Tuesday, September 27, 2022
Home » Review and Event » Berlabuhnya Harapan di Wajah Baru Pelabuhan Tanjung Priok

Berlabuhnya Harapan di Wajah Baru Pelabuhan Tanjung Priok

Pelabuhan bukanlah tempat yang asing bagi saya. Sebagai seseorang yang berasal dari Sumatera dan menetap di Pulau Jawa, kapal laut adalah moda transportasi yang paling sering saya gunakan untuk menyeberang dari Jakarta ke tanah kelahiran saya di Lampung. Terlebih kami adalah keluarga perantau yang telah meninggalkan Lampung sejak saya masih kelas empat di sekolah dasar, sehingga tak terhitung sudah berapa kali saya bolak-balik melakukan perjalanan laut.

Pelabuhan juga bukan tempat yang asing bagi saya yang sering melakukan perjalanan ke beberapa kota di Indonesia. Fakta bahwa 2/3 wilayah Indonesia adalah wilayah kelautan membuat saya akrab dengan beberapa pelabuhan di Indonesia, sebut saja misalnya Pelabuhan Malahayati di Aceh, Pelabuhan Bakauheni di Lampung, Pelabuhan Merak-Banten, Pelabuhan Sape di Bima hingga ke Labuan Bajo. Meski berada di berbagai penjuru di Indonesia yang berbeda, namun pemandangan pelabuhan-pelabuhan ini nyaris sama, yaitu kumuh, kotor, dan semrawut dan tidak aman.

Jadi ketika ada undangan untuk mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok dari pihak Archiss datang, saya sangat bersemangat. Dalam undangan tersebut dikatakan bahwa imaji negatif selama ini tentang pelabuhan –dalam hal ini pelabuhan Tanjung Priok—tak akan kita jumpai lagi. Tentu saja hal ini sangat membuat saya penasaran, benarkah saat ini Pelabuhan Tanjung Priok sudah sangat berbeda? untuk itulah saya dan beberapa teman travel blogger datang, untuk melihat dan membuktikan sendiri. Seeing is believing, begitu kata orang-orang?

Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Rasa penasaran membuat saya tak ingin kehilangan momen sedikit pun. Sejak roda bus yang kami tumpangi memasuki areal pelabuhan yang memiliki total luas sekitar 600 hektar, saya sudah memperhatikan tiap detailnya. Banyak kendaraan-kendaraan besar lalu lalang keluar masuk pelabuhan, namun semua rapi berbaris menjelang gerbang masuk pelabuhan. Di pintu gerbang, kami menyaksikan prosedur keamanan yang ketat bagi pengunjung, hanya mereka yang memiliki kepentingan dan mengantongi ijin saja yang boleh masuk ke kawasan pelabuhan.

Pemandangan khas pelabuhan yang kotor dan berdebu yang biasa saya temui di beberapa pelabuhan di Indonesia nyaris tak saya jumpai di sini. Di Pelabuhan Tanjung Priok ini, semua jalan telah dilapisi beton, mulus dan membentang lebar. Gerbang masuk kendaraan pun dibuat dengan desain modern dan warna-warna yang membangkitkan semangat. Didominasi warna cerah seperti orange dan biru, semua kendaraan yang masuk dan keluar melalui gerbang dilayani secara computerize. Semua kendaraan tersebut terekam di kamera CCTV dan tercatat jelas, begitu juga terhadap kendaraan yang kami tumpangi.

IPC dan Wajah Baru Pelabuhan Tanjung Priok 
Areal perkantoran bertempat gedung yang sebagian besar adalah bangunan lama namun semua fasilitas yang digunakan adalah fasilitas modern. Semua tertata rapi dan terasa elegan. Di ruangan tempat kami di sambut, kami bisa melihat areal kolam tempat kapal-kapal besar bersandar bagai berada di menara kontrol. Di sini juga kami melihat presentasi dari pihak IPC tentang P.T. Pelabuhan Indonesia II secara lengkap. Bagaimana visi dan misi, program kerja hingga kondisi pelabuhan sejak dahulu, kondisi sekarang dan kondisi yang ingin dicapai di masa depan.

IPC bukanlah sebuah singkatan namun sebuah nama yang merupakan rebranding dari P.T. Pelabuhan Indonesia II yang dicanangkan sejak tahun 2012. Dengan menyandang nama IPC, diharapkan P.T. Pelabuhan Indonesia akan berubah menjadi lebih baik dengan semangat baru dan wajah baru yang lebih baik. Bukan hanya melayani kebutuhan pelabuhan dan logistik namun juga siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk sarana-sarana pendukungnya seperti transportasi dan koneksi interland pelabuhan.

IPC memiliki 12 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar berada di wilayah Sumatera, jawa dan Pontianak. Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan terbesar diikuti oleh Pelabuhan Panjang di Lampung dan Pelabuhan Merak Banten. IPC melakukan berbagai improvement untuk menjadikan pelabuhan lebih baik, termasuk infrastruktur dan human capital. Bahkan IPC juga memiliki corporate university yang akan menjadi center of Excellent dan menghasilkan operator kelas dunia untuk urusan pelabuhan, kemaritiman dan logistik.

IPC melakukan remodelling yang menjadikan pelabuhan yang sekarang sangat tertata rapi dan semua diatur dengan menggunakan standar internasional. Operasional pelabuhan dilakukan dengan cara yang sangat efisien. Pelabuhan telah dilengkapi dengan crane (alat bongkar muat) yang modern sehingga proses bongkar muat (stevedoring)dari dan ke kapal berlangsung lebih cepat. Bayangkan, bongkar muat yang tadinya memakan waktu hingga 2 hari kini bisa diselesaikan hanya sekitar 12 jam saja.

Beruntung sekali kami diberi kesempatan berkeliling area pelabuhan baik di terminal penumpang, terminal barang hingga ke ruang planning dan control. Tak hanya itu, bahkan kami diberi kesempatan pula untuk melihat pelabuhan dari berbagai sisi. Berkeliling di daratan dari satu terminal ke terminal, lalu menggunakan Pilot Boat atau Kapal Pandu untuk melihat pelabuhan dari arah laut, bahkan diperbolehkan melihat atea pelabuhan dari ketinggian di atas roof top salah satu gedung.

Dari sini terlihat betapa rapinya pengaturan di pelabuhan ini. Jalur masuk dan keluar kapal di kolam pelabuhan yang tadinya hanya menggunakan satu jalur kini telah bisa dilakukan dua jalur sehingga tak ada lagi antrian atau kemacetan saat kapal masuk dan keluar area kolam. Lalu apa manfaatnya semua remodelling ini bagi masyarakat?

Perlu diketahui bersama bahwa IPC melaksanakan fungsi pergerakan barang, sementara itu fungsi perdagangan tak lepas dari urusan pergerakan barang termasuk urusan distribusi dan pengiriman barang. Dengan remodelling pada Pelabuhan Tanjung Priok, maka akan terjadi efisiensi di berbagai lini. Hal ini nantinya akan berdampak pada kelancaran operasional di pelabuhan sehingga total biaya logistik nasional akan turun dan pada akhirnya harga barang-barang yang harus dibayar oleh masyarakat juga akan turun dan daya beli masyarakat akan meningkat.

Program lainya adalah tol laut yang sebenarnya merupakan bagian dari Proyek Pendulum Nusantara yaitu jalur yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan strategis di Indonesia dari timur ke barat, yaitu Belawan – Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Sorong. Proyek ini lebih dikenal dengan Program Tol laut. Pelabuhan-pelabuhan tersebut di atas akan melayani kapal-kapal ukuran besar sehingga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia khususnya Indonesia bagian timur.

Dunia melakukan hal ini, seperti jalur pelayaran dari China ke Eropa yang melewati 7 pelabuhan dunia, 3 di antaranya ada di Asia dan 4 di Eropa. Maka Indonesia pun harus melakukan hal yang relevan. Harus ikut berubah seiring dengan perkembangan dunia. Fakta bahwa Indonesia adalah negara maritim dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia adalah potensi besar yang tak dapat diabaikan.

Saya percaya, pada setiap upaya ada mimpi besar yang ingin dicapai. Begitu juga pada wajah baru Pelabuhan Tanjung Priok, bukan sekedar tampil baru namun di situ berlabuh pula banyak harapan-harapan baru.

Yuk ah, kita dukung… untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Charlotte Bandung Oleh-Oleh dari Kota Kembang

“Jangan lupa bawa Charlotte Bandung ya, Bun” demikian pesan anak gadis saya sesaat sebelum roda ...

2 comments

  1. Avatar

    Mudah-mudahan pelabuhan ini bisa jadi pintu gerbang ekspor impor Indonesia yang representatif dan bisa bersaing dengan pelabuhan besar lain di dunia :)). Menurunkan dwelling time memang jadi tantangan ekspor-impor Indonesia, semoga bisa tercapai. Great post!
    Gara recently posted…Sangsit: Jalan, Pantai, FajarMy Profile

  2. Avatar

    Menara kontrol nya 24 jam nonstop yaaaa, hati ku juga buka 24 jam nontstop tapi ngak ada yg singgah #Curcol
    cumilebay.com recently posted…Makin TERANGSANG SEX Esex di Jeju LovelandMy Profile

Leave a Reply