Thursday, December 14, 2017
Home » Review and Event » [Review] Glamping Ala Suku Apache di The Highland Park Resort Bogor
The Highland Park Resort @donnaimelda

[Review] Glamping Ala Suku Apache di The Highland Park Resort Bogor

Begitu apik landscape ini dibuat. Harmonisasi alam ciptaan Tuhan dan kreativitas manusia menjelma menjadi begitu indah di hadapan saya. Gunung Salak nampak begitu dekat, berdiri anggun seolah mengayomi kehidupan di bawahnya, deretan tenda-tenda putih berjajar rapi dan sebuah kolam renang yang dipeluk taman-taman cantik.

The Highland Park Resort @donnaimelda

Saya lebih mengenal tempat ini dengan nama The Mongolian Camp dibanding nama The Highland Park Resort yang terasa kepanjangan itu. Keinginan untuk merasakan menginap ala camp mewah ini sebenarnya sudah ada sejak tempat yang berada di Kecamatan Taman Sari Bogor ini launching beberapa tahun lalu. Konsep unik kamar-kamar berupa tenda yang ditawarkan resort ini memang menjadi daya tarik utama. Namun mencari waktu yang pas dan kesibukan membuat saya sempat lupa akan keinginan tersebut.

Kesempatan tersebut datang beberapa minggu lalu bertepatan dengan acara Farm Trip yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor. Acara ini melibatkan para jurnalis dan media online yang acaranya dipusatkan di The Highland Park Resort Bogor tanggal 26-28 Juli 2016. Dalam acara itu dilakukan juga kunjungan wisata ke beberapa tempat seperti Pemandian Air Panas Ciparay, Curug Cigamea dan kunjungan ke Kampoeng Wisata Rumah Joglo dan D’ Jampang.

The Highland Park Resort @donnaimelda

  • Kesejukan yang mendamaikan jiwa

Sebagaimana namanya The Highland Park Resort, tempat ini berada di kaki Gunung Salak di ketinggian sekitar 800 mdpl. Hawanya sudah bisa dipastikan sejuk dan menyajikan pemandangan indah khas dataran tinggi. Letaknya sekitar 15 kilometer dari Gerbang Tol Jagorawi di Bogor melalui Jalan Raya Ciapus. Perjalanan mungkin sedikit terasa panjang karena jalanan yang tak terlalu lebar dan ramai sehingga kendaraan tak dapat melaju kencang. Namun percayalah semua ini akan terbayarkan saat tiba di tempat.

Kesan sejuk dan asri sudah terasa sejak pertama kaki menjejak di lobby hotel, hamparan tanaman rambat seolah menyambut ramah seiring langkah yang menaki anak tangga. Lobby hotel didesain tidak terlalu luas namun sama sekali tak terasa sempit karena jendela yang didesain sangat lebar dan terbuka. Hal ini membuat pandangan mata leluasa memandang seolah tanpa sekat. Gunung Salak pun tampak begitu dekat dan anggun berpadu dengan keelokan taman dan hijaunya rerumputan. Tak heran bila tempat ini dinamakan The Highland Park Resort, taman di kaki gunung.

Kesan damai dan tenang juga hadir saat saya duduk di teras lobby. Segelas welcome drink seteguk demi seteguk membasahi tenggorokan seraya pandangan yang tak lepas ke arah pegunungan. Nikmat rasanya berada di tempat setenang ini, jauh dari hirup pikuk kota yang kadang membuat pusing. Di sini semua indra seakan dimanjakan dan membuat ingin berlama-lama duduk. Saya membayangkan saat-saat rileks sambil membaca buku atau menulis sesuatu ditemani segelas minuman hangat dan sepiring pisang goreng di sini. Pasti nikmat rasanya.

  • The Mongolian or The Apache?

Ada dua jenis tenda yang disediakan The Highland Park Resort, yaitu Camp Apache dan Camp Mongolian yang tipenya terbagi lagi dalam Camp Standard, Camp Superior, Camp Deluxe dengan variasi rate antara IDR 1,8 Juta hingga 2,5 juta. Tak hanya itu, bagi yang menyukai bangunan dari kayu, The Highland Park Resort juga menyediakan tipe rumah panggung yang dinamakan Tree House dengan rate sebesar 3 juta rupiah. Nah bagi yang suka beramai-ramai dan tak ingin tidur terpisah dari rombongan, tersedia tipe barrack yang bisa ditempati hingga sepuluh orang dengan rate sebesar 3,5 juta rupiah.

Saya dan teman-teman menginap di tenda Apache, tak jauh dari area tenda Mongolian. Namun kedua area ini berada cukup jauh dari lobby sehingga dari dan menuju kamar tamu disediakan mobil kecil seperti mobil golf yang siap melayani tamu setiap saat kapan saja dibutuhkan. Namun bila tidak terburu-buru dan ingin menikmati suasana, berjalan kaki pun cukup menyenangkan, melewati taman, rerumputan dan kebun bunga. Asal jangan dilakukan siang hari ya, karena matahari di sini cukup terik saat siang dan sinarnya cukup terasa menyengat di kulit.

Dari kejauhan,  tenda Apache yang berbentuk segitiga ini memang terlihat kecil menjulang, namun ternyata setelah masuk ke dalam, kamar ini cukup luas. Di dalamnya terdapat satu ranjang berukuran besar, televisi lebar layar datar, sepasang sofa, meja, gantungan handuk, serta rak meja dan sepasang nakas di samping tempat tidur. Bagian dalam tenda dilapisi kain berwarna abu-abu keperakan dengan lampu yang berada nan tinggi di atasnya sehingga sinarnya redup hingga ke bawah. Jadi kalau untuk membaca, rasanya kamar ini membutuhkan lampu baca agar cahayanya cukup terang.

Area kamar mandi, toilet dan washtafel ada di bangunan tambahan terbuat dari beton yang menyatu dengan tenda. Meski di dalam tenda, dengan lantai dan dinding yang dilapisi marmer serta sanitary yang berkualitas, area ini terkesan elegan dan mewah. Salah satu hal yang saya suka adalah ketiga ruangan tersebut yaitu kamar mandi, toilet dan washtafel dibuat dalam keadaan tersekat-sekat dan terpisah. Nggak harus antri menunggu yang lain selesai dengan urusannya untuk mandi, buang air atau berhias.

Namun ada satu hal yang saya sayangkan yaitu minimnya colokan listrik. Satu-satunya colokan yang bisa digunakan adalah yang berada dekat washtafel, jauh dari tempat tidur. Bahkan untuk memanaskan air dalam ketel saya mengalami kesulitan karena tak ada colokan yang tersedia di dekat meja tempat ketel tersebut berada. Untuk mengisi daya barang-barang elektronik, saya terpaksa menggunakan colokan yang seyogyanya diperuntukkan untuk lampu baca di samping tempat tidur. Itupun saya harus bersusah payah menarik meja dan menyingkap tirai karena colokan berada di balik tirai yang melapisi dinding bagian dalam tenda.

  • Morning in Harmony

Pagi di The Highland Park Resort adalah golden moment. Dua hari berturut-turut saya menikmati sekali indahnya detik-detik mentari muncul di peraduan. Meski langit tak sepenuhnya berwarna merah keemasan, namun semburat jingga dikeheningan dini hari ditingkahi sesekali suara alam berselimut udara dingin menjelang pagi, menghadirkan suasana magis. Indah dan syahdu rasanya. Sayang sekali saya tidak sempat merasakan senja karena aktivitas kunjungan wisata di luar hotel selalu selesai sore hari dan rombongan baru berada di hotel saat malam sudah menjelang. Saya perkirakan, dengan sunrise secantik ini, pasti sunsetnya juga cantik.

Aktivitas pagi lain yang saya suka di The Highland Park Resort selain menikmati sunrise adalah saat sarapan. Dalam perjalanan sendiri biasanya saya melakukannya ala slow traveler yang suka menikmati suatu tempat secara berlama-lama, termasuk momen sarapan saat traveling. Apalagi kalau menu sarapannya banyak pilihan yang memenuhi selera seperti di The Highland Park Resort. Alhasil, saya betah berlama-lama menikmati satu per satu jenis makanan sambil ngobrol dengan peserta lain.

The Highland Park Resort menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman untuk sarapan. Dari minuman panas seperti teh dan kopi, juga minuman dingin seperti sari buah dan susu. Menunya pun berganti setiap pagi. Dalam dua hari, selain menu utama seperti nasi, mie dan nasi goreng serta lauk pauk dan buah. Ada juga salad dan sereal, makanan kecil dari jenis roti, bolu hingga singkong goreng dan ubi rebus. Ada juga soto mie, sop daging, bubur ayam, bubur kacang hijau atau ketan hitam, lontong sayur hingga berbagai hidangan telur yang bisa dipesan langsung di egg corner.

Pagi hari juga merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi Curug Nangka yang letaknya hanya satu kilometer dari The Highland Park Resort. Bagi yang suka hiking dan menikmati suasana alam, berkunjung ke Curug Nangka merupakan salah satu kegiatan wajib saat di sini, sayang kalau dilewatkan. Tinggal ke sebelah istilahnya. Jangan sampai balik ke Jakarta tanpa sempat menikmati sungai-sungai kecil dan air terjun berpelangi. Tulisan mengenai tempat ini bisa dilihat di sini ya.

P_20160728_101244

Namun ada satu aktiviitas yang ingin saya lakukan namun belum sempat saya lakukan di sini yaitu berjalan kaki melihat kebun dan kuda-kuda yang dipelihara di The Highland Park Resort. Sungguh saya jatuh hati dan menyesal tidak meluangkan waktu dan hanya bisa melihat sekilas kuda-kuda yang gagah itu dipelihara dan keasikan ibu-ibu memotong bunga-bunga indah yang sudah mekar untuk dijual di atas kendaraan yang melaju. Pengen rsasanya ikut melihat proses merawat hewan dan tanaman bunga potong itu sambil ngobrol dengan mereka. Ah, pasti banyak hal menarik yang bisa digali. Dan sepertinya, saya harus kembali ke sini

Yuuuk kita pelesiran ke The Highland Park Resort

Ini alamat lengkapnya ya : Jalan Ciapus – Curug Nangka. Kampung Sinarwangi, Sukajadi, Kecamatan Taman Sari Bogor 16610 | Telp: +62 251 8485 777 | www.the highlandparkresortbogor.com

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515174902

Aliya Hotel Klang – Hotel Nyaman di Jantung Bandar Diraja

Senja itu kubah Masjid Diraja Klang Utara terlihat indah dari kejauhan. Syahdu disinari cahaya lampu ...

15 comments

  1. Whooaaaa seru banget sih! Ratenya berapaan, Mbak? Jadi pengen kesana ishhhh gemes :3

  2. wihhhj..kaya di film Harry Potter di dalem tenda tapi megahhh… semoga bisa merasakan kesana

  3. Udh kebayang deh sejuknya itu tempat ahhh cakep, instagramable juga lagi ya mba hihihihihi
    Roosvansia recently posted…Do You Love High Heels?My Profile

  4. Pernah lihat sekilas di tv.
    Akhirnya ada yang review. Terima kasih, Mba, untuk tulisannya.
    Tambah penasaran pengen ke sana.

  5. HUWAOWWW kerenn abiss campnya, viewnya juga oke, semoga suatu saat bisa nyicip nginep disini, hehe, salam kenal mbaa 🙂

  6. tempatnya cakep banget kak

  7. Mb donna kapan kesini lagi, colek2 aku ya.. Ajak2 pliiss
    Bagus banget tempatnya
    Siti mudrikah recently posted…Bijak Dalam Menyikapi PerlombaanMy Profile

  8. Ratenya lumayan tapi sepadan dengan pengalaman yg dirasakan ya mbak 😀

  9. Waah seru banget ya Mbak.Dulu pernah sih pengin nyobain ke sini .Gara garanya empat tahun lalu suami ada acara kantor dsn nginep di sini.Dia pamer foto-fotonya.Seruu banget.Aku juga nyebutnya Mongolian mbak.Lebih singkat ya.

  10. kamping mewah dan suasananya sejuk cocok untuk beramai-ramai bareng keluarga mbak ke sini

  11. Waah ternyata ada glamping keren yaa di Curug Nangka.

  12. Aku kok kebayang syahdunya ya. Hahaha. Bisa menyek2 sepuluh episode dah.

    Sukaaaakk sama konsep pengelolaannya. Kapan diajak ke sana donk? ????
    Lestarie recently posted…Mengenal Lebih Dekat Sejarah Pertambangan Timah di Museum Timah Indonesia Pangkal PinangMy Profile

  13. Saya pernah sudah daftar untuk anual meeting ibu2 Book Advisor. Sayangnya mendadak ada acara dan akhirnya batal. Duh coba bisa ikut. Nyeseeel sekali. Hiks

  14. Aaaaaakkk aku belum pernah glamping-an. Kira-kira mau nggak ya aku propose buat ngasih gratisan? Hahaha. Pengen weekend getaway di situ. Tidur lama, mandi lama, sarapan lama, jalan keliling komplek, lihat bunga dan kuda, simply vacation lah 🙂

  15. keren mba..ternyata di Bogor juga ada tempat kayak gini 😀

    The Higland Park Resort

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge