Friday, December 6, 2019
Home » Uncategorized » oleh-oleh dari sheraton media

oleh-oleh dari sheraton media

Memenuhi panggilan tugas tuk menghadiri undangan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam rangka sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) maka berangkatlah aku dari kampus hari Jumat kemarin ke Sheraton Media Gunung Sahari dan akan berada di sana selama 3 hari kedepan. Ditemani hujan deras yang mengguyur Jakarta perjalanan aku kesana lumayan menjemukan dengan kemacetan yang menghadang di banyak tempat. Untung yangku bersedia mengantar sehingga aku gak perlu nyetir sendiri dan bisa menghemat energi tuk kegiatan disana.

Sayang antusias itu sedikit terganggu karena pas nyampe di tempat, boro-boro mendapatkan sambutan (kalungan bunga misalnya: gubrak!!) bahkan panitia pun belum sampai di tempat sehingga aku gak bisa cek in dan ruang seminar pun masih kosong. Untungnya sambil menunggu persiapan selesai kita bisa makan siang dulu….lumayan khan nunggu sambil makan daripada sambil ngedumel he he he .

Beberapa sesi agak menjemukan dan ada pula yang sulit dipahami karena menyangkut prosedur hukum tapi banyak juga hal-hal menarik yang didapat. Salah satu yang manarik adl bagian dari apa yang disebut dengan Hak Kekayaan Intelektual yaitu hak patent, masih inget khan kita pernah dihebohkan oleh hak patent terhadap batik dan tempe yang dimiliki oleh Amerika dan Jepang !?, kita juga masih hangat dengan ribut2 soal Reog Ponorogo dan Lagu Rasa Sayange yang di klaim adalah milik Malaysia…?? Nah ada berita baik dan berita buruknya tuh….. Kita sebenarnya tidak perlu terlalu resah karena ternyata patent yang dimiliki oleh bangsa asing terhadap tempe dan batik mengklaim tentang beberapa metode pembuatannnya jadi bukan produknya. Sehingga kita sah2 aja memakai or membuat batik dan tempe tanpa harus membayar royaltinya sejauh kita tidak menggunakan metode yang mereka patenkan. Dan kita masih punya peluang besar untuk mempatentkan bayak hal lain mengenai kekayan kita terutama sumber daya hayati

Bayangkan berapa besarnya potensi tanaman obat Indonesia yang sudah dipakai ribuan tahun lalu oleh nenek moyang kita yang belum kita patenkan, jangan sampai pihak asing yang justru tidak memiliki kekayaan tersebut berhasil mencurinya dan berhasil mengambil kandungan khasiat obat tersebut dan mempatenkannya dan mengembangkannya sampai skala komerisal dan memberikan manfaat ekonomi buat mereka.

Hal yang tak kalah menarik adalah buah2an tropis asli indonesia….kayaknya banyak yang jadi milik Thailand ya. Ada Jambu Bangkok, Durian Bangkok, rambutan bangkok he he he. Ntar malah pisang Ambon juga bisa jadi Pisang bangkok.

Belum lagi penyakit2 tropis, kenapa juga harus pihak medis asing yang meneliti tentang manusia pohon, flu burung, dan penyakit2 di negara tropis seperti Indonesia. Kenapa bukan anak bangsa yang mengembangkannya dan memiki patennya agar Bangsa Indonesia tak perlu membayar mahal obat dari luar negeri tersebut.

Percaya bahwa kita bisa dan kita kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusianya, mengapa tidak kita mulai dari sekarang mengenai hal diatas agar kita yang menikmati kekayaan tersebut. Mudah2an sosialisasi ini membawa perubahan…….amiin.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

….attitude…..

sikap…..adalah sosok maju diri kita yang sesungguhnyaakar-akarnya ke dalam tetapi buahnya keluaradalah sahabat terbaik kita ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge