Thursday, April 9, 2020
Home » Review and Event » Swiss-belinn Manyar Surabaya, tempat menginap yang pas untuk menikmati me time
Nyaman untuk menikmati "me time"

Swiss-belinn Manyar Surabaya, tempat menginap yang pas untuk menikmati me time

Swiss-Belinn Manyar ya, pak!” Setengah bergegas saya masuk ke dalam taksi sambil menyampaikan tujuan saya pada pak sopir. Tubuh yang cukup lelah setelah semalaman berkereta dari Jakarta menuju Surabaya dan berlanjut seharian mengikuti seminar, membuat saya lebih memilih untuk beristirahat dalam taksi dan tak ambil pusing pada rute yang akan ditempuh. Suasana Kota Surabaya yang cukup ramai saat itu cukup menarik perhatian saya. Sambil menyandarkan punggung, saya pun menikmati suasana Kota Pahlawan di waktu malam seiring roda taksi yang berputar meninggalkan Jemursari.

Lobby dan Ruang Makan Swiss-Belinn Hotel yang Luas
Lobby dan Ruang Makan Swiss-Belinn Hotel yang Luas

Selain sebagai perjalanan bisnis; bertemu teman dan menikmati makanan Jawa Timur di Surabaya adalah tujuan saya datang ke Surabaya kali ini. Saya termasuk penikmat beberapa jenis kuliner khas Jawa Timur namun karena kesibukan dan waktu yang terbatas, maka saya seringkali tak sempat mendatangi beberapa tempat yang menjual makanan Jawa Timur di tempat tinggal saya di Jakarta. Maka tak heran, ketika ada kesempatan datang ke Surabaya, maka dengan sengaja, saya tinggal lebih lama di kota ini meski urusan pekerjaan saya telah selesai tadi sore.

Melalui Agoda, saya memilih Swiss-Belinn Manyar untuk tempat menginap dari tanggal 4 Juni sampai dengan 5 Juni 2015. Lokasi hotel yang strategis menjadi salah satu pertimbangan saya saat itu. Hotel yang berada di Surabaya bagian timur ini aksesnya mudah. Letaknya juga tak jauh dari pusat perbelanjaan Galaxy Mall dan tersedia shuttle free menuju ke sana. Selain itu, hotel ini diapit banyak sekali tempat makan, baik yang menyajikan menu tradisional maupun internasional.

Merah Nan Semarak
Sudah cukup malam saat saya memasuki lobi Swiss-Belinn Manyar dan disambut dengan ramah dua petugas di balik meja resepsionis dan alunan musik dari salah satu sudut ruangan. Sepasang kursi besar bersandaran tinggi menjadi obyek perhatian saya di ruangan yang didominasi warna merah ini. Terlihat di belakang dua kursi besar tersebut tersusun rapi barisan meja dan kursi untuk para tamu menikmati hidangan.

Merah Nan Semarak
Merah Nan Semarak

Belakangan saya tahu bahwa ternyata ruangan besar ini memang terbuka selama 24 jam penuh dan memiliki multi fungsi. Selain sebagai lobi, resepsionis, dan ruang makan, tempat ini juga disediakan untuk para tamu berbincang di malam hari sambil menikmati alunan musik hidup dan segelas champagne atau wine sebagai teman berbincang. Bagi anda yang merokok, disediakan ruangan yang tak kalah nyaman di beranda.

Saya memutuskan untuk menikmati ruangan ini esok malam saja. Sudah terbayang,  betapa menyenangkan rasanya bisa duduk santai menulis catatan perjalanan, ditemani segelas minuman hangat sambil menikmati alunan musik. Namun malam ini saya hanya ingin menikmati hangatnya kucuran air yang membasuh tubuh lalu melepas penat di atas kasur yang nyaman sambil menikmati bulan purnama yang berpendar indah dari balik jendela kamar.

24 hour in-room dining
24 hour in-room dining

Temaram yang Hangat
Deluxe Room dengan tempat tidur berukuran King telah disediakan buat saya malam itu. Desain kamar yang simpel bernuansa hijau berpadu dengan warna-warna lembut memberikan nuansa temaram, teduh di mata, pas sekali buat lelahnya tubuh. Pencahayaan yang baik dari samping dan atas tempat tidur menghadirkan suasana hangat buat saya yang sendirian. Kamar bernomor 716 ini terletak di lantai tujuh dan berada persis di atas kolam renang yang berada di lantai 5. Dari jendela kamar hotel yang memiliki 143 kamar ini, saya dapat melihat pemandangan malam Jalan Manyar Kutoarjo yang semarak oleh cahaya lampu.

Temaram yang Hangat
Temaram yang Hangat
Nyaman untuk menikmati "me time"
Nyaman untuk menikmati “me time”

Hotel yang memiliki 11 lantai ini sangat nyaman buat saya ingin menikmati “me time” selama di Surabaya. Bila tak ada janji menemui teman, rasanya saya hanya ingin menghabiskan waktu di hotel ini saja. Seperti pada hari kedua, pagi hari saya habiskan dengan bermalas-malasan di kamar. Menikmati acara musik dari televisi sambil menyiapkan bahan tulisan di sudut kamar. Bosan di kamar saya berpindah ke kolam renang untuk menikmati matahari pagi, dan kemudian berlama-lama di ruang makan sambil menikmati berbagai sajian menu sarapan yang disediakan.

Berenang yuuuuk...
Berenang yuuuuk…

Menu tradisional ala hotel berbintang
Setiap singgah di sebuah kota, saya selalu menyempatkan diri untuk menikmati kuliner lokal. Begitu pun di Surabaya ini, menu khas Jawa Timur yang lezat sudah terbayang di ujung lidah rasanya. Beruntung saya, Swiss-Belinn Manyar menyediakan berbagai menu traditional khas Jawa Timur yang saya inginkan sehingga saya tak perlu keluar hotel. Uniknya, menu-menu tersebut disajikan di dalam saung-saung kecil yang didesain khusus bernuansa traditional.

Nuansa Tradisional di Ruang Makan
Nuansa Tradisional di Ruang Makan

Sering saya dapati menu-menu tradisional kehilangan cita rasa khas tradisionalnya ketika disajikan di hotel berbintang. Namun tidak pada menu-menu tradisional yang disajikan Swiss-Belinn Manyar. Sampai tulisan ini dibuat, saya masih bisa membayangkan berbagai menu gorengan di angkringan lengkap dengan saus petis khas Jawa Timur atau sedapnya sambal di Saung Angkringan. Itu belum termasuk dua menu andalan yang saya rekomendasikan di Swiss-Belinn Manyar yaitu Tahu Campur dan Sop Kikil.

Harus mencicipi Sop Kikil ini, lezatnya... juara!
Harus mencicipi Sop Kikil ini, lezatnya… juara!

Tahu campur yang disajikan berisi campuran selada, lentho, tahu dan daging sandung lamur sebagaimana umumnya, namun kuahnya terasa sangat istimewa. Saya menduga itu karena kualitas petis yang ditambahkan pada hidangan yang membuatnya istimewa. Begitu pula dengan Sop Kikilnya, kuah kaldunya sedikit lebih kental dari sop biasa, tapi kaya akan rasa. Potongan kikilnya juga lembut, mudah dikunyah namun tak menghilangkan cita rasa asli kikilnya. Tidak berlebihan rasanya bila saya mengatakan bahwa ini adalah Tahu Campur dan Sop Kikil yang paling enak yang pernah saya rasakan.

Menu Tradisional ala Swiss-Belinn Manyar
Menu Tradisional ala Swiss-Belinn Manyar

Penasaran? Cobain sendiri deh. Bila anda ada rencana ke Surabaya dan belum menentukan tempat menginap. Butuh tempat yang nyaman dengan kemudahan akses dan transportasi sekaligus bisa menikmati waktu untuk diri sendiri, berbelanja dan menikmati kuliner dengan waktu yang terbatas tanpa harus jauh-jauh dari hotel, maka Swiss-Belinn Manyar adalah pilihan yang tepat.

Yuk, kita ke Surabaya…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Charlotte Bandung Oleh-Oleh dari Kota Kembang

“Jangan lupa bawa Charlotte Bandung ya, Bun” demikian pesan anak gadis saya sesaat sebelum roda ...

16 comments

  1. Avatar

    Cakep… adem banget kelihatannya, ditengah Surabaya yang panas.
    Sepertinya harus di catat nih buat nanti pas transit mudik. Makasih infonya ya…

    • donna imelda

      Mudiknya kemana, mas. Iya… enak banget buat nyantai hotelnya

      • Avatar

        Mudiknya ke Banyuwangi. Biasanya dari Hamburg ke Jakarta, terus di Jakarta pasti bisa beli tiket ke Surabaya langsung, nah dari Surabaya ke Banyuwangi inilah yang selalu ketinggalan pesawat, soalnya jadwal pesawat kan cuma sekali sehari, hihi…
        Terus kalau nongkrong makan yang merakyat tapi jangan terlalu minggir ke kali atau terlalu mepet ke trotoar, di Surabaya rekomendasinya apa mbak?

  2. Avatar

    Kirain swiss berlin myanmar….:)
    aku blm pernah ke surabaya. Panasnya mirip2 Jakarta ya, mak?
    *Aah, Bogor juga skrg panas ya…

    • donna imelda

      Iya, hampir mirip Jakarta panasnya. Tp ya namanya jalan2 dinikmati saja. Macet juga di beberapa tempat. Makanya enak ngadem di hotel, menikmati me time. Leyeh2, berenang, makan, nulis, dengar musik xixixi. Enjoy

  3. Avatar

    wah, keren ya hotelnya, sering lewat tapi ngga pernah mampir, rumahnya di Sby hehehe nunggu voucher aja deh gratisan 😀

  4. Avatar

    hotele enak banget nih Mba Don, pas banget utk istirahat yaaa…nyaman gitu. Masakannya juga endeezzz….

  5. Avatar

    Wah, Surabaya Kota Pahlawan. Meski saya sudah beberapa kali singgah ke Jawa Timur, tapi saya belum pernah tandang ke kota satu ini, tapi kalau nanti ada rezeki dan kesempatan, agaknya hotel ini bisa jadi pilihan yang baik untuk tempat menghabiskan malam :)).

    Yap, saya pun seringnya merasakan makanan tradisional yang masuk hotel itu kehilangan cita rasa, Mbak. Tapi kalau cita rasa itu masih bertahan, wow ini pantas sekali untuk dicoba :)). Untuk kamar, kolam renangnya juga keren karena view skyline kota pasti keren di manapun :hehe. Rekomendasi yang bagus, terima kasih banyak ya :)).

  6. Avatar

    “Banyak alasan untuk kembali”

  7. Avatar

    Saya belum pernah ke surabaya, hehehe
    berarti kalo ke sana, harus nyoba nginep di Swiss-belinn Manyar ya 🙂

  8. Avatar

    Aku bayangin sop kikilnya itu loh mbak Donna

  9. Avatar

    Membaca tulisan dan melihat foto-foto Mbak Donna ini, besok-besok kalau ke Surabaya lagi mau coba hotel ini ah 🙂

  10. Avatar

    Bisa jadi rekomendasi kalau ke Surabaya niih… tempatnya nyaman dan adem…cocok buat Surabaya yg panas hehe…

  11. Avatar

    Saya tauu tempat iniii 😀
    Rifqy Faiza Rahman recently posted…Setengah Jam LagiMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge