Tuesday, September 27, 2022
Home » Traveling » Resensi Buku: Travel Writer Diaries 1.0

Resensi Buku: Travel Writer Diaries 1.0

Judul : Travel Writer Diaries 1.0
Catatan Perjalanan Unik, Seru dan Luar Biasa Tentang Indonesia
Penulis : Teguh Sudarisman
Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika)
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 274 halaman
ISBN : 978-602-7816-34-3

mas teguhMembaca buku yang berjudul Travel Writer Diaries 1.0 ini mengingatkan saya pada sebuah acara kompetisi memasak di salah satu televisi swasta. Dalam acara itu sejumlah juru masak diberikan bahan masakan yang sama, lalu mereka akan mengolahnya menjadi sebuah masakan yang akan dinilai oleh para juri. Kontestan yang jago akan mampu mengolah bahan masakan tersebut menjadi sajian yang istimewa. Ya, Sajian istimewa.

Tentu saja saya sedang tidak membicarakan buku cara memasak melainkan sebuah buku yang berisi kumpulan 27 catatan perjalanan seorang Travel Writer bernama Teguh Sudarisman. Tak berlebihan rasanya bila saya menjuluki buku dengan gambar sampul landmark beberapa kota di Indonesia ini sebuah Sajian Istimewa. Buku bersampul biru dengan judul kecil “Catatan Perjalanan Unik, Seru dan Luar Biasa Tentang Indonesia” di bawah judul utamanya sungguh bagai masakan yang kenikmatannya dapat kita temukan pada setiap kalimat yang ditulis.

Bukan hanya kemampuan mengolah kata, namun Teguh Sudarisman juga melengkapi tulisannya dengan foto-foto yang keren. Itu juga yang membuat beliau dikenal sebagai Travel Writer dan Photografer. Selain itu, beliau juga mahir menyelipkan data dalam tulisan tanpa membuat kita merasa seperti membaca sebuah kamus perjalanan. Hal ini tentu saja tak lepas karena jam terbang beliau sebagai penulis dan editor di beberapa media cetak selama puluhan tahun, dan kini memiliki majalah online TGIFmag.com serta mengelola majalah in-flight Kalstar Aviation.

Buku setebal 274 halaman ini, selain berisi catatan perjalanan juga dilengkapi dengan informasi cara menuju ke tempat yang diceritakan di setiap akhir tulisan. Beberapa diantaranya bahkan dilengkapi dengan nomor kontak personal yang bisa dihubungi bila kita ingin berkunjung ke tempat tersebut. Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto yang bagus meski kita tidak dapat menikmati foto-foto tersebut dengan warna aslinya karena dicetak dengan warna hitam-putih. Namun begitu, pembaca tak perlu khawatir, penulis buku ini mampu menggambarkan dengan baik sehingga pembaca mampu membayangkan bahkan merasakannya. Saat bercerita tentang Pesona Tangkahan, saya bisa ikut merasakan kekhawatiran saat beberapa kali salah masuk lorong di Gua Kelelawar dan ikut terengah-engah saat penulis bercerita tentang petualangan Di Atas Magma Krakatau dan tertatih-tatih saat Survive di Sindoro. 

Saya kagum dengan kemampuan Teguh Sudarisman menemukan hal unik dari suatu tempat yang biasa menjadi luar biasa, atau menemukan sumber tulisan di tempat yang mungkin tak terpikir oleh kebanyakan dari kita. Seperti cerita tentang Sisa-Sisa Warisan Sultan Banten, yang mengangkat cerita tradisi budaya dan sejarah agama di Banten. Saya pernah datang ke tempat yang sama namun masih saja menemukan hal lain pada tulisan tersebut. Atau pada cerita Master Gong Terakhir, perjalanan ke tempat seperti ini mungkin tak terpikirkan oleh kita, hal yang mungkin luput dari perhatian atau mungkin tak menarik minat. Tapi ternyata, tulisan Teguh Sudarisman tentang hal ini membuat saya tahu rahasia di balik sebuah Gong. Keren.

Buku ini bukan sekedar buku kumpulan catatan perjalanan, buku ini mengajak saya bermimpi untuk mengunjungi tempat-tempat indah yang saya sama sekali tidak tahu. Bermalam di Tenda Lady Diana, bagai cerita negeri dongeng. Tapi bukan hal yang mustahil untuk disinggahi meski biayanya selangit. Teguh Sudarisman punya caranya. Beliau seperti menyebar virus sebagai Travel Writer dan Photografer kepada pembaca dan pencinta jalan-jalan untuk memberi nilai tambah pada perjalanannya dengan jargon andalan “Make Money from Your Journey”, Bahkan di bagian akhir buku ini beliau menulis satu tulisan khusus tentang Travel Writer: The Best Job in The World. Benar-benar memprovokasi dan membuat saya bersemangat ingin seperti beliau.

Sebagai penutup, satu hal yang saya rasa agak mengganggu pada buku ini adalah pada bagian menuju suatu tempat yang diletakkan dalam kotak pada akhir tulisan. Warna biru tua membuat tulisan berwarna hitam didalamnya sulit terbaca. Ada baiknya bila latar belakang tulisannya biru, sebaiknya tulisan dibuat berwarna putih seperti pada judul agar mata tetap nyaman membacanya. Namun di luar dari itu, saya berani katakan bahwa buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca, apalagi untuk anda yang mengaku sebagai seorang pengelana. Temukan hal unik dan luar biasa dari negeri ini melalui tulisan Teguh Sudarisman yang tak mungkin saya jelaskan satu per satu disini. Bagi anda yang menyukai jalan-jalan, menulis dan fotografi, tunggu apa lagi? Baca buku ini lalu ikuti saran penulis, Keluarlah dan tulis ceritamu sendiri.

Selamat Membaca

twd10

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Malaysia, Tenggara Yang Patut Dikunjungi Sebelum Tua

Malaysia, Tenggara Yang Patut Dikunjungi Sebelum Tua – Menjadi tua bukan satu hal yang merugikan, ...

14 comments

  1. Avatar

    Wah, Bu Dosen, reviewnya keren pisan dengan bahasa yang mengalun seperti puisi. Hatur nuhuun! Terus traveling dan menulis yaaa!

  2. Avatar

    penasaran sama bukunya. memang lebih enak kalo fotonya berwarna ya, mak donna. sayangnya ini juga berpengaruh pada harga bukunya nanti. jadi mau ga mau penulis nurut sama penerbit hehe

  3. Avatar

    yaaaaayyyy… akhirnya bikin review juga. review yang renyah dan apik persis seperti bukunya. Nanti kalau buku pak Teguh Sudarisman yang berikutnya udah terbit aku juga mau minta tanda tangannya ahh 😉

  4. Avatar

    terima kasih untuk resensinya bun, jadi nambah refrensi buku bacaan bagus bertemakan traveling 😀

  5. Avatar

    Yeaayy.. aku udah punyaaa aku udah punyaaa… 😉

  6. Avatar

    Okey, sekarang pertanyaanku, mana ceritamu? Mana bukumu? Buku traveling & selipan2 puisi didalamnya? Why not?

Leave a Reply