Tuesday, August 22, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » Menjejak Phi Phi Island ….. [South East Asia Trip, day#2]
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Menjejak Phi Phi Island ….. [South East Asia Trip, day#2]

Aku akan selalu berjalan di pantai-pantai ini. Di antara pasir dan buih.
Pasang naik akan menghapus jejakku dan tiupan angin menghamburkan buihnya.
Namun laut dan pantai akan tetap abadi

Pasir dan Buih
Kahlil Gibran

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tebing karst, gradasi warna air laut, perahu dan kapal yang hilir mudik terlebih dahulu telah menambat hatiku sebelum kapal yang aku tumpangi merapat di dermaga Phi Phi Island. Mesin kapal masih menderu memecah gelombang, buih ombak berhamburan di bagian haluan, namun aku sudah tak sabar untuk menikmati pemandangan yang terhampar di sekelilingku. Rasanya tak ingin sedetikpun melewatkan keelokan laut dan pantai ini. Situasi yang sering membuat aku terpaksa harus memilih, memaksimalkan rasa dan menunda hasrat mengambil gambar dari balik lensa. Kuhirup udara laut dalam-dalam sambil sesekali memejamkan mata, membiarkan anginnya meniup wajahku dan memainkan ujung kerudungku lalu merekam lekat sensasi yang hadir dalam benak. Rasanya sungguh luar biasa.

Keindahan yang tersaji sejenak membuatku lupa dengan rasa bosan yang melanda selama dua jam berlayar di perairan Laut Andaman. Tubuh yang belum dibasuh air sejak kemarin sore, terus bergerak mengikuti rencana perjalanan yang kami susun. Setelah mendarat di bandar udara Krabi, kami langsung memanfaatkan waktu yang sedikit dengan melanjutkan perjalanan menggunakan taksi menuju Pelabuhan Penumpang Krabi. Hal ini dilakukan karena ternyata layanan paket tur menuju Phi Phi Island yang kami harapkan tersedia di tempat, ternyata tidak melayani tanpa melalui pemesanan terlebih dahulu. Petugas tur dan travel disalah satu konter yang terdapat di bandara, membantu kami menyediakan jasa trasnportasi dan memberikan saran alternatif dan agar kami tetap bisa kesana, itupun dengan catatan bahwa kami terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra dan sudah dipastikan tidak akan memiliki cukup waktu untuk hopping islands. Tapi perjalanan secara maraton dengan tiket penerbangan di beberapa titik yang sudah di tangan membuat kami harus tetap pada rencana semula. Que serra serra, pokoknya harus sampai ke Phi Phi Islands.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

boat

Dari Bandara Krabi, kami hanya perlu waktu setengah jam untuk sampai ke Dermaga Krabi dengan menggunakan taksi berjenis van dengan desain bagian dalam yang bagus dan susunan kursi captain seat yang tebal dan empuk, taksi ini dapat memuat penumpang bagian belakang sebanyak tujuh orang sehingga sangat terasa lapang untuk kami berlima. Aku menyempatkan diri melihat-lihat kota Krabi dari dalam mobil. Kota kecil yang sederhana namun memiliki daya tarik istimewa dengan gugusan pulau dan pantai yang indah serta penduduk yang ramah. Hampir separuh dari penduduk Krabi beragama Islam dan mayoritas lainnya memeluk agama Budha. Tak heran kemudian bila aku menemukan ada musholla kecil yang disediakan di dermaga, tempat yang kelak sulit sekali ditemukan selama perjalanan baik di Bangkok, Phnom Penh maupun Ho Chi Minh City.

Keindahan perairan Laut Andaman sekitar Phi Phi Island ini benar-benas sesuai dengan ekspektasiku. Sebagaimana yang aku lihat melalui internet, begitu pula keindahan yang aku lihat saat itu. Gugusan Pulau dan pantai di Phi Phi Island ini memang indah. Namun begitu, keberadaan pulau ini di Asia Tenggara, mengingatkan saya beberapa pulau di Indonesia yang tak kalah indah. Gradasi biru dan hijau tosca, gugusan karang, pantai landai dengan pasir putih selembut bedak bayi bisa dengan mudah aku temui di pulau-pulau kecil seputar Teluk Lampung. Pulau karang, terbing terjal yang indah juga ada di beberapa pulau dan pantai di daerah Timur Indonesia. Satu hal saja, memang masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah Indonesia untuk bisa mengemas dan mengelola wisata Indonesia menjadi seperti ini, dan tentu saja menjadi kewajiban kita sebagai warga negara untuk menjaganya. Negara kita tentu saja menjadi tanggungjawab bersama.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebagai pulau utama tempat turun dan naik penumpang di sekitar Phi Phi Island, kami disambut dengan keramaian lalu lalang manusia sesaat setelah turun dari kapal. Ada yang baru turun dari kapal, ada pula yang baru turun dari perahu atau Long Tail Boat. Ada yang langsung menuju penginapan yang terdapat di pulau ini ada pula yang hendak melanjutkan hopping islands ke pulau-pulau sekitar dengan menggunakan Long Tail Boat. Kerumunan manusia itu tambah ramai dengan puluhan orang yang berdiri di sekitar dermaga menawarkan berbagai jasa, dari penginapan, transportasi sampai makanan atau minuman. Tumpah ruah.

Hampir tengah hari kala itu. Cuaca yang amat terik membuat tubuh bagai meleleh berkeringat, menggendong-gendong ransel di punggung sambil menelusuri lorong-lorong di pulau membuatku tidak nyaman. Dengan pakaian tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki membuat aku merasa seperti salah kostum diantara mereka yang hilir mudik berbusana khas pantai berbikini atau bertelanjang dada. Meski berusaha menikmati, tak urung tubuh yang lapar dan haus ini menuntut istirahat. Kami pun berhenti berjalan, memilih restoran India untuk mengisi perut. Aku sempat membayangkan, andaikata bisa memilih satu diantara resort-resort ini, dengan kamar yang langsung menghadap ke pantai, pasti amat sangat menyenangkan melepas ransel besar ini lalu lari menceburkan diri ke laut sambil menikmati terbenamnya matahari senja nanti.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lamunanku tentu saja hanya sebatas lamunan, ingin sekali bisa menikmati lebih lama dan eksplorasi lebih jauh di pulau nan elok ini. Ingin pula snorkling menikmati keindahan alam bawah laut, berkelana dari satu pulau ke pulau lainnya dengan menggunakan Long Tail Boat sampai senja tiba. Namun waktu yang kami punya hanya beberapa jam saja. Masgul rasanya untuk melakukan hal lain selain memotret karena jam satu siang kami harus segera kembali berlayar menuju Phuket. Bukan untuk menikmati indahnya pantai disana, tapi untuk melanjutkan perjalanan menuju Bangkok dengan menggunakan bis malam selama dua belas jam.

Dan lagi-lagi tanpa mandi…

Oh mak….

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Rombongan Lenong hehehe
Rombongan Lenong hehehe

Phi Phi Island
2 April 2014
#SouthEastAsiaTrip Day#2

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

8 comments

  1. Nggak sabar nih mau syuting The Beach 2, hehehe. Btw, mau tanya dong, itu bis paling malem dari Phuket ke Bangkok jam berapa ya mbak?

    • donna imelda

      gak sabar dengar cerita shooting the bach 2, starring by Yos hehehe. Btw, yos…gw gak tau pasti paling malam jam berapa. tp dr hasil pencarian di internet ada yang pernah berangkat jam 20.30 malam sih. lebih dari itu gue belum dpt infonya. Waktu kita nunggu disana, bis nya banyak dan silih berganti aja, yang satu berangkat, yang satu masuk nunggu giliran berikutnya. sepertinya tiap jam atau satu setengah jam deh ada. Selamat jalan2 ya Yos… berlama-lama lah disana, indaaah

  2. walaupun tanpa mandi masih tetap manis mbak 🙂

  3. aaaak aku sudah sempet punya plan ke Krabi bareng rombongan nyebrang dr Dumai ke Melaka trus nginepnya di bus. Tapi setelah dipikir-pikir kami nggak akan sanggup backpackeran gitu meskipun tetep ada koordinatornya. Akhirnya batal deh

  4. Waa lewat krabi ya…
    Emang si ya mak, Indonesia jelas ngga kalah tapi mengemasnya itu yang kurang
    Pariwisatanya sana jempolan, paling seneng kalo ke Phi
    Shinta recently posted…Bebas Visa Jepang 2015My Profile

  5. Indonesia bener ngga kalah, tapi pariwisatanya masih hmm ya gitu deh hehehe
    seneng kalo ke phi, mereka prof semua pelayanannya
    jadi kangenn main air ^^
    Shinta recently posted…Bebas Visa Jepang 2015My Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge