Friday, August 18, 2017
Home » Review and Event » Yang Unik di Grand Zuri BSD City Pada Tujuh Belasan ke-71
30

Yang Unik di Grand Zuri BSD City Pada Tujuh Belasan ke-71

Selalu ada yang berbeda di setiap kedatangan saya di Grand Zuri BSD City. Sebagaimana hotel yang selalu menyambut tamu dengan berkesan begitu juga hotel berbintang empat ini berdandan. Selalu ada sesuatu yang unik yang ditampilkan sesuai dengan tema atau momen-momen tertentu, misal saat momen Imlek, Ramadan dan Idul Fitri, atau menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2016 kemarin.

Begitu juga saat saya tiba di Grand Zuri BSD City tanggal 16 Agustus 2016, semarak dan kemeriahan sudah terlihat sejak di parkiran. Untaian bendera Merah Putih kecil-kecil dan balon warna warni bertaut satu sama lain di atas parkir depan utama hotel. Beberapa alat dan permainan khas perayaan tujuh belasan juga sudah siap digelar. Saya sudah membayangkan keseruan yang akan terjadi sore nanti saat karyawan, undangan dan media partner yang diundang –termasuk para kontributor Indonesia Corners— bermain dan berlomba.

Ya, menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Grand Zuri BSD City mengadakan acara lomba untuk segenap karyawan dan para tamu in-house dan juga media partner. Selain untuk merayakan HUT RI, lomba-lomba tersebut juga diadakan untuk mempererat hubungan antara sesama karyawan serta hubungan dengan para tamu dan media. Diharapkan hubungan baik dan keakraban yang terjalin dapat menciptakan sebuah sinergi maupun energi positif untuk menjadikan Grand Zuri BSD City lebih baik ke depannya.

Siang menjelang sore hari sekitar pukul tiga kami semua berkumpul di lokasi lomba yang berada di parkiran utama outdoor. Bapak Anton Hartanto selaku General Manager dan Dhini Harsono –executive secretary—dan seluruf staf dan karyawan Grand Zuri BSD City juga terlihat sudah berkumpul di lapangan. Kostum merah putih khas hari kemerdekaan pun menjadi dress code yang menambah semarak perayaaan. Meski cuaca panas dan terik matahari masih terasa panas di kulit, namun semua terlihat antusias dan gembira.

Pembawa acara sudah heboh mengatur jalannya lomba, antusiasnya menular pada semua yang hadir saat itu sehingga tak terasa saya pun ikut bersemangat menyaksikan lomba sambil sesekali memotret dan memberi support pada yang sedang berlomba. Jenis lombanya sengaja dipilih yang lucu dan seru dengan nama-nama yang unik. Seperti lomba Futsal Bercorong, Balon Terhimpit, Kerupuk Kuat, Slowly Bikers, Beauty or The Beast, dan Water Estafet. Terbayang ya keseruannya hanya dari namanya, apalagi saat mengikuti lombanya.

Saat lomba Futsal Bercorong misalnya, saya sampai tertawa geli melihat bagaimana mereka yang berlomba harus menggunakan corong panjang di wajahnya yang membuat pandangan mereka terbatas. Mereka harus berusaha keras untuk dapat fokus mengarahkan bola ke arah gawang. Dan bagian yang lucunya adalah ketika berkali-kali kaki mereka menendang angin hehehe. Jangankan untuk memasukkan bola ke dalam gawang, untuk bisa menendang bola dengan tepat saja mereka sulit.

Hal yang lucu juga terjadi pada lomba memukul balon dengan bambu dalam keadaan mata tertutup. Sebelum memukul, peserta harus memutar badan beberapa kali yang akan membuat peserta kehiangan arah. Alhasil, mereka mengalami kesulitan dan harus berupaya keras untuk mengarahkan langkah dan tongkat agar bisa memecahkan balon berisi air yang digantung.

Tiga jenis lomba dilakukan berpasangan, seperti Balon Terhimpit di mana pasangan lomba harus memecahkan balon yang terikat pada tubuh masing-masing dengan saling menghimpit. Sedangkan pada lomba Kerupuk Kuat, setiap pasangan harus menghabiskan kerupuk yang digantung secara bergantian. Nah yang seru dan lucu adalah pasangan pada lomba Beauty or The Beast. Salah satu peserta harus merias wajah pasangannya dalam kondisi mata tertutup.

Terbayang deh gimana lucunya itu wajah dipoles bedak, gincu, dan perona pipi sambil menerka-nerka dimana letak yang pas untuk memoleskan make up. Salman dan Bowo juga ikut memeriahkan lho, mereka saling berpasangan dalam lomba ini, hayooo tebak, yang mana yang beauty dan mana yang the beast xixixixi.

Lomba terakhir yang digelar adalah lomba Water Estafet yang dilakukan antar regu yang masing-masing terdiri dari lima orang. Masing-masing regu duduk berbaris dengan ember berisi air diletakkan di paling depan dan ember kosong diletakkan di bagian belakang. Dengan menggunakan piring plastik yang sudah dilubangi, secara estafet, air akan dipindahkan dari ember di bagian depan ke bagian paling belakang. Regu yang paling banyak memindahkan air akan menjadi pemenangnya. Nah kebayang ya, basah-basahan deh semuanya hehehe.

Suasana Kampoeng Tempo Doeloe dan 71 Jajanan Pasar

Nah, enaknya nih, sehabis seseruan lomba, panas-panasan dan teriak-teriak kasih support sampai suara serak, kita langsung ngadem di lounge atas menikmati minuman dingin sambil menunggu Chef Yan mengatur hidangan di Cerenti yang didesain khusus merayakan Hari Kemerdekaan Republik ke-71. Untuk perayaan ini, lobby dan restaurant didesain dengan nuansa 17 Agustusan. Bendera dan suasana kampung tempo dulu yang menjadi ikon dan tema kali ini dibuat lebih berbeda dan semarak.

Konsep tempo dulu yang dihadirkan di Grand Zuri BSD City kali ini memang terlihat allout, tidak hanya sekedar menghias resto dan buffet dengan dekorasi bambu, anyaman maupun hiasan tikar namun juga menghadirkan tema kuliner yang berkonsep kampung dan jaman dahulu yang sudah jarang ditemui saat ini. Tak tanggung-tanggung, Chef Yan dan timnya menyiapkan sajian jajanan pasar tradisional yang jenisnya mencapai 71 macam sesuai dengan jumlah tahun kemerdekaan kita.

Wah, saya sampai bingung menghitung dan memilih mana yang bisa saya makan saking banyaknya. Beberapa di antara sajian makanan tersebut ada yang sudah jarang ditemukan, seperti lepeut, kue clorot, kue cincin,kue cucur, cente manis, sarang semut, dan bahkan beberapa di antaranya adalah nama-nama jajanan yang datang dari masa kecil saya. Ah, menyenangkan rasanya bisa menghadirkan suasana tempo dulu melalui sajian kuliner tradisional.

Namun nostalgia itu tak boleh dihabiskan dengan jajanan pasar, karena ternyata selain itu Grand Zuri BSD City juga menyiapkan menu istimewa lainnya. Duh, perut saya ikutan merdeka bisa makan apa saja pada hari itu. Di sudut buffet yang lain tersedia Nasi Tutug Oncom Selera Kampung di restoran Cerenti. Haduh, saat menulis ini terbit selera saya membayangkan sambalnya yang aduhai, empal dan ikan asin kipas yang menambah selera serta tumisan toge yang segar dan crunchy saat dikunyah. Dan kerennya semua hidangan spesial kemerdekaan ini boleh dinikmati para tamu hanya dengan IDR 45.000++ all you can eat.

Udah? Itu aja?! Ternyata beluuum. Kami masih dikejutkan dengan dua menu spesial lainnya malam itu. *elus-elus perut. Menu spesial yang pertama adalah Nasi Goreng Merah Putih. Ini benar-benar bukan nasi goreng biasa. Dalam satu menu ini saja, Chef Yan menyiapkan 5 varian yang berbeda tingkat kepedasannya dan varian lain berupa topping yang bisa dipilih sendiri, seperti telur mata sapu, kikil, ati ampela, bakso goreng, sosis atau petai.

Sedangkan tingkat kepedasannya bisa dipilih dari yang reguler, hot, extra hot, extreme hingga super extreem. Nama setiap level nasi goreng ini unik, dari Mangstaph, Enak Gila, Nampar, Nampol sampai Ugal-ugalan. Saya mencicipi semua lho, dan ternyata saya hanya mampu bertahan cukup lama hanya sampai level 2, di level 3 saya mulai kepedasan, di level 4 saya lidah saya mulai panas dan di level 5 saya mencicipi sambil garuk-garuk kepala saking pedasnya. Tapi Bowo, salah satu teman kami ini masih nekat lho makan yang level 5 dalam porsi yang lumayan hehehe.

Untungnya sajian terakhir malam itu adalah Buntut Balado yang enaknya beneran enak. Menu ini adalah salah satu signature dish dari Grand Zuri BSD City. Buntut Balado dan kuahnya yang segar dan wangi rempah disajikan terpisah. Buntutnya juga sangat lembut saat dikunyah namun teksturnya tetap terasa. Saya suka baladonya yang tidak terlalu pedas karena cukup banyak tomat sehingga rasanya asam pedas dan segar. Duh, kalau perut gak protes sudah kekenyangan, rasanya gak pengen berhenti mengunyah.

Acara makan malam kami tak kelar-kelar rasanya saat ini, karena kombinasi antara blogger, media, Chef Yan dan Dhini yang mewakili Grand Zuri ini rasanya selalu menghadirkan topik dan candaan seru di sela-sela menu istimewa yang disajikan. Kerja kami hanya makan, ngobrol, bercanda dan tertawa, begitu berulang-ulang hingga malam semakin larut dan mulai mengantuk. Cerita staycationnya tunggu tulisan yang akan datang ya, sahabat Ayo Pelesiran.

Thanks ya Grand Zuri BSD City untuk keseruan hari ini ini.
Sukses selalu untuk Grand Zuri BSD City dan kita semua.
Sampai jumpa di lain acara.

Grand Zuri BSD City
Jl. Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk
Blok CBD lot. 6 BSD City Banten Indonesia
+62 21 2940 4955
reservation.bsd@grandzuri.com

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

donna imelda travelio sewa apartemen

Long Weekend di Apartemen, Cara Praktis Menikmati liburan Keluarga di Jakarta

Long weekend mungkin bagi sebagian orang adalah kesempatan baik untuk menikmati liburan di luar kota. ...

7 comments

  1. Hwaah sampe basah-basahan gitu 😀
    Mbak Evi aku bungkus 1 porsi yaaa 😀 pake CINTA ^^ hehehehe
    Haryadi Yansyah | Omnduut.com recently posted…Ingin Melihat Keindahan Kebun Tulip? Ke India Saja!My Profile

  2. aaaakkkk.. kangen menu buntut GZ BSD.. juara banget dah GZ BSD kalo soal ginian. kangen nginep di sana lagi

  3. Itu lomba makan kerupuknya satu kerupuk berdua mbak? *membayangkan bekas gigitannya itu, hihihi

  4. Serius, Kak. Aku sebel liat 71 jajanan tradisional. Secara yaaa dakuw tuh doyan banget. Bisa khilaf kalau liat.

    Suka sama konsep perayaan hari kemerdekaannya. Sederhana, mengena dan guyup rukun 🙂

  5. Hahaha, ngakak lihat foto lomba sepakbola pakai corong 😀 😀

  6. MR. RED aka dafi pasti senang semua nya pake baju merah2 hehehehe
    cumilebay recently posted…Wajah Bahagia Anak – Anak Suku BajoMy Profile

  7. Mantap sekali makanannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge