Friday, June 23, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Jakarta » Pulau Bidadari, Antara Masa Lalu dan Kekinian #EnjoyKepulauanSeribu
IMG20161208092228

Pulau Bidadari, Antara Masa Lalu dan Kekinian #EnjoyKepulauanSeribu

Aroma laut, pasir putih, pantai landai, gelombang dan anak-anak pulau selalu menghadirkan rindu setiap berkelebat dalam benak. Sukar rasanya menampik ajakan bila di pelupuk mata sudah terbayang deru mesin kapal yang membelah samudera, memecah gelombang untuk membawa saya menemui yang dirindukan.

  • Kepulauan Seribu – Bukan Perjalanan Biasa

Kali ini Kepulauan Seribu, tempat terdekat dari tempat tinggal saya di Jakarta yang bisa mengobati rindu itu tanpa terlalu berpayah dan berlama-lama menyeberangi lautan karena jaraknya yang dekat. Lewat undangan yang saya terima via WhatsApp dari Bapak Muis Sudarmadi S.E., M. Si, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Administrasi Kepulauan Seribu, beliau mengajak saya untuk berkunjung ke beberapa pulau di Kepulauan Seribu.

Dan bahagianya, dalam surat beliau saya diperkenankan membawa beberapa blogger untuk turut serta. Terpilihlah 18 orang dari pendaftaran di Portal Indonesia Corners yang saya kelola bersama beberapa travel blogger lainnya. Sayang sekali, in the last minute, 3 orang berhalangan ikut serta sehingga akhirnya blogger yang turut serta berjumlah 15 orang termasuk dua di antaranya berasal dari luar kota yaitu Agustina dari Semarang dan travelmate saya dari Lampung, Indra Pradya.

IMG20161208085753

  • Berkenalan dengan Kepulauan Seribu

Banyak pulau yang bisa kita kunjungi di Kepulauan Seribu yang jumlah pulau sebenarnya tidak seribu itu. Ya… disebut Kepulauan Seribu mengingat banyaknya pulau-pulau yang tersebar di gugusan Kepulauan Seribu tersebut. Ada sekitar 110 pulau yang tersebar di sebelah utara Teluk Jakarta dan Laut Jawa. Luas pulau-pulau tersebut sangat bervariasi, setengahnya adalah pulau kecil-kecil dengan luas wilayah kurang dari 5 hektar sedangkan yang lainnya ada 26 pulau yang memiliki luas antara 5-10 hektar dan 24 pulau memiliki luas lebih dari 10 hektar.

11 pulau diantaranya adalah pulau berpenghuni dan berada di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan pusat pemerintahan kabupaten berada di Pulau Pramuka. Kesebelas pulau tersebut di antaranya adalah Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, dan Pulau Sebira. Hmmm, ngomong-ngomong tinggal Pulau Lancang dan Pulau Sebira lho yang belum saya datangi. Terutama Pulau Sebira, maklum pulau itu adalah pulau terjauh dari Teluk Jakarta, butuh 6 jam melaut dengan kapal kayu. Saya harus siapkan waktu khusus untuk ke sana.

Selain pulau-pulau yang berpenghuni, terdapat pula beberapa pulau yang dijadikan sebagai pulau wisata, seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Kotok Besar, Pulau Puteri, Pulau Matahari, Pulau Sepa, dan sebagainya. Di wilayah kabupaten ini terdapat pula zona konservasi taman nasional laut bernama Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKS). Sebagai daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dan terdapat zona konservasi, maka pengembangan wilayah kabupaten ini lebih ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata.

Dari bagian Utara Teluk Jakarta ke Kepulauan Seribu bisa ditempuh dengan menyeberang laut melalui dua dermaga penyeberangan yang umum digunakan penumpang yaitu dari Dermaga Kali Adem atau dari Dermaga Marina Ancol dengan menggunakan speedboat yang disebut predator. Dari Dermaga Kali Adem kapal yang digunakan adalah kapal kayu tradisional bermotor dengan tarif sekitar 15-30 ribu per orang. Sangat murah dan terjangkau, namun memang waktu tempuhnya bisa sampai berjam-jam melaut –tergantung pulau mana yang akan dituju– dengan kondisi seadanya. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan speedboat atau kapal cepat predator dengan tarif sekitar 100-300 ribu per orang tergantung pulau mana yang menjadi tujuan. Waktu tempuhnya tentu saja jauh lebih singkat dengan kondisi kapal yang sangat nyaman, kabin yang dilengkapi dengan air conditioner dan hiburan televisi.

  • Angkat Sauh, Kapteeen!

Beruntung kami tak perlu berlama-lama melaut dengan menggunakan kapal kayu untuk hopping island di Kepulauan Seribu. Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Administrasi Kepulauan Seribu yang digawangi oleh Ibu Neneng Roani selaku Kepala Subbagian Tata Usaha dan Pak Hairul Anwar selaku Kepala Seksi Pembinaan Kepariwisataan, telah menyediakan kapal boat mewah dan nyaman untuk kami.

Dalam kegiatan kunjungan dan promosi tersebut, ada tiga rombongan yang berangkat pada hari itu, yaitu rombongan kami atas nama Indonesia Corners, rombongan Sudin Kep. Seribu dan Komunitas Sea Soldier. Dua speedboat berkapasitas masing-masing sekitar dua puluh lima orang telah bersandar di dermaga 16 Marina Ancol sejak pagi, siap membawa kami berkeliling Kepulauan Seribu selama dua hari ke depan.

Meski agak terlambat dari jadwal keberangkatan semula, namun kami tim Indonesia Corners terlihat tetap bahagia dan penuh senda gurau. Apalagi dengan kehadiran Indra Pradya yang memang tak pernah habis bahan untuk membuat kami tertawa, ditambah dengan Ibu Neneng yang sejak membuka acara telah terlihat pembawaannya yang selalu riang. Dengan gayanya, beliau membuat peserta selalu tertawa bahagia menyambut gurauannya. Sampai-sampai kami punya cara yang khas setiap berfoto yaitu menyebut nama beliau saat kamera mengambil gambar, “neneeeeeeng!!” hehehe.

  • Pulau Bidadari, antara masa lalu dan kekinian

Sebagian besar dari mereka yang pernah mendengar tentang Kepulauan Seribu, pasti mengenal Pulau Bidadari sebagai salah satu pulau resor di Kep. Seribu. Namun mungkin tak banyak yang mengetahui sejarah tentang pulau terdekat dari Jakarta yang waktu tempuhnya hanya sekitar 20 menit dari Marina Ancol. Sebelum bernama Pulau Bidadari, pulau ini disebut dengan Pulau Sakit karena di jaman penjajahan Belanda pulau ini dijadikan sebagai tempat penampungan orang-orang yang menderita penyakit lepra atau kusta dan juga menjadi makam orang pribumi yang meninggal di Pulau Onrust atau Pulau Cipir.

Pulau yang berdekatan dengan Pulau Onrust dan Pulau Cipir ini memiliki sebuah benteng peninggalan Portugis dari abad ke-17 bernama Benteng Mortello. Mortello berarti lingkaran, hingga saat ini reruntuhannya masih bisa kita lihat meski bagian atasnya sudah tak ada karena bolak balik dihancurkan dalam perseteruan antara Belanda dan Britania Raya. Pulau ini sempat kosong tidak berpenghuni dan tidak pernah dikunjungi orang hingga awal tahun 1970-an saat pulau ini kemudian dibangun untuk dijadikan sebagai resor wisata hingga saat ini.

Saat speedboat yang kami tumpangi hendak merapat, kesan pertama yang saya dapat adalah pasirnya yang putih dan pantainya yang landai serta airnya yang relatif tenang sebagaimana sebagian besar pulau-pulau lain yang ada di Kep. Seribu. Dan sejujurnya, kondisi yang seperti ini menurut saya adalah salah satu nilai jual pantai-pantai di Kep. Seribu. Bagi mereka yang benar-benar pengen rileks menikmati suasana tenang dan nyaman, baik bersama keluarga mapun sahabat, pantai-pantai Kep. Seribu merupakan salah satu alternatif terbaik yang bisa dipilih.

Karena letaknya yang dekat dengan Jakarta, Pulau Bidadari bisa dikunjungi tanpa harus menginap. Namun bagi yang menginap pun tempat ini menyediakan banyak kamar baik yang berupa villa atau cottage, juga berupa kamar-kamar. Banyak operator wisata yang menawarkan paket perjalanan satu hari ke sini dan pengunjung bisa menikmati fasilitas di Pulau Bidadari sambil menikmati cerita sejarah di Benteng Mortello, jalan santai keliling pulau atau di dalam labirin, bermain air di pinggiran pantai atau sekedar selonjor di atas bangku panjang berpayung pepohonan teduh sambil membaca atau mendengar musik.

Nah tunggu apalagi, nggak punya waktu banyak tapi pengen piknik ke tempat yang keren, indah dan memiliki sejarah, Pulau Bidadari deh tempatnya.

Ayo pelesiran ke Kepulauan Seribu

[donnaimelda]

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

pulau ketam donna imelda

Pulau Lumpur Nan Unik itu Bernama Pulau Ketam

Deretan rumah panggung yang unik dengan tiang-tiang kayu penyangga serta barisan perahu yang tertambat itu masih ...

16 comments

  1. Sebenarnya pulau-pulau di Kep. Seribu emang menarik dikunjungi. Kadang pulau-pulau yang tak perhungi itu malah bikin penasaran 😀
    Nasirullah Sitam recently posted…Wayang Kulit dan Qasidah Qasima di Alun-Alun Kota MagelangMy Profile

  2. wih mantep nih mbak …. saya yakin disana banyak bidadarinya ….

  3. Pulau Bidadari jd salah satu yg ada list saya buat liburan sama kluarga nih mba. Ternyata masa lalunya kelam jg ya pulau ini.

  4. Lhoh ko udh selesai aja tulisannya, padahal aku masih menikmati bgt cerita si pulau bidadari. Benar mb dona, ini alternatif banget buat warga jkt yg mau refreshing tp gak punya bnyak waktu.
    Ahh mau colek2 teman2 buat nyebrang kesini

  5. Pulau seribu kalo lagi sepi tampak menyenangkan. Kalo rame ampun dah kak
    bukanrastaman.com recently posted…Belajar Food Photograpy Bersama Marisa Djemat dan Aston Rasuna.My Profile

  6. aku belum pernah malah ke pulau yg sehits ini

  7. Wah udah anyak berubah deh sejak aku terakhir ke sana puluhan tahun lalu. iya lah yaaa…hihihi
    Anne Adzkia recently posted…Travelschooling ke Museum Benteng Heritage TangerangMy Profile

  8. Mbk, aku baru tahu nih, kalau dlu, zaman penjajahan,pulau bidadari dijadkan tmpt utk org2 yg berpenyakit,
    Maish ada peninggalan dr sejarah jg ya mbk, benteng mortello

  9. Hallo Ibu Donna, posting dengan judul “Pulau Bidadari, Antara Masa Lalu dan Kekinian” merupakan salah satu posting yang menarik buat saya. Dengan tidak menghilangkan histori serta cerita masa lalu pulau Bidadari yang justru menambah daya tarik dan nilai tambah untuk berkunjung ke pulau Bidadari. Jadi ingat masa lalu saya kalau begini ya Bu. Hehe. Tapi, memang benar masa lalu dan masa kini adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, berkunjung ke kawasan wisata dengan nilai sejarah yang tinggi dan ditambah dengan kawasan pantai yang indah nan elok, siapa yang bisa menolak? It will be become my next destination, soon. #donnamorfjourney #empatempattiga #ayopelesiran
    Respati Pandupaksi recently posted…belajar bloggingMy Profile

  10. Aaah, jadi kangeeeen, kapan yah kita bisa kumpul lagi?
    Membaca tulisan mbak Donna, aku kayak flashback ke massa lalu tau. Selain jadi lebih mengenal kekayaan laut dan wisatanya, membaca tulisan ini aku jadi semakin tau sejarahnya. Memang total dan beda mereka yang tulus menulis dengan menuangkan hati dan apa yang dirasakan, terasa sampai kepada pembacanya. Semangat terus yah mbak Donna. Salut!

  11. Wadooo, ke Jakarta saja jarang, konon lagi ke kepulauan seribu 🙁
    Situnis recently posted…Kesan Pertama Mesir: Indah Dan Menarik, Tapi……My Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge