Monday, May 20, 2019
Home » Review and Event » Stasiun Pasar Senen dan Tumbuhnya P.T. Kereta Api Indonesia
Jpeg

Stasiun Pasar Senen dan Tumbuhnya P.T. Kereta Api Indonesia

Saya nyaris tak menjumpai imaji dalam benak saya tentang stasiun ini saat kaki saya turun dari kereta Commuterline yang membawa saya dari Stasiun Universitas Pancasila ke Stasiun Pasar Senin siang ini, 3 Juni 2015. Dalam benak saya masih tersisa gambaran terakhir kali ke sini 23 tahun yang lalu. Sebuah stasiun besar yang ramai, panas, antrian panjang, kusam dan banyak copet. Sejak P.T. Kereta Api Indonesia memiliki jenis kereta api yang lebih nyaman dan diberangkatkan dari Stasiun Gambir, saya memang tak sempat lagi berangkat dari Stasiun Pasar Senin.

Beberapa tahun ini P.T. Kereta Api Indonesia (P.T. KAI) memang terus berbenah, sebagai pengguna kereta api yang setia, baik sebagai pengguna kereta Jabotabek yang kini berubah menjadi commuterline maupun kereta antar kota, saya merasakan perubahan positif P.T. KAI seperti yang saya rasakan saat tiba di stasiun ini.

Turun dari commuterline, roda-roda koper saya melaju mulus di atas lantai stasiun yang terbuat dari ubin keramik berwarna krem kecoklatan. Memang harus extra sedikit tenaga saat naik dan turun tangga memasuki hall karena stasiun yang umurnya lebih tua dari saya ini tak memiliki elevator. Namun peron tak lagi sesak karena hanya penumpang yang sudah memiliki karcis dan akan berangkat saja yang boleh berada di dalam peron. Gedung tua ini pun terlihat lebih rapi dan tak terlihat kusam.

Saya sengaja tiba lebih awal karena harus menukar dan membatalkan tiket yang sudah saya beli untuk pulang nanti. Udara pengap, antrian panjang sambil berdiri menanti giliran tiba di depan loket hadir dalam bayangan saya. Semua terpatahkan.

Jpeg

Di dalam ruangan berpendingin udara yang agak terasa panas siang itu, saya tak perlu antri sambil berdiri. Cukup memilih jenis antrian di mesin, mengambil nomer antrian lalu duduk menunggu giliran dipanggil melalui pengeras suara. Ada tiga jenis antrian. Antrian A untuk perubahan jadwal dan pembatalan tiket, antrian B untuk pembelian tiket H-90 dan antrian C untuk pembelian tiket keberangkatan hari ini. Saya memilih antrian C.

Sambil menanti giliran, saya sengaja menuju customer service untuk mencari informasi pilihan kereta pengganti, jadwal dan harganya. Maklumlah, pilihan kereta sekarang luar biasa banyaknya. Dalam satu rangkaian saja bisa ada banyak kelas dari ekonomi, bisnis hingga eksekutif. Dan masing-masing kelas itu tersedia pula beragam pilihan harga. Saya tak ingin berlama-lama di depan loket dan menunda orang yang berada di belakang antrian saya nantinya sehingga memutuskan untuk bicara dengan customer service.

Oleh customer service, saya dilayani dengan ramah, sabar dan sangat informatif hingga saya bisa memilih alternatif yang sesuai. Saya juga dipandu mengisi form perubahan dan pembatalan, dijelaskan mekanismenya sedemikian jelas sehingga saya bisa menyelesaikan proses perubahan dan pembatalan tiket dengan lancar dan mudah.

Tidak semua stasiun memang memiliki fasilitas reservasi seperti di Stasiun Pasar Senen, bahkan tapi dengan semangat P.T. KAI yang terus berbenah, saya yakin bahwa dunia transportasi kereta api Indonesia akan makin maju kelak.

Langkah kaki saya terasa ringan memasuki peron menanti kereta Kertajaya yang akan membawa saya dan tiga mahasiswi menuju Surabaya.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Charlotte Bandung Oleh-Oleh dari Kota Kembang

“Jangan lupa bawa Charlotte Bandung ya, Bun” demikian pesan anak gadis saya sesaat sebelum roda ...

10 comments

  1. Avatar

    naik kereta saat ini sudah lumayan sangat nyaman. saya juga sempat mencoba naik kereta ke Jogja. Memang kereta hanya kalah soal waktu saja jika di bandingkan transportasi udara. 🙂

  2. Avatar

    Sekarang meski kelas ekonomi pun, tak ada lagi penumpang yang berjubel. Betul gak?

  3. Avatar

    memang sudha lumayan pelayanan KAI. Oh ya aku juga suka melihat bangunan statsiun apalagi beaks peninggalan Belanda, kayaknay eksotis, mungkin bisa dijadikan wisata ya

  4. Avatar

    memang pelayanan sudah bagus di KAI dan aku suka banget lihat statsiun apalagi kalau bangunannya peninggalan Belanda, punya kesan eksotis

  5. Avatar

    Udah lama nggak naik kereta, tapi baca sana-sini PT KAI memang sedang berbenah 🙂

  6. Avatar

    Stasiun pasar senen menjadi langganan saya utk berkereta dan diakui secara bertahap mulai banyak perubahan yg lbh baik dari sebelumnya

  7. Avatar

    Daripada naik bus kalau masih bisa dijangkau dengan kereta saya lebih memilih kereta mba :D, karena lebih gak kerasa capeknya…bisa jalan2 lagi di dalam kereta…kan sekarang sudah nyaman ya mba hihi…

  8. Avatar

    Dari semua system transportasi yang ada, sepertinya ini yang paling terasa perubahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge