Tuesday, August 22, 2017
Home » Traveling » Around The Globe » Sentosa Luge & Skyrider……. Asiknya berayun-ayun di ketinggian
skyride1

Sentosa Luge & Skyrider……. Asiknya berayun-ayun di ketinggian

merlionsentosaokSentosa Resort World….

Tulisan besar berwarna putih dan merah diatas pondasi yang dibuat mirip seperti batu karang dan sebuah patung ikan berkepala singa  terlihat mencolok dari kejauhan sesaat sebelum bus Hippo Tour yang membawa kami dari Suntec City memasuki kawasan Pulau Sentosa Singapore di hari kedua perjalanan liburan berdua sahabat saya, Netty. Tujuan utama ke pulau seluas kurang lebih 465 hektar ini sebenarnya adalah Universal Studio Singapore (USS) yang pada saat kami datang di bulan Agustus 2010 belum lama dibuka, tapi seperti umumnya para pejalan yang seringkali merasa sayang untuk melewatkan tempat-tempat lain di suatu negara atau kota yang dikunjungi, kami pun mencoba untuk mendatangi tempat lain dengan alasan standar “mumpung disini”.

Panas terik segera menyergap wajah saya saat turun dari bis sejuk berpendingin udara di shelter Imbiah Look Out. Saya yang rasanya malas berpikir hingga belum khatam juga membaca peta yang sudah dipandangi sejak bis melaju hanya mengikuti langkah Netty menuju kawasan Imbiah Lookout yang merupakan kluster terbesar wahana permainan di Pulau Sentosa. Cuaca panas sungguh menyengat kulit saya, meski di desain modern dan asri namun suasana pulau dikelilingi pantai membuat semangat saya untuk berkeliling memudar karena teriknya. Alih-alih mengeksplorasi isi pulau menelusuri pantai dari Siloso Beach, Palawan sampai ke Tanjong Beach. Menghabiskan menu atraksi yang ada di Imbiah Lookout saja saya kehilangan selera. Saya tak mau pusing berpikir bagaimana memanfaatkan waktu yang cuma seharian ini untuk sebanyak mungkin menikmati wahana yang ada. Bagaimana pun perjalanan harus bisa dinikmati, tempat-tempat yang belum sempat kita datangi akan menjadi alasan kita kembali. Akhirnya saya menutup peta, memutuskan untuk menikmati wahana yang paling dekat dimana saya berada sebelum siang nanti berpindah ke USS dan menikmati Song of The Sea malam harinya. Itu saja. 

lsr3

Saya memang bukan pecinta tempat-tempat wisata seperti ini. Kawasan yang saya analogikan mirip kawasan wisata Ancol ini akan lebih menyenangkan buat saya bila didatangi bersama keluarga. Itu pun saya yakin tak bisa diselesaikan hanya dengan satu kali kunjungan. Tapi saya tak menutup diri untuk tahu tempat-tempat wisata unggulan suatu kota atau negara. Nah, Pulau Sentosa ini merupakan salah satu andalan pariwisata di Singapore, jadi meski dengan waktu terbatas saya tetap melihat-lihat dan merekam apa yang menarik untuk kelak kembali kesini dengan membawa anak-anak. Sambil duduk sejenak di kursi taman sekitar Tiger Sky Tower menunggu teman saya yang masih saja asyik dengan peta ditangannya, pandangan mata saya mulai berputar melihat sekeliling. Tak jauh dari tempat saya duduk, menara Tiger terlihat menjulang tinggi, di sisi kanan terlihat pula pintu masuk menuju stasiun Cable Car bagi mereka yang menggunakan transportasi “sky way” dari Vivo City dan agak jauh di depan sana ada satu wahana yang relatif lebih ramai dikunjungi daripada tempat lain, Sentosa Luge & Skyride nama wahananya. Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba wahana yang sepertinya seru tersebut

lsr1

IMG_0853

Keputusan yang tak salah, Luge & Skyride ini mampu memberikan sensasi tersendiri buat saya. Memilih tiket untuk satu kali Luge dan satu kali Skyride seharga S$13 per orang saat tulisan ini dibuat saya pun bersiap meluncur. Ada beberapa pilihan tiket misal S$20 untuk 3 kali Luge dan 3 kali Skyrider. Banyak pula pilihan lain yang bisa disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan misal tiket untuk paket keluarga berempat, delapan atau sepuluh. Dengan menggunakan helm pengaman duduk diatas Luge, alat mirip gokart beroda tiga tanpa mesin, saya meluncur mengikuti gaya gravitasi diatas jalan berkelok-kelok menuruni bukit. Ada dua jalur yang tersedia, kita bisa memilih salah satu atau keduanya. Jalur yang pertama adalah Jungle Trail dengan panjang sekitar 650 meter menembus hutan kecil ke arah Siloso Beach sedangkan jalur kedua adalah The Dragon Trail dengan panjang sekitar 688 meter. Jalur kedua ini hanya sedikit lebih panjang namun jumlah tikungannya lebih banyak dengan sudut yang lebih tajam. Saya tentu saja memilih yang pertama, itu pun  masih sesekali terpinggir karena kendali yang kurang cekatan. Kecepatan dikendalikan melalui kemudi depan, sengaja tidak saya lepas penuh agar saya meluncur tak terlalu cepat. Alhasil walau tak mungkin mengabadikan melalui kamera, saya malah asyik menikmati satu persatu orang lain meluncur cepat melewati saya sambil berteriak-teriak kegirangan. Jadi ragu, sebenarnya saya lagi meluncur atau nonton orang meluncur ya? Hehehe. 

IMG_0869

Dari gambaran itu saja, jelas bukan Luge yang membuat adrenalin saya berpacu lebih cepat atau menikmati sensasi di wahana ini melainkan justru saat saya kembali ke atas bukit dengan menggunakan Skyride. Bangku dari kerangka besi serupa ayunan panjang ini membuat saya takut. Jeruji besi yang memiliki sela-sela baik pada sandaran, dudukan maupun pijakan itu membuat saya merasa gamang sendirian di udara. Meski naik dengan perlahan seolah memberi kesempatan pengunjung untuk menikmati sebagian Pulau Sentosa dari ketinggian, namun angin yang membuat tempat duduk saya berayun-ayun berhasil membuat saya tak sedikit pun melepas pegangan,sehingga untuk mengambil gambar pun dilakukan dengan tangan sebelah kanan saja agar tangan sebelah kiri tetap berpegangan. 

IMG_0872

Berada di tempat terbuka setinggi ini dan melihat ke bawah membuat saya limbung, terbayang bila barang-barang seperti tas atau kamera yang saya bawa ini terlepas dan jatuh ke bawah, mau dicari kemana untuk menemukannya, apalagi bila saya yang jatuh. Ah sereeem. Saya pun mengalihkan pikiran saya dengan menikmati pemandangan Siloso Beach dan hutan kecil disekitarnya. Perpaduan biru laut dan hijau pohon menarik perhatian, dari jauh saya bisa melihat lokasi pertunjukan sinar laser dan drama musikal Song of The Sea di tepian Siloso Beach yang nanti malam saya datangi. 

Angin masih membelai-belai wajah, situasi sudah mulai bisa dikuasai. Meski sesekali jantung ini berdebar-debar, saya telah bisa menikmati suasana dengan senang hati. Sambil tak berhenti mengabadikan setiap momen dan berulang mengucapkan kata “wow”, Skyride ini pun akhirnya mendarat ditempat semula Luge meluncur. Hap hap saya melompat turun dari Skyride yang terus berputar tanpa henti. Terik masih terasa dan tenggorokan terasa kering, saat nya mencari minuman dingin sebelum melanjutkan ke Universal Studio. 

IMG_0880

Pamit dulu ya….sampai jumpa di cerita bagaimana saya mulas-mulas karena terjebak naik roller coaster di Egypt USS. Untuk cerita yang ini rasanya saya harus menjitak travelmate saya. Huh…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

8 comments

  1. waaa…kyknya saya ga brani nyoba semua tuh,mak…:)

  2. Murah juga ya Mbak, $20 buat 3 kali muter. (Bener nggak sih?)

  3. wkwkkwk… ada yg terjebak dalam roller coaster…. sama2 terjebak sebenarmya… bedanya yg satu mau murka.. yg satu nggak… … peace ah,,,,,,

  4. Yak dona belum bikin postingan baru lagi. Yawdah aku lihat2 sentosa aja. Udah lama banget belum kesana lagi. Anakkku pengin bgt krn udah lupa dulu pernah kesana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge