Friday, September 25, 2020
Home » Review and Event » Pelesiran Lebih Keren dengan Local Brand #SmescoNV

Pelesiran Lebih Keren dengan Local Brand #SmescoNV

Diam-diam saya melirik ke sosok yang duduk di sebelah saya. Seorang perempuan muda gesit nan dinamis dengan dandanan yang apik. Saat ia berdiri, saya memperhatikan tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Melirik pada sepatu yang ia gunakan, pada kalung, gelang hingga anting-anting. Tubuhnya terbalut rapi pakaian dengan desain simpel namun manis. Makin jauh saya menelisik, makin banyak saya temukan hal menarik pada perempuan ini.

Warna blus dan rok bawahan yang dipilihnya mengingatkan saya pada warna yang menjadi ruh bangsa ini, merah putih. Desain blus yang simpel diadopsi dari model kebaya Kutu Baru memberi sentuhan vintage nan apik. Kalung yang dipakai menggunakan bahan alami biji-bijian tumbuhan berwarna coklat tanah dipadu dengan merah saga. Seolah menyempurnakan penampilannya dengan warna senada, sepatu casual yang digunakan juga menggunakan warna senada, putih dengan tali sepatu berwarna merah. Sempurna!.

Tak sekali saya bertemu dengan perempuan yang saya panggil Mbak Yeyen. Di lain kesempatan, ia menggunakan celana berbahan denim dengan aplikasi kain tenun Flores yang dipadankan dengan blus bordir Sumatera Barat. Tas, sepatu bahkan gelang yang ia pakai berbahan kulit Sapi dari pengrajin di Yogyakarta. Tak heran bila pikiran saya pun mengerucut pada satu kesimpulan, betapa cintanya perempuan ini pada produk lokal.

Dari Mata Turun ke Hati
Kesimpulan itu membuat saya merasa memiliki kesamaan dengan perempuan ini. Saya ingat betapa saya jatuh cinta pada produk-produk lokal terutama hasil kerajinan tangan dari berbagai daerah di Indonesia. Dari berbagai tempat yang saya datangi, produk lokal merupakan salah satu benda wajib yang harus saya bawa pulang ke Jakarta. Entah itu berupa makanan, pakaian, kain, ataupun souvenir seperti dompet, tas dan kaos oblong. Ada kebanggaan tersendiri membeli dan memiliki barang-barang yang diproduksi oleh bangsa sendiri, apalagi yang material dan desainnya unik.

Saya merasa cantik menggunakan pakaian bermotif Batik. Dengan keragaman corak dan model, kini pakaian bermotif Batik dapat digunakan di berbagai kegiatan, baik santai, setengah resmi maupun di acara-acara khusus dan istimewa. Motif-motif Batik yang digunakan, sering mengundang rasa ingin tahu yang melihat. Dan saya bangga bila bisa menjelaskan makna dan filosofi yang terkandung dalam motif batik tersebut. Bayangkan betapa kerennya produk lokal, bukan hanya memproduksi barang karena kebutuhan akan fungsi namun juga ada unsur nilai dan estetika di dalamnya.

Saya juga merasa keren dengan kebiasaan saya menggunakan ikat kepala dari kain tenun ikat tradisional berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya sekali tenun ikat itu dikagumi oleh berbagai kalangan. Bahkan ketika saya memadupadankan dengan kain Saree di sebuah jamuan di India, saya mendapat pujian oleh beberapa hadirin. Terbukti bahwa produk lokal mendapat tempat kehormatan hingga tingkat dunia. Lalu mengapa kita malu menggunakan produk lokal? Harusnya kita bangga mengatakan bahwa ini adalah produk Indonesia.

Saya tidak anti dengan produk-produk dengan merek luar negeri atau barang yang diproduksi di luar Indonesia. Saya juga masih menggunakannya untuk memenuhi beberapa kebutuhan saya. Namun seiring dengan perkembangan jaman terutama perkembangan informasi dan teknologi, kini dengan mudah kita bisa dapatkan berbagai produk lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia baik secara kualitas maupun kuantitas. Kecenderungan saya dalam memilih produk pun bergeser sedikit demi sedikit hingga akhirnya kini saya selalu memilih produk lokal sebagai prioritas utama.

Kini dari ujung kaki hingga ujung kepala, nyaris seluruhnya adalah produk dan merek lokal. Meski seringkali produk-produk lokal tersebut menggunakan merek dengan istilah asing, namun saya tahu persis bahwa itu adalah produk dalam negeri. Saya puas dengan kualitasnya barang-barang produk dalam negeri yang saya dan keluarga gunakan, dari sepatu, tas, sampai travel bag atau ransel untuk saya travelling. Semua tahan lama dan bahkan beberapa diantaranya berani memberi garansi mutu hingga bertahun-tahun. Keren khan local brand kita?

Murah Namun Tidak Murahan
Selama ini kita sering terpaku pada dogma yang mendeskreditkan produk lokal yang seringkali diidentikkan dengan kualitas rendah. Namun sayangnya inkonsistensi terjadi saat produk lokal dibandrol dengan harga yang relatif tinggi, konsumen akan teriak-teriak kemahalan. Lalu mengeluh, kok produk dalam negeri harganya kemahalan. Padahal mahal atau murah itu bukan disebabkan karena barang tersebut adalah produk lokal ataupun produk luar. Ini masalah mind set atau pola pikir kita yang sudah terbentuk demikian.

Harga sebuah barang dipengaruhi oleh kualitas bahan baku, upah tenaga kerja dan biaya produksi. Itu belum termasuk hak kekayaan intelektual pada motif, desain atau unsur kebaruan (novelty) pada produk yang harus diapresiasi dan dikonversi dalam nilai atau harga. Maka bila ingin mendapatkan barang yang berkualitas, tahan lama, unik, lain daripada yang lain, maka harga yang harus kita bayarkan tentu saja harus sebanding dengan mutu yang ingin kita dapatkan. Pepatah mengatakan: Ada uang, ada barang!.

Kabar baiknya, dengan kualitas dan mutu yang tak kalah dengan produk buatan luar negeri, produk-produk lokal ini bisa kita dapatkan dengan harga yang lebih murah, karena kita tak perlu menanggung biaya import. Menurut saya ini yang disebut dengan keren! Berani memakai produk dalam negeri yang mutunya baik namun dengan harga yang lebih murah, dan didesain dan diberi sentuhan sesuai dengan kebutuhan lokal. Jadi jangan heran bahwa sebenarnya banyak sekali produk dalam negeri yang sudah diekspor hingga ke manca negara.

Yeyen Nursjid dengan brand Amayra Batik Indonesia sudah membuktikan hal itu. Local brand yang diusungnya sudah melanglang buana dan dipakai di luar negeri. Dari sepatu, tas, pakaian hingga aksesoris. Semua dibuat di dalam negeri dan menggunakan bahan baku yang ada di Indonesia. Kualitasnya? Jangan diragukan lagi. Dengan kemampuan menembus pasar dunia, hal ini membuktikan bahwa kualitas produk lokal ini sejajar dengan produk-produk lain yang mendunia. Dan kerennya, setiap pemakainya tahu persis bahwa ini adalah brand lokal, asli buatan Indonesia.

Sinergi antara Produsen, Pemerintah dan Masyarakat
Tak hanya produsen besar dan pabrikan yang mampu memproduksi produk lokal dengan mutu yang baik dan dipasarkan di pusat-pusat perbelanjaan besar. Bahkan kini, produk-produk dengan skala home industry atau usaha kecil dan menengah pun sudah mampu melakukannya. Kalau anda ragu, anda bisa lihat dan buktikan sendiri keragaman produk-produk dalam negeri yang keren-keren itu dengan kualitas yang baik di Smesco Rumahku, Rumahnya Koperasi dan UMKM. Di sana ribuan jenis produk lokal dipamerkan dan diperdagangkan.

Salah satu keistimewaannya adalah sentuhan lokal yang kental pada produk yang mungkin saja tidak ditemukan pada produk-produk luar. Entah itu pada desain yang unik atau bahan bakunya yang khas Indonesia. Hal memberikan warna dan semangat tersendiri bagi konsumen atau pemakainya. Tentu saja masih ada kekurangan di beberapa sisi atau lini, sehingga sinergi antara produsen, masyarakat dan pemerintah adalah hal mutlak yang dibutuhkan untuk perkembangan brand-brand lokal ini.

Produsen harus berani bersedia bertumbuh untuk menghasilkan produk yang terus meningkat kualitasnya dan makin luas jangkauan pemasarannya, harus mau terus belajar dan ulet. Pemerintah harus melindungi dengan membuat regulasi yang berpihak pada produsen lokal, membangun jejaring, menggandeng berbagai pihak terkait untuk membantu kelangsungan produksi dan pemasaran brand-brand lokal. Pemerintah juga yang bertindak untuk membantu membina, mengayomi dan memberi ruang gerak yang seluas-luasnya untuk brand-brand lokal berkembang.

Nah masyarakat bisa bantu apa? Sederhana saja, Mulailah dari diri sendiri atau keluarga. Ayo… gunakan produk-produk dalam negeri, bangga dengan produk-produk Indonesia. Apalagi sebagai netizen di era teknologi informasi yang demikian canggih dan mudah. Promosikan apa yang anda pakai melalui sosial media dan ajak orang lain melakukan hal serupa. Jangan gengsi untuk memakai local brand, karena terbukti kita lebih keren lho dengan menggunakan local brand.

Pengen keren? Ya pakai local brand dong…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Charlotte Bandung Oleh-Oleh dari Kota Kembang

“Jangan lupa bawa Charlotte Bandung ya, Bun” demikian pesan anak gadis saya sesaat sebelum roda ...

8 comments

  1. Avatar

    Saya juga sekarang suka pakai kemeja jahitan sendiri dari kain endek yang saya beli di Bali Mbak :hehe (ikutan cinta produk lokal). Sektor konsumsi barang lokal juga sudah terbukti jadi penopang ekonomi kita di kala krisis, jadi hal ini mesti terus digalakkan :)). Dan saya baru tahu kalau ikat kepala yang suka Mbak pakai itu dari tenun ikat, unik dan keren Mbak :hehe.
    Tentang SMESCO… kayaknya bisa jadi pilihan tempat beli oleh-oleh kalau lupa membeli tatkala tandang ke suatu daerah :hihi. Orang-orang tak akan tahu, kan? :hoho.
    Gara recently posted…#220TahunMTP: Enigma Makam Zaman Kompeni (1)My Profile

  2. Avatar

    Setujuuu.. local brand emang lebih keren. Gak perlu pake bayar visa atau ongkos kirim yang memberatkan. Lagipula produk kita juga gak kalah kecenya kok dgn produk luar ya

  3. Avatar

    iiihhh…kece tulisannya mbak…brand lokal semakin bergeliat ya sekarang….

  4. Avatar

    Tulisannya keren bingits.Pantes mbak dapat juara satu.Sukses terus mbak.

  5. Avatar

    teh.. selamat atas kemenangannya ya.. local brand emang keren 😀
    tadinya pengen ikutan juga ngebahas kain songket asli aceh yang ada kaitannya dengan kain songket pandai sikek.. tapi ngeliat Master Teh Donna.. yudi angkat tangan hehe

    sekali lagi selamat Teh
    Yudi Randa recently posted…Wanita “Gila” Yang Berteriak Di Masjid Raya Baiturrahman Itu Bernama Cut Nyak Dhien!My Profile

  6. Avatar

    Murah tapi ngak murahan yaaa kak
    cumilebay.com recently posted…Bali … Menikahlah Dengan KuMy Profile

  7. Avatar

    yukkk… bangga pake local brand negeri sendiri. Toh bagus-bagus dan keren-keren 🙂
    Bobby (virustraveling.com) recently posted…SMESCO Netizen Vaganza Mengincar Anak MudaMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge