah sambil mengunjungi beberapa tempat lainnya di Kawasan Kota Tua.

Nah, tertarik mengunjungi tempat ini? Yuk kita jalan-jalan ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Siapa tahu lagi pengen bikin foto pre wedding ala-ala seperti saya, hehehe…

Perjalanan Tur Sehari bersama Jakarta Corners dan Grand Zuri kita lanjut di blogpost berikutnya ya.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

19 comments

  1. Jadi iri lihat foto yang paling bawah, lagi pre wed ya Don di Pelabuhan Sunda Kelapa jakarta

  2. mba doon… liat foto2nya di twitter sama IG kapan hari bikin irii.. pengen juga jalan2 ke pelabuhan tanjung perak di surabayaa.. cuma belum nemu temeeen 😀

  3. Seru! Aku ngikutin di instagram dan mupeng banget pengen nyusul aja bawaannya XD
    Sebenernya emang Jakarta itu cantik apalagi di sudut – sudutnya, suka dengan konsepnya JC 🙂
    PutriKPM recently posted…Ekspektasi Dan RealitaMy Profile

  4. Transaksi jual beli air tawarnya menarik 🙂

    Foto prewed ala-alanya ketje mbak 😀
    Katerina recently posted…Melirik Lenovo A6010My Profile

  5. Kemarin nggak sempat menyaksikan transaksi jual beli air tawarnya. Padahal kalau melihat menarik untuk diangkat dalam cerita. Berapa banyak ya mbak kapal mereka butuh air untuk sekali perjalanan?
    Katerina recently posted…Melirik Lenovo A6010My Profile

  6. Wow, ga rugi berkunjung di blog ini….menemukan wawasan baru

    thanks mak dah share

  7. terakhir saya kesini 2 tahun yang lalu…
    sering dijadikan lokasi syuting film kan ya ini tempat?
    ijeverson.com recently posted…Terungkap! Ini Dia Hal Yang Tidak Boleh Kamu Lewatkan Di Akhir TahunMy Profile

  8. M15 bukannya warna biru telor asin ya? Jurusan Priok – Kota

  9. Klasik selalu bikin asik ya 😀
    Wulansari recently posted…Apa Itu Reseller DropshipMy Profile

  10. Senangnya jalan jalan sambil mengenang masa lalu, dulu saya kurang menyukai pelajaran sejarah tapi aneh sekarang justru saya suka banget baca baca cerita masa lalu. Makasih mba dan salam kenal
    katon sumargi recently posted…Karakter bardasarkan golongan darahMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge