Wednesday, April 1, 2020
Home » Review and Event » Bincang Hangat Country Branding Pariwisata Indonesia

Bincang Hangat Country Branding Pariwisata Indonesia

Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bisa mengatakan “Saya dari Indonesia” ketika berkesempatan mewakili Indonesia bersama-sama travel blogger dunia yang berasal dari 21 negara di India, Maret 2015 yang lalu. Sebagian besar tahu persis letak Indonesia terutama Bali sebagai daerah tujuan wisata bagi wisatawan manca negara.Tapi apa kata mereka tentang pariwisata Indonesia? Apakah country branding pariwisata Indonesia cukup memiliki daya tarik untuk memasukkan Indonesia dalam daftar tujuan wisata mereka?

Pengalaman dua minggu di India tersebut kemudian seolah berputar kembali di kepala saat saya bersama teman-teman jurnalis online dan blogger dari KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) berkesempatan hadir dalam mini conference tentang pariwisata dengan Johnnie Sugiarto dan beberapa Puteri Pariwisata Indonesia di kantor El Jhon yang berada di APL Tower Lantai 16, Jalan S. Parman, Jakarta Barat pada tanggal 7 Maret 2016 kemarin. Mini conference ini dihadiri juga oleh Ivhanrel Sumerah, World Miss University Indonesia 2015, Cordella Fidelia, Miss Earth Indonesia – Water 2015 serta Delvia Wirajaya, Miss Tourism Queen of the Year International 2015 yang juga berbagi pengalaman dan kiprahnya sebagai Puteri Pariwisata.

Diskusi santai namun hangat ini membawa pemikiran saya jauh ke depan tentang pariwisata Indonesia. Sebagai travel blogger, awal tahun 2016 ini pikiran saya memang dipenuhi dengan berbagai rencana berkaitan dengan traveling dan blogging serta target-target pencapaian apa yang ingin diraih. Termasuk mempromosikan lebih banyak destinasi-destinasi wisata di Indonesia melalu travel website dan akun-akun sosial yang saya miliki.

Saya pun lalu membayangkan target Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya yang ingin mendatangkan 20 juta wisatawan manca negara ke Indonesia dalam tempo lima tahun ke depan dan salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Bukankah ini suatu kondisi yang klop sekali untuk mewujudkan sebuah sinergi antara para blogger dan jurnalis online, netizen serta pelaku bisnis industri pariwisata, sebagaimana yang juga disampaikan Kak Arul selaku inisiator KOPI yang mengajak semua pihak yang pada hari itu bertemu untuk bersinergi mendukung country branding pariwisata Indonesia.

Sinergi bukan sekedar kata tanpa makna, namun juga bekerja dengan makna. Johnnie Sugiarto telah membuktikan hal itu melalui aktivitas perusahaan El John miliknya yang bergerak di bidang tourisme, bussiness dan lifestyle. Di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, beliau memiliki Yayasan dan SMK Pariwisata El John. Tak terhitung jumlah penghargaan yang telah disematkan pada sosok satu ini, termasuk publikasi beliau tentang kiprahnya memajukan industri pariwisata di Indonesia.

Jangan berpangku tangan pada bantuan pemerintah, begitu pesan yang saya tangkap dari beliau. Pihak swasta bisa berperan serta nyata dalam industri pariwisata. El John sendiri memiliki jaringan media seperti media online, radio juga jaringan hotel dan travel yang telah diakui ikut mendukung pariwisata Indonesia. Berbagai penghargaan dan publikasi ini bisa dilihat di berbagai sudut kantor beliau yang nyaman.

Salah satunya kegiatan yang menjadi concern beliau adalah bagaimana bisa membawa Indonesia ke panggung dunia melalui penyelenggaraan Puteri Pariwisata. Tak tanggung-tanggung, beliau mengantongi 10 license franchise pageants internasional dari berbagai event yang berbeda. Dengan tagline: Bringing Indonesia Culture to The World, sejak tahun 2008, El John sudah delapan kali menyelenggarakan pemilihan Puteri Indonesia, dan tahun 2016 ini sudah memasuki tahun ke-9.

Hal ini dilakukan secara konsisten selama 8 tahun, meski semangatnya sesuai dengan tagline di atas, namun penyelenggaraan setiap tahun tidak stagnan, selalu dinamis dan mengusung tema yang berbeda. Untuk tahun 2016 ini misalnya, tema yang akan diangkat adalah Marine Tourism, sejalan dengan poros maritim yang didukung dari lini pariwisata. Partisipasi daerah juga terus meningkat. Terbukti bahwa pada tahun 2015 kemarin, 34 provinsi yang ada di Indonesia seluruhnya mengirim puteri terbaiknya untuk berpartisipasi dalam pemilihan Puteri Indonesia.

Hal ini adalah suatu pencapaian yang pantas diapresiasi, membuktikan bahwa dari tahun ke tahun pemerintah daerah makin menyadari bahwa pariwisata sangat mendukung pertumbuhan perekonomian di daerahnya masing-masing. Meski begitu, kualitasnya harus tetap tingkatkan agar puteri-puteri ini tak hanya mewakili daerahnya namun juga nantinya akan mampu mewakili Indonesia di kancah dunia. Peraihan beberapa Puteri Indonesia di ajang pemilihan pageants internasional membuktikan juga bahwa dengan dukungan yang baik, maka mereka akan mampu berprestasi dan pada akhirnya menjadi duta yang akan membawa country branding Pesona Indonesia di pentas dunia.

Pelajaran yang bisa saya ambil dari pengalaman dan kiprah Johnnie Sugarto di atas adalah, bahwa sesungguhnya setiap dari kita wajib mengambil bagian tanggung jawab terhadap pariwisata Indonesia sesuai dengan profesinya masing-masing. Contoh yang paling sederhana adalah sudahkah kita menjadi traveler yang baik? Sebagai jurnalis dan travel blogger, sudahkah kita mempromosikan Indonesia melalui tulisan-tulisan agar Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia tak hanya menjadi country branding tanpa makna.

Banyak tempat yang bagus, keanekaragaman suku dan budaya, kearifan lokal, kuliner yang khas, kekayaan sejarah yang patut diberitakan dan disodorkan pada dunia. Kalaupun ada hal yang negatif, salurkan ke arah yang tepat dengan cara yang bijaksana dan bahkan lengkapi dengan alternatif solusinya. Bukan hit and run, sekedar memberitakan, menjadikannya viral dan mengambil keuntungan di dalamnya. Notice yang muncul akibat berita negatif secara masif dan berulang akan menyebabkan munculnya travel warning. Kalau sudah begini, setiap negara berhak melarang warga negaranya mengunjungi negara tersebut karena hal itu. Maka terbayanglah berapa banyak kerugian yang akan muncul sebagai dampaknya.

Indonesia itu luas, namun pemberitaan negatif di suatu titik saja, bahkan tingkat kecamatan atau desa, tetaplah menjadi pemberitaan negatif buat Indonesia. Saya pernah merasa tertohok saat salah rekan travel blogger dari Swiss menanyakan, “Indonesia itu indah, tapi bagaimana soal keamanannya?” ia meragukan keamanan dirinya bila ke Indonesia karena berita-berita yang ia dengar. Menurut beberapa teman travel blogger dunia, mereka menganggap, baru Bali-lah yang terbuka, siap dan aman untuk turis asing.

Lain lagi dengan teman dari Polandia yang sudah bermukim 3 tahun di Kuala Lumpur sebagai pemandu wisata. Dia mengatakan, Indonesia jauh lebih banyak pilihan wisata yang indah di banding Malaysia, namun turis asing sering mengeluhkan transportasi, infrastruktur, tarif yang tidak jelas dan lagi-lagi keamanan. Lalu susah payahlah saya berusaha menjelaskan apa yang bisa saya jelaskan tentang Indonesia dan bagaimana menyikapi berita-berita miring tersebut.

Persis seperti pengalaman Johnnie Sugiarto saat menjadi tim pemulihan pasca Bom Bali. Dengan cara yang sederhana beliau menjelaskan dengan menggunakan peta Indonesia. Memperlihatkan keberadaan Bali yang merupakan bagian dari Indonesia, buka sebaliknya. Indonesia tidak hanya Bali, tapi ada 17 ribu pulau lainnya selain Pulau Bali. Bahwa Indonesia itu bila ditarik panjangnya dari Sabang sampai Merauke, kira-kira sama jaraknya dari London ke Arab Saudi. Jadi bila ada satu jalan di Bali yang di bom, bukan berarti seluruh Indonesia tidak aman.

Perlu strategi komunikasi yang benar supaya fakta tersampaikan. Ketika akan mengekspose pemberitaan negatif, pikirkan dampaknya, berapa banyak pihak yang menderita, kehilangan mata pencarian dan rezekinya karena pemberitaan buruk. Bahaya sebuah berita negatif yang membuat wisatawan tidak jadi datang ke sebuah destinasi, bukan lagi persoalan pribadi tapi juga dapat menjadi masalah nasional.

Yuuk  ah, kita berbenah. Jangan mau kalah dengan negara Asean lainnya.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Charlotte Bandung Oleh-Oleh dari Kota Kembang

“Jangan lupa bawa Charlotte Bandung ya, Bun” demikian pesan anak gadis saya sesaat sebelum roda ...

9 comments

  1. Avatar

    aku pertama tau El John udah cukup lama karena di Palembang ada radio El John yang memang merupakan radio pariwisata lengkap dengan travel agent nya. Jadi kiprah pariwisata beliau memang sudah saya tahu sejak lama
    Goiq recently posted…Menginap Di Horison Hotel Seminyak BaliMy Profile

  2. Avatar

    Tulisan reportase yang berbobot Mbak Don. Jadi ikutan semangat pengen bantu branding Indonesia 🙂
    Evi recently posted…Selamat Datang 2016My Profile

  3. Avatar

    Pariwisata itu terkait dgn banyak sektor jd percuma aja klo indonesia kaya tp sektor penunjang pariwisatanya masih kacau balau.tanggung jawab kita semua utk mempeebaiki semua sektor supaya pariwisata Indonwsia makin berkibar
    momtraveler recently posted…Lunch Time @ Mom Milk SemarangMy Profile

  4. Avatar

    Hi Mbak Donna …

    Emang keren ya Pak Johnnie ini dgn visi misi nya memajukan pariwisata Indonesia 😉
    Timothy W Pawiro recently posted…Yuk, kita Liburan ke Jepang!My Profile

  5. Avatar

    sebarkan hashtag #pesonaIndonesia
    innnayah recently posted…Tips dan Info Wisata Pulau NusakambanganMy Profile

  6. Avatar

    Mantablah,,,, semoga Pariwisata Indonesia semakin berkembang, target pemerintah 20 Juta dalam jangka waktu 5 tahun semoga terpenuhi. Tulisannya sangat bagus kak, senang membacanya 🙂

  7. Avatar

    Setuju mbak Donna, kita harus bertanya pada diri sendiri, sudahkan menjadi traveler yang baik? Yang menjaga lingkungan, taat peraturan, menjadi contoh bagi traveler lain dan mempromosikan negeri ini sebaik-baiknya. Krn kebanyakan traveler cuek dan semau gue.

  8. Avatar

    iya bener, mba. makin diekspos tentang berita negatifnya, orang jadi mikir buat pergi berlibur. kayak di india yang katanya rawan kejahatan untuk kaum perempuan, jadi orang aware banget buat ke sana.
    Ila Rizky recently posted…Serba-serbi Tren Fashion 2016My Profile

  9. Avatar

    Hi mbak Donna, blognya keren. saya juga suka jalan-jalan. tapi baru 2 tahunan ini sengaja mengarahkan isi blogku lebih ke traveling.

    oiya, dosen di mana mbak? saya juga dosen.
    syaifuddin sayuti recently posted…Mengenal Dompet KudoMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge