Wednesday, April 1, 2020
Home » Traveling » Around The Globe » Cara Membuat E-Passport Indonesia
KERALA

Cara Membuat E-Passport Indonesia

ayopelesiran.com – Saya sempat bimbang dihadapan petugas Kantor Imigrasi Khusus Kelas 1 Jakarta Barat, 19 Januari 2015 kemarin. Saat pengambilan foto biometrik, petugas menanyakan jenis paspor yang mana yg saya pilih untuk memperpanjang paspor lama yang habis masa berlakunya pada bulan April 2015 ini. Untuk membuat paspor baru, saya punya pilihan untuk mengganti dengan paspor elektronis / e-passport atau dengan passport biasa. Niat awalnya memang ingin mengganti menjadi paspor elektronis, tapi sempat berpikir juga tentang biayanya. Masih merasa sayang mengeluarkan biaya pembuatan paspor elektronis yang nominalnya hampir dua kali lipat biaya pembuatan paspor biasa. Untuk membuat paspor elektronis, dibutuhkan biaya sebesar 660 ribu rupiah, sedangkan untuk paspor biasa kita hanya perlu membayar sebesar 305 ribu rupiah saja.

Meski beberapa negara maju sudah menerapkan penggunaan e-passport di negaranya, namun manfaat bagi pemegang e-passport Indonesia baru sebatas bisa melewati autogate sehingga terbebas dari antrian di counter imigrasi bandara dan bebas visa kunjungan selama 15 hari ke Jepang. Namun toh tak urung saya akhirnya memutuskan untuk mengganti paspor biasa saya yang sudah hampir habis masa berlakunya itu dengan paspor elektronis. Anggap saja sebuah afirmasi diri masa depan karena paspor itu berlaku hingga jangka lima tahun ke depan. Siapa tahu saya akan membutuhkan paspor elektronis ini ke Jepang misalnya. Entah itu karena saya berhasil nabung banyak uang atau dapat hadiah lomba jalan-jalan gratis ke Jepang. Tak muluk rasanya untuk punya impian yang satu ini. Berhasil memenangkan kompetisi Kerala Blog Express 2 –mewakili Indonesia– dari Departemen Pariwisata India bersama travel blogger dunia bulan Maret 2015 yang akan datang, mengajarkan pada saya bahwa menambah satu daftar impian ke Jepang bukanlah hal yang mustahil.

Syarat-syaratnya pembuatan e-passport ini sangat mudah, sama dengan syarat-syarat pembuatan paspor biasa. Anda harus membawa semua dokumen asli.  Copy dokumen harus dibuat menggunakan kertas berukuran A4. Untuk copy paspor, letakkan bagian depan dan bagian belakang halaman paspor yang menunjukkan identitas diri di lembar yang sama

Dokumen yang harus disiapkan

1. Kartu Tanda Pengenal. Pastikan KTP anda masih berlaku. Untuk anak-anak yang belum memiliki KTP atau di bawah umur, harus didampingi kedua orangtua dan mengisi formulir khusus yg bisa didapat di kantor imigrasi.

2. Kartu Keluarga. Usahakan yang terbaru. Saat saya mengurus perpanjangan paspor saya ini, petugas imigrasi dengan tegas mengumumkan bahwa yang kartu keluarga yang diterima adalah yang terbaru yang berwarna biru.

3. Akte Kelahiran. Pada kasus saya yang tidak memiliki Akte Kelahiran, namun memiliki Surat Keterangan Lahir, maka petugas meminta saya menunjukkan ijasah SMA atau Akta Nikah dan melampirkan photocopy dokumen tersebut.

4. Paspor lama. Paspor lama ini sebaiknya anda minta kembali saat pengambilan paspor baru, untuk mengantisipasi beberapa urusan yang memerlukan pembuktian dengan paspor lama. Hal ini diperlukan karena paspor lama dan paspor baru memiliki nomor yang berbeda. Jangan sampai anda mengalami kesulitan karena tak dapat menunjukkan paspor lama anda.

Prosedur pembuatan

1. Meski Kantor Imigrasi baru dibuka pukul 08.00 wib, datanglah sepagi mungkin untuk mendapat nomer antrian. Saya tiba di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat pukul 6.30 wib dan mendapat nomer antrian 24. Hanya 270 pemohon yang akan diproses. Baik yang mendaftar online maupun datang langsung.

2. Pada saat tiba, Satpam akan menyapa, menanyakan keperluan anda dan mengingatkan anda, apakah sudah membawa semua dokumen yang diperlukan. Bila dokumen belum di photocopy, tersedia layanan photocopy berbayar di sana.

3. Pukul 07.30 wib pemohon sudah diperkenankan masuk bergiliran setiap delapan orang pemohon untuk diperiksa kelengkapan dokumen asli dan copy dokumen. Bila lengkap maka pemohon akan diberikan formulir permohonan, copy dokumen dalam amplop berlogo imigrasi berwarna biru dengan nomer antrian dan nama kita tertera di atas map.

4. Pemohon selanjutnya menunggu giliran dipanggil untuk wawancara dan pengambilan fotobiometrik. Anda bisa memantau giliran anda melalui layar televisi yang menayangkan nomer antrian, nama pemohon dan nomer konter yang melayani. Untuk yang berkerudung, gunakan kerudung berwarna gelap karena latar belakang foto berwarna putih.

5. Pembayaran tunai untuk pemohon yang datang langsung, dilakukan di bank yang ditunjuk (BNI 46) setelah pengambilan foto dan tidak perlu lagi kembali ke kantor imigrasi. Bukti pembayaran ditunjukkan saat pengambilan paspor. Pembayaran di tempat hanya bisa menggunakan kartu kredit atau kartu ATM BNI 46.

6. Proses selesai. Saya menyelesaikan seluruh proses diatas hanya selama dua setengah jam saja. Kurang dari pukul sebelas siang saya sudah meninggalkan kantor imigrasi. Berjalan santai di melewati pedestrian menuju Stasiun Kota dan akan kembali lagi ke sini dalam tempo tiga hari ke depan untuk mengambil paspor elektronis saya yang baru.

Mudah khan?

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Malaysia, Tenggara Yang Patut Dikunjungi Sebelum Tua

Malaysia, Tenggara Yang Patut Dikunjungi Sebelum Tua – Menjadi tua bukan satu hal yang merugikan, ...

13 comments

  1. Avatar

    Mayan juga yahhh… mihilll… pasporku masih biasa, masih 1 tahun lagi pula expirednya hihi, paspor biasa juga biasa autogate sihhh…
    Una recently posted…Tas Baru Dari BrisbaneMy Profile

  2. Avatar

    biayanya 2 kali lipat ya mbak
    Lidya recently posted…Mengajarkan Sholat Pada Anak Dengan CintaMy Profile

  3. Avatar

    Wah, untuk alasan ekonomis sih saya masih mikir dua kali untuk bikin paspor elektronik karena saya nggak ke luar negeri setiap tahun…. Biayanya itu loh :p
    Elia Bintang recently posted…Teknik Menulis dan Menjalani Hidup Jack KerouacMy Profile

  4. Avatar

    Anggap saja investasi yo mbak bikin e-passport, kan siapa tahu… siapa tahu… 😀

    Noted deh! Informasinya berguna banget 🙂
    Rifqy Faiza Rahman recently posted…Pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde 55: WaterfallsMy Profile

  5. Avatar

    Nice post, Mba Donna. Penting banget buat diketahui orang banyak nih. Btw, selamat ya atas Kerala-nya ! Kereeennn .. 😀
    noerazhka recently posted…[Jelajah Pecinan Semarang] Tujuh Rumah Para Dewa ..My Profile

  6. Avatar

    Waaah, bisa nih dicoba buat bikin passport, meskipun nggak tau sih kapan mbuatnya -_- :p wkwkw

  7. Avatar

    siang websitenya sangat menarik, terima kasih telah berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge