Tuesday, October 24, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Jakarta » Sea, Sand and Snorkling… #Escape to Harapan Island Day#1
sea, sand  and snorkling

Sea, Sand and Snorkling… #Escape to Harapan Island Day#1

Tiga jam berlalu sejak kami meninggalkan Pelabuhan Muara Angke, jam tangan di pergelangan tangan kiriku menunjukkan pukul 10.30 saat kapal yang kami tumpangi merapat di dermaga Pulau Harapan. Cuaca di pulau saat itu cerah, langit nyaris tiada berawan. Beberapa penumpang kapal ada yang langsung melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau kecil disekitar Pulau Harapan, sementara sebagian penumpang lainnya termasuk kami, The Koprolers dari @BPKoprol berjalan kaki menyusuri dermaga menuju pemukiman penduduk. Rencananya kami akan tinggal di salah satu rumah penduduk disini. Hampir sebagian besar penduduk di Pulau ini bermata pencaharian di sektor perikanan atau pariwisata. Berbeda dengan beberapa pulau lain yang memiliki resort untuk wisatawannya, di pulau ini wisatawan menginap di rumah-rumah penduduk yang telah beralih fungsi menjadi penginapan (homestay). Lumayan, meski dengan beralas kasur sederhana tanpa tempat tidur, penginapan-penginapan tersebut sebagian besar dilengkapi dengan pendingin udara. Cukup nyaman buat kami backpackers.

P4282264

Tanpa membuang waktu, The Koprolers yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelaminnya, menuju homestay masing-masing untuk istirahat sejenak, makan siang dan menunaikan ibadah sholat bagi yang beragama Islam lalu berkumpul kembali sekitar pukul 13.00 WIB untuk snorkling di perairan pulau-pulau sekitar Pulau Harapan. Tujuan pertama kami snorkling adalah perairan sekitar Pulau Macan. Dengan menumpang perahu yang khusus kami sewa untuk The Koprolers, kami mulai menjelajah, dengan alat snorkle, fint dan pelampung sudah tersedia di atas perahu, sambil menuju Pulau Macan, kami mulai memilih peralatan yang sesuai dengan ukuran tubuh masing-masing.

21

Suasana di perahu mulai hangat, bukan hanya karena cuaca saat itu memang sedang cerah, tetapi The Koprolers yang tadinya terpisah di kapal, berbeda-beda latar belakang dan beberapa diantaranya malah belum saling kenal ini, mulai akrab satu sama lain. Mulai tak sungkan menyapa, bercanda, berfoto bersama bahkan bolak balik minta di foto-in. (saat kalimat terakhir ini saya tulis, wajah Denny terbayang dipeluk mata saya hehehe). Suasana makin seru karena tak ada satu pun diantara kami yang rela membiarkan waktu berlalu tanpa kesan. Ada saja celetukan, ulah, keisengan satu dengan yang lainnya yang membuat kami selalu tertawa (nah kali ini yang terbayang adalah wajahnya Ian dan segitiga), termasuk urusan foto-foto yang jadi menu utama wajib yang gak boleh dilewatkan. Pokoknya urusan narsis mah diniatkan dengan sangat termasuk, kayak iklan rexona deh, dimana saja, kapan saja, lagi ngapain aja, pokoknya kudu foto-foto. Urusan kemudian alat snorkling ada yang jatuh ke dalam laut, bajunya hilang, atau nekad buka pelampung meski gak bisa berenang demi dapat foto kece di bawah laut, bukan masalah, itu malah jadi cerita lucu yang melengkapi kegembiraan kami.

22

Snorkling di dua tempat berbeda, kami pun mendapatkan pemandangan yang tak sama, di perairan sekitar Pulau Macan kami menikmati air laut yang jernih bergradasi biru dan hijau tosca dengan ikan-ikan yang cantik-cantik dengan warna warni yang mencolok berenang-renang atau bergerombol hilir mudik diantara terumbu karang. Sementara di perairan sekitar Pulau Bintang, ikan-ikan cantik tak sebanyak yang kami temui di sekitar Pulau Macan, tapi disini kami menjumpai banyak bintang laut. Kami menebak-nebak, mungkin ada hubungan antara keberadaan bintang laut yang jumlahnya banyak ini dengan nama yang diberikan untuk pulau ini, yaitu Pulau Bintang. Tapi yang jelas di kedua tempat ini kami menikmati banyak hal, keindahan ciptaan Tuhan, kegembiraan dan kebersamaan.

Cukup puas dengan snorkling, hari terus beranjak sore, kami memutuskan untuk beristirahat dengan bersantai di Pantai Pasir Putih. Santai versi kami ya tetap aja heboh, foto-foto, lelumpatan, berenang dan main pasir, sampe leyeh2 pun ada. Menu refreshing lengkap deh pokoknya. Yang narsisnya diatas rata-rata pun tak kalah hebohnya, mencari spot foto yang bagus, dengan berbagai gaya, sampe mblusuk mblusuk ke rumpun mangrove pun ada. Sempet kebayang sih, itu pada gak ada takutnya apa, khan disela akar-akar mangrove suka ada ular..hiiii. Tapi tetep aja ketawa seru akhirnya.

23

Sayang cuaca mudah sekali berubah, cuaca cerah siang hari tadi ternyata berubah menjadi mendung dan berawan menjelang senja. Rencana untuk menikmati sunset di Pulau Matahari kami urungkan karena matahari lebih memilih bersembunyi di balik awan sambil perlahan menghilang di horizon diikuti rintik hujan. Tapi kami toh tak kecewa karena kami masih sempat mengabadikan sunset dibalik awan tersebut sambil perahu terus melaju ke arah pulang ke Pulau Harapan. Dengan pakaian basah masih melekat di tubuh kami, angin kencang menerpa, dingin pun tak terelakkan. Saat itu yang terbayang dibenakku hanyalah segera bertemu daratan dan menikmati sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh.

24

Perahu pun terus melaju mendekati daratan…..

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170515103635

ROYAL KLANG HERITAGE WALK – Telusur Jejak Warisan Bandar Diraja Klang

Royal Klang Heritage Walk namanya, kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak dan bangunan ...

2 comments

  1. Ditunggu sambungan ceritanyaa… hahaha seru seru 😀

  2. Akibat googling saya jadi tersasar kemari, catatan yang menyenangkan tentang Pulau Harapan! Saya dapat clue soal penginapan di sana, terima kasih ya Mbak, ini sangat membantu. Ah, laut Indonesia memang indahnya tiada dua, menghabiskan waktu bercengkrama dengan teman di tengah laut pun terasa sangat hebat.

    Btw, salam kenal!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge