Saturday, October 19, 2019
Home » Review and Event » Bosan Traveling? Kok Bisa?! Ayo Pelesiran…

Bosan Traveling? Kok Bisa?! Ayo Pelesiran…

Saya tidak tahu apakah para pejalan di luar sana pernah merasakan hal yang sama dengan saya yang akhir-akhir ini, merasa tak berselera melakukan perjalanan. Sepulang dari perjalanan enam belas hari ke Kerala, India Selatan, saya sering mendapat pertanyaan dari beberapa teman mengenai rencana perjalanan berikutnya. “Setelah ini, mau pergi kemana lagi, Na?”, begitu kira-kira pertanyaannya. Saya hanya menjawab, “sepertinya tak ada rencana, mau menikmati Jakarta dulu hingga lebaran usai.” Benarkah begitu?

Hati kecil saya menjawab tidak, jemari saya pun tak betah berdiam diri, selalu mencari-cari di dunia maya, ada kesempatan jalan kemana dalam waktu dekat. Tapi anehnya, meski ada beberapa lomba, ada tawaran jalan bareng, bahkan review hotel, nyatanya toh saya tidak serta merta mengambil kesempatan tersebut. Semangatnya cuma di awal, lalu berkata dalam hati, “nggak lah, lagi malas jalan, lagi malas reramean, lagi malas packing, lagi malas bikin pesanan tulisan.” Ah, malas memang tak ada obatnya.

Namun pikiran ini kontradiksi, aneh saja rasanya gak pengen jalan, tapi untuk melakukan perjalanan sungguh saya sedang malas. Saya malah memilih santai berkumpul dengan teman-teman KIJP (Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau) sambil melakukan kegiatan volunteering di Pulau Panggang atau sekedar staycation semalam di Bogor memanfaatkan salah satu voucher hotel bersama seorang sahabat. Itu pun sekedar jalan, tak jauh dari Jakarta, gak mau mikir foto apa yang akan saya bawa pulang dan cerita apa yang harus saya tulis nanti. Mengalir, sekedar jalan, itu saja!.

Saya menganalogikan kegiatan ini bagai orang yang tetap harus makan meski rasanya perut masih kenyang. Perjalanan juga butuh rasa rindu untuk menghadirkan semangat. Kalau belum rindu ya jangan jalan dulu, karena pasti tak menemukan alasan untuk berjalan. Lalu saya pun mencoba menciptakan jarak, agar rindu itu kembali hadir. Melewatkan promo tiket, menunda menggunakan voucher hotel, dan menolak ajakan jalan bareng dan fokus pelan-pelan menulis catatan perjalanan Kerala Blog Express yang baru saja selesai.

Saya ingat kata Mas Teguh Sudarisman, salah satu orang yang saya anggap guru dalam urusan per-travelwriter-an. Itulah bedanya traveler dan travel witer. Kalau lebih banyak jalan-jalan, bahkan tak menuliskan pengalaman perjalanannya, ya traveler namanya. Kalau travel writer, ya harusnya sih seimbang antara menulis dan jalan-jalannya. Itulah mengapa salah satu tips dari beliau, jangan memulai perjalanan baru sebelum perjalanan lama sudah selesai di tulis.

Nah… mungkin itu yang membuat saya malas berjalan. Pikiran saya terus mengingatkan, masih banyak sekali yang belum ditulis. Lumayan, meski masih harus mengalahkan rasa malas untuk menulis dan bargaining dengan mood dan kerjaan kantor, beberapa tulisan tayang juga di blog. Selain itu, satu tulisan tayang di inflight magazine dan satu tulisan menanti tayang bulan Juli yang akan datang di salah satu majalah pria dewasa #ups. Untuk mengembalikan mood, saya pun melewatkan malas dengan blogwalking –yang selama ini jarang sekali saya lakukan—ke beberapa blog milik teman-teman. Lumayan, saya menemukan keasikan tersendiri dalam kegiatan ini.

Namun perjalanan memang memilik takdirnya sendiri, lusa saya harus berangkat ke Surabaya untuk mengikuti seminar yang berkaitan dengan pekerjaan saya, dan dalam waktu yang tak terlalu jauh saya juga mendapat undangan untuk berbagi mengenai traveling di sebuah komunitas relawan di Pekalongan.

Semangat saya tiba-tiba membuncah, kerinduan untuk berkelana dengan santai menikmati romantisisme kereta api seperti dulu pun hadir kembali. Saya seperti menemukan alasan untuk berjalan. Segera saya memesan tiket keberangkatan dan berkorespondensi dengan beberapa pihak yang dapat menyediakan akomodasi. Dan Alhamdulillah, semesta mendukung. Dua hotel bersedia menyediakan akomodasi buat saya selama perjalanan ke Surabaya dan Pekalongan.

Ah, jarak memang harus dicipta, agar rindu tak menjadi hal yang biasa.

Naik kereta api… tut tut tuuuuuut, siapa hendak turuuuuut.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Charlotte Bandung Oleh-Oleh dari Kota Kembang

“Jangan lupa bawa Charlotte Bandung ya, Bun” demikian pesan anak gadis saya sesaat sebelum roda ...

13 comments

  1. Avatar

    Ah jarak memang harus ada kalau hendak mengundang rindu. Siip…Dan selamat meraih setiap kesempatan yang ada Mbak Don..Semoga jadi pejalan yang bertambah baik dari hari, ke bulan, maun tahun nantinya…:)

  2. Avatar

    Kalau ini sih saya belum ngalamin… Tapi ibu saya udah, males jalan-jalan, soalnya udah tua hihihi, udah sampe level kalau traveling nggak ambil foto samsek =)) Semangat Bu Donnaa… seru banget itu ada hotel nyeponsorin 🙂

  3. Avatar

    Aku bulan kemaren stop jalan ke acara apapun dan dimanapun. Pertama karena males kedua karena masih masa penyembuhan abis tifus. Tapi alhamdulillah sekarang sudah kembali semangat heuheu. Semangat ya mbak! Aku suka ngiler baca tulisannya kalo jalan – jalan. Ajak aku dong wkwkwkwkw

  4. Avatar

    “Jangan memulai perjalanan baru sebelum perjalanan lama sudah selesai di tulis.” Noted mbak 🙂

    Selamat jalan-jalan mbak.

  5. Avatar

    Sebulan kemarin saya nggak kemana2 karena pemulihan habis tifus. Alhamdulillah sekarang udah normal. Semangat mbak! Aku suka ngiler liat tulisan jalan – jalannya. Ajak aku dong! *dikeplak*

  6. Avatar

    mungkin ini yg disebut rileks dari rutinitas ya mak? kalau saya yg agak bosan di rumah pengennya jalan2 hehe.. semangat maak!

  7. Avatar

    Saya masih bingung dengan beda pelesiran dan travelling nih haha..

    Anyway salam kenal ya 🙂

  8. Avatar

    Bener mbak Dona. Dulu ketika masih traveller. Saya lebih banyak jalan, karena memang saya tidak menulisnya. Paling cerita ke teman. heheh. Dipastikan tiap bulan selalu ngebolang. Baik dekat maupun Jauh. Sekarang, beda sekali. Saya jalan dulu, baru saya tulis sampai selesai baik di blog maupun di media. Tapi, meski kadang belum selesai nulis udah ngebolang lagi, nggak jauh sih, sekitaran Delhi. Buat fereshing dan nulis juga. hehehe nggak jalan bisa gatel kaki ku. :)))

  9. Avatar

    Ah. Kata2 mas Teguh saya suka Mbak. Jalan2 dan menuliskan. Salah satu cara meninggalkan jejak ya.

  10. Avatar

    Kak Donna keseringan travelling kali, terlalu capek, apalagi pulang travelling harus nulis, jadi aja bosan. Istirahat sejenak Kak….baru jalan lagi…

  11. Avatar

    Waah…kalau saya malah lagi rinduuu…jalan…lha wong belum banyak kesempatan (dan kemampuan) untuk jalan2..hehe… Semoga acara jalan2 kali ini sukses ya mbak.. Oya, di Pekalongan acara apa & kapan mbak Donna?

  12. Avatar

    salah satu penawar rasa jenuh sih Mba, dan bisa jadi ladang inspirasi bagi pejalan kayak sayah ini hahaha

  13. Avatar

    Hmmmm kok bisa yaw???? mungkin kak Na kebanyakan jalan – jalan, jadinya bisa bosan,,,, salam kenal kak Na

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge