Tuesday, August 22, 2017
Home » Traveling » Wonderful Indonesia » Sumatra » Lampung » Teluk Kiluan, Catatan akhir tahun 2011

Teluk Kiluan, Catatan akhir tahun 2011

Kiluan trip ini merupakan trip pertama kami kesini, meskipun orang tua saya tinggal di Lampung, namun pekerjaan dan kesibukan kami di Jakarta memaksa kami hanya sempat menikmati liburan di tempat kelahiran saya itu hanya saat mudik lebaran, itu pun dengan jumlah hari hanya sekitar satu minggu saja.

Libur lebaran 2011 kemarin, kami sekeluarga sebenarnya sudah memutuskan untuk go show ke Teluk Kiluan, namun informasi dari internet tentang kondisi jalan yang rusak membuat kami mengurungkan niat berangkat, selain karena khawatir bila membawa krucil2 anak dan keponakan yg jumlah nya enam orang itu ke tempat yang belum pernah saya datangi saya juga mengkhawatirkan kondisi cuaca yang sering hujan. (Padahal ternyata nantinya baru kami tau, tempat itu sungguh aman dan nyaman buat anak2 juga). Namun rekaman gambar dan testimoni hasil googling sebelumnya telah terekam baik di kepala saya dan terbawa sampai libur lebaran selesai dan kami kembali ke Jakarta. Ya ya ya ya…saya terlanjur jatuh hati pada tempat ini dan mulailah menyusun rencana gimana caranya bisa sampai kesana gak pake susah dan anggaran pas dengan itung2an budget di kepala.

Untuk menuju Teluk Kiluan dibutuhkan waktu tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari Bandar Lampung dengan menggunakan kendaraan pribadi, namun karena info yang kami terima masih ada beberapa ruas jalan yang masih berbatu karena aspal yang terkelupas dan beberapa titik yang benar2 rusak membentuk cekungan yang sewaktu-waktu bisa tergenang air bila hujan, maka direkomendasikan untuk menggunakan mobil jenis Four Wheel Drive 4WD, hingga kami pun memutuskan untuk mengikuti paket tour and travel yang diselenggarakan oleh Kiluan Dolphin. Beruntung saya nyasar ke akun fesbuk dan twitter mereka yang menyediakan layanan lengkap dari transportasi, penginapan, makan, tour, snorkling dan tentu saja atraksi lumba-lumba yang jadi daya tarik utama Teluk Kiluan dengan harga paling murah, googling aja deh Kiluan Dolphin atau @KiluanDolphin, demikian nama akun mereka di fesbuk dan twitter. Pelayanan mereka sangat menyenangkan hingga kita bisa menikmati liburan tanpa repot mengurusi apa pun selain diri kita sendiri. Mereka memperlakukan kita bukan sekedar tamu tapi lebih dari sebagai sebagai teman. Pokoknya feels like home banget deh.

Pagi-pagi sekitar jam 08.00 kami sudah dijemput oleh kang Tatang dari Kiluan Dolphin di Bandar Lampung dan langsung menuju Teluk Kiluan dengan menggunakan mobil Land Rover berwarna genjreng milik mereka yang berkapasitas 6 orang termasuk driver. Total waktu tempuh perjalanan yang dibutuhkan adalah sekitar 3 jam. 2 jam pertama perjalanan ditempuh melalui jalan dengan aspal mulus dengan pemandangan kiri kanan jalan yang memikat, seperti bentangan pesisir pantai (pantai Klapa Rapat a.k.a Klara) dengan nyiur melambai yang khas daerah pantai serta sawah dan naik turun tikungan dan perbukitan.

bahkan satu jam terakhir meski perjalanan harus melalui jalan berbatu, tapi driver yang handal tak membuat kami khawatir dan kami sungguh menikmati jalanan yang naik turun berbelok mendaki dan curam menurun diantara lembah dan bukit dan pemukiman penduduk asli dan rumah khas mereka. Buat kami yang sehari-hari disuguhi pemandangan macet kota Jakarta tentu saja perjalanan dengan atmosfer yang berbeda ini sungguh kami nikmati. Bayangan tentang medan yang rusak luput dari perhatian kami karena kondisi tersebut justru menyenangkan dan sangat amat indah untuk dinikmati, bosan juga kali di jalan mulus setiap hari ulang alik di Jagorawi. Lagian kata kuncinya gampang kok…nikmati saja !!

Tepat 3 jam kemudian kami tiba di desa nelayan sekitar Teluk Kiluan. Kesan pertama yang saya tangkap adalah, wow… Belum turun dari mobil saja saya sudah jatuh hati, desa nelayan ini tertata rapi, berbeda dengan desa nelayan lain yang pernah saya lihat, apalagi bila dibanding dengan desa nelayan Muara Angke Jakarta hehehe. Mungkin letaknya yang jauh dari pusat keramaian justru membuat tempat ini terjaga keindahannya. Betul kata kang Ari, emang sebaiknya jalanan tetap aja begini ya, hehehe.

Beberapa jukung (sejenis perahu berukuran kecil dan ramping) berjajar rapi menyita perhatian saya untuk tidak bisa tidak mengarahkan lensa kamera. Beberapa anak kecil asyik berenang dan bermain dalam air menjadi pemandangan yang menyenangkan buat kami. Kendaraan diparkir di sebuah tempat yang disebut basecamp nya Kiluan Dolphin untuk menurunkan barang dan melanjutkan perjalanan menuju pondokan Pondok Anak Abah yang dibangun di area privat beach milik Kiluan Dolphin dengan menggunakan perahu kecil bermotor dengan lama tempuh sekitar 15 menit di nakhodai oleh seorang nelayan yang kami panggi dengan kapten “Jack Sparrow”.xixixi. Btw anyway busway…kapt. jack ini baek lho, dia suka kasih bonus agak sedikit memutar saat tour berperahu, katanya supaya kami melihat lebih banyak tempat sekitar hehehehe.

Sampai di pondok, kami mendapati pantai yang sebagian tertutup banyak kayu dan ranting. Musim angin barat mengakibatkan banyak sekali sampah yang terdampar di pantai, namun untunglah pantai ini masih asri dan bersih sehingga yang terdampar sebagian besar hanyalah kayu-kayu dan ranting dengan berbagai macam ukuran, sehingga sama sekali tidak mengurangi ekspektasi kami
terhadap tempat ini. Apalagi kemudian kang Ari dan kru nya kemudian dengan niat banget tuh ampe malam ngebersihan itu segala kayu yang nutupin pantai sehingga besok harinya seolah disulap kami bisa menikmati pantai yang bersih dan serasa milik sendiri karena kecuali tamu tidak ada pengunjung lain yang ada disekitar ini.

Perut tentu saja lapar, karena kami tiba di pondok hari sudah siang. Sempat mikir, duh ini tempat terpencil gini apa yang bakal dimakan dan siapa yang masak ya. Kenapa juga gak pesan nasi bungkus dulu sebelum kesini. Voila…taraaaa…ternyata Kang Tatang itu multi tasking sekali ya, beliau lah yang kemudian memasak untuk kami yang masakannya kelak kami santap tanpa ragu dan malu2in selama dua hari (lapar dan doyan jadi satu), dan beliau bukan hanya seorang offroader handal, dia juga chef yang handal dan kemudian setelah dua hari kami menemukan banyak kehandalan lainnya, fotografer handal, pelatih snorkling handal, sampe ganti ban dengan handal, bener khan multintasking sekali. Jadi siang itu kami makan siang dengan lahap sekali.

Lalu sisa hari itu kami isi dengan snorkling di sekitar pantai dekat pondokan, belum berani jauh dan masih taraf belajar maklum kami berempat semua belum pernah melakukan kegiatan ini. Untung lah lagi-lagi pihak Kiluan Dolphin menyediakan alat snorkle dan mau mengajari kami sehingga kami bisa menikmati terumbu karang dan ragam ikan di dalam laut. Dan ternyataaaa….snorkling itu mengasikkan, aku yg biasanya gak tertarik mulai merasa suka. Thanks kang Ari, thanks kang Tatang.

Malamnya kita barbeque, kali ini ikan lemadang lagi gak ada, tapi gak masalah karena racikan chef kiluan dolphin membuat kita bernafsu sekali menghabiskan ikan kembung mata besar bakar plus kroni2 pelengkap menu lainnya dengan lahap sambil ngobrol dengan Kang Ari, teh Laila (yg jago masak juga) dan kru2 kiluan dolphin yang merupakan penduduk setempat. Mereka ramah2 lho, dan antusias sekali bercerita tentang desa mereka dan impian2 mereka untuk memajukan pariwisata Teluk Kiluan, kerjasama yang manis aku pikir antara penduduk dengan pengelola pondok. Jadi pengen “do something” disini.

Keesokan hari, menu utama tour ini dimulai, pagi-pagi sekali setelah mengganjal perut dengan pisang goreng dan teh hangat sekitar jam 6.30 wib kami enam dewasa dan dua anak2, dengan menggunakan 2 buah jukung berangkat “berburu” lumba-lumba tuk menikmati “tarian” lumba-lumba langsung di habitat mereka di laut lepas tempat mereka biasa menampakkan diri. Lumayan terasa lama berperahu, meski sesungguhnya hanya sekitar 20-30 menit sebelum bertemu kawanan lumba-lumba yang pertama, karena kami sempat didera rasa khawatir bahwa kami tidak dapat bertemu lumba-lumba karena bagaimana pun faktor alam terkadang diluar prediksi manusia, sehingga perjalanan terasa lama. Kami cukup beruntung bertemu dengan lumba-lumba di banyak titik, dan menyaksikan langsung mereka menari2 timbul tenggelam di laut dengan indah yang membuat kami selalu berteriak-teriak dengan begitu excited melihat lumba-lumba dari dekat, meski bila beruntung lagi konon kabarnya lumba-lumba ini bisa terlihat berjumlah puluhan dalam satu rombongan lho.

Kegembiraan kami belum berakhir setelah atraksi lumba-lumba, karena setelah makan siang dan menikmati minuman segar racikan teh Laila , kami ditemani kang Tatang diajak snorkling lagi dan berputar-putar sekitar teluk menikmati banyak pulau karang yang indah dan terumbu karang serta ikan-ikan yang colourfull dan beragam didalamnya, Kapten Jack Sparrow bertindak sebagai nakhoda yang baek banget nungguin kita sampe puas snorkling plus bonus muterin2 kita, memperlihatkan bagian2 menarik disekitar teluk sambil sesekali bercerita seolah menjadi tour guide keliling pulau.

Sumpah deh, rasanya dua hari kurang karena masih banyak lagi tempat-tempat yang belum sempat kami kunjungi, kami juga cuma berempat yang menikmati. Terbayang kalimat diba (10 thn), putri tertua saya yang bilang, aku ntar diajak kesana ya bunda, tapi maunya naik mobil Land Rover yang bisa offroad itu xixixixi. Inget juga kata kak Yan…ini tempat enak untuk mancing nih… , dan kata2 nyokap yang bilang, masak mamah yang orang Lampung belum sampe kesana sih…dan yang tak pernah luput dari ingatan saya, ada 6 orang yang harusnya menemani kami karena satu dan lain hal gak bisa ikutan. Artinya, …..memang kami harus kembali lagi kesini bersama dengan yang lain..

Teluk Kiluan..tunggu kami dikunjungan berikutnya ya…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

_DSC9098e

EAT TRAVEL WRITE 5 – Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner di Klang Selangor

Selangor State Economic Planning Unit (UPEN Selangor) berkolaborasi dengan Ministry of Tourism and Culture Malaysia, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge